
Sial sial bodoh sekali aku kenapa aku tidak berpikir dulu sebelum mengucap,kataku dalam hati.
Kemarin sore aku menerima paket dari Kana yang berisi gaun dan undangan, dalam catatan kecilnya Kana bilang aku harus memakai pakean itu dan membawa undangan supaya bisa masuk ke dalam gedung tempat acara ulang tahun Kana.
Jika kemarin Mama Kana bilang sekalian acara pertunangan Kana dan Rahayu, otomatis Keluarga Rahayu akan datang.
Tok tok tok "Dok jika sudah mau pulang disuruh menghadap dokter kepala "ucap Agnes.
"Oke makasih ya Nes"ucapku sambil merapikan penampilanku.
"Lagi galau ya Dok"ucapnya, karena tadi saat masuk melihatku memukul-mukul keningku sendiri.
"Ah tidak cuma sedikit pusing " bohong ku.
"Dokter memanggil saya ?" tanyaku pada dokter Hadi yang sedang mengobrol dengan seorang perawat.
"Iya ayo masuk " ucapnya." Gimana menjadi relawan ?" tanya dokter dokter Hadi.
"Menyenangkan kalau ada kesempatan lagi saya mau mengikutinya,"ucapku.
"Kerja bagus kamu tahu dokter Eki?" tanyanya. "Iya dokter penanggung jawab disana"ucapku.
"Sebenarnya dokter Eki selain sebagai penanggung jawab disana, dia di sana juga sebagai penilai kinerja kalian. Selama dua minggu dokter Eki telah menilai satu orang dokter dan satu orang perawat untuk direkomendasikan supaya mendapatkan beasiswa lanjutan"ucapnya.
"Jadi secara tidak langsung kemarin itu semacam.."ucapku terpotong dengan anggukan dokter Hadi.
"Iya semacam seleksi buat siapa yang punya jiwa sosial tinggi dan bener-bener ikhlas dengan sukarela menjadi relawan. Bagi yang lolos akan mendapatkan tawaran untuk melakukan studi,tentu denga aturan yang terikat dengan Citra Medika" ucap dokter Hadi.
" Terus hubungannya dengan saya apa dok?" tanyaku.
"Citra Medika tempat kerja kita ini dan beberapa citra Medika sudah di akusisi oleh Wira hospital 2 tahun lalu, sedang menawarkan beasiswa spesialis dan dokter Dira terpilih. Tapi saya dengar dokter juga lagi belajar untuk mendaftar CPNS jadi dokter pikiran mana yang mau di ambil, mencoba CPNS atau menerima tawaran beasiswa saya disini hanya perantara" ucap dokter Hadi.
"Bener dok nama saya yang terpilih, tapikan saya baru beberapa bulan di sini dong?" tanyaku.
"Tapi dokter yang bersedia maju menjadi relawan kemarin, padahal disini ada banyak dokter, perawat dan bidan yang sudah lama bekerja. Jadi dokter mau ambil yang mana?" tanya dokter Hadi.
"Tentu saya pilih yang pasti dok kalau CPNS belum pasti lolos juga, hehehe"Ucapku.
"Saya suka cara berpikir anda yang bisa melihat peluang, tetapi saya ingatkan begitu anda tanda tangan kontrak dan siap menerima beasiswa Sejak saat itu anda terikat dengan Citra Medika dan Wira Hospital. Anda hanya akan bisa bekerja di Rumah Sakit di bawah Wira hospital dan Citra Medika selama 5 tahun setelah anda mendapatkan gelar dokter spesialis, jika anda berhenti mendadak saat menjadi residen atau di tengah-tengah anda menjadi dokter spesialis, anda akan dikenakan denda pergantian semua biaya yang dikeluarkan untuk membiayai pendidikan anda" ucap dokter Hadi.
"Saya siap dok, buat perguruan tinggi dan spesialisnya apa ditentukan juga?" tanyaku.
"Tidak, tapi mungkin akan di berikan beberapa pilihan. Ini kamu pelajari dan kamu tanda tangani jika sudah yakin besok baru kembalikan kepada saya "ucap dokter Hadi.1
"Baik dok terimakasih, saya permisi kalau begitu ".
Kesempatan tidak datang dua kali, kesempatan tidak datang dua kali itu yang terus aku katakan pada diriku supaya aku yakin dengan pilihanku.
"Ko Lo disini?"tanyaku pada Arya saat aku sudah siap dengan baju yang di kirim Kana kemarin.
"Disuruh Kana menjemputmu"ucapnya. "Emang aku anak kecil yang harus dijemput segala, lagian aku juga sudah pesan taksi online " ucapku
"Bukan anak kecil masalahnya bisa aja kan kamu berubah pikiran dan tidak datang, masalah taxi online serahkan padaku. Ayo berangkat sekarang !" ucap Arya.
"Simpan saja undangannya" ucap Arya saat aku hendak mengeluarkan kartu undangan.
"Tapi katanya "
"Itu kalau mereka tamu kamu datang dengan ku ,"ucap Arya "Terus buat apa juga dia mengasih aku undangan juga tidak digunakan" ucapku. "Undangan itu bisa kamu gunakan untuk menginap di sini" ucap Arya. " benarkah" tanyaku yang dijawab anggukan.
Wah bertabur bintang ucapku saat aku melihat beberapa selebritis dan penyanyi yang memeriahkan acara.
"Boleh habis itu kita makan terus pulang ya"ucapku yang disambut tawa Arya. " Aku diminta Kana menjemputmu, bukan menjadikanmu temanku malam ini" ucapnya sambil terkekeh.
"Tapi masalahnya lu yang menjemput gw " ucapku.
"Selamat ulang tahu buat sepupuku, semoga lekas dapat jodoh dan sehat terus, ini gw bawakan kado spesial buat lo" ucap Arya saat berjabat tangan dengan Kana ,dan Kana malah langsung menarikku untuk berada di sampingnya.
"Gila kalian berdua " ucapku melihat tingkah mereka berdua.
"Aku emang sengaja menyuruh Arya untuk menjemput mu karena aku takut kamu berubah pikiran"ucapnya.
"Tapi tidak begini juga gw bukan barang yang bisa diserah terimakan"ucapku. "MC sudah manggil waktunya di mulai pertunjukannya" ucap Arya. Kana berjalan ke depan nampak di panggung ada kedua orang tua Kana.
"Kita duduk bersama keluargaku " ucap Arya dengan menarikku,di meja ku semua tersenyum kecuali mama Arya yang memandangku datar. Di meja sebelah aku juga melihat Abi dengan Arum dan seorang anak laki-laki berumur 6-7 tahun, ada juga Rahayu dan umi Anisa dan suami barunya.
"Terima kasih atas kehadiran semua tamu undangan yang berkenan hadir di acara ulang tahun putra saya yang ke 29 tahun. Di acara ini saya juga ingin memperkenalkan calon menantu saya, Wanita cantik...."
"Perkenalkan calon istri saya Adira Carissa maharani, ayo sayang apa perlu aku menjemputmu " ucap Kana memotong ucapan mamanya.
Membuat suasana menjadi tegang tapi tidak dengan Kana sepertinya dia sudah merencanakannya, terlihat dia turun dari panggung berjalan kearah ku dengan tenang dan sorot lampu yang sudah mengarah ke arahku.
Aku bisa melihat tatapan mata Mama Kana yang berapi-api menandakan kemarahan yang memuncak berbeda dengan papa Kana yang terlihat tenang. Nampak juga ada sedikit kegaduhan di meja Rahayu membuatku merasa tidak nyaman dengan semua yang terjadi.
"Ayo" ucap Kana yang sudah berdiri di depanku.
"Tapi kamu tidak bilang apa-apa kenapa jadi begini,kita hanya berteman aku bukan calon istrimu" ucapku lirih, tetapi Kana seolah tidak mendengarkan nya dia malah menarik tanganku untuk berdiri dan mengikutinya langkahnya.
Acara berlangsung lancar meski aku mendapatkan beragam tatapan dari orang-orang yang ada di dalam gedung ada yang memandangku dengan tatapan menilai ,menyelidiki, meremehkan ada juga tatapan marah.
Plak perih dan panas itu yang kurasakan saat ada orang yang tiba-tiba datang dan menampar pipiku, tanpa kusadari pergerakannya di saat beberapa orang mulai berpamitan pada orang tua Kana untuk pulang. "Apaan sih kamu jangan bikin ulah " ucap Kana sambil menggeser posisiku menjadi di belakangnya.
"Kamu yang apa-apaan aku yang mengatur acara pesta ini semuanya konsepnya,tapi kenapa dia yang di perkenalkan menjadi istrimu bukan aku" ucap Rahayu marah dia tidak peduli beberapa orang melihatnya.
"Yang memilihmu adalah mama tanyakan saja dengan mama, dari awal aku tidak mau tunangan denganmu" ucap Kana.
"Dasar kamu anak pelakor pantas kamu menjadi pelakor" PLAKK ,
ucapan Rahayu langsung aku potong dengan aku menamparnya lebih kencang dari yang dia lakukan padaku,membuat beberapa pihak EO memintak tamu untuk meninggalkan tempat acara.
"Jaga mulutmu aku bukan bundaku yang ketiga di dzolim mi hanya diam,aku bukan bunda yang hanya menurut atas permintaan seseorang yang berhati busuk seperti kalian" ucapku sambil menatap tajam kearahnya.
"Lantas apa namanya buat istri kedua hah" ucap Rahayu.
"Aku sudah bilang jaga mulutmu jangankan untuk merobek mulutmu untuk membunuhmu pun aku tidak takut " ucapku sambil mencengkram tangan Rahayu.
"Oya,sebelum kamu membunuhku aku yang akan membunuh mu dahulu" ucap Rahayu yang langsung meraih botol wine. Semua berjalan cepat hingga aku tidak dapat menghindar tetapi aku bersyukur Kana menarikku dan botol itu mengenai tangan Kana.
PLAKK "Kenapa kamu selalu bikin onar ,bawa anakmu pulang kalau mau dia bikin malu disini" ucap Abi sehabis menampar Rahayu.
"Abi menamparku" ucap Rahayu tak terima.
"Anisa bawa Ayu pulang atau dia akan membuat malu kalian semua" ucap Abi. Dengan kasar aku melihat Rahayu ditarik umi Anisa pulang.
"Aku sudah bilang padamu tidak akan bertanggung jawab jika ada kegaduhan atau acara muka kacau.
Aku berharap ini pertemuan terakhir kita Aku tidak mau lagi berurusan denganmu"ucapku pada Kana.
"Maaf semuanya aku membuat keributan aku lagi,aku sungguh tidak tahu rencana Kana"ucapku sebelum melangkah pergi.