
Aku bukan orang pendedam,tapi aku juga bukan orang yang akan diam saja jika di usik. Aku akan membalasnya 2 kali lipat lebih menyakitkan, dari rasa sakit yang kualami.
"Aku tidak tahu harus bagaimana lagi membujuk mu untuk pulang dan menemui suami mu!"
"Sudahlah mi, Hana sudah dewasa tahu apa yang di lakukannya!"
"Tapi tidak baik seorang istri meninggalkan rumah, apalagi tanpa ijin suaminya."
"Suami juga tidak baik berbohong kepada istrinya mi!"
"Selesaikan secara baik-baik,bukan main pergi."
"Aku pasti akan pulang dan menyelesaikan masalahku mi, tapi tidak sekarang mi. Untuk sekarang aku mau memberikan sedikit pelajaran buat papanya Elang."
"Mau berapa lama Hana!"
"Mi aku pergi baru 3 hari, sedangkan menantu mami berbohong kepada istrinya sudah 3 Minggu mi."
"Sudah lah mi, kita ke sini mau nengok cucu kita bukan bikin masalah baru buat putri kita."
"Papi selalu saja membela Hana!"
"Bukannya membela mi. Tapi lelaki sesekali juga harus di berikan pelajaran, artinya kejujuran dalam rumah tangga! Kalau boleh papa malah pingin hajar Raihan sekarang."
"Tidak akan ada asap kalau tidak ada api mi."
"Oke mami menyerah , lebih baik kamu pulang tinggal di rumah bersama mami!"
Bisa gawat kalau aku tinggal di rumah mami, bisa-bisa mami tahu kalau ada aku sengaja balas dendam.
"Enggak ah, nanti kalau Raihan tiba-tiba nongol di rumah bisa gawat aku."
"Udahlah mi , sudah bagus Hana mau jujur sama kita. Coba mami pikirkan jika Hana tidak memberi kita kabar." Ucap papi sambil mengusap punggung mami.
Tidak mungkin aku kabur, jika aku kabur pasti papi akan mengerahkan semua orang-orangnya untuk mencariku.
Setelah papi dan mami pulang aku langsung mengecek kondisi Raihan. Dia masih bisa makan dengan baik, buktinya tiap jam makan dia akan pulang dan membuat makan untuk dirinya sendiri.
🎼✉️+6284300336789
Mas Rai bisa kerumah sakit sepulang kerja.
^^^Me^^^
^^^Akan mas usahakan^^^
🎼✉️+6284300336789
Jika bisa langsung temui aku di kantin rumah sakit.
Langsung temui aku bukan Olivia
^^^Me^^^
^^^Oke^^^
Kenapa lagi ini wanita tidak tahu malu mengajak Raihan bertemu. Wah kacau aku tidak akan bisa menguping jika mereka bertemu di kantin.
Setelah memikirkan cara yang tepat ahkirnya aku hubungi Yanti ,untuk datang ke hotel tempatku menginap selama 3 hari ini.
"Wiih keren kamarnya mbak, berapa harga nginep di sini semalam mbak?"
" Standar bintang 5 lah."
"Iya berapa mbak aku kan penasaran, siapa tahu suatu saat aku bisa ajak suamiku nginep di sini."
"2 juta per malam." Yanti hanya diam melongo mendengar jawabanku.
"Yan. Yanti !"
"iya mbak."
"Ko malah bengong sih?"
"Mbak sudah 3 hari berati sudah 6 juta, tidak sayang duitnya mbak ?"
"Kalau kamu mau ngajakin nginep anak dan suamimu , jagain Elang selama aku pergi. Nanti aku pesankan 1 kamar buat semalam, gratis aku yang bayar !"
"Bener mbak?"
"Iya,aku ada perlu. Kamu jika butuh makan atau apa saja tekan tombol di sini sesuai petunjuk ini."
"Bayar gak mbak ?"
"Gak , tagihan langsung masuk ke dalam tagihan kamar besok kalau aku cek in."
"Oke mbak. Jadi tugas ku hanya mengasuh Elang saja kan?"
Jujur gara-gara suami Yanti bilang Elang rewel, aku seperti mendapatkan karma. Seharian Elang nangis terus menerus tanpa sebab, dan harus aku gedong seharian.
"Iya itu di kulkas juga ada makanan jika putramu mau ambilkan saja!"
"Oke mbak."
"Ya udah aku siap-siap dulu." Setelah 30 menit aku siap-siap aku pergi dengan menggunakan mobilku.
Selama perjalanan aku terus memantau pergerakan ponsel teman Olivia, dan ponsel Raihan. Meskipun Raihan tidak bilang iya aku yakin Raihan akan datang, menemui teman Olivia tersebut.
Setelah menugu sekitar 40 menit di pinggir jalan dekat rumah sakit, aku melihat Raihan datang mengendarai motornya.
Aku terus mengikuti Raihan dari jarak aman, saat masuk ke rumah sakit aku sengaja berjalan duluan kearah kantin.
Alhamdulillah Allah SWT permudah jalanku.
Saat aku lihat Raihan duduk tepat di belakangku. Apa dia terlalu fokus sampai tidak menyadari aku ada disini.
"Assalamualaikum mas."
"Walaikumsalam,ada apa. Aku tidak bisa lama-lama aku harus ke rumah mertua ku habis ini!"
"Ada acara apa mas?"
"Bukan urusan mu, bilang aja ada apa ?"
" Bisa tidak mas menikah dengan Olivia," ucapnya lirih.
"Gila kamu. Saya sudah menikah dan kamu tahu akibatnya jika komandan saya tahu? Saya bisa terkena sansi kedisiplinan."
"Tapi mas hanya itu solusinya,mad."
"Gara-gara saya tidak jujur, istri saya sekarang pergi bersama dengan anak saya. Apa kamu sengaja ingin menghancurkan rumah tangga say?"
"Bukan begitu mas. Demi kemanusiaan mas, cuma nikah sirih ini."
"Seorang abdi negara dilarang menikah sirih, harusnya kamu tahu itu!"
"Aku tahu ,tapi Olivia."
"Aku kasihan pada Olivia yang sebatang kara. Bukan berarti aku harus mengorbankan keluarga ku."
"Mas tidak mengorbankan keluarga mas ko?"
"Kamu bilang aku tidak mengorbankan keluarga ku? Gara-gara menurut dengan ucapan mu, untuk merahasiakan semua dari istriku kamu tahu akibatnya ?"
"Apa,"ucap wanita itu hampir tidak terdengar olehku.
"Saat istriku tahu kebohonganku dan aku harus ke sini , karena kamu bilang Oliv berniat bunuh diri. Aku kehilangan istri dan anakku. Demi menyelamatkan nyawa orang lain aku harus mengorbankan diriku sendiri!" Ucap Raihan dengan penuh penekanan di ahkiri kalimatnya sebelum berdiri dan pergi.
Ingin aku berdiri dan mengejar Raihan, tapi aku masih penasaran dengan apa yang terjadi selanjutnya. Penantianku tidak sia-sia 15 menit kemudian Oliv muncul dengan pakean pasien rumah sakitnya.
"Gagal gw gak bisa menyakinkan Raihan. Lebih baik Lo cari lelaki lain buat jadi bapak anakmu !"
"Aku mau Raihan,dia gentel aku mau anakku menjadi leleki penyayang seperti dia."
"Apa kamu yakin jika kamu menikah dengan Raihan, Raihan mau menyumbangkan benihnya buat mu?"
"Yang penting aku nikah dulu. Kalau aku sudah menikah aku bisa mengatur semuanya."
"Gila kamu, andai Raihan mau menikah dengan mu itu karena kamu hamil. Apa jadinya jika dia tahu kalau kamu berbohong ?"
"Itu urusan ku, tugas mu hanya menurut perintah ku." Ucap Olivia sambil berdiri lalu berjalan, meninggalkan temannya.
"Siapa anda?" Tanya teman Olivia saat aku langsung duduk di depannya, sebelum dia pergi.
"Saya Raihana Eka Wiraguna. Saya tekankan kepada anda jauhi dan tinggalkan Olivia jika anda mau aman!"
"Maksudnya ?"
"Saya istri yang suaminya anda dan teman anda bohongi!"
"Maaf saya terpaksa," ucapnya lirih.
"Dengan mengorbankan kehidupan keluarga orang lain? Anda juga seorang perempuan, bagaimana jika posisi anda di balik ?"
"Saya tahu saya salah,tapi saya terpaksa. Saya yatim-piatu dan keluarga Oliv yang mengadopsi saya dan membiayai saya."
"Bukan begitu juga cara anda membalas Budi. Itu sama aja anda menjerumuskannya." Ucapku sebelum pergi meninggalkan nya.
Apa aku harus bilang yang sebenarnya, meskipun aku memiliki bukti tapi aku juga takut Raihan tidak percaya.
Sesampainya aku di hotel,aku dikejutkan dengan tidak adanya Elang dan Yanti di kamar hotel.