Don'T Judge Me

Don'T Judge Me
34. Hectic



Setelah pertemuanku dengan Arya dan Kana entah mengapa aku merasa tidak tenang ,filling ku hidupku akan di usik mereka berdua.


"Makan di kantin yuuk" ucap Bisma sambil menarik tanganku untuk mengikutinya, hari ini aku jaga IGD berdua dengan Bisma.


"Kemana dokternya "teriakan seorang lelaki yang baru masuk menghentikan langkah Bisma.


"Kita lihat dulu siapa tahu kondisi darurat "ucapku.


Nampak punggung lelaki sedang berkacak pinggang di samping brankar, nampak seorang wanita yang tergolek di atas brankar rumah sakit.


Aku dan Bisma berjalan mendekati mereka sambil memakai masker."Apa yang terjadi ?" tanya Bisma.


"Saat lagi makan tiba-tiba dia menggaruk-garuk badannya terus sesak nafas dan ahkirnya pingsan"ucap lelaki tersebut. Ini bukannya lelaki yang yang tadi siang di panggil Damar ya sama Arya,kataku dalam hati saat melihat leleki itu. Aku dan Bisma memeriksa perempuan itu melihat kondisinya, "Epinephrine" ucapku dan suster segera memberikannya padaku untuk di suntikan pada pasien.


Epinephrine di gunakan untuk melemaskan otot-otot saluran pernapasan dan meningkatkan ketegangan pada pembuluh darah. Obat ini bekerja dengan cepat untuk memicu kerja jantung, meningkatkan tekanan darah, melegakan pernapasan.


"Melihat ruam dan gejala yang anda sebutkan sebelum tidak sadarkan diri kemungkinan dia mengalami alergi,kalau boleh tahu sebelum tak sadarkan diri makan apa pasien ?"tanyaku.


"Sea food, kami lagi makan seafood setelah seharian jalan"ucap sang lelaki.


"Kita tunggu istri anda sadar untuk memastikan keadaannya, jika dia tidak punya alergi kita bisa melakukan serangkaian tes untuk memastikannya" ucapku. "Baik dok , terimakasih"ucapnya. Aku hanya mengaguk sambil meneruskan menulis laporan tentang kondisi pasien.


"Gimana keadaan istri lo?" suara Kana yang baru datang.


"Sepertinya alergi seafood, gimana administrasi udah selesai?" tanya Damar.


"Udah, beres Arya,Desi dan Felly baru tiba di parkiran " ucap Kana.


"Uda selesai, udah bisa di tinggal buat makan kan pasiennya " ucap Bisma.


"Tar lagi nyelesain laporan" ucapku.


"Dokter Bisma ini nempel mulu sama dokter Dira kaya perangko "ucap Suter yang berada di sampingku.


"Kamu aja yang makan duluan tar aku nyusul "ucapku," Tar ujung-ujungnya Lo gak sempet makan,terus pingsan lagi "ucap Bisma.


"Uhh dokter Bisma so sweet banget sih, aku juga mau dok di perhatikan kaya begitu "ucap suster, membuatku terbatuk-batuk mendengarnya.


"Apaan sih sus udah ah kamu pesan aja kita makan di ruangan, aku baru beli buku baru soalnya"ucapku,"ok "ucap Bisma sambil mengacak-acak rambutku sebelum pergi.


"Dokter Dira pilih yang mana ?"tanya suster." Pilih apa?" tanyaku bingung." Dokter Rio hot Dady si duda hot atau dokter Bisma brondong tampan dan tajir "ucapnya sambil cekikikan."Apa sih sus dokter Rio itu dokter konsultan aku, dokter Bisma teman yang suda ku anggap adik"ucapku sambi pergi menuju meja kerjaku.


Dira sadar segera gerak-geriknya dan percakapan nya sejak tadi diperhatikan seseorang.


Meskipun Dira sadar ada Kana di situ ,tetapi dia berusaha untuk bersikap tenang supaya tidak memancing kecurigaan Kana.


"Dok dalam 15 menit akan ada mobil ambulans datang membawa pasien yang tiba-tiba pingsan di duga serangan jantung " ucap perawat Lilis yang berdiri di depan pintu ruangan dokter jaga."Ok ,kita akan segera kesana,ayo habiskan makanan dari pada tar ke buang karena sudah tidak layak makan"ucapku. "Kita makanya kaya di kejar-kejar ya"ucap Bisma sambil membuang bungkus nasinya. "Ya beginilah nasib kita,tapi disini lah sensasi nya "kelakar ku mengahkiri makan ku dan berjalan kedepan menunggu pasien dalam ambulans.


"Pasien mengeluh sesak nafas sebelum tak sadarkan diri, pada saat dia beristirahat setelah bermain golf. Pasien bernama Angga Putra Prawira umur 62 tahun,tekanan darah hipotensi 85/55 ,suhu tubuh normal tapi keluar keringat dingin dok"ucap perawat.


"Keluarga pasien sudah di hubungi ?" tanya Bisma."Belum dok,"jawab perawat." Segera hubungi keluarganya "ucap Bisma.


"Keluarga bapak Angga"teriakku keluar dari ruang pemeriksaan setelah kurang lebih 40 menit aku dan Bisma memeriksa pasien.


"Tidak dok baru kali ini dia pingsan,suami saya tidak pernah mengeluh sebelumnya"ucap perempuan itu.


"Suami ibu terkena serangan jantung ringan"ucapku."Padahal tidak pernah sakit Lo dok"ucapnya.


" Kelelahan,depresi, kurang tidur, dan pola makan yang buruk juga bisa menyebabkan pemicunya ibu"ucapku.


"Bagaimana keadaan papa,ma " ucap 2 orang lelaki yang baru datang, satu bersetelan rapi satu berseragam loreng tunggu bukannya di Kapten Bima kataku dalam hati.


"Ini gara-gara kalian semua tidak ada yang peduli pada papa"ucap perempuan itu sengit.


"Emang kami kenapa sih mah"ucap pria berjas. "Maaf dok papa saya kenapa ya?"tanya Bima.


"Papa kalian depresi gara-gara mikirin kalian yang sudah pada tua tetapi tidak mau berumah tangga," ucap perempuan itu menjawab Bima,kulihat Bima dan adiknya nampak salah tingkah mungkin malu dengan tingkah mamanya.


"Ma aku bertanya pada dokter Lo "ucap Bima." Papa anda mengalami serangan jantung ringan,".


"Gara-gara kalian "ucap mamanya memotong ucapanku."Maaf dok bisa dijelaskan gak penyebabnya" ucap Bima.


"Dok ada pasien rujukan yang akan tiba 10 menit lagi,!" ucap suster memanggilku.


"Maaf semuanya sudah saya jelaskan ke ibu anda,saya permisi dulu" ucapku.


"Kamu Dira kan"ucap Kana menghentikan aku yang hendak melangkah pergi dengan memegang tanganku.


"Maaf pasien saya sudah menunggu " ucapku melepas paksa tanganku.


Kenapa dia belum pergi bukannya istri Damar sudah di pindahkan ke ruang perawatan,kesalku dengan situasi yang baru terjadi.


"Gimana hari ini "ucap Bintang berjalan menghampiriku yang sedang menulis laporan. "Hectic banget hari ini,baru datang mas?" tanyaku.


"Iya, gimana ada yang perlu diperhatikan ?" tanyanya.


"Sebagian sudah di pindahkan ke ruang perawatan,ada yang baru masuk pasien rujukan mau melahirkan kondisi semua baik cuma posisi bayi sungsang jadi menugu dokter spesialis kandungan"ucapku.


"Buku baru lo?" tanyanya."Iya baru beli tadi,gw balik mas kalau Bisma nyari gw udah balik ,tadi pamit untuk ke toilet tapi tidak balik-balik"ucapku.


Aku berjalan sambil membetulkan ikat rambutku yang berantakan, "Dira " teriak seseorang membuatku menghentikan langkah dan melihat ke arahnya."Kapten Bima, masih di sini nungguin mamanya?" tanyaku.


"Jadi bener yang memeriksa mama tadi kamu?" tanyanya, yang ku jawab dengan anggukan. "Bagaimana dengan kondisi papaku ?"tanyanya.


"Serangan jantung ringan sebaiknya atur pola makan ,berhenti merokok jika merokok. Hindari stres dan tidur yang cukup berkualitas jangan lupa cek up rutin."ucapku. 


"Mama menggunakan sebagai senjata memaksaku menikah " ucapnya."Ya udah menikah dong Kep nugu apa lagi"ucapku." Menugu seorang yang klik'di hati "ucapnya.


"Saya doakan semoga lekas bertemu, saya duluan mau pulang "ucapku."Bagaimana kalau saya antar "ucap Bima.


"Maaf Dira akan saya antar " ucap Kana yang berjalan kearahku, dengan di ikuti beberapa temannya yang tadi siang bersama dengannya.


"Ahh dari mana sih Lo,gw kan sudah bilang tunggu gw tar gw anter pulang" ucap Bisma membuat suasana tampak jadi lebih tidak nyaman.


"Maaf sebelumnya saya pulang dengan teman saya aja"ucapku langsung menarik Bisma dari sana.