
Sebenarnya pihak keluarga Arkana berencana membatalkan acara resepsi pernikahan yang sudah siap 100%. Tapi Abi melarang jika dibatalkan akan merugikan banyak orang,pihak WO, EO terutamanya, ahkirnya resepsi pernikahan tetap di teruskan sesuai rencana. Abi juga melarang aku berlarut-larut dalam kesedihan, jadinya aku sekarang berada disini di dalam hotel sedang dirias oleh seseorang MUA.
"Wow amazing pernikahan Lo super mewah " ucap Nadira. "Aku tidak tahu semua di atur mama Kana aku tinggal menjalani" ucapku.
"Kalau laki Lo liat, pasti nyuruh Lo pakai cadar. Cantik banget."
"Lebay,"ucapku memutar bola mata malas. Sampai Abi datang dan menggandeng tanganku untuk berjalan ke arah pelaminan,"Kalau kaki mulai terasa nyeri bilang suamimu,kamu istirahat saja jangan di paksakan. Ingat kakimu tidak perlu malu" bisik Abi saat kami berjalan.
Resepsi tidak hanya mewah tapi juga banyak sekali undangannya, 2 kali lipat dari resepsi di Bandung kemarin. "Selamat gw gak nyangka hidup mu akan seperti Cinderella " ucap Farida menghampiri ku dengan senyum yang dibuat-buat.
"Terima kasih "jawabku,aku tidak menyangka uang bisa merubah karakter seseorang, Farida yang ku kenal sekarang tidak seperti Farida yang dulu.
"Apa anda lupa bahwa Cinderella itu aslinya bukan pelayan, Cinderella adalah anak bangsawan kaya yang harta bendanya di kuasai oleh ibu tiri dan saudara tirinya. Jadi kisah Cinderella memang cocok dengan istriku ini, putri bangsawan yang di buang bertemu dengan pangeran." Sungguh rasanya pingin tertawa mendengar kata-kata suamiku ini," Tapi tidak dengan mengambil hak orang lain. Tidak seperti istri anda yang menguasai peninggalan nenek keluarga Atmaja "ucap Farida,Ya Allah masih berkaitan dengan harta warisan rupanya, keluhku dalam hati.
"Apa anda tidak tahu kenapa suami dan adik ipar anda tidak mendapatkan haknya," ucap Kana yang disambut gelengan kepala Farida, sedang Radi bersama putrinya masih mengobrol dengan Abi.
"Karena kenyataannya orang yang anda sebutkan namanya tadi, hanya memiliki nama Atmaja tapi tidak mengalir darah Atmaja dalam tubuh mereka" ucap Kana membuat Farida melotot mendengarnya.
"Karena itu putri anda tidak menyandang nama Atmaja dibelakang namanya. Berbeda dengan istri saya meskipun tidak memiliki nama Atmaja,tapi dia menikah dengan wali ayah kandung Prabu Atmaja. Bukan seperti adik ipar anda yang menyandang nama belakang Atmaja ,tetapi menikah dengan wali hakim ,"sambung Kana membuat Farida menggelengkan kepalanya tida percaya.
"Selamat semoga menjadi keluarga sakinah mawadah warohmah " ucap Radi lalu menarik pinggang Farida, " Ada apa sayang kenapa kamu pucat,apa sakit ?" tanya Radi.
"Istri mu tidak terima seperti adikmu Rahayu tentang harta warisan Jiddah yang tidak di terima kalian. Sebaiknya kalian belajar menjaga lisan kalian,aku bukan lagi abdi masyarakat tapi seorang pengacara yang bisa menuntut kalian"ucap Kana.
Tanpa banyak bicara Radi membawa Farida segera turun dari pelaminan,"Ada aku yang selalu melindungi mu"bisik Kana sambil menarik pinggangku membuat pinggang kami saling menempel.
"Terahkir aku bertemu Farida lagi mengurus perceraian,apa mereka tidak jadi bercerai ?" tanyaku.
"Ya tuhan sayang harusnya kamu tidak melupakan ini, perceraian mereka gagal dan itu terjadi sebelum kamu melanjutkan pendidikan spesialis Lo "ucapan Kana membuatku tidak Percaya kenapa ingatanku semakin buruk,kataku dalam hati.
"Sepertinya besok kita harus ke dokter deh untuk memeriksa kondisi mu"ucapan Kana membuatku melotot.
"Kenapa harus di periksa kondisi ku,aku gak mau bahas masalah ingatan ya" ucapku.
"Membahas masa depan aja kalau begitu " bisik Kana membuatku merinding.
"Haha lucu sekali ekspresi wajahmu itu "ucap Kana sambil mencubit gemas pipiku.
"Ekhm ekhm "deheman Arya naik ke pelaminan membuatku kaget,aku kaget dengan wanita yang berjalan di belakangnya Sekar mantan ibu sambungku. Meskipun Abi cuma bercerita bahwa Sekar berhak bahagia dengan lelaki yang seumuran dengannya,tapi tetep apa yang ku lihat membuat ku sedikit shok.
"Kenapa kamu melihatku seperti melihat hantu?"tanya Arya. "Ini Sekar bundanya Hafiz kan?" tanyaku.
"Iya,tapi statusnya Single ko sekarang , jadi kami bisa bersama apa lagi kami sama-sama janda dan duda"ucap Arya membuatku kaget.
"Boleh,aku harus panggil apa nih ?"tanyaku tidak enak. "Panggil teteh aja,aku kan orang Sunda "jawabnya dengan senyum.
"Jangan cemburu Lo sudah punya istri "ucap Arya dengan memukul bahu Kana.
"Buat apa aku cemburu,aku sudah punya bidadari" ucap Kana. "Kita itu sama-sama korban patah hati,dia salah satu korban patah hati Lo dan aku korban patah hati istri mu" ucap Arya membuatku mengerutkan alis karena tidak paham dengan ucapannya.
"Gak usah di pikiran "ucap Kana, "Selamat menempuh hidup baru semoga menjadi keluarga sakinah mawadah warohmah "ucap Sekar sambil memelukku.
"Bukan mahramnya tidak boleh berjabat tangan "ucap Kana menarik tangan usil Arya.
"Posesif," ucap Arya. "Selamat gw selalu berdoa untuk Lo "ucap Arya sambil berjabat tangan ala pria dengan Kana.
"Jika capek dan kakimu mulai tidak nyaman istirahat saja,mau aku antar ke kamar ?"ucap Kana.
"Duduk disini aja "jawabku sambil duduk acara berahkir hampir tengah malam hingga membuat kakiku bener-bener nyeri, hingga terpaksa aku harus di gendong Kana untuk kembali ke kamar kami.
Wow ucapku saat melihat kamar yang penuh dengan bunga-bunga di atas tempat tidur,"Sini aku bantu lepas gaun biar bisa segera berganti baju "ucap Kana.
"Mandi dulu aja kali mas lengket badanku ".
"Ya udah mas siapkan air hangat dulu kalau begitu " ucap Kana bergegas menuju kamar mandi. "Airnya sudah Mas siapkan kamu mandi aja dulu atau mau mandi berdua dengan mas" ucap Kana. "Apaan sih mas,"ucapku sambil berjalan ke kamar mandi. Untuk berjalan dengan jarak pendek aku sudah tidak membutuhkan Kruk lagi, kata dokter Zein ini termasuk perkembangan yang pesat. Selama 30 menit berendam air hangat dengan aroma terapi membuat badanku rileks dan lebih segar.
"Mas sudah mandi ?"tanyaku setelah melihat Kana terlihat segar di hadapan laptopnya. "Masih ada kerjaan ?"tanyaku lalu duduk di sampingnya.
"Cek laporan keuangan"ucapnya. "Kamu itu pengacara apa akuntan." Kana terkekeh dengan pertanyaan yang kuberikan.
"Sini aku kasih lihat "ucap Kana memintaku untuk mendekatinya."Duduk sini"ucap Kana sambil menarikku duduk di pangkuannya."Ini laporan keuangan showroom mobile dimana mama menjabat sebagai salah satu pemegang saham di sana"ucap Kana membuatku tidak percaya.
"Wow amazing mamamu mas"Ucapku. "Mama dari muda suka bermain saham, tetapi kedua orang tuanya, Opa Oma melarang karena menurut mereka itu judi. Jadi yang tahu hanya aku dan papan"ucap Kana. "Laporan deviden buat pemegang saham "ucapku membaca yang tertera di laptop.
"Sekarang ini punya mu, besok kamu tanda tanganni ya "ucap Nanda. "Kenapa jadi punya ku?"tanyaku , karena seingatku mama Kana tidak suka padaku kenapa kepemilikan saham di alihkan atas nama ku.
"Kata mama lelaki berpotensi selingkuh jika punya uang banyak,jadi hartanya akan diberikan kepada cucunya dan selama cucunya belum ada ibu atau mamanya yang akan mengurusnya"ucap Kana sambil menutup laptopnya.
"Sekarang kita tidur pasti kamu lelah berdiri terlalu lama "ucap Kana sambil menggendong ku. "Selamat malam semoga mimpi indah "ucap Kana setelah kami sama-sama berbaring di tempat tidur.
"Sini biar bisa cepat tidur "ucap Kana menarikku untuk menggunakan lengannya sebagai bantalan aku tidur.
"Pelan-pelan kita nikmati prosesnya, bukannya pacaran Halal itu lebih enak karena tidak perlu menanggung dosa"ucapnya. "Bagaimana aku bisa tidur jika kamu mengajak aku ngobrol terus."
"Ok maaf,ayo kita tidur "ucapnya sambil mencium rambutku.