
"Pi,mi boleh Rai bicara 4 mata!"
Saat ini kami baru mengadakan acara 7 hari meninggalnya Hana. Sungguh hati kecilku menolak untuk percaya dengan apa yang terjadi.
"Ayo! Di ruang kerja papi aja!"
Aku berjalan mengikuti mami dan papi yang berjalan di depan, sambil mami menggedong Elang putra ku.
"Ada apa Rai, jika ini berkaitan dengan Elang mami mohon jangan bawa Elang. Hanya Elang obat kerinduan kami pada Hana , meski Elang tidak mewarisi sedikit pun wajah Hana ."
"Bukan itu mi, aku mau minta tolong sama mami dan papi... Aku yakin yang kita kuburkan itu bukan jenazah Hana."
"Karena itu kami sempat menolaknya ?"
"Iya Pi."
"Apa yang membuat mu yakin itu bukan Hana,?"tanya papi.
"Cincin pernikahan Hana. Jenazah perempuan itu memakai cicin di Jari manis tangan kanan. Sedangkan Hana memakai di jari manis tangan kiri."
"Bagaimana kalau Hana pindah ?"
"Jika di pindah pasti akan meninggalkan bekas di jari yang semula mi. Tapi ini di jari manis tangan kiri tidak ada bekasnya."
"Semoga benar Hana masih hidup, entah di mana pun Hana berada."
"Amin,"ucapku dan papi bersamaan.
"Sekarang bagaimana cara kita membuktikan bahwa Hana masih hidup ?"
"Biarkan semua orang mengira Hana telah pergi, tapi tidak dengan kita. Aku ingin tahu apa yang terjadi selanjutnya, jujur sebelum kejadian ini Bayu Samudra sempat menemuiku."
"Buat apa,?" tanya papi.
"Buat bergabung dengan perusahaan menggantikan posisi ayah Elang."
"Apa mungkin hilangnya Hana ada sangkut pautnya dengan Bayu,?" tanya mami.
"Aku belum tahu kalau itu mi, karena itu biarkan orang lain berpikir begitu. Tetapi kita tetap mencari keberadaan Hana secara diam-diam."
"Aku setuju dengan pemikiranmu, kita ikuti saja rencananya mereka. Aku tahu Hana adalah perempuan yang kuat, karena itu dimana pun dia berada pasti dia akan bertahan."
"Terima kasih Pi. Aku juga mau memastikan sesuatu,"ucapku sambil mengambil sesuatu dari kantong bajuku.
"Apa itu,?" tanya mami.
"Rambut almarhum yang telah meninggal."
"Kapan kamu mengambilnya, bukannya kamu tidak pernah mendekati jenazah."
"Waktu aku disuruh melihat terahkir kalinya, sebelum di pakai kan kain kafan."
"Baik berikan pada mami , biar mami cek di tempat yang aman."
"Terima kasih mi."
"Hana Putriku jika dia sehat dan masih hidup, aku adalah orang yang paling bahagia."
"Betul yang di katakan mami. Terima kasih kamu percaya pada kami, dan tidak bertindak sendiri."
"Boleh aku tidur dengan Elang malam ini, sebelum besok pagi aku kembali ke rumah dinas."
"Tentu, Elang Ikut ayah ya nak !"
"Terima kasih mi,"ucap Raihan saat Elang sudah berada di gendongan Raihan.
FLASH BACK
"Dimana aku?" Saat aku buka mata ternyata aku masih di dalam mobil.
"Siapa kamu ? Kenapa kamu mengikat tanganku?"
Nampak 2 orang lelaki di depan ku langsung melotot dan melihat kearah ku.
"Kok dia sudah sadar, bagaimana kamu ngasih obat biusnya sedikit ya?"
"Enggak kok sesuai anjuran yang aku baca."
" Tapi kok targetnya sudah sadar ?"
"Yang mana aku tahu."
"Siapa kalian dan siapa yang menyuruhmu ?"
"Maaf kami terpaksa melakukan ini." Ucap pria yang mengemudikan mobil.
"Semua kejahatan juga berawal dari kata terpaksa, jika kalian butuh uang aku bisa memberikan berapa pun yang kalian mau !"
"Tapi aku sudah terima uang tersebut untuk biaya operasi putraku."
"Aku juga sudah ambil dan pakai uang itu buat membayar hutang-hutangku." Ucap yang lebih mudah yang tadi memakai baju tentara.
"Jadi kalian orang-orang bayaran ?"
Ya Allah siapa sebenarnya yang menculik ku dan apa tujuannya.
"Iya kami terpaksa, seperti yang tadi kami ceritakan." Ucap mereka bertepatan dengan mobil yang berhenti di pinggir jalan.
"Kenapa berhenti di sini ,?" tanyaku penasaran.
"Itu mobil yang menyuruh kami melakukannya."
"Membawa mu kehadapan nya, maka dia akan memberikan kami masingmasing 50 juta."Jelas yang lebih tua, mungkin seumuran Raihan.
"Apa kalian mau menolongku jika kalian mau aku bisa memberikan uang yang lebih banyak. Aku juga berjanji tidak akan melaporkan kalian ke kantor polisi ?"
"Kami mau asalkan tidak dilaporkan ke polisi,"ucap mereka.
"Aku akan pura-pura masih pingsan,tapi kalian jangan tinggalkan aku. Jika kalian meninggalkan aku, aku pastikan penjara menanti kalian. Ingat ini bukan untuk menggertak suamiku tentara, sepupu ku polisi ayah dan adikku pengacara!"
Nampak mereka berdua saling pandang dan mulai goyah ,"Bagaimana 1 2 .."
"Iy kami bersedia."
Mereka berdua keluar mengetuk pintu mobil di depanku, nampak Bayu Samudra keluar dengan Nadiva di belakangnya. Tapi tunggu dulu kenapa sikapnya Nadiva bukan seperti seorang cucu, seperti cabe-cabean gitu.
"Bagus kerja kalian." Ucap Bayu sambil berdiri di dekat pintu mob, karena pintu mobil yang di buka membuat nyamuk mulai masuk dan menggigit kulit ku.
Sialan ini nyamuk-nyamuk bisa ketahuan kalau aku gerak.
"Hai apa yang kau lakukan?" Tanya Nadiva saat salah satu dari mereka mengusir nyamuk yang mendarat di muka ku.
"Kasian neng banyak nyamuk."
"Apa rencana kakek sekarang,?" tanya Nadiva.
"Kita sekap dulu Hana , sambil kita ancam Raihan untuk keluar dari TNI dan bergabung dengan perusahaan kita."
"Aku rasa itu tidak akan mempan deh kek," ucap Nadiva.
"Kenapa kamu berpikir begitu? Raihan sangat mencintai istri dan anaknya."
"Justru karena dia sangat mencintai istrinya, mungkin dia sanggup keluar dari kesatuannya. Tapi untuk bertahan lama di perusahaan aku tidak yakin, aku kwatir jika kakek pertemukan mereka lagi.."
"Kenapa berhenti lanjutkan,?"tanya kakek.
"Mereka akan bekerjasama untuk menyerang kakek, dan meninggalkan kakek. Kakek tahu Raihan seperti ayahnya tidak berambisi dengan harta. Apalagi Keluarga wanita ini juga tidak bisa di anggap remeh."
"Iya bener katamu, Raihan dan Elang mewarisi darah pembantu ibunya Elang. Karena itu mereka tidak ada ambisi dengan kekayaan Samudra group, yang dengan susah payah aku bangun."
"Aku punya rencana bagaimana kalau kita lenyapkan saja wanita ini. Habis itu kakek beri aku kesempatan untuk mendekati Raihan. Sekali gayung dua pulau terlampaui, kakek tidak perlu memikirkan cara buat mengemukakan Raihan cucu Kakek ke media."
Dasar wanita ular, akan ku pastikan kau tidak akan mendapatkan suamiku.
"Aku tidak mau menambah dosaku dengan membunuh nyawa seseorang!"
Bagus masih punya hati nurani juga kakek tua ini.
"kita tidak perlu menghilangkan nyawanya. Cukup berikut dia obat dari golongan Benzodiazepine. Obat anti kegelisahan dapat menyebabkan kehilangan memori karena efek sedatif tertentu dari otak. Efek samping obat ini bisa mempengaruhi memori jangka pendek maupun panjang."
Sialan ini cewek dasar gila. Bener-bener psikopat
"Emang ada obat kaya Begitu ?"
"Bener pak ada, sebagai mahasiswa kedokteran saya tahu obat itu."
"Bagus kita serahkan saja pada dia," ucap Nadiva.
"Baiklah kalian urusan semuanya, bawa wanita ini ke villa yang ada di puncak. Nadiva panggil saja sopir yang ada di rumah, untuk mengantarkan mereka !"
"Baik kek! Kalian tunggu di sini sampai sopir yang menujukkan jalan kearah puncak datang!"
"Ini bayaran di muka sisanya kalau korban bener-bener sudah hilang ingatan !" Ucap Bayu sambil menyerahkan amplop coklat.
"Baik pak."
"Ini mbak uang yang mereka berikan,"ucap yang lebih tua.
"Kenapa kamu berikan kepada ku,?" tanyaku.
"Aku melakukannya untuk biaya operasi anakku dan sudah selesai. Saya tak mau menambah dosa lagi."
"Kalau kamu gak mau ambil bagian,?" tanyaku pada yang lebih muda.
"Hutang-hutangku sudah lunas kalau boleh saya minta buat makan saja."
"Aku dengar kamu mahasiswa kedokteran, gimana kuliah mu?"
"Aku sudah berhenti kuliah 3 bulan lalu."
"Semester berapa ?"
"7."
"Jika aku pulang ke rumah, aku akan melibatkan kalian untuk memenjarakan mereka. Tapi aku takut mereka bisa membeli hukum, dan masalahnya akan kemana-mana."
"Terus rencana mu apa, bukannya kamu bilang keluarga mu pengacara ?"
"Bener,tapi aku takut meskipun di penjara mereka akan memikirkan cara lain."
"Sepertinya wanita cantik tadi licik dan menginginkan suami mu?"
"Iya. Biar lebih enak boleh aku tahu nama kalian?"
"Tegar Waloyo umur 21 tahun, yatim piatu."
"Arif Suyono , umur 30 tahun duda punya anak laki-laki berumur 7 tahun."
"Aku Hana , 29 tahun. Semoga kita bisa bekerja sama !" Ucapku sambil mengulurkan tangan ke pada mereka.