
Setelah selesai kontrol kandungan kami langsung menuju ke rumah orang tua Aryo dan Arya, esok hari adalah hari pernikahan Arya dan Sekar.
"Jangan jauh-jauh dari mas "ucap Kana sambil berjalan menggandengku masuk.
"Assalamualaikum wahai ahli kubur, salam sejahtera sehat selalu !" ucap Kana tampak terlihat bahagia.
"Walaikumsalam "jawab mereka yang di dalam kompak.
"Bagaimana kabarmu "ucap Nadira sambil memelukku."Allhamdullilah sehat seperti yang kamu lihat " Jawabku.
"Kamu perasaan gemukkan ya ,"ucap Nadira sehabis memelukku. "Ya begitulah ."
"Jangan ngatain istriku gemuk, dia ideal menurutku" ucap Kana membuat si kembar tertawa.
"Arkana ternyata buncin berat,ya!"seru Aryo.
"Baru tahu Lo , jangankan melukai menyakiti hati istrinya Lo bisa habis sama dia,"ucap Arya.
"Untung istrimu tidak punya jiwa orang yang Baper dan jiwa pengadu,ya" ucap Nadira.
"Mama gw mana?"tanya Kana. "Lagi ngecek persiapan buat di bawa kesana sama mama gw," jawab Arya.
"Dasar mak-mak sudah di serahkan kepada WO,tapi masih aja sibuk ngurusin ini itu," ucap Kana.
"Gw ke kamar aja mau istirahat ngantuk banget apalagi mendengar orang ngobrol ," ucapku sambil berdiri, kehamilan membuatku mudah lelah mungkin efek umurku juga yang tidak muda lagi.
"Gw antar sampai ke kamar "ucap Kana mengikuti aku berjalan ke arah kamar Kana, yang berada di rumah Arya.
Membuat Arya berteriak "Dasar buncin, protektif," yang di sambut tawa yang lain.
"Kenapa aku harus di antar segala sih ,jadi bahan tertawaan kan jadinya " gerutuku.
"Mereka memang begitu,aku juga dulu juga suka ngetawain mereka. Ayo sini mas temani tidur nanti kalau kamu sudah pulas, mas akan bergabung dengan mereka lagi."
Ucap Kana sambil menarikku untuk tidur di dalam dekapannya ,dan mengusap-usap punggungku naik turun sampai aku tertidur.
Pernikahan Arya dan Sekar diselenggarakan dengan sangat sederhana, mengingat mereka merasa itu tidak perlu. Pesta pernikahan mereka sudah pernah dilaksanakan pada pernikahan pertama mereka semua, jadi di pernikahan kedua ini mereka hanya mengadakan acara syukuran setelah ijab qobul di kediaman Sekar.
"Tidak boleh minum-minum bersoda " ucap Kana lirih sambil mengambil gelas minuman soda yang ada di tanganku. "Sedikit aja mas!" mintak ku.
"Mas minum dulu tar kamu sisanya, kalau kamu yang minum duluan tar ada tragedi kebablasan,"ucap Kana membuatku menahan tawa.
"Jangan makan ini," ucap Kana saat aku mengambil selada dan kubis. "Kenapa ?"tanyaku.
"Ini sayur mentah,"aku hanya bisa menghela nafas mendengar ucapan Kana.
" Terus apalagi yang ga boleh ku makan ?"tanyaku.
"Banyak salah satunya,Ikan yang mengandung merkuri, seperti ikan tongkol, king mackerel, dan hiu. Kerang dan telur mentah atau setengah matang. Daging dan unggas mentah.4. Susu yang tidak dipasteurisasi."
"Wow dapat informasi dari mana itu?"tanyaku penasaran. "Aku baca dari internet lah , sekarang kan jaman canggih," ucapnya bangga.
"Ayah siaga apa protektif ini namanya," ucapku.
"Ya siaga lah."
"Yang mas sebutkan tadi makan yang tidak sehat buat ibu hamil itu benar,tapi bukan berarti tidak boleh sama sekali. Kalau kita makan cuma sedikit sebatas ingin mencicipi tidak masalah,mas" ucapku sambil menarik hidupnya kesal, habis semua yang kumakan juga diatur olehnya.
" Kalau gak mau nurut sama mas , mau mas bilang ke semua keluarga Kalau kamu lagi hamil triple."
Ancam Kana membuat ku hanya bisa pasrah dengan aturan dan larangan-larangannya , satu Kana aja sudah bikin kepalaku pusing jika ditambah Kana,Kana yang lain yang ada aku bisa stres.
Saat kami asik menikmati acara hiburan dengan kudapan yang ada,mas Nando kakak Nadira menghampiri kami bersama mbak Ika.
"Ya suruh suami kamu buat suapin kamu lah!" ucap Kana sambil melirik mbak Ika.
"Ko mau sih Dira yang cantik kaya orang Arab nikah sama, orang dingin dan kaku kaya kanebo kering sih!" ucap mbak Ika membuatku cekikikan.
"Kalau nggak ingat Lo lebih dulu masuk kantor advokat Milik keluarga gw, udah gw pecat Lo," ucap Kana.
"Mereka berdua itu seperti tom and Jerry, untuknya bisa damai kalau lagi kerja,"ucap Nando.
"Eh Lo dengar berita tentang Ajeng belum? Tidak sengaja aku kemarin lihat orang mirip Ajeng lagi belanja di swalayan."
"Ajeng sepupunya Rahayu bukan?"tanyaku memotong ucapan mbak Ika. "Iya Lo ingat Ajeng?" tanya balik mbak Ika.
"Yang aku ingat dia mantan tunangan Aryo yang kata Nadira dulu pernah suka sama Kana," ucapku sambil melihat kearah Kana.
"Kamu tidak ingat penyebab kecelakaan mu ?" tanya Nando.
"Dira kehilangan memori beberapa tahunnya,"ucap Kana sambil menggegam tanganku.
"Jadi selama ini kamu amnesia," ucap mbak Ika sambil menatap kearah ku.
"Cuma hilang beberapa tahun ko, bukan hilang ingatan semua. Buktinya aku masih ingat kalian ."
"Tapi kamu melupakan peristiwa penting yang kau lalui selama beberapa tahun itu kan,?"tanya mbak Ika, yang kujawab dengan senyum tipis.
"Harusnya yang nabrak kalian di hukum berat," ucap mbak Ika. "Kalian emang aku kecelakaan dengan orang lain juga ? Jadi korbannya tidak hanya aku ?"tanyaku penasaran.
"Iya korbannya ada dan pelaku tidak bisa dihukum karena di nyatakan tidak waras," ucap mbak Ika,tapi ada yang janggal selama bercerita.
Aku bisa melihat Kana sesekali menggelengkan kepalanya, kebetulan atau firasatku saja bahwa ada kejadian yang di tutupin. Ingin aku bertanya tapi aku sudah berjanji untuk tidak mencari informasi tentang kecelakaan dan masa laluku lagi, kepada Abi setelah sering melihatku sering sakit kepala.
"Sudah gak usah membahas wanita gila itu," ucap Nando. "Bagaimana apa sudah ada tanda-tanda kehamilan ? Tapi aku perhatikan pipimu sedikit chubby sekarang ?" ucap mbak Ika.
"Bukan chubby tapi seksi,"ucap Kana sambil mengecup punggung tanganku. "Dasar buncin. Ini orang kantor kalau tahu atasan mereka yang tidak pernah tersenyum, ternyata buncin dan selalu melihat senyum mu pasti kantor adem tidak tegang terus."
"Gw gak pernah senyum aja ada yang berani menggoda gw, apalagi gw bersikap ramah dan murah senyum," ucap Kana membuatku tertawa.
"Narsis kamu mas."
"Mereka tertarik sama suamimu itu selain fisik suamimu, juga karena kantong tebal milik suamimu,"ucap mbak Ika.
Kantor advokat yang aku kira miliki ayah Arya dan Aryo . Ternyata dalam proses pendiriannya bermodal dana dari mama Kana , mama Kana selain bermain saham dia dulu yang mengatur manajemennya, sehingga bisa bertahan.
Pernikahan Arya berjalan lancar, Abi juga datang mendampingi Hafiz yang bundanya menikah.
"Mas aku ke toilet dulu,"bisikku kepada Kana sebelum kami pulang.
"Halo Dira, masih ingat gw tidak." Sapa seorang wanita berpakaian seksi padaku setelah dari kamar mandi.
"Lo Ajeng kan sepupunya Rahayu," ucapku untuk memastikannya. Karena Ajeng yang sekarang tidak menggunakan hijab , berbeda dengan Ajeng yang dulu.
"Iya apa Lo ingat gw ?"
"Tentu ada apa?" tanyaku balik.
Bertepatan dengan kedatangan Abi dan langsung berdiri di depanku, "Apa mau mu ! Jangan pernah ganggu putriku lagi !"
"Takut sekali anda aku menggagu putrimu, padahal putri anda lah yang merebut kebahagiaanku. Aku kembali hanya ingin mengambil kebahagiaanku."
"Pergi sekarang !" Usir Abi terhadap Ajeng. Sebenarnya apa yang terjadi ingin aku bertanya kepada Abi apa yang kuambil dari Ajeng?
Ajeng pergi dengan senyuman yang mengandung banyak arti.