Don'T Judge Me

Don'T Judge Me
108. Raihan Rihanna XXX Suci



Sebulan setelah menghadiri acara pernikahan Jelita di Surabaya kami beraktivitas kembali. Tapi semalam sepulang dari kantor Radit ,langsung mengajakku pergi ke kantor cabang firma hukum yang di Surabaya. Ada beberapa data yang hilang secara misterius, tidak ada yang tahu itu ulah orang dalam atau hacker.


"Sarapan dulu. Om gak mau tiba-tiba kamu pingsan." Ucap Om Aryo menyiapkan sarapan dari rantang yang di bawanya dari rumah. Aku sampai tengah malam dan sempat ngobrol dengan Om Aryo dan Aksara sebelum Istirahat. Aku juga langsung minta di anterin ke kantor mereka seusai sholat subuh.


"Hana kalau sudah di depan komputer lupa segalanya, harus disuapin kalau makan." Ucap Radit sambil bercanda, tetapi tidak di hiraukan oleh Hana .


"Bener harus di suapin Han?"


"Gak lah om , Radit kan suka di besar-besarkan kalau bicara." Ucap ketus Hana , membuat Radit terkekeh bisa menggangu Hana.


"Sepertinya ini data di hapus orang yang bekerja di sini!"


"Bukan ulah hacker,ini datanya sudah Hana pulihkan."


"Waah pekerjaan buat Aksara buat mencari tersangka beserta motifnya,"ucap Radit.


"Sepertinya dia berniat menggelapkan dana," ucap Aksara.


"Kenapa gitu,?" tanya Radit.


"Sebelum data ini hilang,ada yang sudah membacanya dan lapor ke aku kalau ada yang tidak beres dengan laporan keuangannya."


"Wah itu sudah jelas,coba di cek rekening saldo bank mereka,!" ucapku.


"Cek rekening tabungan orang lain itu susah banyak persyaratannya yang harus kita urus,"ucap Aksara.


"Suruh saja Hana ," celetuk Radit.


"Kamu bisa Hana,?" tanya Aryo.


"Kita lihat saja transaksi rekening mereka 3 bulan terakhir,"ucapku.


"Ya boleh itu. Lagian tidak mungkin pencuri, menyimpan barang curiannya di rumahnya sendiri."Ucap Om Aryo yang di setujui yang lain.


"Aku pulang dulu mandi ganti baju,"ucap Aksa.


"Gw ikut, sekalian pinjam baju Lo." Ucap Radit sambil berdiri.


"Hana ma di beliin baju ganti,"ucap Aryo.


"Ko Hana doang yang di tawarin,aku enggak."


"Kamu bisa Makai punya Aksa, sedang Hana tidak mungkin pakai punya Jelita."


"Gak om ini aja," ucapku. Aku akui penampilan ku sungguh tidak berkelas, celana jeans dan sweater Hoodie berseta jilbab instan.


"Oke,kamu sarapan dulu tapi. Kasihhan Tante mu sudah masak tapi tidak kamu makan."


Setelah Radit dan Aksa pergi, aku sarapan sebelum kembali bekerja dengan laptop dan komputer punya Om Aryo.


Jika sudah asyik di depan komputer aku suka lupa waktu, itu memang benar. Buktinya aku gak kerasa sampai Radit dan Aksa datang, dengan membawa bekal makan siang dan baju ganti.


"Itu baju mama yang beliin, semoga sesuai dengan selera fashion Lo." Ucap Aksara sambil menyodorkan baju baru.


"Terima kasih,ini kalian cek dulu. Aku sudah mendapatkan 3 bulan terakhir transaksi keuangan dan pergerakan ponsel, dari nama yang kamu berikan tadi."


"Sekarang lebih baik kamu makan siang, kalau perlu mandi biar tidak bau."


"Sialan Lo,"ucapku sambil melemparkan kertas kearah Radit yang langsung di tangkis olehnya.


Setelah selesai makan tanpa mengganti baju aku keluar dari ruangan Om Aryo. Ini jam makan siang banyak ruangan yang kosong dan di tinggal penghuninya untuk makan siang. Jadi aku tidak perlu malu dengan penampilan ku, saat berpapasan dengan para karyawan dan karyawati Om Aryo.


Kedai es kelapa samping kantor Om Aryo tujuan ku , untuk menghilangkan sedikit engap dan mendinginkan kepalaku setelah aku gunakan berpikir dari pagi.


"Aku tunggu di es kelapa samping kantor, jika kamu tidak keluar aku masuk sekarang." Ucap seorang wanita yang duduk berjarak 1 langkah d depan ku, cantik berhijab terkesan anggun saat di lihat. Tapi suaranya terdengar tajam ,tipe orang yang tidak suka basa basi.


'Wow' ucapku dalam hati saat melihat wanita yang datang dan langsung duduk di depannya. Dengan posisi membelakangi ku,jiwa kepo ku sebagai wanita langsung menyalakan laptop yang sengaja ku bawa tadi. Segera aku nyalakan webcam untuk pengambilan video.


"Kenapa diam kamu, yang memanggilku untuk kesini kan,?" ucap Suci.


"Gimana anak-anak? Kenapa kamu melarangku menemuinya ?"


"Anak-anak baik sehat,buat apa kamu menemuinya. Kamu bukan siapa-siapanya mereka,kamu hanya orang lain yang pernah menjadi pengasuhnya."


"Kau," ucap wanita itu dengan mengepalkan tangannya.


"Kenapa benarkan ? Aku menolong mu dengan memberikan pekerjaan buat mu,tapi kamu malah meracuni otak anak-anakku hingga membenciku."


"Aku tidak meracuni,aku memberikan cinta tulus ku padanya."


"Tida ada cina tulus yang mengharapkan imbalan. Yang namanya tulus itu harus ikhlas . Sekarang anak-anak sudah ada padaku, jadi terserah kamu mau apain rumah dan bapaknya anak-anak aku tidak peduli."


"Ya udah, tunggu kami sah bercerai dan kamu bisa memberikan anak buatnya." Ucap Suci tiba-tiba wanita itu menyiram es kelapanya, ke bajunya hingga basah. Membuatku melotot melihatnya," Kenapa kamu tega sama aku."


"Apa-apa ini,!" teriak polisi yang baru masuk. Seketika aku paham tujuan perempuan itu.


"Apa lagi mau menyalahkan aku sengaja menyiram air wanita mu?"


"Kenyataannya begitu, lihat baju dan jilbab Aruna basah semua. Tidak mungkin wanita dibelakang mu , sedang dia sibuk dengan laptopnya. Tidak mungkin lagi Aruna menyiram air ke bajunya sendiri," ucap pria itu sambil memakaikan jaketnya kepada Wanita itu.


"Aku tidak peduli pandangan mu padaku," ucap Suci sambil berdiri.


"Cemen masa gitu aja mau kabur,"ucapku, Suci yang mendengarnya langsung melihat kearah ku.


"Kau!"


" Apa! Masa gitu aja mau pergi."


"Kenapa kamu ada di sini ?"


"Ini tempat umum. Kamu suaminya,?" tanyaku melihat kearah polisi itu.


"Iya,"jawab polisi.


"Berati yang sedang kamu peluk itu istri muda mu atau selingkuhan mu?"


"Kamu!" Ucap wanita bernama Aruna.


"Kenapa salah tebakanku, habis leleki itu memeluk mu. Sebagai wanita berhijab kamu harusnya malu ,di peluk lelaki yang belum halal untuk mu di depan umum."


"Ga usah ikut campur, jangankan pelukan. Kisses, even groping her body is also not a problem."


"Woo. then you still defend a man who has touched another woman touching you." Ucapku membuat sang polisi melotot, dan Aruna bengong.


"Gila ogah."


"Aku tidak serendah itu," ucap polisi.


"Ga usah menyangkal. Ardian pernah melihat kalian saling bertukar air liur," ucap Suci.


"Maaf mas khilaf,tapi jujur cuma sekali ko."


"Mas bilang apa khilaf ,mas menikmatinya bahkan. Andai saat itu Ardian tidak datang , mungkin kita bisa berlanjut." Ucap Aruna membuat polisi itu langsung melepaskan pelukannya.


"Kamu bercerai dari lelaki ini?"


"Iya, buat apa mempertahankan rumah tangga jika tidak ada kejujuran dan saling percaya."


"Good. Kamu bisa gunakan ucapan selingkuhan suamimu sebagai bukti."


"Kamu merekamnya,?" tanya Suci.


"Laptopku yang merekanya."


"Aku akan mempertahankan rumah tangga kita. Aku tidak cerai,"ucap lelaki itu sebelum pergi.


"Mas aku ko ditinggal," ucap Aruna sambil berlari menyusul suami Suci.


"Kasian di tinggalin laki Lo."


"Gw ga peduli. Sama mereka yang penting sekarang anak-anak sudah ada padaku."


"Bulan Kemarin kamu bilang sudah cerai,ko itu masih ada suami?"


"Malulah punya suami kondangan sendiri," ucapnya membuat tertawa.


"Kami di jodohkan karena orang tua kami berteman.Tahun pertama kami saling mengenal dan beradaptasi. Tahun ke 2 kami mulai membuka hati. Tahun ke 3 kami dikaruniai putra, semua berjalan lancar. Hingga setahun lalu setelah aku melahirkan anak ke 2,aku membutuhkan baby sister. Ternyata baby sister ku mantan SMA suamiku, dan petaka dimulai saat itu."


"Curhat," candaku.


"Iya mamah."


"Mamah sialan Lo."


"Terima kasih untuk hari ini."


"Sama-sama, semoga keluarga mu akan selalu baik-baik saja."


"Terima kasih. Aku masuk dulu jam istirahat ku sudah habis."


'Wanita dengan segala kisahnya.' Ucapku dalam hati sambil memperhatikan kepergian Suci.