
Sudah seminggu aku dan tim bekerja di Bandung. Selama ini kami tinggal di rumah Om Hardi.
"Setahun bergabung kerja sama Bimo , sekarang lepas sama Bimo gimana rasanya ?" Tanya mas Wisnu disela-sela kami menikmati makan malam sebelum pulang.
"Ya jujur. Waktu aku gabung dengan Hana aku takut akan banyak kendala. Tapi ternyata kalian lebih asik."
"Waktunya juga lebih jelas. Kadang aku bangun sudah siap kerja. Bimo masih tidur."
"Haha Bimo itu anak club dia biasa menghabiskan malam di club malam. Jadi wajar kalau biasa bangun siang."
"Lo Hana kan," ucap seseorang yang tiba-tiba menepuk bahuku.
"Eh Hany. Lagi liburan di Bandung ?"
"Orang tuaku tugas di Bandung, jadi liburan sekalian pulang."
"Oya kenalkan Han,ini mas Wisnu dan Beny rekan kerjaku."
"Hanny."
"Kok nama kalian hampir sama?"
"Kebetulan mas,?" jawabku.
"Iya kebetulan,ya."
"Sudah makan atau masih mau Makan ?"
"Masih mau makan ?"
"Ya udah gabung saja," uacapku. Kami makan berempat sambil bercerita banyak hal.
"Ternyata Lo orang yang asik juga ya,Han?"
"Walaupun di awal kenal terkesan jutek," ucap Beny memotong ucapan Hanny. Aku hanya tertawa mendengarnya.
"Ayo, masuk ke dalam mampir ke rumahku !"
"Lain kali aja kami takut. Biasanya kan tentara itu mukanya sangar." Canda Wisnu, "Kalau cuma teman gak lah. Kecuali kalian ada niat buruk."
"Hanny. Tidak sopan berbicara di pinggir jalan !" Teriakan seseorang lelaki usia 30 tahun,membuat Wisnu dan Beny yang tadi tertawa langsung diam.
"Ayo masuk kenalan sama Abang ku," ucap Hany sambil menarik tanganku untuk masuk ke dalam rumahnya.
"Apa sih bang teriak-teriak kaya di hutan saja, membuat teman-temanku takut saja! Maklum Han Abang ku ini biasanya hidup di hutan !"
"Kamu ini kalau ngomong ya,!"ucap lelaki itu sambil menonyor kepala Hanny.
"Papa bang Langga memukul kepalaku !"
"Kamu itu sudah tua mulutnya.!"
"Langga , Hanny kalian ini. Tamunya disuruh duduk Hanny!"
"Teman-teman kenalkan ini papaku."
"Hanna om."
"Wisnu."
"Beny."
"Ayo duduk," ucap papa Hanny.
"Mana minumnya,?" tanya Langga.
"Bibi yang bikin."
"Kalian ini teman kuliah apa teman nongkrong Hanny."
"Kebetulan kami kenal karena sesuatu hal,"ucapku tidak mungkin aku bilang apa adanya.
"Kalau mas Wisnu dan Beny aku kenal tadi pas kita makan bareng, mereka teman kerja Hanna. Hanna ini yang membantuku menghapus foto-fotoku yang ada pada ponsel dan laptop Alex."
"Wah nak Hana hebat. Om harap jangan salah gunakan kemampuannya nak Hana !"
"Insyaallah tidak Om. Kemarin juga karena saya kasihan denger cerita Hanny."
"Berapa umur mu,?"tanya Langga.
"24 mas."
"Kerja di mana kalian."
"BAKTI Kominfo,"jawab Wisnu.
"Kamu gak takut kerja bersama para laki-laki?"
"Ada apa dengan para lelaki. Saya niatnya bekerja bukan untuk menggoda para lelaki !"
Terdengar suara tawa kencang dari papa Hanny."Saya suka jawabanmu,nama mu siapa?"
"Rihanna Eka Wiraguna."
"Ada hubungan dengan Ardi Wiraguna?"
"Saudara."
"Saudara apa kalau boleh om tahu?" Tanya papa Hanny, sebenarnya aku kurang begitu suka membahas mengenai silsilah keluarga.
"Kakek Ardi saudara kandung kekek saya."
"Kamu cucu perempuan Bapak Cakra Wiraguna."
"Hebe iya,om."
"Papa kenal kakek Hana ,?"tanya Hanny.
"Kenal sih gak. Cuma sering dengar tetang mereka. Hana mau gak saya jodohkan dengan putra saya, Langga ini di usia yang ke 30 tahun sudah berpangkat kapten lo!"
"Papa udah deh, baru juga main kesini ko langsung di todong begitu."
"Ya udah santai saja Om masuk dulu. Ayo langga!"
Kami tidak lama ngobrol dengan Hanny karena tidak enak jika pulang terlalu malam. "Eh itu bukannya tentara yang dulu nemeni Lo di Jayapura ya, Han." ucap Wisnu sambil menujuk ke arah pos penjagaan palang pintu.
"Iya,"jawaku sambil membuka jendela mobil. "Mas Raihan !"
"Hana ,Hana kan!" Jawabnya sambil berjalan kearah ku.
"Habis nemuin siapa dari dalam ?"
"Tadi tidak sengaja ketemu temen terus ngantar pulang."
"Masih ingat aku gak mas,?"tanya Wisnu dari dalam.
"Mas Wisnu bukan !"
"Hebat ternyata masih di ingat juga namaku."
"Bagaimana kalau kita ngopi dulu,lama gak jumpa."
"Lain kali aja mas keburu malam, besok ga bisa bangun pagi lagi." Ucapku karena sudah pukul 10 malam.
"Boleh ,tapi jangan lupa tinggalin no ponselmu,"ucap Raihan sambil menyerahkan ponselnya.
"Han Bapak Cakra Wiraguna itu siapa,?" tanya Beny sambil mengendarai mobil.
"Buset. Baca Ben !"
"Mas yang bacalah gw lagi nyetir juga."
"Cakra Wiraguna menteri kesehatan tahun lalu dan sekarang menjadi ketua PMI. Mempunyai besan pemilik brand baju anak negri di Bandung dan salah satu pengurus pondok pesantren besar di Bandung. Mempunyai adik Ardi Wiraguna salah satu pejabat BUMN."
"Pantas langsung menjodohkan Hana dengan anaknya," ucap Beny.
"Gw sekarang ga aneh dengan mobil yang Lo bawa," ucap Wisnu yang sempat menanyakan harga sewa mobil.
"Biasa kali. Oya besok kita pindah ke apartemen adikku ya, karena lokasinya lebih dekat dari tower-tower yang harus kita cek !"
"Gw ngikut aja gak bakal Lo menelantarkan kita,!"ucap Wisnu membuatku tertawa.
"Adik Lo keberatan ga ?"
"Insyaallah gak dia nginep kalau lagi lembur di pabrik. Selama kita disana dia biar pulang ke pesantren !"
🎼✉️ +62 8887 5544 1234
Simpan ya Han
Mas Raihan
me
Oke mas
Sudah seminggu sejak pertemuanku dengan Raihan. Setiap hari Raihan akan mengirimkan pesan buatku seperti dulu waktu di Jayapura.
"Allhamdullilah aku gak nyangka hanya dalam 2 Minggu proyek ini hampir selesai," ucap Beny.
"Belum selesai, masih ada yang perlu kita perbaiki lagi!"
"Iya sih paling tidak kita sudah selesai 90 %. Jika kita mau lembur 2 hari juga kelar,"ucap Beny.
"Mau lembur biar cepat selesai. Tapi kalau selesai duluuan berarti kita siap dengan proyek baru,"ucapku.
"Boleh lumayan kan bonusnya,"ucap Beny.
"Mas Wisnu bagaimana,mau lembur biar bisa ambil proyek baru?"
"Boleh lumayan,buat biaya wisuda adik bontot ku,"ucapnya.
"Oke, berati Sabtu Minggu kita lembur. Senin kita bikin laporannya. Kalau ternyata tim Bimo sudah selesai ,dan ambil proyeknya saya harap jangan berkecil hati ."
"Jika ternyata tim Bimo sudah selesai dan ambil proyek ini.. Mau gak Lo ngajak kita wisata religius,"ucap Wisnu.
"Boleh."
"Asik TOS dulu broo!!! Siapa tahu kita bisa kenal santriwati dan bisa jadi jodoh kita!" Ucap Wisnu yang disetujui Beny.
"Kalian lagi makan siang juga di sini,!" ucap Bimo yang tiba-tiba muncul dengan timnya.
"Seperti yang Lo lihat,!"jawab Wisnu ketus.
"Boleh gabung tempat duduknya. Jangan kuatir kita gak minta di bayarin kok," ucap Cindy.
"Kalau cuma bayari kalian bertiga ketua tim kami gak keberatan kok? Iya gak Han?" Ucap Wisnu.
"Tentu silahkan kalian pesan apapun yang kalian mau,nanti aku yang bayar !"
"Ahh sombong,!" ucap Cindy menanggapi ucapanku.
"Wah dengan senang hati mari kita makan sepuasnya kalau begitu,"ucap Bimo.
Sepertinya mereka sengaja memesan makanan dalam jumlah yang banyak,dan dengan harga yang mahal."Boleh gak aku bungkus makanan yang tidak habis , sayang kalau tidak kemakan,"ucap Haikal yang dari tadi hanya diam saja.
"Jangan bikin malu atu mas Haikal,"ucap Cindy.
"Tidak apa-apa, Beny bilang pelayan suruh bungkus sekalian mintak bon nya!"
"Terima kasih Hana ," ucap Haikal saat pelayanan datang membawa bungkusan makanan yang tidak habis.
"Tidak apa-apa mas,itu lebih baik dari pada terbuang. Kami duluan kalau begitu ."
"Sepertinya si Bimo dan Cindy sengaja memesan makanan banyak dan yang mahal,"ucap Beny.
"Sudah biarkan saja yang penting tidak terbuang !"