Don'T Judge Me

Don'T Judge Me
22. Abi



Di saat orang-orang pada berkumpul membaca ayat-ayat suci Al-Qur'an yang di pimpin ustadz Prabu ,aku makan berdua dengan Arya sambil sesekali kami ngobrol dan bercanda dengan Arya.


Sejauh mengenal Arya selain friendly dan humoris Arya adalah orang yang nyaman untuk dijadikan teman ngobrol.


"Lo datang ke sini bersama Kana seharusnya Lo Nemani Kana, bukan disini ngobrol gak jelas apa jangan-jangan Lo juga mendekati Arya buat Lo jadikan cadangan," ucap Rahayu yang tiba-tiba nongol membuatku dan Arya menyerit heran.


"Lo pingin masuk keluarga Wiraguna kan makanya Lo mendekati Kana dan Arya,jadi jika Lo gagal dapat Kana masih ada Arya, "ucap Rahayu.


"Kalau iya kenapa,iri Lo gw bisa dekat dengan dua-duanya ?" ucapku.


"Lo ya,awas aku tidak akan biarkan Lo dapatkan salah satunya aku akan bilang kebusukan mu pada Tante Bulan dan Tante Camelia "ucap Rahayu sambil berjalan meninggalkan kami.


"Emang ada apa dengan nama Wiraguna ?"tanyaku pada Kana yang baru bergabung dengan kami setelah Rahayu pergi.


"Kamu bener-bener gak tau keluarga Wiraguna ?" tanya Arya.


"Lo tau gw?"tanya Arya," Tau kembarannya Aryo suami Nadira "jawabku yang membuat Kana tertawa.


"Lo juga ga tau siapa Kana,?"tanya Arya.


"Gw nggak tahu dan tidak mau tahu itu urusan kalian,jadi lebih baik kita tidak saling tahu, kalian ga perlu tahu siapa aku dan aku juga begitu jadi kita bisa bebas berteman". Karena jika Lo tahu bahwa gw adalah anak sambung kekasih Lo pasti Lo sakit hati bisa-bisa Lo balas sakit hati ke gw kataku dalam sambil memandang Kana.


"Kenapa kalian di sini ayo bergabung sama yang lain di depan,ko malah makan disini "ucap Om Ridwan menghampiri kami.


"Dira kurang nyaman om yang lain pada hijab masak aku pakai kebaya sendiri ,"ucapku pada om Ridwan.


"Justru sudah pakai kebaya tinggal panggil penghulu saja ya untuk mengesahkan kami,"ucap Kana langsung membuatku menyemburkan air minum ku ke muka Arya yang kebetulan berada di depanku.


"Sialan kenapa aku yang Lo sembur ,no orangnya yang seharusnya Lo sembur bukan aku" ucap Arya sambil membersihkan mukanya.


"Maaf "ucapkan sambil mengambil tisu untuk membersihkan mukanya.


"Gw aja yang bersihin, tidak enak dilihat yang lain karena hari ini Lo pasangan gw" ucap Kana sambil mengambil tisu dari tanganku untuk membersihkan muka Arya.


"Kalian cocok jeruk makan jeruk " ucapku saat melihat Kana membersihkan muka Arya.


"Kalian ini ya seperti anak kecil" ucap om Ridwan sambil mengajakku berjalan meninggalkan mereka berdua.


"Mereka sangat dekat bahkan Arya lebih dekat kepada Kana dari pada Aryo saudara kembarnya,"ucapnya.


"Iya kelihatan kalau mereka seperti saudara "Ucapku.


"Kamu juga mengenal Aryo ?"tanya om Ridwan.


"Justru saya mengenal istri Aryo duluan sebelum mengenal mereka, Om "ucapku sambil berjalan beriringan dengan Om Ridwan.


"Sini duduk dekat Tante Dara"ucap Tante Ambar yang duduk sambil memangku Erwin putra kecilnya yang berumur 5 tahun. "Kamu tidak makan ,mau Tante ambilkan makan?" ucap Tante Ambar.


"Gak usah Tan, Aku sudah makan tadi di belakang bersama dengan Arya" ucapku.


"Silakan Mama mengundang tamu yang banyak jika mama siap untuk malu, karena akan dipastikan Aku tidak akan menghadiri acara pertunangan dan ulang tahunku itu" ucap Kana tak kalah kencangnya dengan sang mama.


"Kamu berani membantah mama" teriak mamanya.


"Selama ini aku nurut sama mama dari milih sekolah, jurusan kuliah hingga kerjaan yang harus ku tekuni, tetapi maaf kali ini untuk urusan jodoh hidupku aku tidak akan menurut kemauan mama" ucap Kana.


"Ok,kalau kamu tidak mau menikah dengan Rahayu tetapi kamu juga tidak mama ijinkan menikah dengan janda "teriak mama Kana.


"Kenapa kamu tidak meluruskan kesalahpahaman status mu" bisik tante Ambar, "Karena hubunganku dengan Kana bukan hubungan yang harus kami perjuangkan,kami hanya berteman "bisikku balik.


"Kamu tidak usah kaget Kana dan Mamanya emang sering berantem kaya begini di depan kami" ucap Om Ridwan lirih.


"Kana tidak baik berteriak di depan orang tua, jika tidak sesuai dengan yang kamu mau sampaikan secara sopan "ucap Abi sepertinya kaget dengan suara Kana.


"Maaf ustadz bukan saya membuka aib Rahayu,tetapi 3x saya memergoki Rahayu terjaring razia narkoba di klub malam, bahkan saya sengaja memfotonya untuk bukti" ucap Kana.


"Jangan fitnah kamu,aku tidak pernah masuk ke klub malam"ucap Rahayu tidak terima.


"Aku tidak memfitnah mu aku ada bukti dan aku juga melihatnya sendiri dengan mataku "ucap Kana.


"Sekarang zaman canggih foto bisa direkayasa, suara bisa direkayasa video bisa direkayasa jangan percaya Abi" ucap Rahayu.


"kirimkan semua buktinya kepada saya, saya akan mengecek sendiri keaslian dan kebenaran bukti itu"ucap ustad Prabu.


" Meski yang kamu tuduhkan itu benar mama tetap tidak setuju dengan kamu nikah dengan seorang janda yang asal usulnya tidak jelas " ucap mama Kana.


"Tidak jelas gimana maksud Mbak,aku tahu banyak tentang Dara. aku mengenal mama Dara jauh sebelum Dara lahir, aku tahu tumbuh kembang darah sejak berumur 5 tahun sampai penuh hampir 17 tahun, aku mengenalnya seperti aku mengenal Rangga Putra kandungku"ucap Om Ridwan membuat semua mata tertuju pada tempat kami duduk termasuk Abi.


"Kamu hanya calon Ayah sabung yang gagal,kamu hanya mengenal mama dan pak Dhe Nya tidak yang lain. Apa kamu tahu ayah kandungnya? Tidak Kan siapa tau anak itu anak hasil hamil di luar nikah, makanya suaminya ga mau tanggung jawab padanya dan hanya menggantung hidup bundanya" ucap mama Kana.


"Berhenti Camelia ,selama ini Ayah selalu diam setiap mulut kamu membuat ulah karena masih terjadi di lingkungan keluarga kita,tapi kamu sudah keterlaluan jika menghina orang lain yang baru kita kenal apalagi ada tamu kita yang lain" ucap Opa sambil menatap tajam putrinya dengan muka merah menahan amarahnya.


"Maafkan putri opa yang tidak bisa menjaga lisannya Dara,maafkan saya juga Ustadz karena mulut putri saya "ucap opa dengan penuh sesal.


"Siapa bilang Dara anak diluar nikah,Dara lahir dari pernikahan yang sah meskipun aku tidak tahu siapa ayahnya aku mengenal semua keluarganya, bahkan aku yang ada disaat Dira kecil menangis mencari ayahnya saat badanya Demam. Seperti halnya mbak yang selalu ada buat Kana meskipun dia bukan putra kandung mbak,ayo kita pulang acaranya sudah selesai"ucap Om Ridwan sambil berdiri. "Ayo Bun kita pergi kita ajak Dara pergi dari sini dan anak-anak kita"ucap Om Ridwan.


"Tunggu bentar biar tidak ada fitnah lagi di kemudian hari Dira lahir dari pernikahan yang sah bukan hasil berzina, jika ayahnya tidak bertanggung jawab dan Dira hanya bisa menggantungkan hidupnya dengan bundanya bukan salahnya. Semuanya murni kesalahan ayah Dira yang tidak bisa bertanggung jawab karena dia lelaki yang egois, lelaki yang hanya mementingkan kesenangan sendiri di waktu muda tanpa memikirkan anak istrinya yang lain. Dia lelaki yang dzolim pada anak dan istrinya,dia lelaki yang tidak bermoral , dia".


"Cukup " teriak Dara memotong ucapan Prabu.


"Tidak usah ikut campur hidupku dan sok tahu tentang hidupku dan bundaku. Kita jalani semua seperti orang asing yang tidak saling mengenal selama ini,permisi Assalamualaikum " ucapku melangkah pergi meninggalkan rumah orang tua Kana.


Emang siapa dia apa hanya karena darahku dan darahnya mengalir darah yang sama dia jadi sok tahu tentang hidupku. Kenapa harus sok pahlawan dengan menjelekan dirinya di depan umum,apa dengan begitu dia kira aku bisa memaafkannya ,apa dia kira ucapannya bisa membuat bundaku kembali dasar lelaki egois kataku dalam hati.


"Pak bisa ngebut gak pak" ucapku pada sopir ojek motor,saat aku keluar dari rumah orang tua Kana aku melihat pengendara Yamaha N-MAx yang berjaket hijau khas ojek di negara ini menurunkan seorang lelaki,jadi tanpa pikir panjang aku langsung naik aja dari nugu order lama kenapa gak nyari yang ada aja.