
Setelah Mendapatkan 2 tersangka, hari itu juga aku kembali ke Jakarta. Masih banyak kerjaan yang harus ku selesaikan, sebelum berhenti bekerja.
Raihan sendiri tidak memaksaku untuk berhenti, terapi mami bilang jika aku menikah dengan Raihan berarti aku harus tinggal bersama Raihan di Serang. Dari pada mondar mandir Jakarta serang lebih baik berhenti, belum juga kewajiban harus bergabung serta aktif dalam kegiatan Persit (Persatuan Istri Tentara). Karena itu aku memutuskan berhenti kerja. kata mami masih dapat dari suami ini nanti, meski nominal tidak sebanyak punyaku aku harus bisa menghargainya.
"Kamu yakin dengan keputusan mu untuk berhenti kerja,?" tanya Raihan.
"Ya gimana lagi. Kata mami kalau jadi istrimu,aku wajib ikut organisasi istri-istri tentara. Sedangkan pekerjaanku tidak bisa aku duakan. Mungkin aku bisa nyari kesibukan jadi guru TK atau SD."
"Yakin bisa jadi guru TK yang butuh kesabaran extra, tetapi berpenghasilan kecil?"
"Kan aku bilang kerja buat nyari kesibukan, bukan buat nyari cuan."
"Semua kerja itu tujuannya untuk uang,"ucap Raihan.
"Tidak buatku. Jika hanya berpatokan pada uang,aku tidak akan kembali ke Indonesia." Ucap Hana yang di benarkan dengan anggukan oleh Raihan. "Anak sultan mah beda,"sindir Raihan.
"Kamu tak tau saja selama kami masih jadi anak sekolah,uang jajan kami di jatah sehari tidak boleh lebih dari uang yang di kasih mami hari itu."
"Masak,?" ucapnya tak percaya.
"Tanya Radit dan Randi, waktu SD kami sering diam-diam minta ke papi,nenek dan kedua kakek kami tanpa sepengetahuan mami. Jika ketahuan Kami akan di hukum, seminggu tidak membawa uang hanya membawa bekal dari rumah."
"Uang jajan pasti lumayan gede?"
"Gede kalau buat jajan di sekolah biasa,tapi kami bersekolah di sekolah dasar internasional. Disaat teman-teman kami membawa selembar uang warna merah, kami hanya membawa warna biru." Ucap Hana membuat Raihan melotot tak percaya.
"Jangankan dulu sekarang selembar uang warna merah sudah banyak Hana."
"Aku bilang apa tadi,'Gede kalau buat jajan di sekolah biasa,tapi kami bersekolah di sekolah dasar internasional.' Jika harga es teh di sekolah dasar 5 ribu, di sana bisa 25 ribu."
"Nanti kalau kita punya anak kita sekolahkan di sekolah negeri saja,aku gak sanggup kalau biayai sekolah di sekolah internasional."
"Yakin bisa nolak keinginan papi dan nenekku?
"Tau ah,"ucap Raihan bertepatan dengan namanya yang di panggil. Kami masuk bersama , aku sempat kaget dengan pengucapan Raihan sebagai salam hormat kepada komandannya.
"Ahkirnya Kapten Raihan Elang Akbar mengakhiri masa lajangnya di usia 32 tahun. Istrinya berumur 27 tahun 6 bulan ,wah gak nyesel ini menikah dengan seorang tentara. Padahal S2 lulusan MIT pula."
"Siap ijin menjawab, Insyaallah tidak."
"Rihanna Eka Wiraguna, pernah bekerja di Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informatika (BAKTI) dibawah kementerian komunikasi dan informatika."
"Siap betul pak."
"Tau gaji yang di dapat pasanganmu?"
"Siap ijin menjawab, tidak tahu pak."
"Rihanna Eka Wiraguna, jika sudah menjadi istri tentara harus bisa menjaga sikap. Jangan melanggar hukum baik yang tertulis maupun tidak, jangan diulangi yang kemarin juga." Ucap komandan Raihan, membuatku sedikit menegang.
"Siap, tidak."
"Saya turut berdukacita atas meninggalnya kakekmu, saya dulu pernah di obatinya saat kami satgas ke perbatasan." Setelah pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kami berdua keluar dari ruangan.
"Mau cari minum dulu tidak ?"
"Boleh,haus gw. Di depan tadi kaya banyak yang jual es."
"Aku kamu jangan Lo gw, tidak sopan. Sana aku ambil mobilmu dulu."
"Oke aku jalan ke depan beli es duluuan."Ucapku sambil berjalan meninggalkan Raihan, sedang Raihan jalan kearah yang berbeda untuk mengambil mobilku.
"Habis pengajuan nikah mbak,?" tanya tentara dengan nametag Adi.
Karena malas menjawab aku mengaguk sambil, menikmati es kelapa muda sambil mengirim pesan kepada Wanda.
"kenapa kamu disini Di,?"tanya Raihan yang baru muncul.
"Haus Ndan sekalian cuci mata,"ucapnya sambil tersenyum dan sesekali mencuri pandangan ke arah Hana.
"Mas ,aku mau langsung balik ya. Aku harus ke kantor,ada sedikit masalah di sana." Ucap Hana membuat Adi kaget.
"Mbak calon istrinya kapten Raihan ?"
"Iya,dia calon istri saya kenapa ?"
"Udah ini kuncinya, jangan lupa nanti malam kita di undang ke acara pernikahan Kapten Erlangga."
"Oke gw tunggu habis sholat isya aja,"ucapku sambil berjalan menuju mobil di ikuti Raihan.
"Ingat kata komandan tadi, tidak boleh ngebut. Kemana pun kamu pergi sekarang mulai membawa nama baik, pasangan mu!" Ucap Raihan sambil membukakan pintu mobil untukku.
"Terima kasih, gak lah gw takut di suruh nikah lagi."Ucapku yang di sambut tawa kecil olehnya.
"Hati-hati kabarin aku kalau sudah sampai kantor,"ucap Raihan sambil mengusap kepalaku yang tertutup jilbab.
"Iya calpasu."
"Calpasu,?"ucap Raihan sambil menarik sebelah alisnya keatas.
"Calpasu, Calon pak suami."Ucapku sambil menyalakan mesin mobil.
POV. Raihan
"Calon istrinya Ndan?"
"Iya Di, doakan lancar sampai hari H."
"Tentu Ndan, jangan lupa undangannya."
"Nanti aja kalau sudah sah dan pindah ke asrama. Kita adakan makan bersama syukuran, sekalian nempatin rumah asrama."
"Ko ga ngundang ke pernikahannya ndan?"
"Takutnya kamu minder kalau saya undang,aku aja minder."
"Ko gitu ndan?"
Hahh terdengar helaan nafas Raihan sebelum bercerita. "Istriku maunya ga ada pesta pernikahan. Tapi keluarganya memaksa mengadakan pesta besar, maklum anak dan cucu perempuan satu-satunya."
"Jadi masalah biaya ya Ndan. Syukur kalau calon komandan ngerti, jadi komandan harus mencari alasan yang tepat."
Cetak suara kepala di ketok pakai jari-jari tangan,"Sakit Ndan."
"Makanya dengerin dulu kalau saya cerita. Keluarga istri saya hanya meminta saya menyayangi putrinya, biaya pernikahan aku dilarang membantu sama sekali. Tapi harga diriku sebagai lelaki jatuh, masak nikah ga modal."
"Gak papa Ndan itu namanya rezeki jangan ditolak. Coba kalau ada lagi saudara perempuan,aku juga gak nolak di nikahkan kalau begitu."
"Yakin ga minder kamu, jujur saya minder saya ini cuma anak satpam. Sedangkan dia anak pemilik firma hukum."
"Yang penting cinta Ndan."
"Dulu saya pernah tertarik sama dia, saat saya masih dengan yang lain. Tapi orang tua selalu mengingatkan untuk mencari yang sepadan."
"Kalau orang tua komandan menyuruh mencari yang sepadan, berarti tidak setuju dong sama yang ini?"
"Orang tua saya punya hutang Budi sama keluarganya. Jadi waktu keluarganya meminta saya untuk menikah dengannya, orang tua saya tidak berani menolaknya."
"Bagus dong keinginan komandan akhirnya tercapai ,cinta komandan bisa jadi kenyataan."
"Kamu denger gosip apa waktu aku menjalani hukuman kedisiplinan, penjara 14 hari ?"
"Komandan membiarkan pelanggaran lalulintas dan menjadi pelaksana juga." Ucap Adi, membuatku mengaguk-anggukan kepalaku.
"Jangan bilang itu ulah calon istri komandan tadi ?"
"Iya bener."
"Buset komandan menikah dengan anak Arkana Wiraguna, pengacara kondang yang juga punya firma hukum itu ?"
"Iya Adi,"ucap Raihan gemes.
"Buset komandan saya boleh lihat dan foto dengan mobilnya ga Ndan ?"
"Jangan mimpi,"ucap Raihan sambil menonyor kepala Adi.
Pengajuan sudah beres tinggal ijab qobul dan resepsi pernikahan. Membuatku semakin Galau takut bahwa, aku akan segera bangun dari mimpi.