Don'T Judge Me

Don'T Judge Me
49. Koma



Setelah menikmati senja di temani secangkir kopi,kami melanjutkan perjalanan sore itu ke mushola terdekat untuk menjalankan ibadah sholat magrib. "Meskipun kita sama-sama jadi makmum tapi aku senang bisa sholat magrib bersamamu, apalagi kalau bisa menjadi imam dan kamu makmumnya pasti akan lebi menyenangkan "ucap Kana yang ku tanggapi dengan senyum, entah mengapa malam ini aku malas berdebat dengannya.


"Siapa? ko gak diangkat ?"tanyaku ."Arya nanya lagi dimana, sudah aku share lokasi , paling bentar lagi juga nongol "ucap Kana aku hanya menganggukkan kepalaku. Kami berjalan bersama menuju rumahku sambil bercanda tidak seperti biasanya yang selalu bertengkar saling mengejek.


"Aku tidak tahu,apa kita akan bisa berjalan kaki bersama kembali setelah hari ini ,setelah penolakan mu untuk yang kesekian kalinya ?"tanya Kana. Hati ini seperti di tusuk jarum mendengar Kana berbicara begitu, tetapi Meskipun begitu aku juga tidak bisa membantah apa yang dikatakan Kana.


"Tunggu sini aku mau memberikan mu bunga terakhir "ucap Kana. "Enak aja bunga terakhir, emang gw mau mati"ucapku yang disambut tawa olehnya.


Tida lama Kana kembali dengan sebuket bunga mawar beraneka ragam "Setiap warna dalam bunga mawar ini melambangkan perasaanku padamu" ucapnya."Oya , emang apa artinya ?"tanyaku.


"Merah cinta, kuning persahabatan ,lavender ,cinta yang unik ,Mawar putih kepolosan dan cinta baru, Mawar ungu, gairah dan kegilaan dan mawar jingga daya tarik" ucapnya.


"Wow keren " ucapku menerima bunga yang di sodorkan Kana padaku, entah dapat keberanian dari mana aku memberikan kecupan singkat di bibir Kana. "Mari berteman "ucapku bukannya menjawab Kana tiba-tiba menyambar mulutku, untuk kesekian kali Kana memaksakan ciuman padaku tapi entah kenapa aku tidak menolak padahal posisi kami di pinggir jalanan, meskipun remang-remang tapi aku yakin orang bisa melihatnya.


Hingga sorot lampu mobil menyilaukan membuat Kana menghentikan aksinya,dan saat kami berdua melihat kearah sorotan lampu yang berasal dari mobil, mobil itu sudah berada di depan kami membuat badan kami terbang seperti kapas yang ditiup angin.


Brakkk Brakkk "ADIRA ,KANA " suara Arya memanggil nama kami secara bersamaan.


Kulihat Kana tak sadarkan diri berjarak sekitar 3 meter dariku "Bangsat bangun," suara Arya tak direspon Kana aku ingin bangun dan berjalan mendekatinya tapi badanku serasa lemas.


'Bangun ayo kita menikah atau ini ahkir kisa kita ' kataku dalam hati sebelum mata ini terasa sangat mengantuk.


Apa yang terjadi hari ini bagai mimpi dan aku harap ini hanya mimpi, yang saat aku bangun nanti semua baik-baik saja,aku mau bangun dari mimpi buruk ini.


"Bangun sayang "


"Bunda,bunda aku kangen bunda"ucapku langsung memeluk wanita cantik yang duduk di depanku.


"Bagaimana keadaanmu, pasti baik-baik saja, bunda senang melihatnya "ucapnya.


"Bunda sudah tahu kalau aku sekarang sudah menjadi seorang dokter spesialis, seperti yang dulu kita bicarakan saat makan bersama."


"Bunda tahu bunda bangga melihatnya, apalagi sekarang putri bunda sudah mau memaafkan Abi nya. Pulang ya nak kasihan orang-orang yang menyayangimu."


"Pulang ke mana,aku mau di sini sama bunda,aku rindu bunda"ucapku sayup-sayup aku juga mendengar suara seorang pria yang melantunkan ayat-ayat suci Al Quran dengan sangat merdu.


"Kamu dengar itu suara Abi yang memanggilmu pulang, sayang kasihan mereka"ucap Bunda sambil menunjuk ke sebuah pintu yang sangat kokoh. "Bunda bagaimana ?"


"Bunda akan disini menunggumu datang dan yang lainnya," ucapny sambil tersenyum.


Saat pertama aku membuka mata dan melihat sekitar, yang ku lihat Abi sedang duduk bersila di atas sajadah sedang membaca Alquran. Ku pejamkan mataku kembali sambil mengingat apa yang terjadi , tetapi aku malah tidak bisa mengingat apapun. Bermacam-macam pertanyaan bersarang pada pikiranku, kenapa aku bisa berada di rumah sakit sebagai pasien, kenapa bisa ada Abi di sini ingin aku bertanya tapi badan ini terasa lemas tidak bertenaga untuk bertanya.


Sayup-sayup aku bisa mendengar suara orang ngobrol dengan perlahan aku buka mata dan mendengarkan obrolan orang-orang di dalam kamar perawatanku. "Kana hari ini di bawa ke luar negeri untuk mengobati kakinya yang cidera dan menjalani transplantasi kornea kornea mata "suara Arya.


"Kamu sudah sadar "


"Pakde ,Pakde ada disini maaf Adira lama gak ngasih kabar Pakde " ucapku saat Pakde memelukku.


"Ahkirnya mbak sadar "


"Kamu Romi kan,ya ampun sudah gede kamu. Pasti sudah kerja sekarang ?" tanyaku,tapi bukannya menjawab dia malah bengong melihatku , begitupun dengan semua orang yang ada di dalam ruangan ini.


"Kenapa Abi bisa ada disini ?"tanyaku.


"Selama beberapa hari kamu disini Abi yang selalu menemani mu, apa kamu tidak ingat mengagap kamu bisa masuk rumah sakit ?"Tanya Pakde.


"Mungkin karena kecapaian kaya kemarin, maklum kami kan para residen suka lupa waktu untuk makan dan istirahat."


"Jadi kamu merasa masih menjadi dokter residen ?"tanya Arya. "Ya emang gw dokter residen,ko Lo bisa tau aku ada di sini ?"tanyaku.


"Romi panggil dokter sekarang!" ucap Pakde dan Romi langsung berlalu pergi.


"Kamu ingat Om, tidak ?" tanya seorang lelaki yang berdiri di samping Abi yang aku jawab dengan gelengan.


"Kapan terakhir Lo ketemu Kana ?"tanya Arya. " Sudah lama sebelum aku pergi untuk menerima tawaran beasiswa spesialis"ucapku bertepatan dengan seorang dokter masuk untuk memeriksaku, dan setelahnya aku di bawa untuk menjalani CT scan.


"Jadi aku sudah menjadi dokter spesialis dan aku sekarang tinggal bersama Abi, aku juga sudah koma selama 1 bulan akibat kecelakaan?" tanyaku setelah mendengar cerita mereka.


"Terus aku kecelakaan karena apa?" tanyaku membuat mereka saling pandang dan melihat ke arahku. "Kamu tidak ingat sama sekali ?"tanya Arya yang ku jawab dengan gelengan.


"Kami akan menceritakan semuanya, tetapi tunggu kondisimu membaik paling tidak sampai dokter mengijinkan kamu pulang"ucap Pakde yang di anggukin semua orang.


"Apa aku langsung memaafkan Abi tanpa bertanya atau karena suatu kejadian hingga aku mau memaafkan Abi?"tanyaku. Membuat semua orang tertawa terbahak-bahak "Kamu memaafkan Abi karena kamu sudah dewasa dan kamu anak yang baik hati dan pemaaf "ucap Abi. "Ko cara bicaranya terkesan menghibur atau nyenengin anak TK sih" ucapku.


"Iya anggap saja begitu, mbak biar gak penasaran " ucap Romi membuatku langsung melemparkan botol minum kosong dimeja samping ku.


"Sudah sebaiknya kamu istirahat biar bisa cepat pulih karena besok kamu harus mulai melakukan serangkaian pemeriksaan lebih detail seperti saran dokter tadi"ucap Pakde .


"Apa dokter juga bilang aku bakal bisa berjalan lagi atau lumpuh selamanya?"tanyaku lirih Pakde hanya diam.


"Kita tidak ada yang tahu karena itu besok Dira akan diperiksa lebih lanjut "ucap Abi.


Penderita yang mengalami cacat setelah koma harus mendapatkan penanganan lebih lanjut melalui beragam terapi, mencakup fisioterapi, psikoterapi, dan terapi okupasi. Sepenggal kalimat yang tidak sengaja aku dengar tadi masih terekam jelas dalam ingatanku.