
Sepertinya kemunculanku dan Raihan menjadi, kejutan tersendiri buat Bayu Samudra dan Nadiva. Terbukti Nadiva langsung minta maaf, bahkan selama obrolan singkat itu Nadiva tidak bersuara lagi. Hanya Bayu Samudra yang bisa menguasai diri bersikap biasa saja.
"Kalau menurutku wajar Nadiva terkejut melihat wajah mu, yang mirip dengan para lelaki di keluarga Samudra. Tapi kemiripan mu dengan Elang tidak seberapa, berbeda dengan Bayu Samudra yang bisa dikatakan sangat-sangat mirip dengan mu."
"Bisa di katakan wajah mu itu foto copy Bayu Samudra,"ucap Om Arya memotong ucapan papi . Hanya ada aku, papi, Raihan dan Om Arya di ruang tamu. Sedangkan mami membawa Elang ke kamar untuk tidur dan Radit belum pulang ,atau mungkin tidak akan pulang ke rumah malam ini.
"Tanpa tes DNA sudah jelas kalau ada darah Samudra di darah mu!"
"Aku tidak butuh di akui Pi, karena itu aku tidak butuh tes DNA."
"Kami tahu itu. Jika kamu butuh pengakuan, sudah dari dulu kamu lakukan."
"Aku hanya ingin tahu dan melihat saudara kandungku dari dekat."
"Biar tidak kaya sinetron, terlanjur cinta tidak tahunya saudara sendiri." Ucap Om Arya memotong ucapan Raihan.
"Ternyata Om yang terlihat wibawa , penonton setia sinetron ya."
"Ini semua gara-gara Tante mu. Yang selalu minta di temani kalau nonton sinetron, Kamu ngapain?"
"Ada deh,"ucapku masih fokus di depan laptop. Aku hanya memasang sedikit fitur yang akan mengetahui siapa saja yang ingin mengakses biodata Raihan, tentu tanpa sepengetahuan Raihan dan yang lainnya.
"Kalian nginep di sini saja Elang sudah pulas tidurnya!" Ucap mami yang baru datang dan bergabung dengan kami di ruang keluarga.
"Iya mi. Kami akan pulang besok pagi sehabis sholat subuh saja,"jawab Raihan.
"Papi sudah menceritakan semuanya, apapun yang terjadi cerita aja pada kami ya! Karena kami juga keluarga mu sekarang !" Ucap mami sambil menepuk bahu Raihan.
"Tentu mi! Sejak aku mengucapkan ijab qobul tidak hanya Hana yang menjadi keluarga ku, tapi kalian semua juga keluarga ku."
"Good, Om suka jawabanmu. Karena sudah malam om balik dulu ya."
"Ga nginep sekalian om,?" tanya Raihan.
"Kamu lupa rumah Om tinggal melangkah, bisa-bisa tengah malam ada yang mengetok pintu rumah papi mu!"
"Sana-sana pulang di cari istrimu,"canda papi sambil memeluk mami.
"Dasar pasangan buncin ga ingat umur, ga malu di lihat anak mantumu!"
"Gak masalah mereka juga pasangan halal,kok!"
Selepas kepergian Om Arya kami masuk ke dalam kamar masing-masing untuk istirahat, dan kembali ke asrama di pagi harinya.
"Semalam ke mana mbak?" Tanya Yanti yang baru datang menghampiriku yang baru turun dari mobil.
"Dari rumah mami ,ada apa sih?"
"Asrama bekas Letnan Yusuf sudah ada yang menempati kapten kaya suami mu mbak!" Iya Letnan Yusuf setelah kondisinya membaik di mutasi ke Solo. Jadi Sudah seminggu rumah Asrama itu kosong.
"Oya, sudah ada orangnya berarti sekarang ?"
"Belum, semalam baru di bersihkan sama para tentara muda. Mungkin 2 atau 3 hari lagi baru bisa di tempati !"
"Aku kira sudah ada penghuni baru." Ucapku masuk ke dalam rumah yang di ikuti Yanti, yang juga ikut masuk ke dalam rumah. Sedangkan Raihan sudah pulang habis subuh dengan mengendarai motor Radit, sedangkan aku menunggu Elang bangun dulu.
"Mobil mu ga keliatan beberapa hari kemana mbak ?"
"Di rumah mami."
"Aku kira kamu jual buat ganti mobil baru ?"
"Nanti kalau sudah bosen gw jual ,ganti yang baru! Yan nitip Elang bentar ya,aku mau beli susu buat Elang susunya ketinggalan di rumah mami!"
"Oke mbak!"Elang sudah mulai minum susu pendamping ASI sejak mulai mengenal makanan.
"Ko gak bawa motor mbak ?"
"Nanti kalau aku ngeluarin motor bisa ketahuan Elang,dong !" Seperti pada umumnya anak kecil yang sudah belajar menghafal orang tuanya, Elang akan menangis kalau melihatku mengeluarkan motor.
"Mau kemana jalan kaki ?" Tanya Faizal yang berjalan menyamai langkahku.
"Lain kali kalau mau bercumbu pintu rumah di tutup."
Deg deg deg deg apa jangan-jangan Faiz melihat kejadian kemarin siang, oh malunya.
"Oo kamu lihat.." Ucapku berusaha tenang menutupi ekspresi wajahku yang malu.
"Meskipun kalian halal ,bukan berarti bisa mengumbar kemesraan kalian !"
"Maaf kami tidak mengumbar kok. Lagian kami ciuman di dalam rumah, tidak di tengah jalan seperti orang pacaran." Meskipun begitu seharusnya pintu jangan dalam kondisi terbuka sih.
"Kamu benar-benar sudah bahagia sepertinya ya?"
"Tidak perlu di jawab sudah tahu lah, jawabnya apa. Sudah ada buktinya juga kan?"
"Iya bukti hidup kisah cinta kalian berdua. Jujur kemarin waktu kapten Raihan hilang, aku sempat berdoa berharap kamu menjadi janda."
"Sialan Lo! Lo doain anakku jadi yatim!"
"Gak ko,kan aku siap menjadi ayah buat Elang! Akan aku tunggu jandamu."
Seketika aku berhenti melangkah dan melihat kearahnya sambil berkacak pinggang. "Apa yang terjadi dengan hatiku dan suamiku itu urusan ku. Jangan pernah lagi kamu berdoa untuk menjadi ayah buat anakku! Camkan itu dasar Lo ya!!" Ucapku sebelum berlalu pergi meninggalkan Faizal, dengan setengah berlari kecil menyebrang jalan.
Karena rasa kesalku,aku berlari menyebrang tanpa melihat kearah kanan dan kiri. "Awas Hana !!"
Suara teriakan Faizal membuatku melihat kearah kanan, nampak sebuah mobil berlalu kencang kearah ku.
Allahuakbar, Allah maha besar. Ucapku sambil berusaha menghindari mobil tersebut.
Ciiit suara rem mobi membuatku menjadi pusat perhatian.Huss hah hah hah , Alhamdulillah Ya Allah Ya Tuhanku Yang Maha Pelindung bagi semua hambanya. Tunggu bukannya itu Oliv, nampak seorang wanita menyembulkan kepalanya dari kaca pintu mobil tanpa keluar.
"Kak Faiz lihat kondisi wanita dalam mobil itu !" Ucapku saat aku berusaha berjalan tapi tak bisa karena masih lemas.
"Hah bagaimana keadaan mu?"
"Sudah aku baik-baik saja,lihat duluuan itu mobil !"
"Sayang kamu tidak apa-apa?" Ucap Raihan yang baru muncul.
"Mas lihat kondisi orang dalam mobil itu! Aku yang salah mas nyebrang tanpa melihat kearah kanan dan kiri mas!"
"Aku akan melihatnya setelah membantumu untuk bangun, oke!" Setelah Raihan memapah ku berjalan menepi ,baru Raihan menghampiri mobil yang hampir menabrak ku. Tapi sayangnya keburu mobil tersebut kabur. Ahkirnya aku diantar pulang Raihan, setelah Raihan membeli susu buat Elang .
"Ya ampun mbak , kenapa jalanmu kaya orang pincang begitu ?"
"Tidak apa-apa,aku yang teledor nyebrang tidak lihat ke Kanan dan ke kiri. Mana Elang ?"
"Tu lagi main, Oya mbak aku tinggal dulu ya sepertinya Ayu lagi BAB." Ucap Yanti sambil mencium pempes putrinya.
"Oke makasih ya Yan."
"Sini buka kerudung dan bajumu aku obati mana yang luka !"
"Mas gak kembali ke kantor ?"
"Kembali setelah memastikan bahwa kamu tidak ada luka serius. Buruan buka pintu suda ku kunci!"
Terdapat luka goresan di lenganku dan paha di kakiku, yang mungkin karena gesekan dengan aspal.
"Kamu yakin ini bukan di sengaja? Karena di depan asrama dilarang berkendara di atas 50 km lo?"
Seketika aku teringat wajah Olivia yang sempat mengintip, apa benar dia sengaja ?
"Aku tidak tahu mas, yang jelas aku juga salah menyebrang tanpa melihat kearah kanan dan kiri."
"Kamu ada hubungan apa dengan dokter Faizal?"
"Aku, tidak ada."
"Jujur aja, tidak apa-apa !"