Don'T Judge Me

Don'T Judge Me
32. Ke grebek



🎼🏧 Rp. 50.000.000,00


"Siapa anda ?" tanyaku karena hanya Abi yang tahu no rekening aku yang ini, tidak mungkin Abi mengirim ku uang dalam jumlah banyak kalau tidak sesuatu.


"Ini Abi "ucap seorang lelaki yang langsung duduk disampingku.


"Maksudnya apa ini?"tanyaku sambil melihat kearah Abi. Di."Maaf Abi terpaksa melakukan ini, karena jika Abi langsung yang menghubungimu pasti kamu tidak akan mau menemui" ucap Abi yang aku benarkan dalam hati.


"Abi mau apa?"tanyaku lirih, mau sampai kapan aku akan terus main petak umpet dan berlari dari Abi ?tanyaku dalam hati.


"Berbicara selayaknya orang tua,Abi tau Abi banyak salah padamu,Abi pantas kamu benci tapi biarkan Abi berbuat sesuatu yang bermanfaat untukmu. Kamu boleh tidak mengakui Abi,kamu boleh mengagap Abi orang lain Abi ikhlas tapi ijinkan Abi untuk melihatmu jangan selalu menghindari Abi"ucapnya sambil menahan air matanya yang sudah memerah.


"Aku akan coba tapi tidak janji"Ucapku lirih. Bunda pernah bilang sebagai mana perlakuan Abi terhadap bunda dulu,Abi tetap orang tuaku,Abi tidak tahu keberadaanku tidak seharusnya aku membenci Abi, segala sesuatu yang terjadi di dunia itu sudah ditakdirkan ditetapkan sama Allah SWT ' ucap bunda saat itu.


"Kamu langsung mau balik Ke Jakarta"Ucap Abi.


"Aku mau mengunjungi rumah bunda"ucapku, karena aku punya janjian dengan bibi Ratih tetangga yang mengawasi rumah bunda.


"Ayo kami antar"ucap Abi dan saat aku menerima tawarannya nampak wajah Abi yang sangat berbinar.


Meskipun kami bertiga di mobil tidak ada obrolan apa-apa tapi sangat ketahuan Abi selalu memandangi Ki,apa benar Abi merindukan aku,apa benar Abi sayang padaku. Sesampai di rumah bibi Ratih aku menolak saat Abi hendak ikut turun,aku tidak mau keberadaan Abi menjadi perhatian karena pasti orang disisi mengenal Abi.


"Bagaimana jadi di beli rumah Bundamu ?" tanya bibi Ratih." Tidak jadi ternyata yang ingin membeli orang kenalan Abi "ucapku.


"Sudah ku duga, orang disini semua tahu kalau itu rumah milik keluarga pesantren, jadi mereka berpikir kalau beli rumah Bundamu harus sepaket lahan kosong yang dibelakang"ucap bibi Ratih.


"Aku malah tidak tahu kalau tanah kosong yang dibelakang milk keluarga pesantren bi"Ucapku.


"Ya wajar kamu kan gak pernah tinggal di sini, orang-orang disini juga tidak tahu kalau kamu Anak seorang pemilik pesantren "ucapnya sambil terkekeh.


"Karena aku gak berhijab begitu "ucapku. " Ya itu salah satunya, penyebab lainya kamu tidak pernah ke pesantren jadi tidak ada yang tahu"ucap bibi Ratih.


" Abi memintak supaya aku bisa memanfaatkannya untuk kepentinganku, juga meminta ku untuk jangan menghindari"ucapku.


"Sebenarnya Aibmu orang baik cuma dia terlalu patuh sama perintah orang tuanya. Sekarang orang tuanya tinggal satu cobalah untuk memaafkan nya."


" Jadilah manusia yang selalu memaafkan kesalahan orang lain dan meminta maaf jika melakukan kesalahan kepada orang lain agar hati selalu tenang, apalagi dia orang tuamu sendiri "ucap bibi Ratih panjang.


"Akan aku coba "ucapku lirih. "Bagus cobalah untuk menerimanya"ucapku, setelah cukup lama kami berbincang ahkirnya aku pamit pulang.


"Aku kira Abi dan om pulang,maaf menugu lama"ucapku.


"Tida apa-apa, jangan kamu panggil aku om panggil aku AA"ucap om Hardi,"Ga usah aneh-aneh dia putriku ,jika kamu macam-macam siap-siap jadi pengaguran kamu"ucap Abi.


"Kami akan mengartikan mu kembali ke Jakarta, sehabis sholat Isya "ucap Abi . "Kita sholat magrib terus makan malam di tempat ku"ucap om Hardi.


"Om tinggal di sini sendirian?" tanyaku saat kami baru sampai di rumah minimalis tidak jau dari pesantren.


"Maklum belum laku, kalau kamu mau aku pinang aku dengan senang hati menuruti mahar yang kau mintak,aduuuh sakit!" teriak om Hardi saat ada yang memukul kepalanya, siapa lagi kalau bukan Abi.


"Meskipun aku brengsek dan dzolim ,aku juga pingin punya mantu yang sayang dan mencintai putriku"ucap Abi .


"Dasar bapak galak,lagian tidak sulit mencintai Dira!"ucap om Hardi.


"Bawa Abi"jawabku. Setelah melaksanakan shalat Maghrib berjamaah,kamu makan dengan menu sederhana masakan Abi. Lele goreng,tahu tempe dan sambal.


"Bagaimana rasanya ?"tanya om Hardi."Enak lumayan ,"ucapku.


"Tidak seenak masakan bunda "ucap Abi.


Brakkk Braakkk


"Siapa yang gedor pintu tidak punya sopan santun sama sekali "ucap om Hardi sambil berjalan ke arah pintu.


"Kamu tidak perlu takut ada Abi yang akan menjamu"ucap Abi mengusap-usap punggung tanganku.


"Lihat umi benarkan dugaanku AA sedang mencari istri keempat, " ucap seorang wanita yang kalau tidak salah dia adalah Sekar istri ketiga Abi . Dia masuk diikuti wanita paruh baya yang duduk di kursi roda ,di belakangnya ada sekitar 10 orang yang mengikutinya persis lagi grebek pasangan mesum. 'Apa mereka berniat gebrek aku dan Abi ' Kataku dalam hati.


"Kalian tidak tahu adab bertamu yang baik ke rumah orang,aku bisa menurut kalian, "ucap om Hardi di depanku.


"Kamu menuntut kami, sebelum kamu menuntut kami yang akan mempermalukan kalian " ucap Sekar. Aku melihat wanita yang duduk di kursi roda terus melihat kearah ku, membuat ku merasa tidak nyaman. "Tenang ada Abi disini"ucap Abi memelukku selayaknya ayah melindungi anaknya.


"Lihat anak umi, seorang penceramah memeluk wanita yang bukan mahramnya "ucap Sekar.


Terdengar kasak kusuk dibelakang, ternyata Sekar tidak jauh beda dengan umi Anisa.


"Kamu menuduh suamimu berzina di depan umum, kamu sengaja mempermalukan suamimu di depan umum hanya supaya bisa terlepas dari aku,"ucap Abi tenang berbedanya Sekar yang tampak terkejut dengan ucapan Abi .


"Jadi AA tahu aku ingin berpisah dengan AA?" tanya Sekar.


"Aku tahu,aku tahu semuanya kamu yang suka berkirim chat dengan lelaki lain yang seumuran dengan mu. Aku tahu perbedaan kita terlalu jauh jika kamu mau berpisah akan aku kabulkan "Ucap Abi .


"Kenapa baru sekarang AA sadar kalau aku ingin bercerai kenapa tidak dari dulu. Aku tahu AA baik sebagai laki-laki dan suami tetepi aku juga ingin di cintai, jadi jangan salahkan aku jika ingin berpisah dari AA"ucap Sekar.


"Kami yakin ingin berpisah dariku?" tanya Abi ."Yakin " jawab Sekar mantap.


"Tapi Hafiz aku yang akan mengasuhnya kamu ikhlas?"tanya Abi . "Asalkan bukan ibu sambung atau ibu tiri tidak masalah buatku"ucap Sekar, jadi dia mengira aku benar-benar selingkuhan Abi .


"Baiklah hari ini dengan disaksikan kalian semua aku talak kau Sekar Arum dengan talak 1,mulai hari ini kau bulan lagi istriku "ucap Abi.


"Kamu Dira"ucap wanita tua di kursi roda dengan suara terbata-bata.


"Umi tahu"ucap Abi menarikku mendekatinya. "Tahu mata itu,bola mata itu"ucap wanita itu sambil menangis.


"Dira sayang panggil Jiddah "ucap Abi. "Jiddah itu nenek bahasa Arabnya"ucap om Hardi.


"Jiddah "ucapku, yang langsung di anggukin dan merentangkan tangannya supaya aku memeluknya.


"Maaf Jiddah, maaf atas semua dosa Jiddah kepadamu dan bundamu,"ucapnya lirih sambil memelukku.


"Apa-apaan ini Jiddah ?"tanya Sekar.


"Aku kasih tau wanita ini yang aku peluk adalah putri kandungku,dia anaknya Dwi istri kedua ku"ucap Abi.


"Masyaallah"ucap semua orang yang berada di ruangan itu.