
Sudah sebulan sejak pertemuan ku dengan Tante Camelia tapi aku masih teringat semua ceritanya. Dari cerita Tante Camelia aku tidak bisa membayangkan menjadi dirinya hidup dengan lelaki yang belum bisa melupakan masa lalunya. Ternyata kesombongan dan keangkuhan hanya untuk menutupi rasa kecewa dan sakit hati terhadap keluarganya,aku pernah bertemu kedua orang tuanya beberapa tahun lalu aku tidak menyangka Opa dan Oma yang ramah ternyata tipe orang tua otoriter.
Benar kalau tidak seharusnya kita menilai orang hanya dengan melihat luar , tanpa kita tahu yang di alami dan di rasakannya. Karena banyak yang terlihat bahagia belum tentu bahagia sesuai hatinya.
"Dokter mau pulang " tanya suster Mika."Iya "Ucapku sambil berjalan ke Lobby.
"Mbak Dira?" tanya driver ojek motor pesananku. "Iya pak" jawabku sambil mencocokkan wajah Drive dengan yang ada di ponsel.
"Sesuai titik mbak "tanyanya sambil menyodorkan helm kepada ku. Semua begitu cepat saat aku hendak mengambil helm dari Drive ojek online, tiba-tiba ada yang mendekap mulutku dan semuanya gelap.
Si ojek yang melihatnya langsung sangat kaget tapi tidak bisa apa-apa karena dia juga di ancam dengan pisau yang diarahkan di lehernya. Disaat dia masih syok dan kaget masih berada di posisi yang sama di pinggir jalan dekat rumah sakit, ponsel penumpangnya yang jatuh ke lantai berbunyi.
🎼☎️ Arya
"Lo dimana ,gw di depan rumah lo"ucap suara di sebrang.
"Tolong yang punya ponsel ini di culik beberapa menit lalu."ucap driver ojek motor tadi.
"Bapak d mana ?"
"Saya masih di depan rumah sakit "
"Baik saya akan kesitu, tolong jangan kemana-mana"
POV . Kana
Hari ini hari terakhir masa tugasku menjadi ajudan orang nomor satu di negara ini.🎼☎️ Arya.
"Dii mana lu sekarang berada?"tanya Arya ."Lagi di jalan mau balik apartemen"jawabku.
"Pergi kerumah sakit tempat kerja Adira bekerja, Adira di culik gw baru telpon yang mengakat driver ojek motor, ponselnya Adira dia yang bawa sekarang" ucap Arya , tanpa bertanya lagi aku langsung putar haluan ke sana dengan kecepatan full ,di tengah malam begini jarak yang biasa ditempuh 1 jam jika siang bisa di tempuh cukup 25 menit.
"Lo baru datang "tanya Arya yang ku jawab anggukan,"Itu sepertinya driver ojek onlinenya" ucap Arya .
"Sungguh pak saya tidak tahu apa-apa " ucap driver itu nampak sekali ketakutan yang ada di wajahnya.
"Saya percaya tolong ceritakan kronologis nya!" Ucapku.
" Sehabis saya memberikan helm kepada calon penumpang saya ada mobil yang berhenti dan turun 2 orang lelaki memakai topeng, satu mengancam saya pakai pisau satu lagi membekap mbak nya hingga pingsan dan langsung membawa mbaknya pergi naik mobil Jeep ".
"Jarak dari saya menelpon dan bapak angkat itu berapa lama ?"tanya Arya , "Tidak lama tidak sampai 5 menit "Jawabnya.
"Sangat susah di sini tidak ada CCTV yang terjangkau "ucap ku, setelah memperhatikan sekitar.
"Boleh saya lihat KTP bapak dan minta no ponsel bapak buat saksi penculikan "ucapku. "Ini sebagai ganti ongkos yang harus di bayar oleh istri saya "ucapku membuat Arya melotot mendengarnya.
"Gila sejak kapan Dira jadi istrimu "ucap Arya. "Secepatnya doakan saja dia mau jadi istri gw" ucapku. "Mau kemana ?" tanya Arya ." Ikutin saja"jawabku.
"Apa kabar ?"tanyaku. "Baik , bagaimana ceritanya mas?"tanyanya,belum sempat aku menjawab Arya datang.
"Kita masuk bahas di dalam "ucap pak Prabu yang baru datang bersama Om Hardi. "Siapa mereka ?" bisik Arya. "Romi adik sepupu Dira, Pak Prabu Atmaja ayah kandung Dira dan Om Hardi Lo pasti bisa menebaknya "ucapku. "Gila "umpat Arya .
"Sepertinya aku tahu pelakunya!" ucap Om Hardi, setelah mendengar ceritaku dan Arya.
"Siapa ?"tanya kami semua bersama. " Orang yang minta suntikan dana ke Lo terakhir Siapa ?"tanya om Hardi. "Radi "jawab pak Prabu ,
"Itu tebakanku, coba kamu telepon dia sekarang karena Radi punya mobil Jeep dan Radi juga sempat
bilang 'Bahwa dia akan mendapatkan uang itu bagaimana pun caranya ' sewaktu kamu menolak memberikan dana itu ," ucap Om Hardi.
"Kenapa aku tidak berpikir kesana ?" ucap pak Prabu.
"Kalau tidak kamu hubungi temanmu yang hacker untuk mencari keberadaan Radi melalui ponselnya, karena tidak mungkin kita mencari Dira sedang ponsel Dira ada disini "kata om Hardi.
"Om berbakat jadi penyelidik "ucap Romi. "Om punya cita-cita jadi polisi tapi gagal "candanya.
3 jam kemudian kita tahu posisi Radi dan kita sepakat tidak menghubungi polisi dulu. Kata Romi 'Disini sudah ada polisi buat apa lagi menghubungi polisi,lagian biasanya polisi datang kalau penjahat nya sudah tepar' membuat kami yang resah jadi sedikit terhibur dengan candaannya.
" Jadi hubungan anda dengan Dira yang anda bilang sangat dekat itu ini, anda ayah kandung Dira?"tanyaku pada Pak Prabu. "Iya" jawabnya.
" Tetapi kenapa anda tidak punya hak untuk menyampaikan kepada siapapun tanpa seijin Dira bahwa anda ayah kandungnya?"
"Kamu ingat waktu itu saya bilang saya tidak mau Dira marah dan meninggalkan saya? Itu lah alasan utamanya saya ayah yang tidak bertanggung jawab" jawabnya.
Saat ini aku satu mobil dengan pak Prabu sedang Arya dengan Romi dan Om Hardi menuju rumah yang diduga tempat Radi menyekap Dira.
"Berati Radi menculik adiknya sendiri ?"tanyaku. "Radi dan Rahayu bukan anak kandungku, itulah penyesalan ku sampai sekarang. Di butakan rasa tanggung jawab kepada Anisa sebagai istri pertama. Aku mengabaikan bunda Dira bahkan keberadaan Dira aku baru tahu saat Dira berumur 15 tahun."
"Karena itu anda tidak mau kehilangan Dira lagi ?" tanyaku. "Iya, cukup aku kehilangan bunda Dira tidak untuk Dira"ucapnya.
"Sepertinya bener dugaan Om Hardi, di lihat dari pengawal yang berjaga-jaga " ucapku.
"Kita harus memastikan keberadaan Dira di dalam,baru bertindak "ucap Om Hardi. "Bocah Radi belum kenal kamu, kamu jadi umpan mau?"tanya Om Hardi pada Romi. "Boleh caranya gimana ?" tanyanya.
"Kamu pura-pura mabuk untuk mengalihkan perhatian mereka,aku dan kamu memeriksa ke dalam " ucapnya kepada ku. "Om yakin bisa menyelinap ?" ucap Arya lebih seperti meledek.
"Bisa" Jawabnya. "Terus gimana aku pura-pura mabuk ?"tanya Romi. "Sebisa mungkin Lo terjatuh di meja biar bir yang mereka minum tumpah ke bajumu" ucapku saat melihat ada sebotol bir dimeja mereka.
Sesuai rencana aku menyelinap masuk dengan Om Hardi , setelah Romi bisa mengalihkan perhatian 3 orang yang jaga di depan. Setelah 30 menit mencari aku menemukan Dira di ikat dengan posisi duduk di kursi, tetapi saat aku hendak mendekat terdengar langkah kaki aku segera berlari untuk sembunyi dan menghubungi Arya untuk segera mencari bantuan.
"Siram pakai air es"suara Perempuan, Rahayu , Ajeng ucapku saat melihat 2 perempuan itu bersama 2 lelaki yang berbadan kekar.
"Jangan disiram dulu, lepas dulu kemeja yang dia pakai " ucap Ajeng, Biadab umpat ku dalam hati ingin aku mendekat tapi itu bisa sangat berbahaya buat Dira. Byuuuur Air dingin disiram ke tubuh Dira yang hanya masih memakai tang top, jika tidak ada tank top aku tidak bisa membayangkan apa aku bisa mengontrol emosiku.