Don'T Judge Me

Don'T Judge Me
73. Kebersamaan



Terbiasa dengan tingkah 3 bocah yang tidak bisa diam, dan saat triple mulai sibuk dengan dunianya dan sekolahnya aku yang merasa kesepian.


Setelah pulang sekolah Triple sibuk mengikuti les. Dari Senin sampai Kamis dari pulng sekolah selama sejam mereka akan les di sekolah. Dilanjut kegiatan extra kesukaan mereka. Jika Hanna iku balet dan melukis, maka Randi ikut basket dan futsal ,yang paling kecil Radit lebih suka musik dan olahraga voli. Itu kesibukan mereka dari Senin sampai Kamis dan akan pulang pukul 3 sore. Ini bekal makan siang kalian, ingat di makan ya?"


"Mi Pi ,aku kemarin melihat anak-anak berkelahi. Waktu aku bertanya kepada Bu guru itu bukan berkelahi tapi taekwondo. Boleh aku ikut setiap Jumat dan Sabtu ,?" ucap Radit.


"Bagus jika kamu minat taekwondo bagus untuk melatih kalian dan bisa menjaga diri kalian sendiri ."


"Intinya boleh gak Pi?"


"Bolehlah," jawab Kana.


"Aku juga mau," jawab mereka bertiga. "Biar nanti mami yang ke sekolah untuk bertanya ?"


"Asikkk."


"Sekarang kalian sarapan yang banyak,"ucapku. Triple di masukkan ke sekolah dasar swasta yang berlatar belakang pendidikan agama kental, dan memiliki fasilitas serta kegiatan extra sekolah yang lengkap .


Setelah selesai mendaftarkan taekwondo sesuai request mereka aku mampir ke kantor Kana.


"Anda siapa kenapa tidak ijin padaku kalau masuk!"


"Kamu sekertaris baru ? Sudah berapa lama kerja disini,?"tanyaku. Saat aku hendak masuk dia langsung mencegahku dengan sombongnya.


"Iya saya baru, kenapa kalau saya baru? Meskipun saya baru sebulan tapi saya sudah dipercaya sama bapak Arkana!"


Karena males meladeni tingkah sekertaris baru Kana. Aku langsung masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, nampak Kana sedang ngobrol dengan Arya dan Nando, mungkin membahas pekerjaan.


"Siska bisa tidak ketuk pintu dulu sebelum masuk ,!" ucap dingin Kana tanpa melihat kearah siapa yang membuka pintu.


"Maaf bukan saya yang membuka pintu,tapi perempuan tidak jelas ini!"


Ucapan menyebalkan yang keluar dari mulut sekertarisnya Kana, membuat 3 laki-laki itu melihat kearah ku .


Sontak Nando dan Arya tertawa ngakak dan Kana nampak memejamkan matanya , setelah melihat muka marahku.


"Ingat baik-baik wanita ini, ya Siska ! Dia istri saya !!"


Suara Kana terdengar sangat pelan tapi penuh intimidasi. "I iya pak! Maafkan saya , saya tidak akan pernah mengulanginya lagi!"


Suara Siska terdengar sangat lirih dan langsung pergi begitu begitu Kana memberikan isyarat tangan. "Kamu pergi dulu! Taklukan dulu singa betina mu , kalau tidak mau nanti malam tidur dikamar anak-anak mu," ucap Arya sebelum pergi.


"Gw bukan singa!!"


"Bukan singa tapi mami nya singa,"ucap Arya sambil menutup pintu.


"Tidak usah di dengerkan kalau kamu mami singa aku papinya singa !"


"Jadi kamu mendukung ucapan Arya ,"ketusku."Aduh salah lagi,Maaf sayang! Ada apa kesini ?"


Kana bertanya sambil menarik tanganku untuk duduk di pangkuannya. "Tadi aku dari sekolah triple untuk mendaftar ikut taekwondo. Karena bosen aku kesini, tapi disini membuat mood ku menjadi benar-benar jelek !"


"Biar tidak jelek bagaimana kalau kita makan siang bersama,?"


"Boleh tapi bisa tidak tanganya diam!"


Ketusku saat tangan Kana menguyel-uyel squisi, bukannya berhenti tapi kini kepala nya juga ikut mendusel-dusel. "Tidak bisa tangannya itu di kondisi kan. Ingat ini itu kantor bukan rumah !Ahh!"


"Ayo kita makan siang di rumah,!" ucap Kana sambil berdiri dan menarikku untuk berdiri.


"Siska jika ada tamu penting panggilkan Arya atau Nando !"


"Bapak hendak pergi kemana ?"


"Pulang makan siang bersama istri," ucap Kana sambil merapatkan pinggangku untuk dipeluk sambil berjalan.


Sejak aku minta kado ulang tahun menjaga triple sikap Kana lebih peka dan lebih sayang.


"Lo mau kemana,?"tanya Arya saat kita bertemu di lobby. "Pulang makan siang bersama istri!"


"Makan siang bersama istri atau makan istri ?"


"Sudah tahu malah bertanya, kaya situ tidak pernah saja!"ketus Kana membuat Arya tertawa. "Kalian berdua itu makin tua makin mesum saja?"


"Kita kaum lelaki bukan mesum, sayang ! Tapi kita normal !"


"Betul itu, kalian aja para wanita yang malu-malu kucing,"ucap Arya menimpali Kana.


"Lelaki itu kalau mau mesum sama perempuan lain itu. Selain modal tampan harus punya dompet tebel, kalau kosong tidak ada yang mau," ucap Arya membuatku tertawa. Karena semua notifikasi keuangan m banking Kana aku dapat mengaksesnya.


"Udah ah gak ada habisnya ngobrol sama dia," ucap Kana menarikku menuju parkiran.


"Terima kasih sudah bertahan di sampingku meski aku sempat melupakan kenangan tentang dirimu," ucapku saat kami sudah di dalam mobil.


"Bagaimana aku bisa melupakan dirimu jika bersama mu itu membutuhkan perjuangan yang berat !"


"Ah yang bener,!" candaku sambil mengelus pipinya.


"Ga usah aneh-aneh deh ini di jalan, giliran di tempat yang tepat tidak berani !"


"Jika aku berani dan memuaskan boleh minta sesuatu tidak ?"


"Memang kamu mau apa ? Sampai berani merayuku ?"


"Ada deh, iya kan dulu tapi."


"Ok asalkan aku puas aku turuti semua keinginan mu,!" ucap Kana sambil membelokkan mobilnya ke hotel bintang 4 terdekat.


"Ko belok ke sini?"


"Kelamaan nunggu sampai rumah,aku kan penasaran ?"


Aku hanya bisa mengumpat dengan sikap mesumnya Kana dalam hati.


"Bagaimana puas,?" tanyaku pada Kana setelah hampir satu jam aku menurutinya.


"Cukup memuaskan, besok-besok lagi aku juga bakal mau?"


"Tentu aku akan turuti asal permintaan aku juga di kabulkan !"


"Mau minta apa sih bikin penasaran saja!"


"Aku ingin bekerja lagi ! Kemarin aku ketemu Bisma temanku waktu menjadi dokter residen dulu."


Aku sengaja menghentikan ucapanku untuk melihat reaksi Kana. Kana aku merasakan tangan Kana yang tadi mengusap kepalaku tiba-tiba berhenti.


"Kenapa harus bekerja. Kamu mau mencari apa bekerja ?"


"Kesibukan! Aku pingin kerja buat mengisi kekosongan waktuku dan membantu orang-orang yang membutuhkan."


Kana hanya diam tapi kali ini tanganya mulai mengusap kepalaku kembali. "Jika buat mengisi kekosongan bagaimana jika menjadi sekertaris ku saja atau asisten?"


"Yang ada kamu akan tambah mesum,!" kesalku sambil memukul dadanya yang masih belum memakai baju.


Aku berjalan berdiri menuju kamar mandi, " Ingat kamu sudah berjanji untuk mewujudkan keinginanku!"


BRAKK suara pintu kamar mandi yang ku banting untuk meluapkan kekesalanku. Bagaimana tidak aku sudah merendahkan harga diriku sebagai perempuan untuk merayunya di ranjang . Ah kenapa malu dia kan suamiku sendiri kataku dalam hati sambil berendam di air hangat.


Setelah 30 menit berendam aku putuskan untuk mengakhirinya dan saat aku keluar kamar mandi, kulihat Kana sedang bekerja dengan laptopnya.


"Mandi sana !"


"Iya sayang," ucapnya sambil menutup laptopnya.


"Mas ijinkan kerja,tapi keluarga tetap yang utama. Aku mau minimal sebulan sekali kita melakukan acara kaya begini ?"


"Acara?"


"Kebersamaan kita! Sesekali aku juga mau di luar kota atau luar negeri seperti bulan madu."


"Ok aku setuju. Lagian aku cuma mau jadi dokter umum yang jaga UGD bukan dokter spesialis !"


"Kenapa tidak mau?"


"Aku takut triple akan komplain kalau aku sibuk."


"Triple belum komplain, yang komplain itu aku Lo,"ucap Kana sambil cemberut.


"Kalau yang komplain kamu aku sudah tahu cara meluluhkan nya."


Kataku sambil berjalan kearahnya dan duduk di pangkuannya. "Ah rasanya hari ini aku males balik ke kantor lagi."