
Aku terbangun dan merasakan badan terasa segar, capek dan pegal di badan serta kakiku karena resepsi di lanjutkan perjalanan udara hampir 8 jam hilang. Tunggu bukannya aku harusnya masih berendam di Jacuzzi, kataku dalam hati langsung membuka mataku saat mengingat apa yang terjadi sebelum tertidur.
Nampak Kana sedang tadarus Al-Qur'an dan aku melihat penampilanku yang menggunakan jubah mandi tanpa dalaman. Kulirik jam dinding sudah 3 jam aku tertidur, "Sudah bangun, gimana segarkan badanya setelah berendam."
" Bagaimana aku bisa berpindah tidur di ranjang ?"tanyaku membuat Kana tertawa. "Ya aku gendong lah masak aku nyuruh pegawai hotel menggedong istriku."
"Dan bajuku... apa kamu juga yang menggantikannya..." ucapku lirih karena malu sambil menundukkan kepalaku.
"Ya tentu, masak aku tega menidurkan mu yang masih memakai baju dalaman basah , dan tidak mungkin aku mengijinkan orang lain untuk melihat aurat istriku" ucapnya sambil duduk disampingku.
Kalau Kana yang melepaskan dalaman ku berati dia melihat tubuh poloku dong,ucapku dalam hati.
"Iya mas melihat semuanya,maka dari itu mas buru-buru memakaikan mu jubah mandi. Mas takut khilaf," ucap Kana membuatku terenyuh punya istri tapi kebutuhan biologisnya masih belum terpenuhi.
"Maaf...!" ucapku lirih. " Tidak apa-apa mas tunggu kesiapan mu, sekarang pakai bajumu terus sholat magrib."
Selesai sholat magrib Kami menunggu waktu sholat isya tiba dengan makan malam. Sehabis sholat Isya Kana mengajakku menikmati malam kota Tokyo, setelah 2 hari jalan-jalan dan berbelanja di Tokyo kami pindah ke Osaka. Ini bukan seperti bulan madu tapi lebih seperti traveling, meski Kana sudah mulai membiasakan aku dengan sentuhan-sentuhan fisik.
"Suka..?" tanya Kana sambil memelukku erat dari belakang, saat kami menikmati pemandangan malam terbaik osaka di Abeno Harukas.
"Pasti kamu menghabiskan banyak uang untuk liburan kita?" tanyaku setelah aku memutar badan melihat kearahnya.
"Tidak masalah asal istriku senang," ucapnya sambil mencium seluruh mukaku. "Lusa kita akan kembali ke Indonesia, apakah ada tempat yang ingin kau kunjungi ?" tanya Kana sambil berjalan pulang ke hotel dengan berpegangan tangan.
" Aku ingin melihat bunga sakura bermekaran,tapi aku lihat di internet sekarang belum waktunya."
"Berati nanti saat kita liburan ke Jepang lagi kita sesuaikan waktunya "ucap Kana bertepatan dengan salju mulai turun.
"Wow indah "kataku takjub dan merentangkan kedua tangan untuk menikmati salju.
"Kenapa ?" tanya Kana saat melihatku mulai menggosok-gosokkan kedua tanganku tanda mulai kedinginan.
"Haha ayo kembali ke hotel, paling tidak Kita tidak akan kedinginan " ucap Kana sambil merangkul bahuku untuk berjalan.
"Bagus ya "ucapku saat sudah berada di dalam kamar hotel, melihat salju turun dari diding kaca hotel.
"Tida dingin lagi, pakai baju tipis ?"tanya Kana saat keluar dari kamar mandi, melihatku memakai baju tidur sedikit pendek dan tipis.
"Dingin sih tapi baju bersih ku masih di laundry tinggal ini yang tersisa. Aku yakin ini pasti yang beli Nadira !" ucapku melihat kearahnya yang berdiri di sampingku.
"Kenapa kamu yakin yang beli Nadira, siapa tau aku yang beli."
"Karena sewaktu aku belum berhijab,aku kalau tidur suka pakai begini," jawabku. "Kenapa sekarang tidak pernah ?" tanya Kana yang sudah berdiri di belakangku, sambil memelukku.
"Ya kadang masih kalau lagi tidur sendiri "ucapku asal. "Sekarang kalau lagi tidur sama aku, boleh ko pakai baju kaya begini. Lebih terbuka lagi seperti lingerie mungkin "ucap Kana sambil menjilat dan menghisap leherku.
Apa ini saatnya aku menunaikan kewajiban ku sebagai istri, memberikan kehormatan ku pada suamiku kataku dalam hati.
"Auh"rintih ku saat Kana menggigit bibirku supaya terbuka dan dia memasukkan lidahnya. Aku sendiri bertanya-tanya sejak kapan posisi kami jadi berhadapan, apa karena aku sibuk dengan pikiranku sendiri jadi tidak sadar kataku dalam hati.
"Dek " panggil Kana menyadarkan aku dari lamunanku.
"Hmm" jawabku sambil memperhatikan penampilanku yang sudah acak-acakan dan sama halnya dengan Kana, dalam hatiku bertanya apa itu ulahku.
"Boleh mas minta sekarang ?"tanyanya dengan suara serak dan lirih, saat aku mengagukkan kepalaku dia langsung mencium rakus bibirku menghisap dan **********. Sekelebat bayangan ini pernah kualami tapi di mana dengan siapa tidak jelas terlihat.
"Kenapa ?"tanya Kana dengan posisi kami diatas kasur. "Tidak.. Entah kenapa aku seperti pernah mengalami rasa ciuman panas yang barusan ,tapi aku tidak tahu dengan siapa "ucapku.
"Apa kamu mau berhenti di sini?" tanyanya dengan nafas memburu." Tidak lanjutkan saja" ucapku sambil melepaskan kancing kemeja Kana satu-persatu.
"Terima kasih sudah memberikan kesucian mu padaku," ucap Kana sambil memberikan kecupan-kecupan di leherku.
"Padahal mas tidak sesuai dengan mu"ucapnya dengan menempelkan kening kami. "Berati itu takdirku," jawabku sambil mengatur nafasku.
Dengan di bantu Kana aku ke kamar mandi untuk membersihkan diri, 2 hari yang tersisa yang tadinya berencana untuk berjalan-jalan jadi gagal. Kana seolah tidak ada capek dan bosan menjamah tubuh ini, katanya itu efek dari dia puasa terlalu lama
"Siapa yang menjemput kita di Bandara ?"tanyaku, saat kami jalan bergandengan tangan keluar dari bandara.
"Rencananya Arya,tapi mendadak dia ada perlu jadinya Romi."
"Mas aku ke toilet dulu."
"Perlu aku temani ?" ucap Kana. "Tidak perlu ya, emang aku anak kecil"kesalku.
Me
Mas tamu bulanan ku datang,
^^^🎼✉️Kana^^^
^^^Tunggu saja di dalam aku belikan pembalut^^^
Me
Terima kasih mas
^^^🎼✉️^^^
^^^Mas sudah di depan^^^
Aku langsung keluar mengambil plastik yang di pegang Kana, perhatian juga ternyata kataku dalam hati. Tidak hanya pembalut Kana juga membelikan aku ****** *****.
"Lama sekali sih"ucap Romi saat melihat kami keluar.
"Biasa mampir toilet dulu"Jawabku.
"Ini mobil siapa, mobil baru kamu Rom?" tanyaku melihat mobil Toyota Yaris warna putih yang dipakai Romi menjemput kami.
"Mobil kamu hadiah dari Abi atas pernikahan kita," ucap Kana. "Tapi aku belum bisa mengendarai mobil sendiri."
"Ya udah gw yang pakai "jawab Romi. "Nanti mas ajarin jangan kuatir, itu hadiah dari Abi dengan kamu memakainya itu sudah membuat Abi bahagia. Mas ada mobil kalau mau pakai, pakai aja."
"Bener mas, yang Toyota Supra boleh BMW Z4."
"Terserah kamu mau yang mana, asalkan kamu tidak minta yang baru saja sama,mas" ucap Kana.
"Yes , thanks you brother."
"Mas ko gitu sih, Romi kan sudah kerja biar dia beli sendiri lah" ucapku tak setuju. "Tidak apa-apa Lagian Mas masih ada mobil yang lain,"jawab Kana aku sebenarnya merasa tidak nyaman aja dengan kebaikan Kana , meskipun sekarang dia suamiku.
Karena dalam memoriku tidak ada baik-baiknya tentang Kana. "Langsung apartemen Rom, sudah tahu lokasinya ?"tanya Kana yang duduk di bangku belakang bersamaku.
"Sudah. Mas Arya sudah memberikan alamat lengkapnya jangan kuatir, kalau mau tidur nanti akan aku bangunkan kalau sudah sampai."
"Dasar penjilat "ketusku yang disambut tawa oleh Kana dan Romi. "Bukan penjilat mbak, tetapi ucapan terimakasih," ucapnya sambil tertawa kecil.
"Sudah tidur sini" ucap Kana sambil mengusap-usap rambutku yang bersandar pada bahunya.
Aku berharap sebagian memoriku yang hilang segera kembali, biar aku tidak bingung dengan apa yang terjadi. Mengapa Kana yang sekarang selalu menuruti semua kemauanku dan mamanya yang bersikap baik padaku.