
POV.Kana.
Aku sengaja meninggalkan kendaraanku di Mabes polri setelah hari ini menghadap atasanku.
"Makasih tumpangannya, " ucapku pada Danu saat mobil miliknya berhenti di depan rumah sakit tempat Dira bekerja. "Selamat berjuang wahai pejuang cinta semoga berhasil "ucap Danu membuat kami tertawa. Dira keluar dari rumah sakit dan berjalan kearah halte bus yang berada tak jauh dari rumah sakit, saat dia masuk aku juga segera masuk ke dalam bus karena terlalu asik dengan ponselnya dia tidak sadar kalau aku mengikuti dan mengikutinya. "Aku mau bicara "ucapku, setelah 5 menit aku duduk disampingnya tapi dia tetap tidak sadar akan keberadaanku. "Ko Lo bisa ada di sini?" tanyanya, bener tebakan ku dia tidak sadar aku mengikutinya dari tadi.
"Aku sudah memperhatikan mu saat kamu mulai keluar dari rumah sakit" ucapku.
"Tumben gak nyamperin ke rumah sakit ?"tanyanya.
"Kalau gw mendekat tar Lo kabur,"ucapku.
"Iya soalnya Lo menakutkan " katanya membuat aku tertawa ngakak. "Bisa dikecilkan gak itu volume, lihat semua orang melihat kearah kita "ucapnya sambil membekap mulutku supaya berhenti tertawa.
"Lo pasti mau nanya tentang jawaban lamaran lo?"tanyanya. "Apa jawabanmu ?" tanyaku.
"Maaf aku sudah pernah bilang pada mama mu bahwa aku tidak akan pernah ada hubungan dengan mu,jadi jangan buat mama mu kecewa padaku dan mengagap ku sebagai orang yang tidak bisa di percaya "ucapnya lirih. "Bagaimana dengan hati mu,?" tanyaku, kenapa dia yang pemberontak dan cuek masih bisa mikirin perasaan mamaku, padahal mamaku selalu menghinanya kataku dalam hati.
"Hatiku,ada apa dengan hati ku?"tanyanya. "Ternya otak mu yang pintar tidak ada apa-apa, jika berurusan dengan hati "Ucapku.
"Kamu tahu kita hidup itu tidak hanya tentang aku dan kamu, tapi juga tentang sekitar kita begitu juga dengan hati ,mungkin hati kita cocok tapi bagaimana dengan orang-orang sekitar kita jangan egois mementingkan kebahagiaanmu, tetapi pikiran perasaan orang yang kau sayangi. Ada mantan istri, mantan suami, mantan pacar,mantan menantu tetapi tidak ada mantan anak"ucapnya.
"Apa kamu yakin dengan keputusan mu?" tanyaku. "Aku tidak tahu"Jawabnya penuh keraguan.
"Kita pertama bertemu saat usia mu 25 tahun dan pertemuan kedua setelah sekian lama berpisah disaat umur mu 30 tahun. Aku berharap jika kali ini kita di pisahkan oleh waktu tidak akan selama , perpisahan kita yang pertama ".
"Mau aku traktir kopi, selama ini aku belum pernah mentraktir mu kan" ajaknya untuk yang pertama kali selama aku mengenalnya. "Ayoo"ucapku tanpa berpikir 2 kali . Untuk pertama kalinya kami menikmati sore dengan secangkir kopi di Ren coffe di Jakarta Selatan ,dengan mengobrol di selingi candaan renyah seolah kita tidak habis berdebat,serasa lagi kencan di temani senja yang mulai berganti malam.
"Meskipun kita sama-sama jadi makmum tapi aku senang bisa sholat magrib bersamamu, apalagi kalau bisa menjadi imam dan kamu makmumnya pasti akan lebi menyenangkan "ucapku yang disambut senyum tanpa perdebatan.
"Siapa? ko gak diangkat ?"tanyanya saat aku memegang ponsel."Arya nanya lagi dimana, sudah aku share lokasi , paling bentar lagi juga nongol" ucapku.
"Aku tidak tahu,apa kita akan bisa berjalan kaki bersama kembali setelah hari ini ,setelah penolakan mu untuk yang kesekian kalinya ?"ucapku.
"Tunggu sini aku mau memberikan mu bunga terakhir "ucapku saat melihat ada toko bunga. "Enak aja bunga terakhir, emang gw mau mati"ucapnya lucu membuatku tak bisa menahan tawa.
"Mbak bunga lambang cinta apa ya?"tanyaku pada penjual bunga."Merah cinta, kuning persahabatan ,lavender cinta yang unik ,Mawar putih kepolosan dan cinta baru, Mawar ungu gairah dan kegilaan dan mawar jingga daya tarik" ucapnya.
"Ya udah tiap warna satu ikat yang cantik, ya mbak"ucapku sambil mengambil uang.
"Makasih mbak."
"Setiap warna dalam bunga mawar ini melambangkan perasaanku padamu" ucapku."Oya , emang apa artinya ?"tanyanya.
"Merah cinta, kuning persahabatan ,lavender ,cinta yang unik ,Mawar putih kepolosan dan cinta baru, Mawar ungu, gairah dan kegilaan dan mawar jingga daya tarik" ucapku.
Aku tertarik dengannya,hanya dengan melihatnya aku merasa bergairah dan gila secara bersamaan saat melihat,dia adalah cinta yang baru buatku , cintaku padamu itu unik sudah tahu kamu tolak dan di tentang mama tapi aku tetap bertahan dan kamu bukan hanya cintaku tapi kamu juga sahabat ku Dira kataku dalam hati.
Hingga sorot lampu mobil menyilaukan membuatku sadar posisi kami di pinggir jalan, tapi sayang sorotan lampu yang berasal dari mobil itu sudah berada di depan kami membuat badan kami terbang seperti tertiup angin.
Brakkk Brakkk "ADIRA ,KANA " suara Arya memanggil nama kami secara bersamaan.
Kulihat Dira berjarak sekitar 3 meter dariku masih melihat ku sendu "Bangsat bangun,"ucap Arya sambil memangku kepalaku. "Titip jaga Dira"ucapku lirih sebelum mata ini terasa berat.
Aku terbangun dengan mencium bau khas rumah sakit dan terdengar bunyi suara yang aku tidak tahu.
"Apa ada orang ?"tanyaku karena hanya kegelapan yang ku lihat."Ini ada papa dan mama bagaimana,apa yang kamu rasakan ?" tanya mama.
"Gelap ma,aku tidak bisa melihat apa aku buta, sudah berapa lama aku tidak sadar ma? Bagaimana kondisi Dira?" tanyaku.
"Satu-persatu kalau bertanya " ucap mama. "Tenangkan dirimu dulu,baru bertanya apa yang ingin kamu tanyakan "ucap papa.
"Apa aku buta?" tanyaku. "Papa belum tahu karena dokter belum memeriksa kondisimu secara langsung.
"Berapa lama aku tidak sadarkan diri?"tanyaku."Seminggu " jawab papa."Apa selama itu aku tidak sadar sama sekali ?"
"Setelah operasi kamu sempat kritis sebelum ahkirnya kondisimu stabil dan sekarang sadar ,kamu hebat bisa melewati masa kritis "ucap Ayah.
"Apa aku akan buta?"tanyaku. " Kata dok"
"Kenapa harus kata dokter terus, kenapa bukan kata papa kan papa juga seorang dokter!" ucapku memotong ucapan papa.
"Cedera pada kepala dapat menimbulkan berbagai komplikasi salah satunya adalah kehilangan penglihatan. Hal tersebut dapat terjadi akibat saraf" ucap papa
"Gegar otak adalah kondisi cedera kepala yang terjadi ketika terjadi benturan pada kepala yang cukup parah sehingga membuat otak menjadi cedera. Umumnya, geger otak disebabkan karena otak membentur dinding keras tengkorak secara tiba-tiba,tapi biasanya bersifat sementara besok akan papa temani melewati pemeriksaan "ucap papa.
"Bagaimana Dira?"tanyaku. "Sudah seminggu koma" ucap Arya. "Cepat sembuh jika ingin bersama Dira!" ucap mama terdengar suara serak menahan tangis.
Keesokan harinya aku menjalani serangkaian pemeriksaan dan tes di temani mama dan papa.
"Apa kamu tahu siapa yang melakukan ini?"tanyaku, karena tidak ada yang membahasnya dari aku sadar.
"Ajeng, padahal sebelum kejadian aku sempat memaksa Dira untuk melaporkan kejadian penculikan dan penyekapan yang di alaminya kepada pihak yang berwajib, tetapi dia ngotot tak mau malah menyuruh membawa Ajeng ke psikiater atau psikolog "ucap Arya. "Sekarang bagaimana Dira?"tanyaku. "Masih sama belu ada perubahan yang signifikan "ucap Arya.
"Semua berawal dari ku" ucapku. "Jika kamu menyesal cepatlah sembuh"ucap Arya.
Setelah menjalani serangkaian tes aku memutuskan mengajukan pensiun dini, mungkin mataku bisa sembuh dengan transplantasi kornea mata tapi kakiku butuh waktu lama untuk kembali normal. Mama dan papa juga ikut mendukung dengan keputusan yang ku ambil.
Setelah memutuskan berobat ke luar negeri hari ini untuk pertama kalinya aku bisa melihat Dira secara langsung setelah kecelakaan.
"Aku minta maaf atas apa yang terjadi dengan Dira pak" ucapku. "Ini musibah,takdir yang harus di terima. Bukan saatnya untuk saling menyalahkan , tapi mari kita saling menguatkan " ucap ayah Dira.
"Saya lusa akan terbang ke luar negeri untuk mengobati kakinya saya yang cidera dan menjalani transplantasi kornea kornea mata"ucapku."Semoga pengobatannya berjalan lancar dan bisa segera kembali ke tanah air. Mari kita saling mendoakan agar segera di berikan kesembuhan dan kesehatan bagi kita semua "