
"Hallo kenalkan aku Dinda perawat dari cabang Bekasi ,"ucap perempuan yang duduk disampingku.
"Aku Adira relawan dari cabang Serpong," ucapku. Setelah saling mengenal kami menghabiskan waktu di perjalanan dengan saling bertukar cerita apa saja.
"Perkenalkan nama saya Ardi ketua karang taruna disini, saya mewakili warga desa mengucapkan terimakasih atas bantuan para relawan dari kota untuk kesehatan warga desa kami. Untuk tempat tinggal untuk relawan perempuan akan tinggal di rumah bapak kepala desa dan lelaki tinggal di balai desa,"ucapnya.
"Hallo gaus perkenalkan aku dokter Nadia dokter residen penyakit dalam aku dari kantor pusat yang akan menjadi ketua tim "ucapnya.
"Gila, relawan perempuan kan cuma 6 sama dia kenapa juga pakai ketua-ketua segala,"bisik Dinda.
"Biarkan saja membuat senang orang itu dapat pahala, hitung-hitung nyenengin orang" ucapku lirih, yang disambut tawa olehnya.
"Karena di sediakan 3 kamar, jadi silakan cari teman satu kamar 2 orang" ucapnya.
"Ayo kita sekamar " ucap Dinda menggandengku masuk.
"Itu si Nadia bawa apa sih kayaknya banyak banget,"ucap Dinda sambil merapikan bajunya.
"Kita akan tahu besok"ucapku.
"Emang dokter Dira tidak bilang kalau pergi jadi relawan" ucap Suster Mia.
"Tidak seminggu saya ada tugas ke luar kota. Lo juga ga kesini selama gw pergi"ucap Kana.
"Udah 5 hari gw tidak kesini, sibuk dengan kasus baru terahkir ketemu dia juga gak cerita apa-apa "ucap Arya.
"Ya udah mbak makasih infonya,yuk cabut " ucap Kana berjalan pergi di ikuti Arya.
"Ada perlu apa sih Lo nyari dia, udah lepaskan dia lagian Tante gak ngasih restu masak Lo mau lanjut tanpa restu,"ucap Arya.
"Gw Gak tau sejak ketemu dia di club malam aku ngerasa dia beda. Lo pasti gak percaya masak pergi ke klub malam bawa air mineral dari rumah, padahal kita pergi ke klub malam kan buat minum-minum " ucap Kana terkekeh mengingatnya.
"Kalau gw secara pribadi sih asik aja anaknya diajak ngobrol, apa adanya tidak jaga image tidak mempan gw gombalin "ucap Arya.
"Kira-kira dia ada hubungan apa ya sama Pak ustad?"tanya Kana.
"Mantan suaminya kali atau mantan selingkuhannya" ucap Arya asal.
"Ko Lo bisa punya asumsi kaya begitu ?"tanya Kana.
"Waktu pertama kali bertemu ustad Prabu bertanya banyak hal tentang dia , yang kedua bertemu terkesan membela dan tidak suka waktu Tante memojokkan dan menghina Dira "ucap Arya .
"Kata Nadira waktu kami bertemu di club malam, Nadira membawa ke club malam untuk menghibur Dira yang suaminya baru mati karena terkena sengatan listrik bertegangan tinggi" ucap Kana.
"Ko janggal ya terdengarnya? kalau akibat tegangan listrik tinggi Pasti ada beritanya dong coba kamu cari" ucap Arya.
"Boleh lihat KTP nya"ucap Kana.
"Adira Carissa umur 24 tahun,ko single bukan kata temennya kemarin janda ya berarti janda kembang dong ktp-nya aja masih belum berubah" ucap Kana.
"Jasuke pak " ucap Dira sambil memutar mata malas.
"Apa jasuke "ucap Kana bengong.
"Jangan suka kepo pak" ucap Dira kesal yang disambut gelak tawa oleh Kana.
"Eh ko di foto KTP saya pak "ucap Dira.
Seketika Kana membuka galeri foto yang berada di ponselnya, saat Kana mengingat bahwa dia pernah memfoto KTP Dira.
" Cari apa lu?" tanya Arya saat melihat Kana sibuk dengan galeri di ponselnya, ahkirnya Kana menceritakan tentang ingatannya tadi.
"Hahaha sepertinya sekarang gw paham, taspek yang Lo temui di tas Dira itu punya Nadira. Bayangi jika itu taspek Dira seharusnya Dira yang sudah melahirkan dong" ucap Arya sambil tertawa ngakak.
"Sialan " umpat Kana, bertepatan saat dia sudah menemukan foto KTP Dira.
"Adira Carissa Maharani bulan depan umurnya genap 25 tahun," ucap Arya.
"Dok gimana suka jadi relawan ?" tanya Dinda.
"Ini pertama kali saya ikut jadi relawan tapi seminggu di sini saya merasa senang,ada perasaan bangga dan bahagia tersendiri saat melihat mereka sembuh " ucapku.
"Ini kegiatan saya yang kedua dan mungkin yang terakhir " ucapnya sedih.
"Kenapa ?"
" 2 bulan lagi saya akan menikah dan harus mengikuti suami yang bekerja di luar pulau" ucapnya.
"Kamu bisa jadi relawan disana" ucapku.
"Semoga saja bisa ya dok" ucapnya.
"Memangnya suami kerja di mana?"tanyaku.
Wilayah Sangatta, Kalimantan Timur PT Kaltim Prima Coal" ucapnya.
"Dokter dokter "teriak Ardi sambil berlari menghampiri kami.
"Ada apa pak ?"tanya perawat Dinda.
"Itu ada kecelakaan kerja di pembangunan jembatan ada beberapa warga dan tentara terjebak longsor "ucap Ardi.
"Ya udah saya ambil obat-obatan dulu"ucapku sambil berlari ke dalam.
"Ko cuma kalian yang lain pada kemana?"tanya Ardi.
"Kami kurang tahu pak mungkin jalan-jalan sekitar desa melihat keindahan alam, sejak bapak kepala desa bilang Minggu libur kegiatan kelilingnya mereka pada pergi sehabis sarapan "ucap Perawat Dinda .
"Itu jembatan penghubung desa yang kita lalui kemarin bukan sih pak?"tanya Perawat Dinda .
"Iya sudah dua hari ini desa kami didatengin para tentara yang tergabung dalam,Tentara Manunggal Membangun Desa atau TMMD mungkin masyarakat dulu menyebutnya ABRI masuk desa atau AMD" ucap Ardi bertepatan dengan kami yang sampai di tujuan.
"Korban sudah di evakuasi di gubuk sama dok,ada 2 warga 1 tentara " ucap kepala Desa. Begitu sampai aku melihat 3 orang sedang tiduran,aku langsung menghampiri yang paling tua.
"kenapa bisa longsor pak ?" tanyaku kepada kepala desa,sambil membersihkan luka di kepala korban.
"Mereka bertiga turun ke bawah untuk memastikan pondasi jembatan bawah sudah kuat belum, tetapi karena terjadi hujan semalaman mengakibatkan tanahnya mudah longsor "ucap kepala desa.
"Sudah pak luka sudah saya obati, usahakan tidak kena air dulu pak,2 hari lagi kita buka perbannya"ucapku,sambil melihat Perawat Dinda yang lagi mengobati seorang tentara.
"Maaf pak ini lukanya seperti bekas tertancap paku ?"tanyaku sambil membersihkan tangan korban terakhir.
"Iya dok tadi pakunya sudah saya cabut".
"Maaf bapak pakunya berkarat tidak ya?"tanyaku.
"Iya dok ,saya yang membantu mencabutnya nya" ucap bapak kepala desa.
"Maaf ya pak untuk mencegah infeksi dan karena pakunya berkarat, saya akan memberikan vaksinasi tetanus buat bapak"ucapku.
"Ya saya nurut aja sama Bu dokter,Bu dokter orang mana ya ko bola matanya kaya orang bule "ucapnya membuat beberapa orang yang di sana tertawa ngakak.
"Anjeun teu tiasa ningali awéwé geulis keur seduced" ucap Ardi.
"sanggeus dokter geulis kawas Londo " ucap korban.
"Udah pak udah di suntik, bapak bisa pulang dan istirahat "ucapku.
"Aduh cepat banget sih dok" ucap korban membuatku tersenyum.
"Dokter ngerti bahasa Sunda nggak?" tanya Ardi.
"Tidak mas Ardi" jawabku apa adanya.
"Ingin tahu gak dok?"tanyanya.
"Nggak ah " jawabku yang disambut tawa yang lain.
"Emang artinya apa?"Perawat Dinda .
"Dokternya cantik kaya bule"ucap Ardi yang membuatku tersenyum tipis dan Perawat Dinda ketawa.
"Ternyata Dira seorang dokter" ucap seseorang di belakangku membuatku dengan spontan menoleh ke arahnya.
"Bima" ucapku sedikit kaget melihat orang yang berdiri di belakangku.
"Apa kabar ?"tanyanya.
"Alhamdulillah baik bagaimana lukanya"tanyaku.
"Alhamdulillah cuma luka ringan sudah diobatin ko"ucapnya.
" Dokter mengenalnya?"tanya Perawat Dinda.
"Iya kebetulan kami teman "ucap Bima.
"Katanya ada korban longsor mana yang luka,?"tanya dokter Nadia yang baru datang bersama rombongannya.
"Cuma 3 dan semua luka ringan " ucap kepala desa.
"Oo saya kira luka parah, kapten Bima!" ucap Nadia langsung mendekat dan memeluk Bima.
"Balik yu"bisikku pada Perawat Dinda .
"Ayo"ucapnya.