
"Selamat ulang tahun buat istriku! Semoga di hari spesial ini kamu selalu diberikan perlindungan oleh Allah SWT dari segala hal buruk yang bisa menimpa. Aku akan selalu mendoakan yang terbaik untukmu. Happy birthday My Dear Wife. Terima kasih sudah melimpahkan kebahagiaan dan cinta buatku" ucap Kana yang tiba-tiba datang dan memeluk pinggangku dari belakang.
"Terima kasih sudah mengingat hari ini, terimakasih atas limpahan cinta dan kasih sayangmu padaku. Padahal aku belum bisa memberikan yang terbaik untukmu " ucapku sambil berbalik dan mengalungkan tanganku pada lehernya. Aku Sadar di usia pernikahan kami yang hampir setahun ini, masih banyak kekuranganku salah satunya tentang keturunan dan memoriku yang belum kembali.
Tapi meskipun begitu Kana tidak mempermasalahkannya, "Mau minta kado apa ?.. Bagaimana kalau kita liburan ke Jepang melihat bunga sakura bermekaran, sepertinya saat ini waktu yang tepat melihatnya."
"Boleh kapan? Aku akan mengajukan cuti ?"ucapku antusias. "Minggu depan kita berangkat !"
"Tapi aku tidak janji aku ajukan cuti dulu"ucapku. "Tenang aku sudah atur semau itu, termasuk cuti mu"ucap Kana sambil memberikan kecupan-kecupan di seluruh mukaku.
"Malam ini kita akan merayakan ulang tahunmu bersama seluruh keluarga besar. Aku sudah boking restoran untuk semua keluarga besar,"ucapnya di ahkiri dengan ciuman yang memabukkan dan membangkitkan gairah.
"Mas kita masih di dapur !"ucapku mengingatkannya, "Tidak masalah yang penting tidak di tempat umum. Sesekali kita harusnya nyoba yang berbeda dari biasanya "ucap Kana yang langsung beraksi, dari tangan yang terus-menerus memberikan rangsangan juga mulutnya yang tidak berhenti menjilat dan menghisap area-area tertentu.
🎼ting Assalamualaikum,ada tamu. Suara bel apartemen berbunyi tetapi Kana tidak mau berhenti nanggung katanya, 'Bisa sakit Kepalaku seharian nanti kalau tidak di tuntaskan ' begitu katanya.
"Sana mandi wajib biar aku yang membuka pintu, siapa tahu tamunya masih didepan " ucap Kana santai. Dasar lelaki apa dia tidak tahu aku masih capek gerutu ku sambil berjalan ke arah kamar.
Setelah 30 menit mandi dan bersiap-siap dengan pakean semi formal untuk kerja dan makeup tipis, aku keluar kamar. Nampak semua keluarga Kana sudah berkumpul dan masakan yang ku masak juga sudah tertata rapi di meja makan, terlihat juga beberapa makanan sehat buatan mama Kana.
"Selamat ulang tahun sayang,doa yang terbaik untuk kalian selalu mama panjatkan "ucap mama Kana langsung memelukku.
Oya Mama Kana tidak jadi bercerai karena papa minta maaf atas sikapnya selama ini,dan sudah mengakui perasaannya terhadap mama,tapi mama Kana menjadi istri yang posesif.
"Ini mama beli obat kesuburan buat kandungan dan kualitas ******, jadi suami istri yang minum sesuai keterangan. Dan kamu Arkana diminum teratur jangan lembur terus, istrimu sudah mengurangi jadwal prakteknya kamu juga harus kurangi kesibukan mu. Kalau perlu pimpinan pusat oper ke Arya yang tidak ada istri."
Ucapan mama Kana membuat Kana mendengus mendengarnya, "Kalau aku yang jadi pimpinan aku hanya fokus ke manejemen, aku tidak mau menangani kasus-kasus. Kalau gak aku bisa kabur " ucap Arya .
"Kalau kamu mau meninggalkan kantor papa akan cabut semua fasilitas mu,"ucap papa Arya.
"Selamat ulang tahun calon istri gagal " ucap Arya yang hendak memelukku. "Bukan mahram" ucap Kana yang berdiri di antara kami, membuat Arya mencibirkan bibirnya.
Sejak menikah aku berusaha menerima keluarga Kana di tengah kebingungan ku tentang perubahan sikap semua keluarganya. Baik itu mamanya atau yang lain,"Kalau Kamu bosen buang saja pil atau jamu dari mama, rasanya juga tidak enak ini" ucap Kana saat kami berangkat kerja bersama-sama.
"Tidak apa-apa buatku anak itu rezeki yang tiada Tara. Jadi aku ingin kita menjalani tanpa beban toh mama tidak memaksa,cuma bilang' ini obat penyubur kandungan,ini obat buat ****** dengan kualitas yang terbaik' tidak mengharuskan kita untuk minumkan!"
"Padahal mereka tidak tahu sebulan kamu bisa mengalami masa subur 2 kali, sangking seringnya minum obat penyubur kandungan."
Ya sejak sering minum obat penyubur kandungan aku mengalami hiperovulasi. Hiperovulasi merupakan proses dimana rahim melepaskan lebih dari satu sel telur (pelepasan sel telur secara berlebihan) yang terjadi pada siklus menstruasi rutin. Hiperovulasi ini juga memungkinkan seorang wanita memiliki dua kali masa subur dan dua kali periode menstruasi dalam sebulan.
Malam harinya sesuai janji Kana kami makan malam bersama dengan kedua keluarga, termasuk pakde, Romi beserta Rara. Dulu aku selalu melewatkan ulang tahunku bersama dengan bunda ,hanya berdua dengan bunda tanpa siapapun tida seperti sekarang dengan banyak orang meskipun kami hanya makan malam bersama.
"Terima kasih untuk malam ini" bisikku saat kami dalam perjalanan pulang.
Aku terbangun pukul 3.00 pagi karena merasakan mual-mual yang hebat,"Kenapa ada yang sakit, kita ke dokter sekarang ya,"ucap Kana yang mungkin terbangun karena mendengar suaraku di kamar mandi.
"Tida apa-apa mungkin asam lambung naik,tau sendiri aku lagi diet" ucapku untuk menenangkannya. Setelah menikah Kana seringkali kalau ada acara kantor, atau mewakili mama rapat pemegang saham membuatku berkeinginan merubah penampilanku. Meskipun kata Nadira 'orang tidak akan melihat penampilan mu , mengingat kamu yang selalu berpenampilan syar'i begitu ' tapi aku ingin terlihat **** dan ideal untuk suamiku jawab ku saat itu.
Dengan tinggi 168 cm dan berat 65 membuatku kurang percaya diri, karena sebelum menikah beratku selalu di angka 50 kg.
"Mas bilang apa gak usah diet,kamu masih aja ngeyel tidak mau makan nasi putih karena diet. Lihat sekarang kamu sendiri yang merasa sakit kan,"ucap Kana. Aku yang merasa bersalah hanya diem saat di gendong ke ranjang sambil mendengarkan Omelan Kana.
"Ya Allah sepertinya perutmu menolak nasi yang kau makan, karena lama kamu tidak makan nasi,"ucap Kana sambil memberikan pijatan di tengkukku.
Aku mengganti nasi dengan umbi-umbian yang manis dari pada nasi merah yang bagus untuk orang diet.
"Sekarang minum teh hangatnya"ucap Kana sambil membantuku untuk duduk. Meskipun begitu aku tetap memaksakan diri untuk bekerja, alhasil membuatnya marah-marah karena tidak mau istirahat di rumah saja.
POV.Kana
"Kenapa Lo kenapa marah-marah terus kata Indri Lo mirip singa lapar yang siap makan orang," ucap Arya yang baru masuk dan duduk di sofa tamu.
"Pak , ini laporan yang anda minta dan berkas kasus sengketa tanah !" ucap Indri sambil menaruh berkas-berkas di atas meja kerjaku.
"Indri batalkan tiket pesawat ke Jepang, bilang ada perubahan jadwal !"
"Baik, pak!"
"Kenapa kan itu kado liburan buat Dira?"
"Sudah seminggu Dira selalu bangun sebelum subuh dan muntah-muntah!"
"Kenapa sakit?"tanya Kana. "Karena sering menemaniku ke acara-acara kantor dia pingin diet. Sudah hampir 6 bulan tidak makan nasi, waktu ulang tahunnya diakan makan nasi pagi sarapan bersama kita itu dan malam waktu makan malam bersama!"
"Kenapa tidak di periksakan,Dira kan kerja di rumah sakit?"
"Aku sudah suruh begitu, karena aku sadar tidak bisa menemani periksa?"
"Apa jangan-jangan Dira hamil!"
"Bisa jadi udah 2 bulan dia tidak datang bulan, Padahal biasanya dia rutin, terkadang bisa sebulan 2 x datang bulan ".
"Siap tahu dia Morning sickness."
"Maksudnya ?"
" Gejala rasa mual yang kerap dialami oleh ibu pada awal masa kehamilan."
Aku terdiam apa itu benar bisa saja begitu ,"Indri ke ruangan saya sekarang !" ucapku dari interkom .
"Iya apa."
"Jadwal saya hari ini apa ?"
"Makan siang dengan pak Bayu ingin mengucapkan terima kasih atas kemenangan kasus anda."
"Batalkan, habis itu apa?"tanyaku. "Bertemu pak Septian, membahas kasus baru ?"
"Alihkan ke Arya dan habis istirahat saya pergi bawa kesini semua laporan yang harus saya periksa dan tanda tangani."