Don'T Judge Me

Don'T Judge Me
69. Tripel R



Massssss." Teriakku dari kamar mandi. Hari ini kami akan membawa Hana pulang ke rumah. Sudah 2 bulan Hanna tinggal di rumah sakit. Karena terlalu bersemangat aku tidak sadar ada bekas air sabun mandi ku yang tumpah sehingga membuat lantai menjadi licin hingga membuatku terjatuh. Padahal si kembar baru 35 Minggu, membuatku semakin ketakutan saat melihat darah mengalir di lantai.


"Ya Allah sayang," ucap Kana saat masuk kamar mandi, bukan karena posisiku yang belum pakai baju tapi karena darah yang mengalir di sela pahaku.


"Ambi bajuku mas," ucapku saat Kana hendak membawaku keluar.


Kana mengambil asal baju dasterku beserta jilbab instan, dan langsung membawaku keluar kamar. "Ya Allah apa yang terjadi !" Teriak mama Kana bersamaan dengan papa yang keluar.


"Innalilahi,bawa kerumah sakit sekarang !"


Kana menemani ku di belakang sedang di depan ada papa dan mama Kana.


"Maaf sepertinya kami harus melakukan operasi Sesar untuk menyelamatkan nyawa kedua bayi bapak dan ibu." Hanya itu yang kudengar sebelum aku tidak sadarkan diri, saat masih di UGD.


Saat aku terbangun aku merasakan suasana ramai di ruang perawatanku, terdengar suara Romi sedang meledek Arya dan Sekar.


"Mas." Membuat Kana yang duduk di sampingku langsung menoleh kearahku.


"Allhamdullilah istri cantik mas sudah sadar," ucap Kana sambil memberikan kecupan di seluruh mukaku.


"Hai ada anak di bawah umur disini ya," sungut Romi.


"Haha sana buruan nikah," ledek Arya.


"Mas ga boleh begitu!"


"Di mana anak-anakku mas,?"tanyaku pada Kana.


"Masih di NICU, tenang ya!"


"Aku mami yang buruk, ketiga anak-anakku semua masuk ruang NICU. Karena aku tidak becus mengurus dan menjaga mereka,"ucapku sambil menangis.


"Kamu mami yang kuat , mampu bertahan dengan 3 buah hati kita,"ucap Kana sambil menghapus air mataku.


"Kamu wanita hebat bisa mengeluarkan 3 malaikat kecil itu dengan sehat tanpa kurang satu apapun," ucap Sekar.


"Tapi aku membuat mereka lahir sebelum waktunya."


"Kelahiran seseorang itu seperti kematian sudah di tetapkan saat roh di tiupkan ke raga ,"ucap Kana sambil memelukku .


"Sekarang , banyak istirahat besok setelah 24 jam jagoan-jagoan kita akan di bawa kesini."


Romi, Sekar dan Arya pamit pulang supaya aku bisa istirahat. Bener kata Kana setelah 24 jam dan dinyatakan sehat,meski berat badan sangat minim.


"Allhamdullilah," ucapku sambil mengusap kedua jagoanku yang sedang IMD (Inisiasi Menyusui Dini). Aku bersyukur meski tidak harus menunggu 24 jam, tapi tidak membutuhkan waktu lama untuk bisa memeluk keduanya.


"Setelah kondisi dokter Dira pulih bisa langsung pulang dengan 3 putra dan putrinya."


"Jangan panggil dokter lah, aku sudah Risen dok. Sekarang saya hanya lah ibu dari ke tiga anak,dok!"


"Tidak ingin bekerja lagi, tidak sayang gelarnya."


"Ekhm ekhm,"deheman Kana membuatku tertawa geli. "Tidak,dok untuk sementara saya ingin fokus buat anak-anak dulu tidak tahu kalau anak-anak sudah sekolah."


"Kalau anak-anak sudah sekolah kita bikin anak lagi,"ucap Kana, membuat aku dan dokter Teguh tertawa.


"Ingat umur istri pak,!"ucapku sambil menggelengkan kepalaku.


"Emang kenapa dengan umur mu?"


"Sekarang 34 tahun ,5 tahun lagi 39 tahun."


"Bisa hamil tapi rawan," ucap dokter Teguh membuat Kana mendengus.


"Ya kalau gitu jangan nugu 5 tahun,"ketus Kana.


"Udah dok , terima kasih angan di dengerkan."


"Suamimu kalau cemburuan juga ternyata," ucap dokter Teguh sebelum pergi.


"Apa dia bilang cemburuan ! Situ aja yang genit sama istri orang !"


"Mass !!"


Astaghfirullah mas ,sudah jadi papi ko tingkahnya masih kaya bocah sih,keluhku dalam hati sambil memukul keningku.


Setelah kondisi kami sehat semuanya kami langsung pulang.


"Selamat datang di rumah triple R!!!"


"Bagaimana dengan nama suda ada?"


"Ada dong pa. Raditya Bima Wiraguna buat adik,


Randi Bisma Wiraguna buat kakak. Raditya sinar matahari dan Randi Pelindung keluarga."


"Triple R,"ucap ayah. "Papi sama sepupunya triple A. Arkana,Arya dan Aryo. Sekarang anaknya triple R," ucap Romi sambil terkekeh.


"Tar anakku tidak pakai awalan R ko,"ucap Arya sambil mengelus perut istrinya yang belum terlalu terlihat.


"Rihanna Eka Wiraguna.Randi Bisma Wiraguna dan


Raditya Bima Wiraguna."


"Selamat datang ke dunia Sayang Opa dan Oma akan selalu menjagamu," ucap mama Kana.


"Tentu Kakek akan selalu menjagamu," ucap Abi.


"Mau ambil baby sister ga, soalnya ngurusin 3 bayi tidak sama seperti satu bayi Lo,?" ucap mama Arya .


"Sebaiknya tidak usah. Jujur aku masih suka porno dengan Ajeng, nanti mama akan tinggal di sini aja."


"Maksudnya mama mau tinggal sama aku,"ucap Kana memotong ucapan mamanya.


"Kenapa tidak boleh,?" ketus Mama.


"Boleh ko ma. Tapi papa gimana."


"Tenang papa juga akan tinggal disini. Terus selama 3 bulan ke depan kamu tidur dengan papamu!"


"Ko gitu ma,!" protes Kana membuatku dan semua yang ada tertawa.


"Dira masih dalam masa pemulihan tidak boleh capek. Selain itu juga biar kamu tidak ganjen dengan istri mu," ucap mama membuat Arya dan Romi membully Kana habis-habisan.


Semua berjalan sesuai keinginan mama,meski jujur aku kadang tidak sependapat dengan cara mama. Tapi aku berusaha memakluminya dan berusaha agar mama dan anak-anakku , tetap nyaman. Karena jujur aku juga kewalahan mengurus triple secara bersamaan.


"Kenapa kita berkumpul di sini?"


Aku merasa heran karena tumben Kana mengumpulkan semua orang di rumah, padahal lagi tidak ada acara atau momen tertentu.


"Karena kita sepakat untuk saling jujur dan terbuka. Beberapa bulan yang lalu pengadilan memberikan vonis Ajeng hukuman penjara 5 tahun. Tapi tadi siang aku dapat kabar dia kabur dari penjara dengan 2 tahanan lainya."


"Apa!!"


Teriak mama Kana berseta papa dan Abi secara bersamaan begitu juga aku. Gila wanita itu di penjara saja masih bisa kabur,kataku dalam hati.


"Karena itu malam ini Dira dan anak-anak akan tinggal di pesantren. Disana banyak orang terus pesantren Abi sangat ketat ,sulit buat Ajeng buat masuk area pondok."


"Jadi sementara aku akan tinggal di pesantren ?"


"Iya sayang mas akan, tetap disini. Dia terobsesi dengan mas biar mas yang akan memastikan keadaan kalian aman baru kita bisa berkumpul lagi."


"Ayo kita berangkat. Abi takut dia akan segera beriaksi."


"Tapi aku belum mengemasi semua barang-barang triple," ucapku. "Tidak usah! Barang bisa menyusul besok , sekarang pakai yang ada di pesantren saja," ucap Abi.


"Abi dan Kana akan mengendarai mobil kalian. Kamu bersama triple tetap disini 5 menit lagi pakde akan menjemput mu dengan mobilnya,"


"Hati-hati,"ucap Kana sambil memberikan kecupan kepada kami.


Setelah 2 mobil keluar ,satu mobil Abi dan Kana, satu mobil lagi mama dan papa Kana. 5 menit kemudian mobil Pakde datang bersama Romi.


"Abi mu menyuruh kita ke pesantren tapi pakde merasa kurang aman."


"Terus bagaimana dong pakde?"


"Sementara kita tinggal di rumah dinas saja," ucap Pakde.


"Dirumah pakde?"


Sudah 1 bulan Pakde pindah ke mabes polri ."Bener kata papa, rumah dinas pengamanan dijamin aman," ucap Romi.


"Nanti Pakde dan Romi bantu ngurusin triple," kelekar Pakde sedikit menghiburku.


Umur Hana baru genap 6 bulan dan jagoanku baru genap 4 bulan ,tapi sudah ada aja cobaan mereka hadapi.