
"Sudah di kasih nama belum ni bocah,?" tanya Randi sambil menggoyang-goyang box bayi putraku.
"Baru juga lahir kemarin belum lebih 1 x 24 jam, sudah di tanyain nama."
"Kan cuma nanya ,kalau belum siapa tahu boleh nyumbang nama buat ponakan gw."
"Polisi aja baru mau proses laporan kehilangan orang, jika sudah lebih 1 x 24 jam ko."
"Sensitif banget, bu."
"Randi jangan ganggu kakakmu,!"tegur mami. Semalam aku tidak bisa tidur, bukan karena bergadang nemeni debay
(dedek bayi ). Semalam debay anteng bahkan harus di bangunkan untuk minum ASI.
"Memang Kenapa dia mi?" Tanya Randi yang masih bisa aku dengar.
"Hana terkena baby blues,?" ucap mami.
"Ko bisa,?" tanya Randi.
"Ya bisa baby blues hal yang wajar, kakak mu tidak percaya dengan kemampuan dirinya mengurus baby-nya. Apalagi ASI nya belum keluar banyak,"jelas mami.
"Randi kamu ambil kursi roda buat Hana !"
"Aku masih bisa jalan mami,"sewot ku.
Aku masih bisa dan kuat untuk berjalan sendiri, aku bukan wanita lemah.
"Gak usah Ran,"ucap mami.
"Jangan sensitif dong nanti cantiknya hilang Lo. Hana kakak ku itu kuat, pasti bisa membesarkan anak sendiri,ada kami keluarga yang selalu bersama mu."
"Bener sayang yang di katakan adikmu, jangan kamu membebani diri mu sendiri . Kita jalani dengan hati senang oke." Ucap mami sambil mengusap-usap punggungku. Setelah semua siap kami pulang ke rumah mami, sampai rumah mami memintaku untuk istirahat sambil membaca buku tentang menjadi seorang ibu.
"Kata mas Raihan putranya mau di kasih nama Satria Elang Maulana."
"Kapan kamu bicara sama Raihan ?"
"Mas Raihan,Hana ."
"Iya mas Raihan. Kapan kalian telponan?"
"Barusan , aku kira kamu tidur. Kata mami kamu istirahat,"jawab Randi.
"Iya sih, tapi karena tidak bisa tidur. Mami menyarankan aku membaca buku tentang menjadi seorang ibu."
"Sekarang waktunya makan, habis mami nya makan gantian dedeknya." Ucap mami sambil membawakan menu makan siang kesukaan aku, tapi di tambah beberapa rebusan sayur.
"Mi maafkan kakak selama ini ya, kalau suka bikin mami kesal, marah-marah dan bikin mami sedih. Sekarang kakak tahu gimana rasanya pengorbanan mami melahirkan aku. Apalagi mami pasti lebih berat, mengingat kami kembar 3."
"Anak perempuan mami ternyata sudah dewasa, sudah menjadi orang tua juga. Tugas orang tua itu tidak hanya memberikan makan ,dan mencukupi materi anak-anaknya. Mengasuh, memelihara, dan melindungi anak. Menumbuh kembangkan anak sesuai dengan kemampuan, bakat, dan minatnya."
"Makanya mami tidak memaksa kami mengikuti jejak mami jadi dokter?"
"Itu salah satunya,"jawab mami.
"Karena itu surga di bawah telapak kaki ibu. Karena perjuangan seorang ibu itu berat, hamil 9 bulan dengan berbagai ketidak nyamanan dan berbagai keluhan." Ucap papi yang baru datang bergabung dengan kami. Berkumpul sambil mengobrol dengan keluargaku membuatku lupa ,bahwa hari ini Raihan baru sekali menghubungi ku di waktu subuh aja.
Sebenarnya aku sedikit cemas, sejak aku melahirkan Raihan lebih sering menghubungi ku. Aku berusaha berpikir positif.
Tengah malam mami membangunkan aku, karena waktunya memberikan Asi sekalian mengganti pempes.
🎼✉️ my husband
Aku masuk hutan lagi dari siang tadi, sinyal susah jika ada sinyal aku akan kirim kabar lagi.
Sebenarnya aku mau video call tapi takut mengganggu istirahat adek dan Elang.
Satria Elang Maulana, itu nama yang aku titipkan pada Randi tadi pagi.
Titip jagoan kita ya.
Thank you my beloved wife, I always love you wherever I am.
"Baca pesan siapa kak?"
"Namanya Elang ?"
"Satria Elang Maulana, bisa di panggil Satria atau Elang."
"Lelaki gagah pemimpin yang kuat sekuat burung elang.
"Ma kok perasaanku tidak enak ya ma."
"Kenapa kak?"
"Coba mami lihat pesan dari Raihan deh!" Ucapku sambil menyodorkan ponsel ku kepada mami.
"Aneh gak sih menurut mami. Titip jagoan kita, kaya mau pergi kemana aja."
"Sudah tidak usah di pikirkan, lebih baik kakak istirahat saja sekarang." Dengan perasaan yang was-was, yang aku sendiri tidak tahu karena apa. Aku tidur dengan mendengarkan lantunan ayat suci Alquran dari suara mami.
"Hana masih tidur mi?"
"Masih kenapa pi?" Dengan mata yang masih mengantuk aku coba menajamkan pendengaran ku, aku ingin tahu obrolan mami dan papi.
"Kemarin pos penjagaan di mana Raihan bertugas,di serang komplotan pemberontak yang ingin merampas persenjataan."
"Bagaimana kondisi Raihan ?"
"Seorang Letnan di jadikan sandra untuk lolos, Raihan dan satu prajurit mengejar sampai ke dalam hutan."
"Pi, jangan sampai Hana tahu apa yang terjadi sebenarnya. Semalam Raihan sempat mengirim pesan ke pada Hana ,ini papi lihat."
"Semoga tidak terjadi apa-apa kita pantau dan bantu doa, untuk keselamatan Raihan. Papi juga akan hubungi kenalan papi di Den Mabes TNI."
"Hana Kemarin sempat mengalami baby blues, baru saja mendapatkan kepercayaan dirinya Pi. Jangan sampai kabar ini membuat Hana down lagi, kasihan cucuku."
Ya Allah YANG maha melindungi Al-Waliyy, lindungi lah suami , ayah dari putraku di mana pun dia berada. Aku harus kuat demi anakku, jika aku sedih tidak hanya putraku tapi pasti mami juga akan sedih.
Setelah papi dan mami keluar dari kamar ku,baru aku bangun dan membersihkan diri.
"Waktunya ibu menyusui sarapan biar air susunya banyak,"ucap mami.
"Terima kasih mami."
"Kakak sudah mandi ?"
"Sudah mi."
"Sekarang sarapan biar mami mandiin Elang !"
"Aku juga mau belajar caranya memandikan bayi mi, jadi aku mau melihat boleh ya mi?" Mami terlihat kaget dengan ucapan ku, sebelum ahkirnya mengaguk.
Hari ini aku sibukkan diriku dengan belajar secara langsung, dari mami bagaimana cara mengurus jagoan kecilku. Aku usahakan hari ini untuk tidak berpikir bagaimana keadaan Raihan, hanya doa yang selalu aku panjatkan di dalam hati.
Begitu pula dengan seluruh keluarga aku, tidak ada yang membahas mengenai Raihan seharian ini. Sampai tengah malam ponsel ku berbunyi.
🎼✉️ my husband
Mas hanya bisa mengirim pesan.
Mas pingin video call supaya bisa melihat muka adek dan Elang. Tapi mas takut batre mas habis, dan tidak bisa menghubungi kamu lagi.
Maklum di tengah hutan tidak ada listrik 🤣🤣
I miss you, I love you, hugs and kisses from me just for the two of you.
^^^me^^^
^^^I also love and love you always. Hugs and kisses from both of us to papa .^^^
(Aku juga sayang dan cinta kamu selalu. Peluk dan cium dari kami berdua untuk papa.)
Padahal aku langsung membalas pesan dari Raihan, tapi sayang hanya cek list satu. Aku berusaha menggunakan kemampuan ku melacak Raihan, tapi gagal karena koneksi internet di sana yang belum Semaju di ibu kota.
"Kakak kenapa malam-malam malah di depan laptop? Bukannya istirahat ?"
"Tidak apa-apa ko mi,ini sudah aku matikan laptop ku. Aku mau memberikan asi pada Elang, tolong bantu aku dong mi!"