
"Sakit mas."
"Basah apa ini," ucapku dibarengi air keluar begitu banyak sekali. "Kamu ngompol,?"tanya Kana mungkin celananya terkena air yang baru keluar.
"Panggil dokter, ketubanku pecah mas."
Kana langsung bangun dari duduknya dan memanggil dokter, jelas sekali ke kuatir nya.
"Ketuban sudah pecah dini. Ini biasa terjadi karena kehamilan kembar bisa memicu tekanan pada rahim, hingga menyebabkan ketuban pecah dini," ucap Dokter Teguh setelah memeriksa kondisiku .
"Terus bagaimana dok,?"tanya Kana.
"Karena Pecah air ketuban disertai kontraksi adalah salah satu tanda-tanda mau melahirkan,kita akan bawa ke ruang persalinan. Kita akan cek dulu kondisinya jika masih bisa bertahan, kita usahakan tetep bertahan dalam rahim ibu tapi jika tidak.. Dengan terpaksa bayi akan kita lahir kan prematur,"ucap dokter Teguh.
"Tapi usianya belum memenuhi syarat dok,?"tanya Kana.
"Bayi prematur yang lahir pada rentang usia 28-32 minggu juga memiliki kemampuan bertahan hidup yang tergolong besar tetapi tidak sebesar usia 34-36 minggu. Banyak berdoa untuk istri dan baby nya ya pak!"
"Apa ada pemicunya dok,?"tanya Kana.
"Bisa karena stres atau yang lainnya, karena tingkat resiko kehamilan lebih dari satu itu banyak."
Setelah berkata itu dokter Teguh memerintahkan perawat untuk membawaku ke ruang pemeriksaan.
Umur baby baru 29 Minggu tapi mules sudah seperti kontraksi mau melahirkan,"Sepertinya dedenya tidak sabar mau melihat dunia,"ucap dokter Teguh setelah memeriksa jalan lahir bayi.
"Maksudnya dokter ?"
"Kita akan melakukan proses kelahiran secara normal, apa kamu sanggup ? Karena pembukaannya sudah 9 mendekati sempurna ?"
"Saya siap,tapi saya mohon panggil suaminya. Saya butuh teman boleh?"
"Boleh! Biar suuter yang memanggil !"
Tidak sampai 5 menit terlihat Kana masuk dengan wajah pucat, "Sepertinya baby mau melihat dunia dan Dira minta anda menemaninya !"
"Siap...SIAP dok !"
"Mas sakit....."
"Yang kuat .Mas tahu kamu wanita kuat. Gigi tangan mas," ucap Kana sambil menyodorkan tangannya dengan sekuat tenaga aku , pegang tangan Kana dan aku tarik bajunya. Bahkan untuk meredam keinginanku berteriak aku gigit lengan Kana.
"Allhamdullilah lahir seorang putri cantik," ucap dokter Teguh di barengi suara tangis yang sangat lirih.
"Pak bayinya langsung kita masukkan ke dalam perawatan intensif di NICU."
"Apa tidak saya adzan dulu dok,?" tanya Kana.
"Putri bapak tubuhnya belum siap untuk hidup di luar rahim ibunya. Bayi yang lahir prematur, pertumbuhan tubuhnya belum sempurna. Masih harus bertahan hidup dengan makan dan minum dengan bantuan selang serta rentan mengalami kesulitan bernapas karena paru-parunya belum terbentuk dan berfungsi sempurna. Serta lahir di rentang usia tersebut cenderung memicu berbagai komplikasi dan membutuhkan perawatan intensif di NICU. Jadi silakan ikuti perawat jika ingin mengadzani."
Tapi setelah putri pertama ku lahir tidak ada kontraksi yang ku alami lagi, hingga dokter melakukan pemeriksaan kembali terhadapku kembali.
"Hasil pemeriksaan menunjukkan bayi kembar yang baru lahir ini berada di kantong embrio terpisah dan plasenta yang berbeda. Jadi lebih baik dokter Dira melanjutkan kehamilan bayi kembarnya."
"Jadi maksud dokter tida perlu melahirkan yang.."
"Iya untuk 2 bayi lagi masih bertahan di perut ibunya. Dan itu lebih baik," ucap Dokter teguh membuatku sedikit lega. Aku pernah membaca artikel tentang kehamilan seperti yang kualami, tapi tidak pernah terpikir buatku akan mengalaminya langsung.
Kana menggegam tanganku dan mengusap perutku sesekali memberikan kecupan, membuatku malu karena masih ada Dokter Teguh dan para perawat.
Begitu aku di bawa kembali ke kamar perawatan terlihat Abi dan semua keluarga, menyambut ku.
"Bagaimana keadaan dedeknya?"
"Kakak perempuan sudah di lahir kan,"ucap Kana.
"Jadi sekarang tinggal ada 2 cucuku disini?"
"Iya ma,"jawab Kana.
"Kata Paman Husain Jiddah juga punya saudara kembar lelaki tapi meninggal karena kecelakaan saat sekolah."
"Mulai hari ini si kakak akan berjuang di NICU dan adik kembarnya akan berjuang di dalam perut mami."
"Kita semua akan bantu apapun yang bisa kami bantu ," ucap mama Kana setelah ucapan Kana.
Sungguh ini semua di luar perkiraanku! Apa karena aku berpikir keras mengenai memoriku yang kembali hingga mengakibatkan semua ini terjadi.
Setelah kondisi lebih baik Kana membawaku melihat putriku,"Mas kecil sekali? Bertahan sayang! Di sini saudara-saudaramu juga bertahan kita berjuang bersama-sama,ya."
"Dia kuat seperti mami nya."
"Sudah ada nama buatnya, mas?"
" Rihanna dari Bahasa Arab bermakna ratu yang cantik dan kuat. Atau Afia yang memiliki arti sehat, cantik atau baik hati."
"Rihanna aku berharap putri kita menjadi gadis yang kuat,meski lahir Lebih dulu aku mau menjadi Wanita kuat."
"Rihanna Wiraguna. Apa setuju," ucap Kana.
"Rihanna Eka Wiraguna, boleh begitu " ucap papa Kana yang baru muncul. "Boleh,pa!" Seru aku dan Kana bersama-sama.
"Meskipun badannya kecil dan harus bertahan hidup dengan bantuan begitu banyak alat dan selang. Dia akan tumbuh menjadi gadis cantik yang kuat dan berani, selalu menjadi no satu," ucap papa Kana.
Karena Hanna kecil harus bertahan di NICU, membuat keluarga Kana membeli rumah di dekat rumah sakit. Hanya dengan berjalan kaki 15 menit kami sudah sampai di rumah sakit, tiap hari aku akan kerumah sakit menjaga dan mengajak ngobrol putri kecilku. Aku akan berangkat bersama-sama dengan Kana dan akan pulang saat Kana menjemput pulang .
"Tadi jadi periksa kehamilan,?"tanya Kana , saat kami sedang dalam perjalanan pulang.
"Iya dedek sehat semua ,para bodyguard kakak Hanna juga sudah dalam posisi yang pas."
"Bodyguard ! Maksudnya adiknya Hanna jagoan semua?"
"Iya, dua-duanya jagoan."
"Giliran papi tidak menemani , kalian pada nunjukin jenis kelaminnya. Giliran papi ikut pada ngumpet semua,"ucap Kana sambil mengusap-usap perut besarku.
"Lihatlah jalan tidak usah aneh-aneh!"
"Ok. Mami cantik."
"Ada kabar baik juga Hanna, keadaannya semakin membaik. Bahkan hari ini berat badannya naik sudah mencapai 20 kg ."
"Allhamdullilah, semoga kita bisa berkumpul kembali."
"Amin."
"Sekar hamil muda,"ucap Kana. "O,ya berapa Minggu ?"
"Kata Arya tadi baru 10 Minggu, tidak mabuk tapi galak kaya singa."
"Hus gak boleh begitu,?" tegur ku. "Aku cuma menirukan ucapan Arya .
"Kemarin Abi bertemu denganku. Dia takut keluaga Wijaya akan melukaiku dan anak-anak hanya karena harta."
"Apa ada masalah ?"
"Perusahaan garmen Wijaya gulung tikar,"ucapku. Dulu aku selalu berusaha mengumpulkan uang, sekarang hanya karena uang orang berusaha melukaiku dan keluargaku, keluh ku dalam hati.
"Kita harus hati-hati, karena harta orang bisa nekad!"
"Apa tidak sebaiknya aku serahkan sebagai hakku kepada mereka saja."
"Usaha garmen Abi diwariskan ke kamu karena kamu putrinya, Rahayu dan Radi bukan anak kandungnya jadi wajar tidak mendapatkan apa-apa. Kamu tidak perlu menyerahkan hakmu kepada mereka."
"Aku tidak mau punya harta banyak, tapi hidup tidak tenang."
"Mas tahu,tapi jika kamu bersikap begitu itu hanya membuat mereka besar kepala. Jika dia merasa kurang dengan pemberianmu,dan meminta lebih bagaimana ? Jika itu hanya harta bendanya tidak masalah buat mas, karena mas punya harta juga. Tapi jika keselamatanmu dan anak-anak taruhannya bagaimana !"
Aku hanya bisa diam." Sudah sifat manusia tidak pernah puas. Merasa tidak pernah puas dengan apapun yang mereka miliki, selalu kurang dan tidak pernah bersyukur atas nikmat yang diberikan,"ucap Kana.