
Sudah 5 hari Raihan tidak bisa di hubungi, tapi setiap malam Raihan akan mengirimkan pesan. Pesan ungkapan sayang dan rindu kepada anaknya, juga kepada aku.
"Hana acara aqiqah bagaimana,?" tanya mami.
"Sesuai rencana awal aja mi, papa mama juga hari ini datang." Hari ini orang tua Raihan tiba dari Surabaya, selain ingin melihat cucu pertama mereka juga ingin menghadiri aqiqah Elang.
"Hana nama suami mu Raihan Elang Akbar, terus nama anaknya Satria Elang Maulana. Kok semua pakai nama Elang sih?" Tanya Radit yang ku jawab dengan mengakat bahu, karena aku tidak tahu. Perihal nama aja kami belum ngobrol secara langsung, hanya melalui pesan dan Randi yang menyampaikan kepada ku.
"Apa ada hubungannya dengan keluarga Elang Samudra, dari samudra group ?"
"Nanti kalau Raihan sudah kembali tanya aja sama orangnya langsung." Jawabku dengan pertanyaan Radit, yang menurutku sedikit aneh.
"Tapi nama kedua orang tua mas Raihan tidak ada hubungannya dengan keluarga Elang Samudra ?"
"Gak usah terlalu kepo dengan urusan orang,"tegur Randi.
"Siapa yang kepo cuma penasaran apa tidak boleh,?"ucap Radit.
Seharusnya hari ini menjadi hari yang menyenangkan buat ku, semua keluarga ku dan Raihan berkumpul untuk mendoakan putra ku. Tapi keadaan Raihan yang belum tahu lagi di mana? Membuat aku dan keluarga yang lain hanya bisa berdoa. Papi ,mami tidak ada yang berani membahas di mana dan bagaimana kabar Raihan di hadapanku. Aku juga pura-pura tidak tahu apa yang terjadi, karena aku tidak mau mereka semua merasa kasian kepada ku.
"Ganteng ya ma anak mas Raihan. Ini wajahnya lebih banyak mirip mbak Hana dari pada mas Raihan," ucap Rita. Rita baru datang bersama mama dan papa.
"Ya wajar kalau mirip kamu nanti malah aneh!"
"Ih papa mah begitu,"kesal Rita.
"Sudah jangan berisik,"tegur mama.
"Hana ada tamu dari batalyon !" Ucap Radit yang berdiri di depan pintu kamar ku.
"Pasti mau nengok Dede Elang,"ucap Rita. Tapi saat aku hendak keluar dengan menggedong Elang, Radit meminta Elang di tinggal di kamar saja sebentar biar di jaga Rita. Membuat pikiranku jadi kacau, pasti ada hubungannya dengan penyerangan yang papi ceritakan kepada mami .
Saat aku melangkahkan kakiku bergabung di ruang keluarga, nampak kedua orang tuaku dan keluarga yang lain sudah berkumpul. Duduk bersama dengan 2 komandan batalyon Raihan.
Aku duduk di antara papi dan mami, "Ada kami bersama mu,"bisik mami.
"Saya denger ibu Raihan sudah melahirkan ?"
"Siap betul komandan,"jawabku.
"Santai saja. Selamat ya semoga menjadi putra kebanggaan negri ini. Kedatangan kami kesini ingin menginformasikan keadaan kapten Raihan." Letkol Bobby komandan yang baru nampak menatap kearah ku dan menarik nafas panjang.
Apapun berita buruk yang di sampaikan aku mohon berikan aku kekuatan dan kesabaran untuk bisa menghadapi semuanya, Ya Allah Ya tuhan Maha Pelindung semua umatnya.
"Sudah seminggu kami kehilangan jejak kapten Raihan. Dari informasi terakhir kapten Raihan masuk ke hutan bersama Serda Danu, untuk mengejar Letnan Yusuf yang di jadikan Sandra. Serda Danu kita temukan dalam keadaan luka parah 2 hari lalu."
Letkol Bobby berhenti dan di sambung oleh mayor Hanif yang mengeluarkan secarik amplop. "Ini amanah dari kapten Raihan untuk, yang di titipkan pada Serda Danu."
Dengan tangan bergetar aku menerima amplop yang aku yakin warna aslinya putih. Yang sekarang warnanya telah berubah karena darah dan lumpur.
"Bagaimana keadaan Serda Danu sekarang,?" tanyaku.
"Sedang dalam perawatan intensif. Karena ada beberapa tulang kaki yang patah rusuk yang retak."
"Apa bisa dimintai keterangan terkait apa yang terjadi terahkir,?" tanya papi.
"Belum bisa pak."
Apa rasa sedih yang ku rasakan saat ini adalah bukti kalau aku sudah ada rasa terhadap suamiku. Apa ini yang di sebut cinta , ikut sakit saat mendengar keadaan orang yang kita sayangi tidak jelas keberadaannya.
"Menangislah jika ingin menangis jangan di tahan. Jangan kamu simpan beban ini sendirian, luapkan apa yang kau rasakan." Ucap mami sambil mengusap-usap punggungku dan menggegam tanganku.
"Tidak mami aku tidak mau menangis aku tidak mau bersedih, bagaimana Elang jika aku bersedih. Aku harus menjadi ibu yang kuat dan tangguh,aku adalah sandaran buat Elang jika tidak ada Raihan. Aku harus bisa menjadi ayah sekaligus bunda buat Elang." Aku terus berucap sampai tidak terasa airmata ku menetes.
Meskipun kami baru mendengar kabar yang sangat buruk, tapi acara aqiqah Elang tetap berjalan. Meski dalam kondisi yang sedikit terlihat suram. Banyak keluarga yang tahu kondisi Raihan yang hilang ,memandang kasihan kepada Elang .
Setelah acara aqiqah selesai, juga dia adakan doa bersama untuk mendoakan Raihan di manapun berada.
"Apa perlu kita minta tolong keluarga Elang Samudra." Jelas suara mama menghentikan langkah ku, yang hendak masuk ke dalam kamar melihat kondisi Elang.
"Tidak perlu, Raihan adalah anak kita bagian keluarga Kita bukan keluarga mereka."
"Aku yang membesarkan Raihan, aku hanya mau Raihan kembali ke tengah-tengah kita pa!"
"Berdoalah ma. Lagian juga keluarga Hana juga sudah berusaha semaksimal mungkin."
"Aku tahu pa,tapi sebagai seorang ibu yang membesarkan dia dari kecil hatiku tidak tenang. Aku takut terjadi apa-apa dengan Rai pa?"
"Raihan anak yang kuat , sekuat burung Elang. Seperti halnya burung Elang yang Kuat dalam mencengkeram dan penglihatannya yang tajam, begitu pula Raihan."
Siapa sebenarnya Elang Samudra ada hubungan apa dengan keluarga Raihan? Apa ada makanan yang terkandung di dalam nama Elang yang Raihan dan anakku pakai?
"Menguping ya lo!"
"Sialan bikin kaget aja sih." Ucapku sambil menarik Radit masuk ke dalam kamarku.
"Eh kok di kunci kenapa? Wah Lo mau bunuh gw,?" tanya Radit.
"Mau mutilasi lo! Puass !"
"Haha ada apa?"
"Lo tadu bahas tentang Elang Samudra.Gw penasaran siapa itu Elang Samudra ?"
"Tadi bodo amat! Kenapa sekarang jadi ingin tahu ,wah sungguh mencurigakan ini?" Kata Radit sambil memegang dagunya, dan memandangku dengan tatapan curiga.
"Nanti gw ceritain,Ya udah kalau Lo ga mau cerita gue nyari di google."
"Kalau Lo nyari di google yang keluar hanya kebaikannya. Berbeda jika Lo tanya gw, Lo bisa tahu bobrok nya juga dan segala scandal yang disembunyikan dari media."
"Wow pasti dari keluarga konglomerat ini, sampai bisa merubah data dan menutupi berita ?"
"Masuk ke dalam 20 besar orang terkaya di Asean Ferdi majalah bisnis,dan masuk ke dalam 10 orang terkaya di Indonesia."
"Keren, juga. Terus apalagi ?"
"Direktur utama salah satu BUMN ,PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.
Merupakan founder dari Samudra Group yang bergerak di bidang kesehatan, properti dan real estat."
"Wow, keluarga kita berada di bawahnya dong ?"
"Tidak juga mungkin dari nominal aset kekayaan mungkin iya,tapi keluarga kita tidak kalah terpandang dari mereka."
"Kalau skandal nya?"