
"Dira bisa Abi bicara" ucap Abi sambil memegang tanganku yang sedang menunggu lift.
"Tidak ada yang perlu di bicarakan" ucapku sambil melepas tangan Abi.
"Banyak yang ingin Abi bicarakan termasuk Bundamu "ucapnya.
"Tolong aku belum siap untuk berbicara dengan anda"ucapku lalu masuk ke dalam lift. Saat aku di lobby aku melihat Arya berlari kearah ku dengan nafas masih ngos-ngosan " sebenarnya aku tidak mau mengantarmu. Aku tahu kamu perlu waktu untuk sendiri dulu tetapi Kana memaksaku, sekarang kamu pilih aku antar pulang atau diantar Kana"ucap Arya.
"Ok Lo aja yang antar" ucapku.
Pov.Kana
Aku sudah menduga kalau mama akan mengumumkan tentang Rahayu yang akan menjadi calon istriku, karena itu aku meminta izin kepada papa untuk melakukan semua ini memperkenalkan orang lain sebelum mama memperkenalkan Rahayu.
Aku tahu mama marah tapi aku juga tidak mau di atur terus oleh mama semua sudah aku persiapkan, mungkin aku terkesan egois memanfaatkan Dira tetapi tidak ada cara lain yang terpikirkan olehku selain ini, karena jika aku memakai perempuan lain aku yakin perempuan itu akan mudah untuk dibayar Mama dan bisa di manfaatkan mama balik.
Plak bunyi tamparan keras membuatku langsung bertindak menjadi tameng buat Dira.
"Apaan sih kamu jangan bikin ulah " Ucapku.
"Kamu yang apa-apaan aku yang mengatur acara pesta ini semuanya konsepnya,tapi kenapa dia yang di perkenalkan menjadi istrimu bukan aku" ucap Rahayu marah meski jadi perhatian dia tidak peduli.
"Yang memilihmu adalah mama tanyakan saja dengan mama, dari awal aku tidak mau tunangan denganmu" ucapku.
"Dasar kamu anak pelakor pantas kamu menjadi pelakor" PLAKK suara tamparan menghentikan ucapan Rahayu 'anak pelakon siapa anak pelakor tanyaku dalam hati '.
"Jaga mulutmu aku bukan bundaku yang ketiga di dzolim mi hanya diam,aku bukan bunda yang hanya menurut atas permintaan seseorang yang berhati busuk seperti kalian" ucap Dira sambil menatap tajam kearah Rahayu dan semua keluarga inti sudah mendekat dan mulai mendengar yang mereka obrolkan.
"Lantas apa namanya buat istri kedua hah" ucap Rahayu.
"Aku sudah bilang jaga mulutmu jangankan untuk merobek mulutmu untuk membunuhmu pun aku tidak takut " ucapku Dira marah sambil mencengkram tangan Rahayu.
"Oya,sebelum kamu membunuhku aku yang akan membunuh mu dahulu" ucap Rahayu yang langsung meraih botol wine di meja, aku yang melihat pergerakannya langsung menarik Dira dan menjadikan tubuh dan tanganku sebagai tameng.
PLAKK "Kenapa kamu selalu bikin onar ,bawa anakmu pulang kalau tidak mau dia bikin malu disini" ucap ustad Prabu sehabis menampar Rahayu.
"Abi menamparku" ucap Rahayu tak terima.
"Anisa bawa Ayu pulang atau dia akan membuat malu kalian semua" ucap ustadz . Dengan kasar aku melihat Rahayu ditarik uminya.
"Aku sudah bilang padamu tidak akan bertanggung jawab jika ada kegaduhan atau acara mu menjadi kacau.
Aku berharap ini pertemuan terakhir kita Aku tidak mau lagi berurusan denganmu"ucap Dira padaku aku tau dia marah padaku yang telah memanfaatkannya.
"Maaf semuanya aku membuat keributan lagi,aku sungguh tidak tahu rencana Kana"ucapnya sebelum melangkah pergi.
"Mau kemana kamu tanganmu harus di periksa" ucap mama menahan ku yang mau mengejar Dira.
"Semua rencana ku untuk menggagalkan pertunangan ini tidak ada sangkut pautnya dengan Dira, jadi aku mau minta maaf padanya karena telah memanfaatkannya lagi " ucapku.
"Tapi luka mu perlu di obati "ucap mama.
"Jangan dikejar Dira butuh ketenangan, sikap mu sungguh keterlaluan kali ini"ucap Om Ridwan.
"Aku tahu sikapku keterlaluan karena itu aku harus segera minta maaf dengannya,"ucapku memohon supaya di ijinkan mengejar Dira.
"Biar aku yang mengejar kamu di sini saja obati lukamu "ucap Arya. "Baiklah aku percaya padamu, aku tunggu kabar baik dirimu"ucapku.
"Kenapa kamu nekad melakukan ini ?" tanya mami sambil mengompres tanganku yang memar.
"Kamu sungguh keterlaluan, memperkenalkan Dira sebagai calon istrimu di depan banyak orang tanpa bertanya apakah dia mau denganmu. Dimana akal pikiranmu?"ucap Om Ridwan.
" Tadinya aku menggunakan perempuan bayaran atau sewaan tapi aku takut mereka malah yang akan jadi kacung mama, auuuh sakit ma" ucapku karena mama menekan luka memarku.
"Segitunya kamu sama mama!"
"Kalau aku tidak datang mama lebih malu lagi,terpaksa aku ambil jalan pintas ini. Aku sudah sering bilang sama Mama aku tidak mau dengan Rahayu tapi mama tetap memaksa" ucapku.
"Tapi tidak dengan janda,mama tidak mau kamu dapat janda" praang ucap mama terhenti karena pecahan gelas.
"Maaf putraku tidak sengaja menyenggolnya "ucap Sekar, dasar munafik sudah jelas dia menyenggol gelasnya kenapa harus mengkambing hitamkan anaknya,kataku dalam hati.
"Oh tida apa-apa Dek Sekar,maaf atas kekacauan barusan "ucap Tante bulan.
"Tida saya yang harusnya minta maaf atas yang dilakukan Rahayu, sebagai ibu sambungnya saya mintak maaf "ucap Sekar. Sekar Arum cinta pertamaku dulu aku menyukainya karena kepolosannya dan kesederhanaannya, tapi sekarang dia tidak jauh beda dengan Rahayu ,Ajeng atau perempuan lainnya.
"Maaf saya minta maaf atas ulah Rahayu, bagaimana luka Kana?" tanya ustadz yang baru datang.
"Allhamdullilah hanya memar dan tergores sedikit,"ucapku.
"Abi harus menghukum Ayu biar bisa menjaga sikap di depan umum" ucap Sekar.
"Apa yang kamu katakan benar tapi sayang aku sudah tidak punya hak itu pada Rahayu" ucap beliau.
"Kami keluarga besar meminta maaf atas yang terjadi hari ini" ucap papa.
"Saya maklumi dalam sebuah keluarga pasti ada problematika masing-masing,saya tidak pantas kalau ikuti campur karena keluarga saya juga belum tentu lebih baik" ucap ustadz Prabu.
"Wah ustadz selalu merendah"ucap Om Ardi.
"Saya tidak merendah, saya masih dalam tahap perbaikan diri saya ini lebih brengsek dari Kana,saya ayah yang gagal buat putri saya"ucap ustadz .
" Ini salah saya, karena saya yang menjanjikan kepada Rahayu, kalau saya tidak menjanjikan mungkin tidak akan seperti ini" ucap mama.
"Anak juga seorang pribadi yang merdeka, jangan paksakan kepada mereka kehendak kita hanya karena menurut kita baik sebagai orang tua" ucap ustadz.
"Saya paham ini semua karena ego saya,hanya karena pilihan saya di tolak anak saya dan memilih jalur seperti ini,"ucap mama.
"Jangan hanya menilai atau menghakimi orang lain hanya dari luar ingat kak terkadang mata salah melihat terkadang telinga juga salah mendengar"ucap om Ridwan.
Apa Om Ridwan juga sudah tahu kalau Dira bukan seorang janda tanyaku dalam hati.
"Sebaiknya kamu tidak menemui Dira lagi, kalau niatmu hanya membuatnya malu dalam keluarga kita" ucap om Ridwan.
"Sungguh aku tidak berniat membuatnya malu om, apalagi sampai di tampar kayak tadi. Aku pikir aku hanya akan menghadapi mama yang kecewa padaku,karena aku telah mendahului mengenalkan wanita lain di depan para tamu undangan"ucapku.
"Jadikanlah yang terjadi hari ini sebagai pembelajaran, jangan di ulangi lagi. Mengenai foto yang kamu kirimkan sudah aku selidiki dan apa yang kau katakan emang benar, saya juga sudah memberi tahu kepada orangtuanya
InsyaAllah mereka yang akan menegurnya"ucap ustadz .
Setelah saling memaafkan sebagian pulang dan ada juga yang menginap di hotel.
Dilihat dari interaksi tadi sepertinya Rahayu mengenal Dira, kira-kira sejauh apa mereka saling mengenal ?tanyaku dalam hati.