
Selama seminggu Minggu aku dirawat di rumah sakit ,hal terberat yang ku alami ada berpisah dengan ke tiga anak-anakku.
"Bagaimana anak-anak ?"
"Allhamdullilah sehat semua. Tiap hari kamu selalu menanyakan keadaan anak-anak kamu gak menanyakan keadaanku?"
"Tiap hari kamu disini aku bisa lihat kamu ,beda dengan anak-anak."
"Sepertinya posisi ku sekarang telah di geser oleh triple di hatimu ya,"ucap Kana pura-pura cemberut.
"Mas kan yang udah nitipin triple ke aku, ya sudah sewajarnya aku menjaga mereka !"
"Nasib ! Nasib! Sudah ada anak yang ngasih benih di duakan !"
"Ayo buruan pulang gak usah ngeluh. Aku sudah kangen sama triple." Aku berjalan menarik Kana keluar dari kamar perawatanku .
"Biasanya orang kalau keluar dari rumah sakit itu pucat,duduk di kursi roda dan di dorong."
"Aku sudah sehat, apalagi hari ini ahkirnya aku ketemu anak-anakku! Jangan iri sama anak sendiri !"
"Dia kan darah dagingku, tanpa ada aku tida ada triple,"ucap Kana bangga.
"Tadi cemburu," cibirku. "Terima kasih sudah memberikan malaikat-malaikat kecil yang menggemaskan," ucap Kana diahkiri dengan kecupan kecil.
"Mas malu," ucapku sambil mencubit pinggang Kana.
"Kalian berjalan seperti pasangan pengantin baru! Gak ingat anak dirumah sudah nungguin ," ucap dokter Eki yang menyamai langkah kami.
"Iri bilang bos !" Kelekar Kana membuat dokter Eki hanya mendengus dan berjalan mendahului kami.
"Semoga apapun yang penghalang yang terjadi di depan kita bisa melalui bersama-sama !"
"Amin!"
"wah pinter nya si kakak sudah bisa jalan ," ucapku saat Hanna bisa berjalan di usia yang genap 11 bulan, dan berjalan tertatih menyambut kedatangan ku .
Huak huak berawal dari aku yang mulai mengedong Hanna, membuat Radit dan Randi menangis juga ingin di gendong olehku.
"Sepertinya anak-anak merindukan maminya, lihat tidak ada satupun yang mau ikut dengan papinya. Semuanya merengek minta gendong kepada maminya,"ucap ucap Kana kesal.
"Ha ha ya wajar selama ini anak-anak 24 jam sama ibunya. Tidak pernah berpisah, sekali berpisah langsung lama satu minggu."
" Padahal satu minggu tanpa mamanya ,anteng saja sama Omanya," ucap Mama Kana tersenyum, menjawab Abi.
" Sekarang lebih baik kamu istirahat bersama anak-anak. Sepertinya sekarang waktunya jam bobo siang mereka,!"ucap Kana.
Aku melangkah ke kamar sambil mengedong Hanna, dan Kana mengikuti ku di belakang sambil menggendong Randy dan Radit.
"Aku berencana menuntut Ajeng dengan pasal berlapis."
"Pasal berlapis !Dengan tuduhan apa?"
"Banyak penculikan, kabur dari penjara, mengakibatkan kecelakaan dengan sengaja dan yang terakhir ini sengaja melukai mu! Jangan minta untuk menyelesaikan secara kekeluargaan lagi, ini sudah tidak bisa untuk di maafkan. Jika Rahayu dan Farida aku masih bisa memaafkan, karena tidak ada korban fisik."
Aku hanya menarik nafas, sebelum berkata "Aku ngikut aja . Semoga dia bisa sadar dan tidak mengulangi lagi perbuatannya !"
"Susah untuk membuat sadar, hanya rumah sakit jiwa."
"Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Jika Allah telah berkehendak,"ucapku sambil mengusap-usap lengannya.
"Kamu tidak marah setelah apa yang mereka lakukan ?"
"Marah," jawab ku pada Kana. "Mungkin jika ini terjadi pada diriku yang dulu ,aku akan dendam dan membalasnya."
"Kalau yang sekarang,?" tanya Kana.
"Marah tapi lebih tidak mau terlalu memikirkannya. Karena hanya membuang-buang waktu yang akan menimbulkan penyakit hati. Aku sekarang juga percaya apa yang kita tanam itu lah yang akan kita tuai."
"Istriku yang sekarang tidak hanya makin cantik,tapi makin dewasa,"ucap Kana sambil mencium keningku dan berlanjut kening triple.
Ini adalah awal keluarga kami sebenarnya bukan ahkir, masih banyak yang harus kami kerjakan terutama dalam mendidik anak-anak kami.
Setelah tuntutan Kana terhadap Ajeng di kabulkan dengan tuntutan hukum 15 tahun, membuat semua keluarga lebih tenang. Meskipun habis ini banyak masalah yang harus kita hadapi bersama.
Waktu berlalu dengan sangat cepat setelah semua peristiwa yang terjadi. Keaktifan triple membuatku kualahan menghadapi 3 bocah-bocah duplikat Kana, meski sudah ada 2 pelayan yang membantuku mengurus triple serta kebersihan dan keperluan lain di rumah.
"Besok ulang tahun mu yang ke 37 tahun minta kado apa,?"tanya Kana sambil memelukku, setelah ibadah malam kami.
"Aku ingin shopping,spa ke salon dan bersantai."
"Cuma itu saja?"
"Bukan cuma itu!"
" Lantas apa,?" tanya Kana heran. " Saat aku shopping,spa ke salon aku mau kamu yang ngurus triple ."
"Maksudnya aku yang jaga triple ?"
"Kalian akan jalan bertiga?"
"Tidak ! Mungkin berlima ditambah Sekar dan Nadira, kami akan merayakan ulang tahunku bersama."
"Jadi aku harus ngurus triple sendiri, gitu! Mudah itu kapan ?"
Aku hanya menganggukkan kepalaku sambil tersenyum,melihat tingkat percaya diri Kana "Terserah mas , bisanya kapan ? Nunggu libur kantor juga tidak masalah."
"Jangan! Hari pas ulang tahunmu saja gimana?"
"Dengan senang hati ," sebelum melanjutkan tidur kami. Triple sudah berusia 3 tahun masa-masa yang menggemaskan dan lucu-lucunya. Tapi juga masanya kita harus extra waspada dalam segala hal.
Akhir-akhir ini Kana sering mengeluh aku tidak sayang lagi padanya, tidak bisa melayani di tempat tidur seperti dulu. Bukan tak sayang padanya cuma ketiga anaknya butuh perhatian extra. Dan bukan tidak tidak bisa melayani. Saat malam tiba aku sudah kelelahan seharian aktivitas dengan triple. Menolak takut dosa atau suami tergiur daun muda ahkirnya aku hanya bisa melayani semampu ku saja. Jadi aku ingin Kana merasakan bagaimana nikmatnya menjaga triple.
"Sayang hari ini di rumah sama papi ,mami ada janji sama Tante Nadira dan Tate Sekar,ya! "
"Tumben mami meninggalkan kami sama papi , biasanya kemana aja pergi kami di ajak,?" tanya Hanna.
"Si papi lagi tidak ada kerjaan dan kebetulan mami ada kerjaan. Jadi khusus hari ini triple R nurut dan patuh sama papi , oke !"
"Ok ,mami !" jawab mereka kompak.
"Hal pertama yang kalian lakukan sekarang adalah habis kan makan kalian! Papi akan mengantarkan mami ke depan."
POV.Kana
"Hati-hati bawa mobil ! Jangan ngebut kalau ada apa-apa hubungi aku,!" ucapku sambil mengecup kening Dira sebelum masuk ke dalam mobil.
"Assalamualaikum."
"Walaikumsalam."
"Cuma jaga triple aja ko mudah itu," ucapku sambil berjalan ke arah meja makan, tempat di mana aku tadi meninggalkan triple yang lagi sarapan.
"Randiiiiii!"
Teriakku saat melihat Randi sudah duduk di atas meja makan ,dengan ke dua tangan penuh dengan selai kacang ditangan kiri dan selai coklat di tangan kanan.
"Huaaaaa ,papi jahat !!" Teriak dan tangis Randi membuat Hanna dan Radit menghentikan makannya dan keduanya melihat kearah ku, dengan muka menahan tangis.
"Sayang maafkan papi..Papi tidak berniat membentak kalian, hmm sekarang Kita teruskan lagi makannya ya," ucapku pelan sambil mengakat Randi, untuk duduk kembali di kursinya.
Ahkirnya drama makan pagi usai ," Kalian main di sini, papi panggil Agus dulu."
Agus adalah satpam rumah yang kebetulan hari ini jaga pagi," Gus gembok gerbang bentar ! Terus kamu kesini !"
"Ada apa pak ?"
"Tolong kamu bantu mindahin bekas makanan ke wastafel biar di cuci Sari nanti kalau pulang.
"Iya pak."
Aku kembali masuk untuk melihat apa yang sedang di lakukan triple, "Astaghfirullah !!!"
Ucap Kana saat melihat Hanna berdiri bertumpu pada kedua punggung adik-adiknya. Bukankah itu sangat berbahaya, jika Hanna jatuh bisa menimpa kedua adiknya.
"Bener-bener ya , kalian tidak bisa di tinggal barang sebentar saja!"
Huaa suara tangis 3 bocah bersamaan membuat kepala Kana langsung pusing, "Lebih baik aku di ruang sidang menghadapi yang menguras tenaga," ucap Kana sambil menarik rambutnya.
"Gus tenangkan mereka bertiga, jika kamu bisa aku kasih 3 lembar uang merah!"
"Siap pak!" Ucap Agus segera berlari ke dapur. "Anak-anak mau puding tidak !"
"Mauuuuu." ucap mereka kompak dan menghentikan tangisannya.
"Hanya karena puding mereka diam?"
"Ibu selalu menyiapkan makanan buat triple, buat jaga-jaga kalau menangis seperti ini atau ngambek !"
"Apa tiap hari triple juga bikin ulah kaya begini ?"
"Ya tiap hari lah pak. Kadang Neng Hanna tidur ibu menemani Randi dan Radit main. Giliran neng Hanna bangun Randi dan Radit yang ngajak main ibu."
"Apa ibu ga tidur siang ?"
"Saya kurang tahu,tapi sepertinya tidak. Soalnya triple kalau sama Sari dan Wati ga pada nurut."
Pantes Dira selalu kelihatan capek setiap aku pulang kerja? Padahal di rumah ada Sari dan Wati yang membantu. Ya Allah terima kasih kau sadarkan aku, untuk tidak selalu mengagap remeh pekerjaan mengasuh triple .
Tidak cukup sampai di situ ulah mereka. Saat aku tinggal mengakat ponselku 15 menit. Hanna sudah mencoret-coret wajah kedua adiknya dengan menggunakan make up Dira. Bener kata Agus saat Hanna tidur aku juga masih harus mengawasi 2 jagoan, begitu juga sebaliknya.
Pantas selama ini Dira sering kelelahan.