
Byurrr Sial umpatku dalam hati sambil menatap tajam kearah 2 wanita yang berdiri dengan sombong di depanku. "Buat apa kalian menculik ku?"tanyaku.
"Karena dengan menculik mu aku bisa memiliki semua aset yang dimiliki Abi"ucap Rahayu .
"Tidak akan "ketusku. "Kita akan buktikan, kalian lakukan "ucap Ajeng.
Nampak 2 lelaki bertopeng maju satu memegang handycam satu diarahkan ke arahku,dan satu lagi mendekati ku."1 2 3 mulai "ucap Rahayu .
"Lihat putri anda,jika anda tidak mau terjadi apa-apa dengan Putri anda siapkan uang 1 miliar " ucap sang pengancaman dengan menodongkan pisau kearah leher ku. "Jika anda telat 10 Menit kesucian putri anda jaminannya"ucap sang pengancam sekali lagi dengan menarik rambutku ke belakang. "Cukup "ucap Rahayu .
"Apa-apaan kalian semua ini,siapa yang menyuruh mu bertindak terlalu jauh. Berpikirlah sebelum bertindak jangan terlalu ceroboh" ucap Radi emosi.
"Bukannya kamu butuh dana dan kami hanya membantumu" ucap Ajeng. "Diam kamu, jangan terus kau hasut adikku untuk kepentingan pribadi mu. Aku akui aku butuh dana banyak dan Abi menolak membantuku , tetapi bukan berarti kalian bisa seenaknya menculik orang, ini kriminal namanya " ucap Radi.
"Bagaimana kamu bisa tahu aku menculik dan membawa dia kesini?" tanya Rahayu."Kamu lupa Ini rumahku, aku punya akses untuk melihat rumah ini tanpa harus kesini"ucap Radi.
"CCTV "ucap Rahayu dan Ajeng bersaman. "Pinter, tetapi sekarang tidak berguna 2 x 24 jam polisi pasti akan menangkap kalian "ucap Radi.
"Bagaimana ini"ucap Rahayu ketakutan, " Aku tidak mau masuk penjara,kita lepaskan saja dia sekarang "ucap Rahayu mendekati. "Jangan gila, kita tinggal mengirimkan video ancaman itu,maka semua usai"ucap Ajeng.
"Haha kamu lupa rencanamu untuk menjebak Kana aja gagal dan kau dengan mudah melempar kepada adikku. Tidak untuk sekarang aku tidak mau kamu peralat adikku lagi"ucap Radi.
"Apa yang sebenarnya terjadi kak?" tanya Rahayu. "Sepupu kita ini terobsesi sama Kana. Dia jatuh cinta pada Kana dari SMP karena Kana yang memberikan pertolongan saat dia di hajar paman karena gagal memenangkan olimpiade "ucap Radi.
"Itu tidak benar "teriak Ajeng. "Kesucianmu kamu serahkan kepada Kana di saat kalian masih kuliah, dalam kondisi Arkana mabuk kamu melemparkan tubuhmu padanya kamu bisa menghindari kejadian itu tetapi kamu membangunkan singa yang tidur "ucap Radi.
"Tida itu tidak benar " teriak Ajeng. "Kamu lupa aku berteman dengan keluarga mereka,jadi aku memantau segala pergerakan mu. Sebelum Kana pindah tugas ke Jakarta kamu sengaja mendekati Aryo untuk dekat dengan keluarganya, sampai keluarga mereka menerima mu tapi gagal karena kecerobohan mu yang mudah tergoda."
"Itu tidak benar"
"Oya terus yang benar bagaimana ?" tanya Radi.
"Aku memang mencintainya dia cinta pertamaku, tetapi sejak dia menolak ku,rasa itu mulai ku buang"ucap Ajeng.
"Kau buang untuk dirimu sendiri. Kau mendekatkan Rahayu dengan Kana supaya kau bisa selalu dekat dengan Kana tanpa harus memilikinya."
"Itu tidak benar, cintaku tulus padanya. Aku ingin dia bahagia tetapi tidak dengan janda, seperti cinta pertamanya si janda yang masih mengejar-ngejar nya sampai sekarang "ucap Ajeng.
"Karena itu kamu mengumpankan adikku pada Kana!"tanya Radi."Kana hanya boleh menikah dengan Rahayu jika harus menikah dengan sama-sama janda, Rahayu dari keluargaku sendiri status sosial sudah jelas terus apalagi yang kurang darinya tidak ada"ucap Ajeng bertepatan dengan keluarnya Kana dari belakang pintu.
"Kita ahkiri semua disini tetang obsesi gila mu,tapi lepaskan Dira sekarang, dia tidak ada hubungannya dengan kita"ucap Kana.
"Mari kita jalani dengan saling menyayangi sebagai seorang teman tentunya bukan lebih "ucap Kana.
"Jika aku tidak mendapatkan kamu hanya sepupuku yang boleh menikah dengan mu bukan yang lain, jangan bergerak semua "ucap Ajeng,aku tidak tahu dan tidak sadar kalau Ajeng berjalan mendekat ke arahku dan menjadikan ku sandra.
"Jangan gila Ajeng kamu bisa masuk penjara "ucap Rahayu. "Meskipun aku tidak ngapa-ngapain dia,kita tetap di penjara atas tuduhan penculikan!" ucap Ajeng. Aku hanya bisa merintih saat ujung pisaunya mengenai kulit ku, mungkin leherku tergores sedikit saat Ajeng menarik rambutku aku harus tetap tenang jangan memancing emosi kataku dalam hati.
"Kamu bohong padaku,kamu bilang setelah menculiknya dan dapat tebusan kita akan melepaskannya "ucap Rahayu, Ah bodoh seperti Rahayu ini gampang banget di bohongi sepupunya ucap ku dalam hati.
"Ok sekarang mau mu apa? Tapi tolong buang pisau yang kamu pegang "ucap Kana. "Tidak kalian pasti akan tetap memenjarakan aku"ucap Ajeng,apa mereka tidak tahu aku sedang kedinginan, hanya dengan menggunakan tang top di siram air dingin keluhku dalam hati.
"Jika kamu tidak percaya dengan mereka, apa rencana mu sekarang ?"ucapku dengan gemetaran karena kedinginan. "Biarkan dia memakai jaketku kasihan dia kedinginan, bibirnya suda membiru "ucap Kana. "Ok tapi dilepas dulu yang basah "ucap Ajeng diakhiri dengan menyobek tang top ku dari belakang dengan Pisaunya yang di pegangnya. Aku cuma bisa menarik nafas panjang dengan tingkahnya karena ujung pisau yang tajam sepertinya melukai punggungku.
"Kamu sengaja melukainya "geram Kana. "Kenapa gak terima"ucap Ajeng di ahkiri dengan menusuk pahaku tidak dalam mungkin sekitar 1atau 0.5 cm kedalamnya setelah memakaikan jaket milik Kana padaku. "Hentikan "teriak Kana frustasi.
"Ini hanya luka kecil tidak akan menyebabkannya lumpuh "ucap Ajeng.
"Kamu menakutkan,kamu menyeramkan,kamu psikopat "teriak Rahayu ketakutan."Aku bener ini tidak sakit " ucap Ajeng sambil melukai tangannya sendiri dengan pisau hingga darah keluar.
"Sekarang kau coba "ucap Ajeng sambil menarik lengan jaket keatas.
"Jangan aneh-aneh kamu "teriak Kana. "Aku cuma mau ngasih lihat kalau ini tidak sakit "ucap Ajeng sambil membuat goresan ditangan ku seperti apa yang dilakukan di tangannya,aku hanya bisa menahan perih karena sayatan yang dibuatnya.
"Apa menurut mu itu tidak sakit ?"tanyaku. "Tida aku merasa puasa setelah melakukannya,"jawabnya.
"Dilihat dari sejumlah luka di lengan mu luka-luka sayat di pergelangan tangan pasti kamu sudah lama melakukan itu ?"tanyaku.
"Sejak mama meninggal karena kecerobohan ku yang baru belajar mengendarai mobil, sejak papa sering menuntut aku untuk menjadi nomor satu dalam segala hal , sejak papa menyalahkan bahwa aku anak yang hanya bisa memberikan luka kepadanya " ucapnya sambil tertawa terbahak-bahak dengan air mata yang mengalir deras.
Disaat bersamaan kulihat Kana sudah Mulai berjarak satu langkah di belakang Ajeng, dengan sekali gerak Kana bisa melumpuhkan Ajeng. Bertepatan dengan semua orang masuk Rahayu melepaskan ikatan tanganku "Maaf,aku menyesal "ucap Rahayu.
"Jangan di ulangi"jawabku mendekati Ajeng yang melihat Kana dengan pandangan kosong.
"Kamu tidak apa-apa ?"tanya Abi,"Tidak apa-apa hanya goresan luar, sebaiknya kalian jangan sampai meninggalkan Ajeng sendiri dan jauhkan semua benda-benda tajam dan berbahaya dari nya, juga Carikan psikolog untuknya" ucapku yang diangguin Radi.
"Apa tidak lapor polisi ?" tanya Romi. "Tidak usah ayo pulang gw Kedinginan "ucapku berjalan mendahului para lelaki meninggalkan rumah Radi.