
Sudah 2 jam kami terjebak di dalam mobil. Aku hendak mintak bantuan sama Kana tidak boleh. Tapi aku juga tidak mau di tinggal Kana untuk minta bantuan. Kana sudah menghubungi beberapa orang untuk minta bantuan. Tetapi cuaca hujan deras disertai angin kencang, membuat kami maklum.
"Hanna takut papi,"ucap Hanna langsung duduk di pangkuannya Kana.
"Banyak doa sayang semoga bantuan segera datang, sebelum malam."
"Mustahil mami!Mami lihat hujannya lebat disertai angin kencang dan petir,"ucap Hanna sambil menangis. Kalau dilihat dari situasi saat ini,memang sangat tidak mungkin orang berkeliaran di cuaca kaya begini.
Aku tarik nafas dan berpikir supaya anak-anak tidak takut, "Apa pun di dunia ini tidak ada yang mustahil bagi Allah SWT. Bagi Allah menjadikan sesuatu hal yang kelihatannya tidak mungkin menjadi mungkin amatlah mudah, dia hanya cukup berkata “kun”, maka akan terjadi sesuai dengan apa yang dikehendaki-Nya."
"Jadi jangan pernah meragukan Allah SWT,"ucap Radit bertepatan dengan suara ketukan di jendela mobil kami. Wajah triple tampak senang ahkirnya ada pertolongan ,itu yang terpancar dari wajah mereka. Berbeda dengan aku dan Kana yang mulai berpikiran buruk. Dengan cuaca seperti sekarang ini kami takut itu begal , rampok atau semacamnya. Dalam hati aku terus beristighfar dan berdzikir.
"Kakak Hanna pindah kebelakang sama adik,ya ! Papi mau buka lihat dulu!"
Setelah Hanna pindah kebelakang," Aku keluar jangan dibuka apapun yang terjadi jika bukan aku yang menyuruh !" Kana membuka pintu mobil pelan setelah berbicara kepadaku.
Bugh Bugh suara yang tidak jelas itu membuatku berpikir macam-macam, hingga ketukan di kaca mobil mengagetkan aku. Dengan perasaan was-was aku membuka jendela nampak, pria muda berpakaian basah kuyup.
"Ibu coba mundurkan mobilnya saya dan suami anda akan menarik ranting itu!"
Aku segera menutup kembali kaca mobil dan berpindah duduk di bangku kemudi. Setelah 10 menit masuk, nampak ada lecet-lecet di lengan dan tangannya.
"Apa Yang terjadi ?"
"Tidak apa-apa, hanya lecet. Triple pindah ke belakang ya kita berbagai dengan yang menolong kita!"
"Iya Papi?" Triple langsung pindah ke belakang tanpa bertanya apa-apa lagi. Kana keluar dari dalam mobil dengan membawa payung. 10 menit kemudian masuk perempuan mungkin seumuran aku sedang menggendong bayi dan pemuda.
"Maaf merepotkan," ucapnya.
"Tidak apa-apa,kami juga terima kasih sudah di bantu suami ibu," ucap Kana.
"Sayang ibu ini istri, yang menolongku tadi. Sekarang kita antar mereka pulang ya. Kasian dedek bayinya !"
"Iya,mas."
"Kenalkan nama saya Adira." Kataku sambil mengulurkan tanganku. "Sandra mbak."
"Berapa umur bayinya mbak ?"
"1 Tahun 3 bulan,"
"Sepertinya bayinya kedinginan ? Kakak coba cari selimut bersih!"
"Oke mami." Setelah 15 menit mobil kami berhenti di sebuah rumah sederhana dan nampak asri.
"Terima kasih atas bantuannya. Kalau bukan karena pak Arka membantu saya, mungkin anak-anak masih kedinginan di sana,"ucap Luki suami Sandra.
Setelah Kana menumpang berganti baju kami di jamu baik oleh mereka. Dari cerita yang aku dengar mereka dari rumah saudara karena hujan mereka menepi. Melihat mobil kami yang cup nya tertimpa ranting pohon,Luki berinisiatif menawarkan bantuan. Padahal dia juga kesusahan sungguh mulia hatinya, karena itu sebagai ucapan terima kasih Kana mengantar anak dan istrinya untuk pulang.
"Perkenalkan namaku Raihan."
"Aku Randi dan ini Radit adikku,serta yang perempuan itu kakakku Hanna."
"Kakak kelas berapa,?"tanya Radit. "Kelas 11, kalau kalian ?"
"Kamu semua sebentar lagi kelas 13."
"Kakakmu juga?"
"Iya kenapa! Meskipun aku kakak mereka bertiga , tetapi usiaku cuma berbeda 2 bulan dengan mereka."
"Maaf bukan begitu," ucap Raihan tidak enak.
"Mereka bertiga kembar cuma Hanna lahir duluan ," jelas ku membuat Raihan seperti takjub.
"Tante hebat punya anak kembar 3."
Ucap Sandra yang baru keluar dari dalam sambil membawakan hidangan.
"Haha ga apa-apa. Ini semua atas ijin kebesaran Allah SWT, bukan karena aku yang hebat."
"Aku sering lihat kembar 2 tapi kalau 3 baru sekarang. berati Hanna perempuan sendiri ya,tante?"
"Kamu itu cowok ko kepo,ya!"
"Hanna tidak boleh begitu sayang," tegur ku pada Hanna yang langsung cemberut. Berbeda dengan Randi dan Radit yang nampak cekikikan, "Hanna marah mi," ucap Randi.
"Bukan marah,tapi kesel masak kakak sekolahnya bareng sama adik. Pasti orang mengira dia tidak naik kelas," ucap Radit sambil terkekeh.
"Begini kakak Raihan yang penasaran Hanna akan jelaskan? Kamu bertiga kembar, aku lahir duluuan karena aku kembar tidak identik . Sedangkan mereka berdua kembar identik, makanya muka mereka sama aku beda."
"Hanna cantik jangan marah ya, maafin mas Raihan ya."
"Aku tidak marah cuma kesal ko tante,"ucap Hanna menjawab pertanyaan Sandra. Aku cuma bisa tersenyum melihat tingkah Triple, kadang mereka bisa dewasa dan kadang juga bisa bersikap kekanak-kanakan.
"Mas mintak maaf Ana cantik. Sebagai permintaan maaf mas punya sesuatu buat Ana," ucap Raihan sebelum pergi,selang 10 menit Raihan keluar. "Ini buat Ana," ucap Raihan sambil menyodorkan gantungan kunci, berbentuk boneka burung elang.
"Kenapa burung elang ,?"tanya Hanna.
"Karena namaku Raihan Elang Akbar. Rayhan berati Yang diistimewakan oleh Tuhan. Elang agar aku tumbuh kuat seperti burung elang. Akbar karena aku adalah calon orang besar."
"Amin !! Wah semoga tercapai semua keinginannya." Ucap kami bersama-sama,"Ini kartu nama saya, jika lagi main ke Jakarta mampir saja ke gubug kami," ucap Kana.
"Insyaallah saya akan main,"ucap Luki.
"Jika butuh bantuan hubungi saja saya ?"
"Wah tentu, ternyata anda seorang pengacara."
Setelah hujan mulai reda kami pamit pulang, allhamdullilah semua berjalan sampai kamu di Jakarta.
"Mi kakak ko jadi gak minat masuk sekolah asrama ya?"
"Kenapa, bilang sama kami ?"
"Tadinya Hanna cuma pingin tau rasanya hidup mandiri dan jau dari mereka berdua."
"Terus sekarang kakak mau apa?"
"Sekarang Hanna mau masuk sekolah yang ada kelas Akselerasinya." Membuat kami yang sedang menikmati sarapan pagi, menghentikan sarapan kami.
"Apa gara-gara kamu dikira tidak naik kelas kemarin?"
"Itu salah satunya, tapi aku juga pingin ngetes kemampuanku juga."
"Ok berati tidak jadi masuk asrama ?"
"Tidak. Tapi aku mau tinggal dengan kakek dan nenek di Singapura."
"Apa!! "
"Kenapa harus di Singapura bukan disini saja," ucapku.
"Biar ngerasain jauh dari mami, papi dan kedua bocah itu."
Kedua orang tua Kana untuk saat ini tinggal di Singapura, karena harus menemani kakek Kana yang melakukan pengobatan di sana."Itu lebih baik masih ada sanak saudara yang menjaganya," ucap Kana.
"Aku setuju!! Biar kalau ingin menjenguk Hanna kita sekalian jalan-jalan ke Singapura," ucap Radit.
"Ayolah mi, boleh yal!"
"Ok,mami setuju. Asalkan Kakak selamat tinggal di sana ,tidak membuat kakek dan nenek kewalahan."