
Tok tok" Assalamualaikum !"
"Walaikumsalam,"teriaku dari dalam rumah. Sudah seminggu aku hidup di asrama sendirian, mengurus rumah, mengurus diriku sendiri dan Elang tanpa bantuan siapapun. Beberapa kali mami menawarkan bantuan untuk mengirimkan asisten rumah tangga, atau baby sister buat membantu menjaga Elang.Tapi selalu aku tolak dengan berbagai alasan. Aku takut kalau tidak ada kesibukan membuatku semakin berpikir kemana-mana.
"Silahkan dudu,tapi maaf saya hanya mempersilahkan duduk di teras rumah."
"Kenapa takut terjadi fitnah ?Gak masuk di akal alasan mu, aku datang berdua bukan sendirian!"
"Tetap saja ,seorang istri tidak boleh memasukkan tamu laki-laki di saat tidak ada suaminya di rumah !" Ucapku tetap menolak, meskipun Faizal datang tidak sendirian.
"Aku baru tahu kalau kamu ternyata keras kepala juga ya?"
"Sekarang katakan saja tujuan mu datang ke sini, karena apa ?"
"Aku cuma mengantarkan Serda Danu yang ingin bertemu dengan mu."
Aku melihat ke arah lelaki yang berdiri di samping Faisal, tertulis nama Serda Danu. Seketika aku ingat dia yang pergi bersama dengan Raihan ke hutan, untuk mengejar gerombolan penyerang yang menyandra Letnan Yusuf.
"Ada apa ya?"
"Saya hanya ingin menyampaikan pesan kapten Raihan. Apa ibu sudah membaca surat peninggalan yang di titipkan pada saya 3 Minggu lalu?"
"Kenapa kamu menanyakan itu?"
Jujur amplop itu masih tertutup rapi aku tidak berani untuk membukanya. Aku akan membukanya setelah, aku mendapatkan kepastian kabar tentang Raihan, baik masih bernafas atau tidak bernafas.
" Besok saya akan kembali ke Papua untuk bergabung dengan tim pembebasan kapten Raihan dan Letnan Yusuf. Atas rencana kapten Raihan saya pura-pura mati dan di buang hutan , saya berjanji pada diri saya sendiri untuk kembali. Apa ibu ada yang ingin di sampaikan ?"
"Bilang lekas pulang Putranya menunggu kedatangan kapten Raihan !"
"Baik ibu akan saya sampaikan !" Ucap Serda Danu bersamaan dengan suara tangisan Elang yang terbangun.
"Sebentar saya masuk sebentar !"
Aku masuk untuk memeriksa kondisi Elang, yang ternyata ngompol. Setelah mengganti celana Elang,aku bawa Elang keluar.
"Berapa usianya Bu,?" tanya Danu.
"Jalan 2 bulan."
"Boleh aku menggedong putra mu,?" tanya Faizal.
"Maaf tidak pakai pempes nanti kamu bisa di ompolin."
"Oo ," jawab Faizal dengan menyeringai seolah tak percaya dengan ucapan ku.
"Sebentar lagi maghrib, maaf kalau tidak sopan. Saya mau masuk ke dalam !"
"Baik Bu kami pulang !" Ucap mereka kompak,tapi saat berdiri hanya Danu yang berdiri.
"Ko mas Faiz ga pulang ?"
"Aku mau cium putra mu sebentar boleh ?"
"Maaf mas," tolakku sambil mundur menjauh dari Faisal yang hendak mendekati ku.
"Oke! Aku pulang, padahal aku sudah menunggu jandamu Lo."
"Gila,"ucapku sambil masuk ke dalam rumah, tidak lupa mengunci pintu.
Pertemuan ku dengan Danu membuat harapan ku naik , keyakinan bahwa suamiku akan pulang dengan selamat semakin kuat.
Meskipun begitu aku tidak berani bercerita kepada siapapun, termasuk keluarga Raihan dan keluarga ku. Bukan karena tidak mau berbagi kebahagiaan , tetapi aku takut hasilnya tidak sesuai dengan harapan.
Sampai beberapa Minggu kemudian aku mendapatkan kabar bahwa Raihan akan pulang esok hari, bersama para sandra lainnya. Dari Mayor Hanif selain Raihan dan Letnan Yusuf,tim penyelamat juga membebaskan seorang guru dan seorang dokter yang juga menjadi Sandra. Selama dua seminggu mereka di karantina dan menjalani tes kesehatan hingga bisa berkumpul dengan kami.
Sebenarnya 3 hari setelah ditemukan Raihan langsung Vidio call,dan kami sempat ngobrol lama. Tapi karena ponselnya hilang jadi tidak nyaman kalau harus merepotkan orang Mulu.
"Elang seneng ya mau ketemu ayah ?"
"Sepertinya tidak ada kesempatan buatku, mendapatkan hatimu lagi ya?"
"Gak usah aneh-aneh deh!"
"Haha bercanda,aku ikut senang dan bahagia jika kamu juga bahagia."
"Terima kasih, semoga kamu segera mendapatkan jodoh yang lebih baik."
"Itu pesawatnya , sudah siap mendarat."
Aku melihat pesawat mendarat dengan mulus dengan berdebar-debar, semua rasa terkumpul menjadi satu senang suamiku bisa kembali,sedih mengingat dia menjadi Sandra dan penasaran dengan kondisinya yang sekarang.
"Itu suamimu !" Ucap Faizal menujuk kearah barisan orang yang di sambut. Tapi siapa perempuan yang di bantunya berjalan itu ?
"Dek!"Panggil Raihan sambil melepaskan tangan dari perempuan tadi.
"Assalamualaikum,"ucapku.
"Walaikumsalam,kamu jangan salah paham aku hanya membantunya untuk berjalan."
"Kenapa harus kamu yang membantunya berjalan? Bukannya ada juga kowad(Korps Wanita Angkatan Darat ),aku tadi melihatnya di sekitar sini. Atau para junior mu yang masih Single ?"
"Nanti mas ceritakan sekarang pulang ya, kasihan kamu dan jagoan kita harus panas-panasan di sini !"
Tanpa menjawab aku menurut saran dari Raihan , kasihan juga Elang.
Tidak ada percakapan yang serius antara aku dan Raihan. Raihan sibuk ngobrol dengan Serda Danu yang menawarkan diri untuk menjadi sopir kami.
"Assalamualaikum, ahkirnya sampai ke dalam rumah."
"Jangan duduk langsung mandi bersihkan badan mas, kasihan Elang kalau mas membawa kuman! Baju dan semua yang melekat di tubuh mas lepas semua, ganti dengan yang bersih dari rumah !"
"Oke sayang."
Setelah menyiapkan baju ganti dan segelas coklat panas, aku menyusui Elang sambil menunggu Raihan selesai mandi.
"Elang tidur lagi dek?"
"Iya , tadi waktu nungguin mas dia tidak bisa tidur karena cuaca yang panas."
Saat aku melihat Raihan aku melihat seluruh badan Raihan baik depan dan belakang, terdapat bekas luka sayatan dari yang kecil dan besar. Ada yang masih basah dan merah juga.
"Pasti sakit ?"
"Tida apa-apa, paling tidak meraka hanya menghajar tubuh ku tidak meninggalkan bekas di wajahku !"
Ucap Raihan padahal di mukanya masih ada beberapa bekas lebam.
"Memang kenapa kalau mereka meninggalkan bekas di wajah mu? Sini aku ambilkan obat luka!"
"Kalau ada bekas luka nanti wajah ku menjadi jelek, dan kamu pergi meninggalkan aku."
"Bukan karena takut para wanita di luar sana, jadi tidak tertarik padamu?"
"Haha aku tidak pernah memikirkan tanggapan orang terhadap ku."
"Yang bener. Terus kenapa kamu pegang-pegang tangan wanita yang bukan muhrim mu? Oya aku lupa kamu kan juga begitu !"
"Namanya Olivia dokter umum, dia di culik dari rombongannya dan di jadikan budak **** oleh para gerombolan sekitar 2 Minggu lalu. Karena aku yang membebaskannya jadi dia mau aku pegang, tapi dia akan memberontak jika di pegang lelaki asing." Entah mengapa aku punya firasat buruk dengan perempuan bernama Olivia. Hanya perasaanku saja yang terlalu cemburu buta atau, emang ini filling seorang wanita.
"Kamu terlihat lebih cantik sekarang."
"Bilang aja lebih gemuk!" Ketusku jujur sudah 3 bulan pasca melahirkan berat badan ku belum turun seperti semula.
Aku berjalan meninggalkan Raihan untuk menyiapkan makan siang.