
Kana tidak membawaku pulang dan aku juga sengaja tidak bertanya kemana dia membawaku pergi. Hanya ada kesunyian di antara kami berdua selama perjalanan, sampai aku tertidur karena mengantuk dan juga kelelahan. Saat aku sadar aku melihat hamparan air laut dengan aku masih di dalam mobil Kana,saat aku keluar dari mobil aku melihat Kana rebahan di cup mobil sambil merokok.
"Sudah bangun " ucap Kana sambil duduk saat mendengar pintu mobil ku tutup.
"Kenapa kamu bawa aku kesini?" tanyaku. "Karena kita perlu bicara berdua,mau sampai kapan kita akan bersikap seperti tom and Jerry" ucap Kana sambil mematikan rokoknya dan menggeser duduknya.
"Duduk sini "ucapnya. Tanpa banyak bicara aku memilih menuruti kemauannya untuk duduk di sampingnya.
"Aku tahu 4 tahun lalu aku yang salah telah memanfaatkan mu untuk lepas dari perjodohan yang dilakukan mamaku"ucap Kana. "Aku sudah memaafkan mu,tapi maaf untuk berurusan dengan mu yang melibatkan keluargamu aku tidak mau. Apa kamu tidak tahu beberapa bulan lalu mamamu sempat ingin mengajak ku ngobrol,tetapi aku tolak."
"Papa juga cerita secara garis besar,aku minta maaf atas ucapan mama. Meskipun mama suka memaksakan kehendak kepada aku dan selalu mengatur hidupku,tapi dia yang selalu ada di saat aku sakit,di saat aku merindukan mama kandungku di tengah kesibukan papa."
"Ya udah aku sudah memaafkan nya ,tapi demi kenyamanan hidup kita masing-masing lebih baik kita tidak usah saling mengenal " ucapku. "Papa dan mama lagi dalam proses perceraian," ucap Kana membuatku langsung menoleh kearahnya.
"Aku peringatkan jangan campuri kehidupan Kana, seperti saat Kana masih remaja, jika kamu mengusik hidup Kana aku akan pastikan kamu menyesal"ucap Cakra. Sekelebat bayangan ucapan papa Kana menghampiri ingatan ku,apa ada hubungannya dengan kejadian hari itu? tanyaku pada diriku sendiri.
"Apa yang menyebabkan pilihan itu?" tanyaku lirih. "Kata papa sudah tidak sanggup dengan sikap mama yang tidak bisa menghormati dan menghargai orang lain."
Kami saling diam hanya suara ombak air laut yang terdengar, ingin aku bertanya pendapat mamanya tapi aku merasa hal itu terkesan ikut campur.
"Berbeda dengan alasan papa yang bilang tida sanggup dengan sikap mama,mama justru bilang itu yang terbaik supaya tidak terus saling menyakiti" ucap Kana. Aku hanya diam saat Kana juga diam aku bukan orang yang pandai merangkai kata buat menyenangkan orang lain.
"Secara tidak sengaja suatu hari aku pernah mendengar mama ngobrol dengan Tante Bulan dari sana aku tahu penyebabnya, meskipun mama papa sudah menikah 17 tahun tetepi hati papa hanya untuk mama kandungku dan di mata papa mama Camelia adalah mama Cempaka. Karena itu sekarang aku mendukung perceraian mereka" ucap Kana sambil mengambil batang rokok dan menikmati rokoknya.
Karena jenuh aku ikut mengambil rokok milik Kana dan menyalakannya, uhuk huk.
"Tida enak" ucapku saat menghirup batang rokok. "Kamu kalau tidak bisa ngerokok ga usah ngerokok" ucap Kana mengambil rokok di tanganku dan membuangnya. "Habis Lo bawa gw ke sini cuma buat liat Lo ngerokok,jadi gw pingin nyobain nikmat nya rokok" ucap ku.
"Harusnya Lo bilang kalau mau tau rasanya rokok, tidak harus menghisap langsung rokok tersebut "ucap Kana. "Ya kalau gw mau rokok harus langsung menghisap rokok lah, ibarat gw mau makan mie ayam ya harus langsung makan biar tahu rasanya" ketusku sambil turun dari cup mobil Kana.
"Aku tahu caranya" ucap Kana hingga aku terjatuh di atas tubuhnya yang sedang bersandar di cup mobil.
"Rasanya rokok itu pahit tapi bikin kita tenang karena kandungan nikotinnya," ucapan Kana diakhiri dengan gerakan cepat menempelkan bibirnya ke bibirku, dengan langsung menggerakkan dan ******* bibir di sertai hisapan ringan dan kecupan kecil.
"Gimana rasanya, sudah tahukan sekarang"ucapnya sambil berlari meninggalkan aku.
"Siala Lo ngerjain gw!" teriaku yang lari mengejarnya menyusuri pantai. Hah hah gw lupa dia polisi yang tentunya fisiknya ok sesuai badannya, bukan gw yang sudah ngos-ngosan cuma lari sebentar saja.
"Ko gak dikejar lagi"ucap Kana yang sudah menghampiriku yang sedang tiduran di atas pasir.
"Capek lebih baik aku disini, ga ada manfaatnya ngejar Lo "kesal ku." Aku ingin menjalani hubungan yang serius dengan mu, sejak kita tidak pernah bertemu lagi, saat itulah aku mulai yakin dengan perasaan yang kurasakan terhadap mu" ucap Kana setelah kami tidak ada perbintangan.
"Kenapa tidak di coba dulu, kenapa harus menyerah di saat kita belum berusaha ?" ucap Kana. "Berusaha itu untuk pasangan yang saling mencintai, sedang kita lebih mirip tom and Jerry "ucapku sambil berjalan meninggalkannya.
"Mau kemana "tariak Kana saat aku bukan berjalan kearah mobil nya. "Pulang" teriakku. "Jangan gila kamu "teriak Kana berlari kearah ku."Ini jam 11 malam ,aku yang membawamu kesini jadi aku yang akan mengantarmu pulang "ucapnya sambil menahan ku.
"Ya udah ambil mobil Lo gw tunggu sambil berjalan,ko repot "ketusku. Seketika Kana berlari mengambil mobilnya, 'apa aku siap membuka hati setelah sekian lama aku lupa bagaimana cara mencintai itu' kataku dalam hati.
"Setiap hari kamu kerja naik ojek?"tanya Kana saat kami dalam perjalanan. "Ya iyalah, hitung-hitung berbagi rezeki sama para pengemudi ojek" jawab ku. Abi pernah menawarkan padaku untuk memakai salah satu mobil Abi atau mobil yang baru tapi aku menolak dengan alasan macet.
"Kamu tinggal sama siapa?"tanya Kana. "Sendirilah memang sama siapa ?"tanyaku. "Terus itu mobil siapa?"tanya Kana saat ada 1 mobil di pekarangan rumah kontrakanku. "Mampus "kataku langsung berlari keluar meninggalkan Kana.
"Kenapa Lo ikut turun sana pergi!" usirku pada Kana sambil membuka pagar.
"Pingin kenal sama saudara atau keluarga mu,dulu kata Nadira kamu yatim piatu soalnya"ucap Kana bertepatan dengan suara pintu yang terbuka.
"Bukannya itu pak Prabu Atmaja sedang apa dia di kontrakan mu?"tanya Kana. " Sudah sana kamu pulang "ucapku sambil menarik Kana untuk masuk ke dalam mobilnya.
"Kenapa temannya di suruh pergi Dira"suara Pakde menggelegar, belum sempat aku menjawab Kana sudah berjalan mendekati mereka dan aku hanya bisa pasrah mengikutinya.
"Kamu AKBP Arkana Wiraguna kan Ajudan presiden?" tanya Pakde. "Siap benar "jawab Kana.
"Kalian ada hubungan apa?" tanya Abi. "Iya" "Tidak ada" jawab ku dan Kana secara bersamaan. "Apa sih malam-malam kalian itu bikin anak-anak kalian takut, sudah seperti lagi menghukum pasangan kena grebek aja" ucap om Hardi keluar dari dalam rumah.
"Kalian kenapa pada ngumpul disini ?" tanyaku.
"Kamu lupa besok kamu wisuda, otomatis kami di sini berkumpul untuk menghadiri acara wisuda mu esok hari " ucap Romi yang keluar dari dalam rumah juga.
"Dira di rumahmu ada 4 laki-laki mereka semua ada hubungan apa sama kamu?" tanya Kana. "Tentu kamu sudah tahu aku kita sering ketemu di pesantren dulu aku Om nya Dira,".
"Dan aku sepupunya kami sudah terpisah sekitar 12 tahun dengan mbak Dira,ini papaku kakak dari bunda mbak Dira. Anda sendiri siapa?"tanya Romi.
"Kalau pak Prabu apanya Dira ?" tanya Kana , bukan menjawab pertanyaan Romi malah bertanya tentang Abi.
"Kenapa sih kepo Sono pergi udah malam gw mau tidur!" ucapku. "Apa bener yang di bilang Arya kalau kamu mau jadi istri keempat pak Prabu ?" tanya Kana membuat semua melotot mendengarnya dan tertawa setelahnya.
"Ok gw kasih tahu habis itu pergi jangan ganggu aku lagi," ucapku yang langsung di anggukin oleh Kana.
"Aku memanggilnya Abi, kami punya hubungan darah. Sekarang kamu pulang "ucapku.