Don'T Judge Me

Don'T Judge Me
39. Siapa Dira



Hari ini hari ke 3 Rara di rawat di rumah sakit dan selama itu aku tidak pernah bertemu Budhe ,hanya Pakde dan Romi yang bergantian menjaga Rara. "Dok waktunya visit pasien !"ucap suster Mika. "Entar saya lagi ngisi perut lapar belum sarapan dari pagi"ucapku sambil mengisi membuat laporan di meja suster jaga.


"Ini jam berapa dok baru ko baru sarapan?"ucapnya. "Jam 10 sih tapi mau gimana lagi, dokter Rio tiba-tiba tidak bisa datang putrinya sakit "ucapku .


"Dokter tahu tidak, istrinya dokter Rio itu dulu perawat disini,habis melahirkan dia berhenti fokus ke keluarganya, tetapi pas dokter Rio sibuk ambil menyelesaikan S3 dia malah selingkuh dengan teman SMA nya"ucapnya."Jangan asal ngomong tar ada yang dengerkan gak enak!"tegur ku.


"Dokter gak tahu aja ketahuannya kan di rumah sakit ini, semua staf disini pada tahu setahun di cerai dokter Rio mantan istrinya bekerja lagi, karena kasihan ahkirnya Dokter Rio menjadikan baby sister anaknya"ucap Mika.


"Bagus itu siapa tahu bisa rujuk lagi"ucapku. "Gak bakal di ijinkan sama keluarganya Dokter Rio dok, mantan istrinya selain selingkuh kan juga matre,"ucapnya. "Udah waktunya visit "ucapku saat kami sudah masuk ruang kelas 3. Ruang kelas 3 berkapasitas 8 ranjang pasien,ruang kelas 2 berkapasitas 5-6 orang sedang kelas 1 berkapasitas 2 orang. Diatasnya ada VIP 1 kamar 1 orang dan diatasnya ada VVIP udah persis rumah ada kamar pasien,ruang tamu,kamar buat keluarga kaya kamarnya pak Handoko.


"Tahu gak ternyata cucu pak Handoko yang polisi itu salah satu ajudannya presiden,aku pernah melihat wajahnya di televisi," ucapnya saat kami menuju ruang pak Handoko.


"Hmmm "jawabku ala kadarnya ,aku sebenarnya kurang suka meladeni gosip yang suka beredar , bukan karena sok suci tapi karena aku sendiri yang malas jika bahas tentang keluarga triple A.


"Misi ,"ucap suster Mika saat kami masuk ruang perawatan pak Handoko, Nampak diluar ruangan ada Rahayu,Ajeng mantan tunangan Aryo dan umi Anisa sedang ngobrol dengan Tante Bulan dan Tante Camelia.


"Silakan masuk dok, bapak ada di dalam" ucap asisten pak Handoko yang berdiri di depan pintu kamar rawat pak Handoko,kami masuk tanpa menyapa mereka.


"Bapak lagi menerima kunjungan dari Bandung "ucap asisten pak Handoko."Orang sibuk ya pak Handoko, ternyata "ucap suster Mika.


Di dalam ruang pak Handoko ramai para lelaki selin kedua anak lelaki nya ternyata ada Om Hardi dan Abi beserta lelaki yang kalau aku tidak salah ingat suaminya umi Anisa.


"Silahkan Dok,aku sudah lebih baik kapan kira-kira aku bisa pulang dok"ucap pak Handoko." Secepatnya kalau emang kondisi sudah bener-bener pulih,tapi tetep rawat jalan ya pak "ucapku.


"Kalau saya minta dokter menjadi dokter pribadi saya gimana dok?" ucap pak Handoko.


"Maaf saya sudah terikat kontrak pak selesai wisuda harus mengabdi selama 5 tahun di Citra Medika"ucapku berkata yang sebenarnya,lagian aku juga tidak minat untuk berurusan dengan keluarga Wiraguna.


"Jadi anda dokter penerima beasiswa dari Citra Medika? Menurut saya kalau anda bilang tentang tawaran ini pihak Citra Medika tidak akan keberatan membagi waktu anda. Lagian diluar sana banyak dokter yang praktek di 2 atau 3 tempat sekaligus " ucap lelaki yang aku tebak adalah suami Anisa.


"Mungkin benar diluar sana banyak yang melakukan itu, tetapi saya masih belum punya jam terbang saya takut mengecewakan "ucapku.


"Kamu orang yang merendah, padahal dokter konsultan mu aja sering memuji kamu, selamat ya aku dengar bentar lagi wisuda dan tambah satu gelar lagi yang kamu sandang "ucap Papa Kana.


"Terima kasih Om buat saya itu bukan sembarang gelar tetapi tanggung jawab yang lebih besar" ucapku. "Dasar anak muda sok-sokan merendah " ucap suami umi Anisa.


"Nabi SAW bersabda: ‘Barang siapa yang tawadhu’ (rendah hati) karena Allah, maka Allah akan mengangkat (derajat) nya (di dunia dan akhirat). Dan siapa yang sombong maka Allah akan merendahkannya.” (HR Imam Ibnu Mandah dan Imam Abu Nu’aim)." ucap om Hardi.


"Kalau begitu saya permisi, bapak Handoko kemungkinan besok sudah bisa pulang "ucapku sebelum pergi meninggalkan perdebatan mereka.


"Bisa kita bicara berdua dulu,"ucap mama Kana saat aku keluar dari kamar perawatan . " Bicara apa Tante kalau mengenai kondisi pak Handoko, allhamdullilah sudah mulai ada kemajuan besok juga sudah bisa pulang, selanjutnya tinggal rawat jalan "ucapku. "Mengenai putraku"jawabnya dengan nada datar. "Maaf saya tidak ada hubungan apa-apa dengan putra tante, jadi masalahnya bukan pada saya tetapi putra anda"ucapku. "Dasar sombong anak gak jelas asal usulnya aja berlagu" ucapnya. "Siapa yang tidak jelas asal usulnya?" ucap Abi yang sudah berdiri di belakangku,aku lupa pintunya belum tertutup rapat bisa gawat ini.


"Ada apa lagi Lia, kenapa kamu masih suka bikin ulah dengan Dara seolah kamu punya dendam masa lalu dengannya" ucap Cakra yang juga berjalan keluar.


"Tidak aku cuma mau bicara berdua saja ,mengenai Kana putraku"ucanya mama Kana. "Aku peringatkan jangan campuri kehidupan Kana, seperti saat Kana masih remaja, jika kamu mengusik hidup Kana aku akan pastikan kamu menyesal"ucap Cakra.


"Anda menilainya dengan sebutan anak gak jelas,apa anda sudah tahu siapa orang tuanya?" tanya Om Hardi.


"Kenapa anda diam anda tidak tahukan orang tuanya " ucap Abi. "Saya tahu kata Rahayu dan Ajeng dia anak istri kedua "ucap Camelia.


"Apa yang salah dengan istri kedua,ibunya menjadi istri kedua karena paksaan istri pertama bukan kemauannya semata,bukan karena merebut lelaki orang "ucap Abi menatap tajam kearah Rahayu dan Ajeng.


"Kalau aku lebih memilih anak dari istri kedua dari pada anak hasil hubungan zina "ucap om Hardi sambil terkekeh.


"Apa maksud om bilang begitu ?"ucap Rahayu. "Tanya pada Umi yang melahirkan mu, jika kamu tidak tahu kebenarannya jangan suka menyebarkan berita yang berujung fitnah "ucap om Hardi.


"Aku tidak menyebarkan fitnah dia emang anak istri kedua "ucap Rahayu. "Iya emang anak istri kedua tetepi orang tuanya lebih terhormat menyerahkan kesucian hanya untuk suaminya. Jadi berhenti menghina atau berkata tidak pantas buat Dira ,om tidak suka "ucap Om Hardi.


"Kenapa Om membela dia bukan Ayu yang keponakan om sih"ucap Ajeng. "Karena Dira juga keponakan aku sedang Ayu , maaf sejak umimu bercerai kita tidak ada hubungan apa-apa "ucap Om Hardi. "Om kok begitu sama aku"teriak Rahayu.


"Apa mama mu belum cerita kenapa pernikahanmu dulu dengan Arya memakai wali hakim "ucap om Hardi,Arya sudah menikah dengan Rahayu ucapku dalam hati mengulang apa yang aku dengar ternyata hampir 4 tahun banyak yang telah terjadi.


"Jangan membuka masa lalu ga baik, lebih baik kita pulang "ucap Abi."Tidak aku ingin tahu kebenarannya " teriak Rahayu memegang tangan Abi.


"Aids bukan mahramnya tidak boleh bersentuhan kulit "ucap Om Hardi melepaskan tangan Rahayu yang memegang tangan Abi membuatku tambah bingung, Abi dan Rahayu bukan Mahram.


"Cukup Hardi jangan bahas masa lalu "ucap umi Anisa. "Aku tidak akan membahasnya jika putri tidak mengusik keluarga ku. Aku tahu aku hanya anak angkat aku tidak ada hubungan darah dengan AA atau keturunannya, tetapi aku juga tidak suka saat keluarga AA di pojokan "ucap Om Hardi.


"Umi apa maksudnya semua ini?" tanya Rahayu. "Ayu sudah 31 tahu sudah seharusnya tahu kebenarannya, maaf Nisa aku harus mengatakan ini. "ucap suami Anisa terhenti dengan gelengan kepala umi Anisa.


"Nisa tolong udah saatnya Ayu tahu,aku tidak mau sewaktu-waktu aku pergi aku masih menyimpan kebohongan ini"sambungnya lagi.


"Ceritakan apa yang Om tahu"ucap Rahayu,bersamaan dengan aku merasakan seseorang menarikku keluar dari ruang VVIP pak Handoko.