
"Masih terima job di luar kerjaan gak?"
"Masih kalau ada kenapa ,?" jawabku.
"Gw ada job dia berani bayar mahal. Dia anak Jenderal, anak kesayangan 2 kakaknya lelaki semua. Kalau Lo bisa kenal dan mendekati dia ,Lo bisa gaet kakaknya."
"Gw gak tertarik dengan anak pejabat , meski anak Jendral sekalipun. Kenapa gak Lo gaet?"
"Gw kenal dia karena sering beli kopi di tempat gw kerja. Gw juga sebatas kenal tidak akrab,"ucap Anggi Barista di cafe tempat gw suka nongkrong.
"Lantas kenapa Lo umpani ke gw?"
"Gw tahu dari cerita-cerita teman yang kerja di kafe, tentang dia. Kalau gw cuma pelayan Lo kan orang kantoran,pasti serasi."
"Tida usah merendah Gi, kita itu sama-sama babu. Cuma bedanya Lo pelayan gw budak korporat."
"Job ngapain, memang ?"
"Gw gak tahu cuma dia mencari hacker yang bisa menghapus data. laptopnya kena virus gitu."
"Terus kenapa harus gw?"
"Gw pernah lihat Lo bongkar laptop punya,Ian. Kata anak-anak Lo selain piawai betulin komputer dan laptop,Lo juga bisa meretas data orang."
"Ok gw akan coba aja. Lo atur aja gw balik keatas jam kerja gw sudah habis."
Anggi seumuran denganku 24 tahun. Dia menjadi barista sekaligus pengurus kafe milik pamannya.
"Gimana kerjaan Lo ?"
"Bisa Lo cek ,dah gw kirim lewat email. Kenapa memangnya ?"
"Gw denger akan ada tugas ke Bandung."
"Dapat gosip dari mana Lo,?" tanyaku melihat ke arah Wisnu.
"Ardi yang bilang. Dia pusing siapa yang harus dia kirim. Mau ngirim tangan kanannya, tapi takut kangen !"
"Siapa tangan kanannya yang suka di kangenin ?"
"Tidak usah pura-pura gak tahu lo," ucap Wisnu membuatku tertawa mendengarnya. "Iya kangen di tindas!"
Ardi yang dulu suka memandang rendah ke pada ku,berubah setelah tugas pertamaku di Papua 3 tahun lalu sukses. Bahkan banyak yang bilang sekarang aku menjadi tangan kanannya.
Tapi sayang sikapnya masih saja kurang bersahabat menurutku.
"Han bisa bicara bentar,"ucap Ardi yang sudah duduk di depanku.
"Iya mas,ada apa ?"
"Ada tugas baru. Di daerah Bandung ada beberapa tower BTS yang masih 3G ,kita ditugaskan untuk mengupgrade nya. Sekaligus mengecek beberapa BTS yang ada di beberapa menara dan bangunan tinggi yang ada di kota Bandung."
"Terus masalahnya ?"
"Karena laporan Pengguna di daerah Sulawesi merasakan peningkatan Ketersediaan 4G tertinggi meningkat 15,4%, berbeda tipis dengan pengguna di Sumatera, Maluku, dan Papua Barat yang melaporkan peningkatan sebesar 14-15%. Maka kita harus segera mengupgrade semua, dan kita kekurangan orang."
Aku hanya menyimak sampai Ardi kembali berucap," Karena kita masih kekurangan orang, untuk daerah Bandung mas serahkan ke kamu sebagai ketua penanggung jawab bagaimana ?"
"Kenapa harus aku bukannya banyak yang lebih senior ?"
"Mungkin kalau dari lama kerjanya mereka senior,tapi kerjaan mas kurang yakin. Contoh Yanto kerjanya bagus tapi kurang teliti ,Hengki kerjanya bagus tapi jika menghadapi tantangan dia tidak bisa mengambil tindakan di lapangan secara cepat."
"Oke,tapi aku tidak mau ada komentar aneh-aneh di belakang ku. Jadi aku mau kita 1 tim kumpul untuk membicarakan tentang siapa yang sanggup jadi penanggung jawabnya."
Aku bergabung belum genap 4 tahun masi ada yang senior. Wisnu dan Yanto sudah 6 tahun bekerja di sini. Willy 7 tahun , Henky satu angkatan dengan Ardi sudah 9 tahun.
"Baik besok pada jam makan siang kita akan kumpulkan,"ucap Ardi sebelum meninggalkan meja kerjaku.
"Kan mas Wisnu lebih senior, kenapa tidak mas saja sih !"
"Tidak semua orang dewasa bisa berpikir dewasa. Begitu juga pekerjaan lama gak nya waktu tidak bisa dijadikan jaminan."
"Gaya Lo mas."
"Lo bener kan. Sekarang kalau kamu tak suruh milih ketua tim. Kamu pasti milih Ardi bukan yang lain, karena dia yang berkompeten,"ucap Wisnu. Aku hanya bisa mendengus mendengarnya.
Saat jam pulang kerja seperti biasa,aku beli minuman buat teman jalanku. Aku sengaja memilih apartemen dekat dengan tempat kerja yang bisa di jangkau dengan waktu singkat. Hanya 10 menit naik ojek motor.
"Hana orangnya yang gw ceritain tadi siang lagi disini mau ketemu gak,?" ucap Anggi sambil menyiapkan minuman pesanan ku.
"Boleh! Gw tunggu di tempat biasanya ya?"
"Oke gw panggil orangnya dulu!"
Tempat biasa adalah tempat dekat kaca di lantai 2,aku suka duduk di situ sambil melihat orang berlalu-lalang. Biasanya aku suka duduk disitu sambil menunggu adzan magrib, baru setelah selesai sholat magrib baru aku pulang. Kare jika langsung pulang suka terjebak macet.
"Hanna kenalkan ini Hanny,"ucap Anggi.
"Hanny mahasiswa pasca sarjana umur 24 tahun," ucapnya sambil mengulurkan tangannya.
"Hanna 24 tahun juga."
"Wah seumuran dengan."
"Oke karena sudah saling,gw tinggal pergi kalian bicara saja berdua."
"Oke makasih Anggi,"ucap Hanny.
"Langsung saja apa yang bisa ku bantu."
"Aku baru putus dengan pacarku kira-kira seminggu lalu. Satu hari setelah putus dia maksa balikan kalau tidak foto-foto kami yang memakai pakaian kurang pantas akan di sebarkan. Jika itu disebarkan dan ketahuan papaku aku bisa di tembak olehnya hidup-hidup."
"Bisa tulis no ponsel dan data pribadi mantan pacar mu,?" ucapku sambil menyodorkan kertas dan pensil.
"Menurut mu foto-foto kalian disimpan di laptop apa ponsel,atau hardisk ?"
Aku bertanya sambil mencoba meretas akun data ponsel lelaki tersebut. "Aku tidak tahu."
"Kejahatan dunia Maya semakin mengerikan padahal sudah ada undang-undang ITE."
"Apa ini gambar yang kamu maksud," ucapku sambil memperlihatkan foto-foto Hanny berpakean bikini. Dengan beberapa pose bahkan ada foto mereka yang lagi berciuman sambil berpelukan.
"Woo hebat, bagaimana cara menghapusnya ?"
"Aku hanya bisa menghapus yang ada di ponsel dan laptopnya. Jika di hardisk maka harus mengambil hardisk nya dulu."
"Wah hebat bagaimana cara kerjanya ?"
"Menggunakan Komputer zombie yang dapat digunakan untuk mengirim spam atau melakukan serangan Distributed Denial of Service."
"Boleh ajarin aku?"
"Boleh. Asalkan kamu bisa meretas data dan mengirimkan virus !"
"Hehe itu bukan bidang ku. Aku mahasiswa hukum!"
"Aku sudah menghapus yang berada di ponselnya dan ponselmu serta laptopnya. Sekarang tugasmu untuk memastikan bahwa foto-foto itu tidak tersimpan di hardisk."
"Aku yang akan memastikan itu nanti,berapa harus ku bayar jasa mu?"
"Aku tidak memasang tarif terserah kamu kasih berapa. Aku mau pulang sudah adzan magrib, titipkan saja sama Anggi honor gw."
Aku membereskan laptopku dan meninggalkan Hanny sendirian, yang lagi sibuk mengurus dirinya.