Don'T Judge Me

Don'T Judge Me
146. Jebakan



"Jadi aku punya saudara kembar?"


"Iya, tapi kembaranmu tidak dapat bertahan hidup lebih dari 24 jam." Jawab papa, yaa saat ini aku dan Raihan menemui papa dan mama. Tapi bukan ke Singapura , cukup di rumah mami papi.


"Kenapa kamu tidak bilang padaku kalau aku masih punya satu anak yang masih hidup ?" Tanya ayah Kandung Raihan, Elang Samudra yang juga datang bersama Harimurti.


"Dan kamu bawa pergi Raihan satu-satunya yang tersisa dari adikku. Di jadikan boneka keluarga mu,"sinis papa.


"Jika aku punya anak aku bisa berjuang untuk anakku."


"Omong kosong , buktinya kamu tinggalkan adikku!"


"Lucy yang menandatangani surat cerai duluan !"


"Lucy terpaksa demi biaya operasi ku. Yang ternyata hanya operasi rekayasa keluarga mu! Apa Kamu aku kira tidak sakit melihat adikku mengorbankan kebahagiaan nya untukku !" Papa Luki dan ayah kandung Raihan sama-sama tidak mau di salahkan. Sebenarnya tidak ada yang bisa disalahkan, nasi sudah menjadi bubur. Mereka berdua adalah korban dari keegoisan Bayu Samudra yang ingin memisahkan kedua orang tua kandung Raihan.


"Semua telah terjadi Lucy juga sudah tenang, jangan membuat Lucy bersedih melihat tingkah kalian. Lebih baik kita menjaga apa yang sekarang ada!" Ucap papi menghentikan perdebatan mereka berdua.


"Maksudnya apa ni,?" tanya papa Luki.


"Saya takut yang menimpa kedua orang tua Raihan, juga akan menimpa Raihan dan putri saya."


"Kok papi bisa berpikir ke situ sih,?" protes ku.


"Setelah anda, apa ada penerus laki-laki lain di keluarga anda ?" Tanya papi sambil melihat kearah Elang Samudra.


"Tidak ada,"jawabnya.


"Tapi kan ada Nadiva dan adiknya Narita,"ucapku.


"Nadiva tidak mungkin mewarisi harta keluarga Samudra group, andai dia mendapatkan hak mungkin hanya 1/4 berbeda dengan Narita."


"Jangan bilang kalau dia bukan anakmu,?" tanya papa Luki.


"Aku menikah dengan Vivi Irmawati dalam kondisi hamil 3 bulan. Ayah menyuruhku untuk menutupi aib Vivi, dengan syarat saham keluarga Vivi di samudra group di balik atas namaku." Ucap Elang Samudra sambil menghembuskan nafasnya.


"Sekarang apa yang harus kita lakukan,?" tanya papa Luki.


"Kita tidak tahu apa rencana Bayu, karena itu papa harap kita semua waspada !" Peringatan papi membuat kami semua menjadi siaga.


Proses penceraian Elang Samudra memakan waktu 5 bulan lebih. Lumayan lama,tapi sampai Bayu Samudra resmi bercerai tidak ada penggerakan yang mencurigakan . Elang Samudra dan papa Luki, menjadi sangat akrab bahkan mereka sering berkirim kabar.


Hari ini Elang putraku genap berumur 1 tahun. Kami mengadakan syukuran makan bersama di rumah dinas,di temani Cindy dan Yanti aku menyiapkan pesta ulang tahun kecil-kecilan.


"Padahal nikahnya aku duluan, tapi aku belum di kasih momongan."


"Belum rejeki, anak itu kan rejeki." Timpal Yanti dengan ucapan Cindy.


"Apa gara-gara aku pernah KB untuk mencegah kehamilan,ya?"


"Bu Cindy pernah minum pil KB ?" tanya Yanti.


"Aku suntik untuk mencegah kehamilan, di awal pernikahan. Kami juga butuh waktu untuk berpikir dan beradaptasi ,kamu tahu Pernikahan kami mendadak."


"Terus sampai kapan kamu KB, ?" tanyaku.


"Sampai ErLangga tahu, dan berjanji akan belajar untuk saling menerima. Tapi dengan syarat tidak KB lagi."


"Alhamdulillah semoga keluarga mu semakin harmonis kedepannya. Menjadi keluarga sakinah mawadah warohmah."


"Amin makasih, sama-sama keluarga mu juga amin."


"Yanti panggil semu yang diluar untuk masuk, sudah siap semua makanannya !"


"Siap komandan !" Ucap Yanti sambil berjalan keluar memanggil para lelaki untuk masuk, dan mulai makan siang bersama. Kenapa harus makan siang tidak makan malam ? Karena makan malam kami ada janji ,makan malam bersama keluarga ku dan Raihan. Meskipun keluarga Raihan hanya keluarga papa Luki ditambah ayah Elang Samudra. Ya Raihan sedang belajar untuk menerima ayah kandungnya.


"Elang sudah berumur 1 tahun , sudah waktunya di buat kan adik!"


"Sudah dalam proses !"


"Masih lama !" Ucapku dan Raihan bersamaan, menjawab pertanyaan Radit saat kami makan malam bersama.


"Maaf, semuanya aku harus kembali ke batalyon !" Ucap Raihan setelah mengakat telpon, ahkirnya aku dan Raihan pulang bersama dengan Elang yang masih di tahan oleh kedua orang tuaku dan orang tua Raihan.


"Ada apa ya mas ?" Tanyaku saat aku berhenti di depan rumah dinas, ada beberapa polisi militer di depan rumah dinas.


"Selamat malam kapten !"


"Malam ada apa ya?"


"Kami mendapatkan laporan anda menyimpan barang terlarang, karena itu kami mendapatkan surat perintah untuk memeriksa rumah anda !"


"Barang terlarang apa,?" tanyaku heran.


"Silahkan periksa,!" ucap Raihan sambil membuka pintu.


"Mas ada apa ini?"


"Mas juga gak tahu, kita akan tahu setelah melihatnya!"


"Silahkan kapten Raihan dan istri ikut kami, untuk di mintai keterangan,atas kepemilikan narkoba golongan 1."


"Apa ! Kami bersih tidak pernah memakai barang haram itu !"


"Tenang dek kita ikuti saja!"


Kami berdua di giring masuk ke dalam mobil polisi militer. Jam dinding menujukkan waktu 9 malam, membuat banyak rumah yang sudah tutup.


Ya Allah siapa kira -kira yang menjebak keluarga ku,saat ini? Apa pula tujuannya melakukan ini semua ? Apa ini salah satunya rencana keluarga kakek Raihan, tapi mengapa harus menggunakan cara seperti ini.


Berbagi pertanyaan menghantui pikiranku, gegaman erat tangan Raihan pada tanganku tetap tidak bisa membuat ku tenang. Sesampainya kami di Puspom(pusat polisi militer) kami menjalani serangkaian pemeriksaan dan tes urine. Meskipun hasil kami dinyatakan positif , tapi karena barang itu ditemukan di rumah dinas kami. Membuat Raihan harus di tahan , sampai kepemilikan benda haram tersebut jelas.


"Ini sudah pukul 1 dini hari, lebih baik Kamu istirahat di sini saja! Mas akan minta selimut dan bantal utama mu!"


"Apa mas kira aku bisa tidur nyenyak di sini?"


"Gak sih di sini tidak ada kasur empuk, pendingin ruangan dan banyak nyamuk juga."


"Mas! Apa mas kira kalau aku pulang, aku bakal tidur nyenyak ? Tidak mas! Dari sini aku akan pulang ke rumah papi , mas bisa minta tolong anak buah mas untuk mengantarkan aku ke asrama !"


"Ini sudah malam kamu bisa tidur di sini atau pulang dan istirahat di rumah dinas !"


"Tidak aku harus ke rumah mami dan papi!"


"Ini jam 1 dini hari sayang bahaya."


"Dulu waktu kerja aku suka pulang malam,jam 11 malam atau tengah malam."


"Ini bukan Ibu kota yang tidak pernah tidur. Disini masih ada beberapa jalanan yang sangat sepi."


"Mas percaya deh sama aku, sekarang mas minta tolong orang untuk mengantarkan aku pulang. Tapi aku mau ke toilet dulu !"


Setelah aku menyelesaikan hajat ku di kamar mandi, aku melihat seorang tentara muda dengan nametag Agung berdiri di depan toilet.


"Kamu orang suruhan kapten Raihan untuk mengantarkan saya pulang ?"


Tumben hanya mengangguk kepala tanpa menjawab, mungkin pendiam kali ya karena masih baru.


🎼✉️My husband


Dek sudah di tunggu Pratu Lesmana di sini balik sini dulu ya.


^^^Me^^^


^^^Lalu di depan ku ini siapa mas^^^


Lalu ini siapa apa jangan-jangan ini!


"Maaf saya mau pamit dulu sama suami saya." Ucapku saat pintu mobil sudah di buka untukku, dan tinggal masuk.


"Maaf !" Ucapnya sambil meletakkan kain di hidungku, sebelum gelap yang kurasakan.