
"Pokoknya aku tidak mau satu sekolah sama mereka ."
"Kenapa tidak mau? Dengan kalian satu sekolahan kalian bisa saling melindungi, menjaga dan tolong menolong," ucapku.
"Mereka bukannya melindungi tapi cuma bikin masalah. Coba mami bayangin setiap kali aku ke kantin,para cewek itu akan bilang. ' Hanna titip salam rindu buat adik lo. Hanna titip coklat buat adik lo , jangan di makan ya? ' Dan kalau sampai aku makan bilangnya aku yang tidak menyampaikan pesan mereka ."
"Aku juga tidak mau satu sekolah sama mereka !"
"Kenapa lagi," ucap Kana sambil menghela nafas.
"Setiap Radit bikin masalah aku terkena imbasnya ! Setiap ada cowok yang suka dengan Hanna aku selalu di tanya? Hanna suka apa? Titip kado buat Hanna !"
Randi dan Radit memang memiliki wajah yang sangat mirip,bagai pinang di belah dua. Tapi jika diperhatikan dengan seksama sebenarnya mereka berbeda. Randi memiliki warna mata Hazel sama seperti aku dan Abi. Radit memiliki warna mata coklat gelap seperti Kana. Rambut Randi hitam gelap, sedang Radit Hitam terang. Kulit Randi putih bersih seperti aku, sedang Radit coklat muda seperti Kana. Bentuk alis Radit hampir menyatu , sedang Randi memiliki alis yang tipis.
"Oke sekarang kakak mau sekolah dimana,?"tanya Kana.
"Di mana saja asal tidak satu sekolah sama mereka. Kalau bisa kakak mau mencoba dunia asrama !"
"Kalau Randi?"
"Aku di pesantren kakek saja?"
"Karena Randi di pesantren dan Hanna pingin di asrama. Aku di sini saja menemani mami,"ucap Radit sambil mencium kedua pipiku.
"Ok ,papi akan pilihkan. Sekarang waktunya kalian semua tidur! Jadi masuk kamu masing-masing tidur!"
Triple berjalan meninggalkan kami yang masih duduk di ruang keluarga. "Anak 3 saja sudah bikin kepala pusing, gayanya mau nambah anak lagi."
"Siapa bilang aku pusing mikirin anak ? Ayo kalau mau nambah anak !"
"Tidak bilang sih cuma, beberapa kali aku lihat kamu memijat keningmu," ucapku sambil terkekeh.
Aku sendiri sebenarnya sudah mendengar keluh kesah Hana dan Randi. Tapi aku ingin kali ini mereka langsung menyampaikan keinginannya kepada papinya tanpa melalui aku sebagai perantara.
"Aku akan browsing mencari sekolah asrama yang cocok buat Hana."
"Ya udah kalau begitu! Aku mau masuk kamar saja mau tidur,!" ucapku sambil berdiri.
"Auhh, bikin kaget saja sih!"
Ucapku kesal karena Kana yang tiba-tiba menarikku supaya duduk di pangkuannya.
"Siapa bilang kamu boleh masuk kamar dan tidur meninggalkan aku sendiri disini Hmm ! Temani aku ke ruang kerja buat browsing di internet."
"Papi saja yang mencari aku setuju aja."
"Tidak bisa ! Aku bikin anak tidak sendiri berdua dengan mu!"
"Tapi waktu hamil aku yang ngerasain hamil sendiri," gerutu ku.
"Siapa bilang ? Kadang kala aku juga ngerasain ngidam,sakit punggung !"
"Dasar cari pembenaran. Aku bikin minum dulu sama ambil buah ,!" ucapku sambil berdiri menuju dapur.
Setelah menyiapkan 2 cangkir coklat hangat beserta camilan buah aku temui Kana di ruang kerjanya.
"Aku sudah temukan ada 2 pilihan di kota Bogor dan Batu Malang!"
"Ya udah biar Hanna pilih sendiri."
"Lama ya Kita tidak menikmati coklat berdua sambil ngobrol," ucap Kana melirikku.
"Mas sendiri yang sibuk giliran aku senggang."
Sudah setahun ini aku buka praktek spesialis lagi. Setelah 5 tahun berstatus dokter umum, tapi sering menangani pasien jantung di UGD.
" Sebelum anak-anak melanjutkan ke SMP yang mereka pilih, bagaimana kalau kita sekeluarga berlibur bersama ?"
"Boleh kemana,?" tanyaku. "Biarkan anak-anak yang memilih gimana ?"
"Yang ada mereka berebutan memilih tempat tujuannya."
"Ya udah bagaimana kalau kita ke , Singapura saja yang dekat."
"Boleh ,tapi tidak usah bilang dulu nanti kalau sudah pasti saja. Aku mau memastikan waktu liburnya anak-anak sama gurunya dulu."
"Ok, kayanya sudah waktunya ibadah malam deh."
"Modus," ucapku sambil terkekeh melihat tingkah mesum Kana yang makin tua makin menjadi.
"Tidak apa-apa modus yang penting mami juga suka kan?" Ucap Kana sambil menaik turun kan alisnya.
"Randi juga nurun aku gaya cool nya," ucap Kana.
"Tapi aku merasa yang paling persis kamu itu Hanna. Keras kepala, meski ketus sebenarnya lembut. Kalau Randi mirip banget dengan ku waktu muda. Menggebu-gebu jiwa mudanya, bisa menutupi isi hatinya."
" Berbeda dengan Radit yang tidak tahu mirip siapa?"
"Sikap friendly dan cepat akrabnya itu mengingatkan aku kepada , Arya muda" ucapku.
"Dia itu anakku wajah saja mirip aku, kenapa kamu bawa-bawa Arya segala."
"Aku tidak bawa-bawa,cuma teringat saja."
"Sudah malam waktu ibadah malam," ucap Kana sambil menggendong ku untuk di bawa ke kamar kami.
" Makin kuat saja ini otot-otot," ucapku sambil meraba roti sobek Kana yang masih terbungkus kaos.
"Makanya aku rajin olahraga biar istriku, tetap sayang sama aku."
"Harusnya aku yang takut kehilanganmu," ucapku sambil memberikan kecupan di bibir Kana.
"Aku juga takut kehilanganmu, karena kamu adalah nyawaku dan ke tiga malaikat ku."
Ucapan Kana menutup obrolan kami berganti dengan aksi , menikmati surga dunia melalui ibadah malam.
"Jadi sudah pada pilihan masing-masing tidak bakal berubah,ni?"
"Tidak mi! Aku di pesantren kakek,"ucap Randi.
"Sedangkan aku masuk asrama di Bogor,"ucap Hanna.
"Aku di sekolah dekat sini saja."
"Mami juga mau menyampaikan sesuatu! Sebelum kalian melanjutkan ke SMP sesuai kemauan kalian masing-masing. Mami dan papi mau mengajak kalian liburan ke Singapura, Bagaimana mau?"
"Mi gimana kalau kita liburan alam," ucap Hanna.
"Maksudnya ?"
"Kita camping satu keluarga. Tidak usah jauh-jauh bisa ke puncak."
"Atau kita mendaki gunung," ucap Radit.
"Ok ,jadi kalian mau wisata alam?"
"Iya mi,"jawab triple.
"Ok, kita akan camping ke gunung Bromo bagaimana ?"
"Setuju."
Sesuai jadwal ahkirnya kami memutuskan liburan ke daerah Jawa timur. Dengan mengendarai Nissan X-Trail kami sekeluarga menikmati liburan keluarga ini.
Semua berjalan sesuai rencana,kami membuat 1 tenda besar berfoto bersama, melewati kebersamaan yang indah. Tidak perlu jauh-jauh ke luar negeri ternyata yang dekat juga seru, yang penting kebersamaannya.
"Gimana puas,?"tanya Kana saat kami bersiap-siap untuk berkemas kembali ke Jakarta.
"Kurang lama masak cuma 3 hari! Aku masih mau menikmati pemandangan alam disini !"
"Nanti kita bisa mengagendakan tahun depan. Kita ajak banyak orang Om Hafis, Tante Rara,Jelita Askara, Bintang dan semua keluarga besar,"ucap Kana membujuk Radit.
Pemandangan hutan hijau yang begitu mempesona, sangat memanjakan mata kami. Hingga tiba-tiba hujan lebat membuat Kana harus berhati-hati mengendarai mobilnya.
Dalam perjalanan pulang mulutku tak berhenti berdoa, berdzikir kepada Allah SWT untuk memohon pertolongan-Nya. Untuk di jauhkan dari hal-hal yang tidak baik.
"Masya Allah." Teriakku saat tiba-tiba ada ranting pohon jatuh mengenai cup mobil kami.
"Sepertinya pohon sudah pada tua," ucap Kana.
Kami menoleh ke belakang nampak triple masih pules tertidur.
"Kita harus memindahkan ranting itu ?"
"Tapi itu tidak mudah lihat diameternya saja, sekitar 15 cm pasti berat,"ucapku.
"Tapi tidak mungkin kita diam disini! Nanti terburu malam,"ucap Kana.
"Bagaimana kalau aku cari bantuan? Kamu di sini sama triple ,"ucapku.
"Tidakk!!"