Don'T Judge Me

Don'T Judge Me
40. Kebenaran



"Jadi tolong katakan apa yang sebenarnya terjadi kenapa om Hardi bilang,Abi bukan mahramnya Rahayu ?"tanyaku saat dan Abi duduk berdua di taman rumah Sakit.


"Abi dan Anisa di jodohkan 2 tahun menikah kami di berikan momongan, saat Bundamu di paksa menikah dengan Abi jujur Abi belum ada rasa. Karena itu Abi berusaha menjaga jarak dengan Bundamu karena Abi takut melukai Anisa jika tumbuh cinta, tetapi kesabaran dan keikhlasan bunda mu menerima keadaan membuat Abi jatuh padanya tanpa Abi sadari. Anisa yang menyadarinya karena itu Anisa menghasut orang tua Abi untuk melanjutkan pendidikan Abi tanpa sepengetahuan Bundamu. Setelah 5 tahun Abi pulang dengan menyelesaikan pendidikan,Abi hendak mencari Bundamu , kondisi pesantren dan Orang tua Abi, kakekmu tidak memungkinkan sampai Abah meninggal.


Selanjutnya Abi cuma bisa pasrah hingga Abi bertemu dengan Bundamu dan kamu, dari sana Abi berusaha mencari kebenaran apa yang terjadi dengan Bundamu. Karena dari cerita bundamu sangat jauh berbeda dengan cerita Anisa, tetapi saat kebenaran terungkap Abi sudah menjatuhkan talak kepada bunda mu."


"Karena itu Abi tidak mengurus perceraian Abi dan bunda ke KUA ?"tanyaku."Abi berharap masih di berikan kesempatan untuk memperbaiki hubungan dengan Bundamu ".


"Kalau Abi berharap bisa memperbaiki hubungan dengan bunda, kenapa Abi malah Menik dengan Sekar yang jarak usia beda 19 tahun dengan Abi?"


"Abi terpaksa, setelah semua terbongkar termasuk sikembar yang bukan keturunan Abi umi memaksa Abi segera mendapatkan keturunan dan tidak mungkin Abi minta rujuk Bundamu disaat Bundamu masih marah sama Abi."


"Kenapa harus menikah dengan Sekar yang pantas menjadi kakakku"kesal ku. " Keluarga Sekar yang memaksa demi balas Budi kepada Umi yang membantu biaya operasi orang tuanya. Sekar sendiri yang minta dari pada di nikahkan dengan juragan tanah yang pantas menjadi kakeknya mendingan Abi yang masih muda, "ucap Abi sambil tersenyum.


"Pede banget Abi"keselku. "Abi menikah dengan Bundamu umur Abi masih 22 tahun dan Bu Bundamu baru 20 tahun"ucap Abi.


"Dira"


"Pakde "ucap ku saat melihat Pakde memanggil ku. "Apa kabar mas"ucap Abi mendekat ke Pakde dan menyalami tangan Pakde .


"Prabu bisa kita bicara berdua "ucap Pakde . "Bisa mas."ucap Abi,aku yang merasa tidak diperlukan memutuskan untuk meninggalkan mereka, mencari Om Hardi mungkin berada di kamar pak Handoko, karena aku takut insiden waktu aku pertama bertemu Abi dulu terulang,Abi yang di hajar habis-habisan sama Pakde cuma pasrah.


"Aku tidak percaya cerita bunda atau cerita Om,aku anak Umi dan Abi, bukan anak umi dan Om Erik"teriak Rahayu terdengar saat aku hendak mengetuk pintu.


"Itu kenyataan sayang,aku papamu orang tua kandungmu. "suaranya lembut tapi aku yakin itu suara Sumi Anisa.


"Semua berawal dari reuni umi menghadiri reuni SMA tanpa Abi, karena Abi harus menghadiri tausiyah ahkirnya umi berangkat sendiri. Tapi umi salah mengambil minuman dan tanpa sengaja kami mabuk sama-sama hingga terjadilah peristiwa itu " ucap umi."Bohong aku benci umu dan om "teriak Rahayu."Keluarga Abi mu tidak ada keturunan kembar dan umi mu juga tidak ada keturunan kembar,berbeda dengan Erik yang kakeknya kembar" ucap Om Hardi.


"Kenapa kamu ngintip tidak masuk aja?"suara dari belakang membuatku terkejut,tetapi yang membuatku terkejut malah tertawa ngakak.


"Aku mau masuk manggil Om Hardi, tetapi sepertinya di dalam lagi tidak aman". "Tidak aman kenapa ?"tanya Arya." Sepertinya ada perdebatan ".


"Siapa yang berdebat?"tanya Arya."Istri mu"jawabku.


"Sekarang kamu tahu kenapa kamu orang yang kau sebut Abi itu bukan mahram mu lagi."suara om Hardi lebih tenang. "Tidak Abi tetap mahram ku"teriak Rahayu .


"AA mahram mu saat umi mu masih menjadi istri AA, tetapi setelah mereka bercerai secara negara dan agama kamu bukan mahramnya lagi. Kamu lahir dan tumbuh di pesantren jadi pasti kamu tahu,jika anak tiri termasuk mahram bagi ayahnya. Rabibah adalah anak perempuan dari istri, dan menjadi mahram bagi laki-laki yang menikahi ibu anak tersebut dan ia telah menggaulinya, dan dibolehkan bagi anak tiri perempuan untuk tidak memakai jilbab di hadapan ayah tirinya."ucap Om Hardi.


"Radi mengetahui karena dia tidak sengaja mendengar pertengkaran umi dengan Om Erik, yang meminta di akui sebagai ayah kandung kalian waktu pertama menikah dengan umi,jadi umi minta maaf ".


" Kita tidak bisa memilih lahir dari rahim siapa? Dengan cara apa,semua sudah ada takdirnya jadi om harap kamu terima kenyataan ini semua yang terjadi di masa lalu adalah takdir , yang harus kamu terima dan kamu lalui "ucap om Hardi.


"Kenapa Lo tidak masuk malahan ikut-ikutan menguping sih, Kasihan itu istri mu"uacapku sambil berjalan menuju lift. "Kamu sudah tahu?"ucap Arya mengikuti langkahku.


"Tentang pernikahan Rahayu dan kamu?Tadi aku tidak sengaja mendengar obrolan mereka"ucapku sedikit berbohong.


"Kami sudah bercerai"ucap Arya , membuatku melotot tak percaya mendengarnya. "Tidak ketahuan menikah kenapa malah sudah bercerai saja ?"


"Aku menikah tidak sengaja karena kami sama-sama mabuk dan tidak sengaja tidur di kamar apartemen ku ,apesnya aku ke grebek keluarga karena itu kami di paksa menikah "


"Terus kenapa bercerai,kamu mempermainkan pernikahan itu namanya"ucapku. "Aku memang tidak suka dengan keluarga Wijaya yang terkesan ingin masuk keluarga kami, tetapi aku tetap menghargai pernikahan yang terpaksa kujalani itu ya!"ucap Arya .


"Terus kenapa bercerai ?"


"3 bulan menikah aku baru tahu, ternyata rencana mabuk itu sengaja dibikin Rahayu buat menjebak Kana,"


"Tetapi salah sasaran dan Lo yang kena perangkapnya, karena itu bercerai ?" tanyaku. "Bukan itu alasannya, meskipun aku marah tapi aku juga tahu agama 3 tahun tinggal di pesantren aku tahu perceraian di larangan di dalam agama kita"ucap Arya. "Terus kenapa ?"


"Aku berusaha menerima apapun yang terjadi sebagai takdir yang telah digariskan buat ku, menikah karena di jebak. Aku bukan orang baik suka ke klub padahal aku tahu itu dosa dan aku bukan perjaka jadi aku juga tidak menuntut ke virgin nan pasangan ku, tetapi aku tidak suka pembunuhan yang di sengaja "ucap Arya , membuatku melongo "Pembunuhan yang di sengaja maksudnya,apa?" tanyaku.


"Selayaknya Suami istri tentunya kami saling memenuhi kebutuhan biologis kami, apalagi kami sama-sama sudah pernah merasakannya. Sayangnya tidak dengan konsekuensi yang akan terjadi, ".


"Intinya aja , jangan muter-muter gw ga paham ni"ucapku. "Rahayu hamil tapi dia tidak bilang padaku, tiba-tiba aku dapat pemberitahuan kalau dia mengalami pendarahan sehabis minum ramuan yang gak jelas "ucap Arya. "Karena itu kalian bercerai ?" tanyaku.


"Iya bilang tidak mau punya anak dari benih ku, karena aku bukan lelaki idamannya"ucap Arya.


"Karena itu kamu menceraikannya ?" tanyaku yang di jawab anggukan kepalanya.


"Terus yang kita dengar tadi gimana,kamu sudah tahu?" tanyaku. "Aku juga baru denger tadi, pantes yang menikahkan kami wali hakim. Seharusnya meski mereka bercerai dan menjadi mantan suami istri, tetapi tidak ada mantan anak.".


"Ah pusing , dengerin cerita keluarga mereka. Gw balik kerja dulu ".


"Tunggu dulu,buat apa Lo mencari om Hardi ?"tanya Arya. "Kepo, kalau aku bilang mau nikah sama Om Hardi, gimana ?" ucapku sambil menarik turun kan alisku dan berlari meninggalkan Arya yang masih bengong.