
"Serius amat? " ucap Kana menghampiri Arya yang sedang membaca berkas dengan menggunakan kacamata bacanya. "Kamu tahu Dira kerja di rumah sakit mana sekarang?"Tanya Arya. "Tau, dari informasi yang kudapat dia terikat kerja 30 bulan dengan Wira hospital dan Citra Medika, emang kenapa ?".
"Tadi siang ada klien baru aku, aku belum ketemu orangnya hanya asistenku yang sudah bertemu dengannya,dian ingin melaporkan dr.Dira karena mengakibatkan dia mangalami stres dan trauma"ucap Arya. "Kenapa bisa begitu! Apa yang terjadi?" Tanya Kanan.
" Di duga dia mengalami Kesadaran saat masih menjalani operasi dan membuat dia mengalami stres dan trauma."
" Tentunya hal ini dapat terus menghantui hidup pasien," jawab Kana.
"Kata asisten gw nama dokter yang menangani dokter Dira,jadi dia ingin menuntut dokter Dira."
"Rencana Lo apa , sekarang ?tanya Kana. "Gue harus ketemu langsung sama Dira dan memastikan mengenai kebenaran ini semua " ucap Arya .
"Yaudah,ayo gw temani"ucap Kana lansung berdiri. "Baik gw persiapkan berkas yang harus dibawa"jawab Arya .
"Jika ternya Dira yang kita kenal bagaimana ?Apa akan terus maju menuntut Dira ku?" ucap Kana.
"Dia bukan Dira mu! Dia masih Single siapa aja berhak mendekatinya, lagian Lo itu masuk daftar pria yang di blacklist sama dia!"ucap Arya sembilan tertawa, lebih ke mengejek.
"Siapa bilang selama janur kuning belum melengkung,gw masih ada kesempatan. Kita juga tidak tahu siapa jodoh kita kan ?"ucap Kana.
"Siapa tau Dira jodoh gw,"ucap Arya sambil tertawa kecil yang ditanggapi dengan cibiran oleh Kana.
"Terima nasib aja Cinta pertama mu ternya bukan jodoh mu dan sekarang orang yang Lo manfaatkan ternyata malah mencuri hatimu , ternyata juga bukan jodoh mu?" ucap Arya sambil tertawa.
"Ayo jadi berangkat gak ?"kesal Kana. "Lo buru-buru mau modus ya,?"ucap Arya .
"Mau gw antar gak,gw tau hari apa jam berapa dia praktek di mana ?"ucap Kana. "Wow mantap juga Stalking Lo sampai tau jadwal praktek segala"ucap Arya. " Gw tau jadwal prakteknya, karena lihat akses melalui website rumah sakit bukan sengaja Stalking dia,"ucap Kana. "Halah modus ga ngaku"ejek Arya .
Rumah sakit Citra Medika
Sudah genap sebulan aku bekerja menjadi dokter bedah jantung, tetapi aku baru akan di wisuda Minggu depan.
" Dokter Dira sudah mau pulang ?" tanya suster Bebi yang baru masuk. "Iya sebentar lagi, sudah gak ada pasien kan?".
"Ina diluar ada 2 orang lelaki dia mengaku ada masalah dengan detak jantungnya!"ucap suster Bebi. "Ya udah suruh masuk aja"ucapku sambil merapikan laporan riwayat medis pasien. Mau apa lagi mereka kataku dalam hati saat melihat siapa yang duduk di depanku.
"Keluhannya?"ucapku berusaha profesional. "Jantungku berdetak lebih cepat dari normal,nyeri dada,Sesak Nafas dan pusing semua terjadi saat memikirkan kami." Ucapan Kana di sambut cekikikan suster Bebi dan gelak tawa Arya .
"Aritmia: gangguan irama detak jantung,ya itu diagnosa saya sementara dari tanda-tanda yang anda sebutkan. Jantung berdetak lebih cepat dari normal (Takikardia),Jantung berdetak lebih lambat dari normal (Bradikardia),Nyeri dada,Sesak Nafas, Cepat lelah dan pusing itu sesuai yang anda sebutkan tadi "ucapku."Penyebabnya apa dok?"tanya Arya.
"Sus bisa tinggal kan kami!" ucapku. "Baik dok" ucapnya sebelum pergi.
"Sekarang apa mau kalian ?"tanyaku. "Ada seorang menemui ku berniat untuk melaporkan dr.Dira karena mengakibatkan dia mangalami stres dan trauma"ucap Arya. "Hah emang apa yang aku lakukan ?"jawabku. " Di duga dia mengalami Kesadaran saat masih menjalani operasi dan membuat dia mengalami stres dan trauma." Ucapan Arya membuatku tertawa, "Apa yang lucu,ini beneran lihat ini "ujar Arya sambil memperlihatkan berkasnya.
"Sepertinya salah alamat yang di maksud di sini seharusnya bukan gw, tetapi dokter Ardira Agustinus dokter anestesi. Dokter spesialis yang memberikan perawatan anestesi kepada pasien agar tidak merasakan sakit saat menjalani operasi."
"Jadi bukan Dira kamu?"tanya Kana yang ku jawab anggukan, "Tapi jangan langsung Lo bikin laporan takutnya ada kesalahan dari pihak pelapor"ucapku.
"Ko gitu?"tanya Arya. "Situasi tersebut bisa dikatakan sebagai accidental awareness. Peristiwa terbangun saat operasi dikatakan sebagai situasi yang ‘tidak sengaja terjadi' dokter juga manusia bukan malaikat atau Dewa" ucapku. "Jelaskan maksudnya !" ucap Arya .
"Terdapat tiga jenis anestesi, yaitu anestesi lokal, anestesi regional, dan general anestesi, karena kalian bukan pasien jadi tidak perlu aku jelaskan" ucapku sambil menyilangkan kedua tangan di dada dan bersandar pada kursi kerjaku.
"Jika dokter anestesi menyadari kembalinya kesadaran pasien saat operasi tengah berlangsung, baik dari monitor tanda vital maupun dari komunikasi pasien, dokter dapat memberikan dosis obat anestesi tambahan untuk kembali menidurkan pasien. Dokter tentunya tidak akan membiarkan pasien berada dalam kondisi terbangun saat operasi tengah berlangsung jika memang mengetahuinya."
"Jadi menurutmu dokter tidak mengetahui kalau calon klien ku sudah sadar ?" tanya Arya.
" Bisa jadi begitu karena Alat EEG akan memberikan analisis kondisi pasien yang disebut dengan BIS. Nilai BIS bervariasi antara 0 (total tidak sadar) dan 100 (sadar). Nilai BIS 40-60 dikategorikan sebagai peringatan bagi dokter anestesi untuk menambahkan dosis obat bius. Oleh sebab itu, jika tidak ingin mengalami kondisi terbangun saat operasi, penting untuk membaca seluruh dokumen yang Anda tandatangani dan bertanya hal-hal yang Anda ingin ketahui atau tidak dimengerti kepada dokter yang kompeten sebelum menjalaninya."
"Jadi bagaimana sekarang ?"tanya Kana. "Bisa aku bertemu dengan dokter anestesi ?" tanya Arya .
"Buat ?" tanyaku. "Untuk memastikan aja?" jawab Arya. "Tanya aja bagian informasi aku masih baru di sini jadi belum tau mengenai jadwal praktek dokter di sini" Ucapku sambil berdiri.
"Kamu mau kemana ?" tanya Kana. "Pulanglah ojek ku dah nungguin di lobby " ucapku sambil berjalan keluar ruangan. "Kenapa Lo ngintilin gw?" tanyaku pada Kana. "Mau kenalan"Jawabnya membuatku malas melihatnya. "Seperti kataku dulu kita orang asing dipertemuan berikutnya dan kita akan memulai awal baru tentunya sebagai orang baru. Jadi mari kita berkenalan" ucapnya sambil menyodorkan tangan untuk bersalaman denganku.
"Dokter Dira!"
"Kapten Bima" ucap ku saat melihat siapa yang memanggil ku.
"Dokter sedang apa disini ?"
"Kapten sedang apa disini ?" ucap kami secara bersamaan,membuat kami tertawa.
🎼☎️ 081255668765
"Maaf sepertinya ojek yang saya pesan sudah datang, permisi " ucapku sambil menujukkan layar ponselku. "Bisa bagi nomor ponselnya. Dulu katanya tidak hafal sekarang sedang bawa ponsel " ucapnya sambil menarik turun kan alisnya membuatku lansung menyebut kan no ponselku, dan saat aku berjalan aku sadar masih ada Kana di sini yang pasti mendengarnya.
"Ini pa sebagai ganti pembatalan pesanan ojek nya, tolong di batalkan saja istri saya lagi ngambek" ucap Kana mengambil helm yang hendak aku pakai, dengan memberikan kepada driver ojek motor beserta 2 lembar uang warna merah. "Ingatlah kita hanya orang asing," ketusku. "Kana lepaskan tanganku " ucapku , tetapi Kana seolah tuli . "Masuk kalau gak mau gw cium disini "ucap Kana dingin membuat ku ahkirnya menuruti kemauannya.