Don'T Judge Me

Don'T Judge Me
173. Titik Terang



Melihat Raihan kembali, Satria dan teman-temannya meminta Raihan untuk membimbing mereka melakukan binsik.


"Sebenarnya kamu itu mau melanjutkan ke mana,?" tanya Raihan.


Satria dan teman-temannya habis melakukan binsik ,di pekarangan rumah.


"Kami ini sahabat seperjuangan pa,jadi kita mau nyoba masuk Akmil semua dulu. Biar bisa kumpul ya guys,?" ucap Satria.


"Terus kalau yang keterima cuma satu atau 2 bagaimana, jika memang persahabatan kalian itu kuat. Kalian tetap terjaga meskipun kalian tidak bersama," ucapku.


"Tapi kenyataannya orang pacaran saja yang LDR itu ,bisa berhasil cuma 50 % tan?"


"Dasar kalian bisa saja, itu namanya bukan jodoh."


Selama tinggal di sini Satria berteman akrab dengan, Affan, Bintang, Darius dan Galuh.


" Sebentar lagi kalian akan menjalani ujian Nasional, jadi fokus dulu sama ujian. Sambil menentukan pilihan mana yang akan kalian ambil nanti,"ucapku.


"Ini ma,"ucap Dila sambil meletakkan air minum dan cemilan.


"Adila lagi disini,?"tanya Affan.


"Iya lah kan Senin seluruh SMA di Indonesia melaksanakan ujian nasional serentak."


"Maklum ajah Luh, kan si Affan lagi galau mau ujian malah di putusin pacar." Ucap Satria membuat semua temannya tertawa, aku dan Raihan memutuskan berdiri dan masuk ke dalam rumah.


"Ko adek ikut masuk, gak ikut ngobrol dengan temannya,?" tanyaku .


"Mereka semua teman Satria adek tidak terlalu akrab,"ucap Dila sambil duduk di antara kami.


"Gimana sekolah di Jakarta sama kakek, ada yang menarik ?"


"Ada , paling tidak adek bisa hidup seperti pada umumnya anak-anak yang lain."


"Emang selama ini tidak?"


"Tidak pa, waktu kemarin teman-teman aku berteman karena aku anak papa dan mama. Waktu agak gede semuanya berteman dengan ku karena aku adik Satria, mereka ingin kenalan dengan Satria."


"Sekarang ?"


"Sekarang aku hanya punya 2 teman, tapi paling tidak mereka tidak berteman denganku karena embel-embel."


"Haha kata kakek, kamu sekolah selalu minta di anterin satpam yang tugas pagi. Padahal kakek pingin nganterin sekolah kamu, tapi selalu kamu tolak ya?"


"Iya , jadi mereka mengira aku anak satpam !" Seketika aku menahan tawa dengan ucapan Dila, Raihan langsung saja cemberut. Bagaimana tidak anak seorang jendral bintang 2 malah lebih nyaman, dibilang anak satpam.


"Apa papa jadi satpam aja ya dek ?"


"Jangan ! Aku bangga dengan papa, tapi aku tidak suka mereka yang pura-pura baik padaku."


"Makanya adek harus berhati-hati dalam memilih teman, jangan salah pergaulan juga."


"Dila bantuin mas bersihkan gelas kotor dong !" Ucap Satria masuk ke dalam rumah, sambil menenteng sepatunya.


"Bilang aja Dila bersihkan gelas kotornya !" Dengus Dila sambil berdiri dan berjalan keluar.


"Hehe itulah enaknya punya adek perempuan. Mas mau mandi dulu habis ini mau belajar,di taman belakang."


"Semoga Diva cepa di temukan biar bisa bergabung dengan kita semua di sini ya!"


"Amin ,"ucap Raihan.


Rencana tinggal rencana, manusia berencana tuhan yang menentukannya. Satria dan teman-temannya yang lolos masuk Akmil hanya Darius, Affan masuk AAU, Bintang , Satria dan Galuh memilih untuk kuliah di universitas Indonesia. Meski mereka satu universitas tapi mereka mengambil jurusan yang berbeda Bintang di kedokteran , Satria dan Galuh mengambil hukum. Semua berjalan cepat sedangkan aku sekarang mengikuti Rai, yang pindah tugas di Pangdam Diponegoro Semarang.


Waktu berlalu begitu cepat ,meski begitu kami masih terus berusaha mencari Diva. Adila memberikan kejutan tak terduga dengan masuk Akpol, setelah lulus SMA.


🎼☎️ Pacar ke 2


"Assalamualaikum," ucapku.


"Walaikumsalam, mama ada di mana ? Tidak dalam acara kegiatan Persit kan?"


"Ma barusan Affan bilang melihat Diva di sepanjang jalan Malioboro?"


"Tunggu apa Affan tahu tentang Diva?" Jujur detak jantungku mulai tidak terkontrol, keringat dingin mulai keluar. Aku mulai berharap kembali setelah 10 tahun pencarian, yang belum membuahkan hasil.


"Affan tidak tahu ma, barusan Affan live di Instagram kalau lagi ngadain karnaval drumband. Waktu aku hubungi, dia malah mempertanyakan kebenaran Dila yang masuk Akpol. Karena barusan dia melihat perempuan yang sangat mirip Dila, bahkan bisa di bilang bagai pinang di belah 2.Jadi mas yakin itu Diva ma, ini mas sudah di bandara mau ke Jogja sekarang !"


"Hati-hati mama juga akan langsung ke Jogja, kita ketemu di Jogja !"


Aku segera berganti pakaian sambil menghubungi Rai, tapi 3 panggilanku tidak diangkat. Berati dia lagi tidak pegang ponsel, ahkirnya aku putuskan untuk mengirimkan pesan.


^^^✉️ pacar I^^^


^^^Aku ke Jogja^^^


^^^Aku janjian dengan Satria di sana, ceritanya panjang intinya ada hubungan dengan Diva.^^^


"Ijin ibu mau berangkat sekarang?" Tanya Prada Ika, kowad cantik yang mungkin seumuran Satria. Yang selalu mendampingiku kemanapun aku pergi setahun ini.


"Iya! Ika kamu ganti menggunakan pakean biasa saja ya, biar tidak menjolok!"


"Siap ibu!" Hanya 5 menit Ika kembali dengan menggunakan pakaian santainya.


"Kamu tahu tida AAU sedang melakukan karnaval drumband di Sepanjang jalan malboro ?"


"Ijin menjawab ibu. Kemarin teman saya yang hari ini libur ngajak kesana , katanya dalam rangka PBTY Bu."


Acara Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY).


"Berapa lama acara berlangsung ?"


"Ijin menjawab ibu. Setahu saya berlangsung selama sepekan, ibu."


"Antar saya sekarang kesana ya!"


"Siap ibu, mobil sudah siap!"


"Kamu duduk di belakang temanin saya ya,"ucapku.


Jujur kalau mendengar kata Diva, pikiran dan perasaanku langsung tidak karuan. Perjalanan Semarang - Jogyakarta perjalanan kurang lebih 3 jam terasa sangat lama. Sesampainya di jogjakarta aku langsung mencari penginapan dekat malboro.


"Ijin ibu bapak baru menghubungi saya katanya ponsel ibu tidak diangkat !"


"Ya Allah aku lupa taruh dalam tas!"


"Ijin ibu,Bapak dalam perjalanan ke sini ibu!"


"Saya mau istirahat, kamu istirahat saja di kamarmu."


Aku langsung masuk kamar dan berendam dengan air hangat. Satu jam kemudian terdengar ketukan pintu yang ternyata Raihan datang menyusul.


"Assalamualaikum."


"Walaikumsalam, kok mas nyusul pekerjaan mas udah selesai ?"


"Sudah, kenap kamu tidak tunggu mas datang. Tidak lama kamu berangkat mas tiba di rumah."


"Setelah Satria mematikan ponselnya aku hanya berpikir segera kesini. Ini aja kalau Ika tidak bilang kamu mau nyusul kesini aku sudah keluar."


"Mau ngapain."


"Ya nyari Diva lah , mas kan tahu. Semakin malam jalanan malboro semakin ramai, mungkin kita bisa bertemu dengan Diva putriku di salah satu tempat tongkrongan anak muda disana."


"Kita akan mencari bersama. Satria mana, katanya kesini."


"Bertemu Affan untuk bertanya secara langsung."


"Ya udah aku mandi habis itu kita temuin Satria. Satria tidak akan bisa bertemu dengan Affan, jika Affan sudah kembali ke dalam asrama. Tapi jangan terlalu berharap !"


Aku hanya mengagukkan kepalaku, Meskipun ini belum pasti,tapi ini seperti titik terang buat jalan kami mencari Diva. Setelah 10 tahun tidak ada tanda-tanda sama sekali, selama ini Diva seperti sengaja di sembunyikan.