
Dunia kerja itu butuh koneksi sekarang aku percaya itu, sebagus apapun nilai Indeks Prestasi Kumulatif atau IPK kita jika tidak punya koneksi orang dalam tetap sudah. Buktinya aku yang dulu dengan nilai yang di atas rata-rata sangat susah untuk mendapatkan pekerjaan,beda aku yang sekarang.
Dari awal sebelum aku tahu siapa calon suamiku,aku sudah bilang siap menikah dengannya asalkan tidak di larang bekerja.
"Kita akan tinggal di apartemenku atau rumah kado pernikahan orang tuaku?" tanya Kana sambil melepaskan kancing baju koko nya.
"Jawab dulu pertanyaan ku secara jujur, Apa kepindahan kerjaku campur tangan keluargamu?" tanyaku. Hari terakhir kerja aku mendapatkan mutasi kerja ke ibukota padahal aku bekerja di sana belum lama.
"Iya,Abi bilang kamu mau menikah asal di ijinkan tetap kerja " ucap Kana sambil duduk di sampingku dan menaruh baju koko di atas kasur.
"Pantas "ucapku sambil merebahkan badan. "Aku tidak mau kita berjauhan, kalau berjauhan kapan hubungan kita bisa maju berkembang biak "ucapnya sambil terkekeh. "Dasar otak mesum".
"Bukan mesum tapi normal,ya. Kamu dokter tahulah kebutuhan biologis lelaki dewasa"ucap Kana.
'Seseorang istri wajib melayani kebutuhan biologis suaminya. Jika menolak selain mendapatkan dosa dan dilaknat oleh malaikat, takutnya suami akan menyalurkannya di luar sana. Dan itu memberikan kesempatan kepada para wanita pelakor di luar sana' ceramah agama yang kudengar sebulan lalu berputar-putar di kepala ku.
"Ko diam tidur?" tanya Kana, yang melihat kearah ku.
"Tidak, boleh aku bertanya ?"
"Tanya saja aku suamimu aku akan berusaha menjawab jujur semua pertanyaanmu"jawab Kana sambil memiringkan tubuhnya kearah ku.
"Apa kamu masih perjaka ? Jika tidak boleh aku tahu kapan kamu melakukannya?"tanyaku .
"Aku tidak perjaka, aku melakukan pertama saat kuliah dalam kondisi mabuk dan aku juga tidak tahu dengan siapa,tapi beberapa tahun lalu karena suatu insiden aku jadi mengetahui dengan siapa aku melakukan hubungan seksual pertama kalinya ".
"Apa kamu menyesal telah melakukannya ?"tanyaku.
"Jujur tidak aku malah ketagihan".
"Apa kamu sering melakukan free *** ?"tanyaku. "Tidak aku hanya melakukan dengan orang yang menjadi pacarku,dan kami melakukan suka sama suka tanpa ada paksaan. Tapi aku hanya mau melakukan dengan wanita yang sudah pernah melakukan ?"ucapnya.
"Kenapa harus dengan yang sudah melakukan? Apa karena mereka lebih ahli ?"tanyaku. "Bukan,tapi aku tidak mau merusak seseorang yang masih gadis."
" Apa kamu menyesal menerima pinangan ku, setelah tahu aku tidak perjaka ?" tanya Kana lirih .
"Buat apa menyesal, bukan kah menyesal itu dilarang oleh agama. Karena sama artinya Kita tidak menerima takdir kita. Boleh aku tahu kapan Terahkir melakukannya ?"tanyaku.
"Aku lupa mungkin 5 tahun lalu,saat aku awa -awal berjumpa dengan mu, itu kayanya yang terakhir kali aku menjalin hubungan dengan wanita"ucapnya.
"Mari kita buka lembaran baru mewujudkan keluarga yang sakinah mawadah warahmah. Salah satu tujuan pernikahan adalah terciptanya hubungan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahramnya untuk ikatan suci yang halal dan diridhai oleh Allah SWT. Mendapatkan keturunan yang sah. Terpelihara dari perbuatan zina. Menambah tali silaturahmi dari 2 keluarga. Jadi mari kita buka lembaran baru hubungan kita mulai hari ini"ucapku.
"Bersikap dewasa untuk hubungan dewasa itu seperti apa menurut mu ?"tanyaku. "
" Menurutku hubungan dewasa itu hubungan yang berlandaskan pada sikap percaya dan saling menghormati. Dua hal tersebut yang menunjukkan tingkat kedewasaan dalam hubungan antara kita. Selain itu sikap menghormati juga menjadi kunci dari hubungan yang sehat".
"Good gw setuju "ucapku. Ku dengar suara langkah kaki Kana berjalan menjauh dan tidak lama kembali mendekat. "Kamu mau pilih yang mana ?" tanya Kana menyodorkan 5 Kartu di depan ku.
"Buat apa ?"tanyaku. Aku punya 2 saja sudah banyak menurut ku ini 5 bagaimana ngisinya, apa jangan-jangan kartu-kartu ini sebagian kosong, Kana Hanya menjebak ku,tanyaku dalam hati.
"Nafkah lahir " jawabnya."Ini ATM gajiku waktu jadi polisi dulu masih ada saldonya dan setiap bulan di isi temanku, karena kami punya usaha salon mobil tapi pemasukannya tidak seberapa. Yang ini punyaku dari jaman sekolah pemberian orang tua ku , sama kaya ini kartu kredit tagihan masuk ke papa. Ini kartu kredit dari mama jadi tagihan langsung ke mama dan ini yang terakhir murni dari kerjaku sekarang".
Tanganku mengambil kartu terahkir "Kenapa cuma ngambil 1?"tanya Kana. "Aku sudah punya 2 tambah punya mu jadi 3"ucapku.
"Setelah memberikan nafkah lahir apa kamu juga akan minta nafkah batin padaku ?" tanyaku lirih.
" Apa sudah ada keputusan mau tinggal di mana di apartemen apa di rumah?"tanya Kana. "Di apartemen aja soalnya jaraknya lebih dekat dari tempat kerja kita masing-masing ,kalau dari rumah sepertinya akan terlalu jauh" ucapku.
"Aku setuju dengan pilihanmu sekarang kita siap-siap habis sarapan kita akan terbang ke Jepang."
"Bulan madu ?"tanyaku. "Terserah kamu mengagap bulan madu atau melihat salju "ucap Kana.
"Baju buat musim dingin,aku tidak punya. Paspor dan visa bagaimana ?" ucapku. "Sudah disiapkan oleh Nadira dan visa serta paspor sudah di urus Abi sebelum pernikahan kita" ucap Kana, membuatku kaget ternyata semua kejutan sudah di persiapkan.
Setelah selesai sarapan kami diantar ke bandara sama Arya yang sudah menunggu " gw harap waktu pulang dari negeri sakura sudah pecah perawan" ucap frontal Arya membuatku melotot dan Kana tertawa ngakak.
Selama dari bandara internasional Soekarno-Hatta hingga sampai di bandara internasional Jepang Kana mulai berani skinship ringan dari berpegangan tangan, berpelukan saat di ruang tunggu dan dalam pesawat atau sekedar merangkul lengannya saat berjalan.
"Pakai jaketnya,sini mas pakaikan "ucap Kana saat pesawat sudah mendarat di Tokyo. Kana tidak melepaskan tanganku selama perjalanan hingga saat mengambil koper di bagasi pesawat, tangan kami terlepas.
"Wow " ucapku saat melihat salju yang menutupi jalanan. Begitu sampai di hotel aku lepaskan sepatuku dan berlari ke atas tempat tidur untuk menghangatkan badanku yang kedinginan di luar.
"Mandi pakai air hangat mau"ucap Kana yang kujawab dengan gelengan. "Kalau berendam di Jacuzzi mau "ucapnya, meski aku tidak pernah melihat tapi aku tahu Jacuzzi tempat berendam air hangat yang nyaman di dalam kolam yang bergerak seolah memijat setiap bagian tubuh yang terendam di dalamnya. Jacuzzi umumnya ditemukan di hotel atau tempat spa. Harganya yang cukup mahal membuat kolam ini hanya dimiliki oleh orang-orang tertentu saja.
"Ada disini ?"tanyaku bukan menjawab Kana tiba-tiba menggendongku kedalam kamar mandi. Amazing ucapku dalam hati melihat Jacuzzi dengan Diding kaca hingga kita bisa berendam sambil pemandangan di luar.
"Kenapa kamu lepas baju mu?"tanyaku pada Kana yang sibuk melepaskan baku." Berendam biar badanku seger " ucapnya setelah tinggal celana segitiga dia masuk dan berendam sambil memejamkan matanya.
"Disini hanya kita berdua,aku halal untuk mu"ucap Kana. 'Ayolah gak usah malu kapan lagi bisa berendam di Jacuzzi, ah gak papa kali di buka toh Kana juga suamiku ' ucapku sambil melepaskan bajuku dan setelah hanya 2 yang tersisa, dengan berjalan pelan aku ikut masuk dan ikut berendam di dalamnya.
"Luruskan kakimu jangan kamu tekuk,rileks kan badan mu"ucap Kana. Terpaksa kaki ku luruskan kearahnya, setelah 5 menit mencoba menikmati sensasi seperti di pijat membuat mataku terpejam menikmatinya. Jacuzzi Di definisikan sebagai sebuah kolam besar untuk berendam yang menggunakan sistem jet bawah air untuk memijat tubuh.