
POV. Raihan
Sungguh aku sangat gembira ,saat tahu bahwa aku akan menjadi seorang ayah. Tapi sayangnya aku tidak bisa menemani istriku melahirkan, dan melihat anakku lahir untuk pertama kalinya secara langsung di muka bumi ini. Aku sempat tidak tega saat meninggalkannya di asrama sendirian, tapi mau bagaimana tugas negara memanggilku.
Aku sadar ibarat tanaman hubungan kami adalah tanaman yang baru tumbuh. Baik aku dan Hana sama-sama sedang berjuang membuat tanaman itu untuk tumbuh subur alami tanpa bahan kimia.
"Kenapa Kep? Kangen istri ,?" tanya Letnan Yusuf. Yusuf menghampiriku duduk di depan pos penjagaan
"Wajar kan,kami menikah baru 6 bulan. Bagaimana perceraian mu dengan Ratih? Aku dengar sebelum pindah tugas ,komandan menyarankan kalian untuk introspeksi ?"
"Komandan memberikan kami waktu 3 bulan untuk saling menenangkan.Tapi pas 3 bulan saya di kirim ke sini,ya gantung deh pernikahan saya."
"Kapan terakhir ketemu Ratih?"
"Seminggu setelah Ratih pulang dari rumah sakit,tapi tidak bisa lama Ratih harus pergi ke rumah nenek yang sakit."
"Anak lelaki apa perempuan ?"
"Perempuan,"jawab Yusuf lirih.
"Kenapa menunduk malu punya anak di luar nikah? Jika malu jangan menabur benih sembarangan."
"Kami pacaran dari SMA, putus saat pendidikan nyambung gara-gara reuni. Saat berhubungan **** pertama dia juga sudah tidak virgin, bahkan setiap dia meminta begituan aku bersedia hanya kalau ada ******."
"Ga usah malu cerita aja,"ucapku saat melihat Yusuf menunduk.
"Makanya saya heran kenapa bisa hamil, katanya ****** nya bocor. Memang bisa ****** baru sobek ?"
"Haha kalau itu saya tidak tahu,saya tidak pernah pakai ******. Jujur Ratih itu mantan saya, tapi meskipun pacaran kami tergolong bebas, saya dan Ratih tidak pernah sejauh itu."
"Iya saya tau, karena saya yang pertama buat Ratih."
"Semoga Allah menujukkan jalan terbaik untukmu."
"Terima kasih kapten, semoga keluarga kapten di jauhkan dari rumit nya orang ke tiga."
"Terima kasih, orang ke tiga itu ada karena kesempatan dan niat. Jika ada yang menggoda kita dan kita kuat terhadap godaannya. Berati kita lolos menerima ujian," candaku. Karena aku sendiri tidak tahu apa aku bisa bertahan dari godaannya, karena aku tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan.
"Istri kapan perkiraan melahirkan kapten ?"
"Beberapa Minggu lagi sih."
"Sepertinya keluarga istri komandan keluarga sultan ya, hanya demi baju bekas kapten rela naik pesawat komersial dari Jakarta Papua pulang pergi."
"Haha kalau keluarga sultan naik jet pribadi lah,saya juga kaget waktu ada yang nyari dari Jakarta, tidak tahunya adik ipar." Hari itu waktu aku dapat laporan ada yang mencari ku pikiran ku sudah kemana-mana, tidak tahunya Randi meminta baju kotor ku hanya untuk teman tidur Hana. Selama ini aku tidak tahu kalau semenjak aku tinggal ,Hana hanya bisa tidur setelah mencium bau keringatku.
"Lapor kapten ada warga datang minta bantuan kita, untuk mencari seorang guru yang di duga kesasar ."
"Kenapa bisa begitu ?"
"Ibu guru mengantarkan muridnya yang demam pulang melalui jalan pintas. Tapi setelah mengantar muridnya,dia tersesat waktu jalan pulang kembali."
"Ayo kalau begitu kita cari,"ucapku sambil berdiri.
"Saya juga ikut Kapten,?" tanya Yusuf.
"Cuma tersesat ini kamu disini saja, biar saya sama Serda Danu saja."
Setelah menemui warga yang melapor dan mendapatkan beberapa petunjuk, aku dan Serda Danu masuk ke dalam hutan mencari ibu guru tersebut. Setelah pencarian selama hampir satu jam, ahkirnya kami menemukannya dalam keadaan ketakutan.
"Terima kasih pak saya sudah muter-muter ga tahu sudah berapa kali tapi gak menemukan jalan keluar,"ucapnya.
"Ayo kita keluar! Tapi sebelumnya bisa tidak tangannya di lepaskan!" Ucapku yang tidak nyaman dengan tangannya, yang terus menerus melingkar di lenganku.
"Saya takut kesasar lagi pak,"ucapnya dengan manja.
"Serda Danu tolong pegang tangannya Bu guru ya!" Ucapku sambil melepaskan tangannya dan berpindah ke tangan Serda Danu.
"Siapa Ndan, rejeki nomplok ini namanya Ndan. Sering-seringlah begini hehe,"ucapnya sambil cengengesan.
Tanpa memperdulikan ibu guru yang aku tidak tahu namanya itu kami , mencari jalan pulang keluar dari hutan. Tapi karena hujan kami ahkirnya putuskan untuk berteduh di bawah pohon besar.
"Pak dingin bisa peluk gak?"
Astagfirullah artinya 'ku memohon ampun kepada Allah SWT '
"Maaf bukan muhrim," tolakku halus.
"O fanatik ,"sinis karena males menanggapinya aku hanya tersenyum.
"Gak mau," jawabnya membuat ku mau tertawa. Ternyata tidak hanya kaum lelaki yang suka modus, kaum perempuan juga bisa modus.
Setelah hujan reda kami kembali ke pos, alangkah terkejutnya aku saat tahu pos penjagaan di serang.
"Kita segera urus pemakaman!"
"Kapten baru datang,?" tanya Yusuf.
"Iya sempat hujan tadi jadi kami berteduh, tadi ponselku kehabisan baterai bisa pinjam ponselnya Letnan ?"
"Tentu kapten,"ucap Yusuf.
"Saya takut istri saya cemas dan berpikir buruk, kalau tahu pos penjagaan di serang."
"Bener dugaanku kan," ucapku setelah mengakhiri panggilan ku.
"Selamat ya kapten sudah menjadi ayah."
"Terima kasih. Aku tidak kebayang jika berada di dekat istri , menemani dia berjuang secara langsung." Ucapku sambil menghapus air mataku, entah mengapa air mata ku bisa menetes, setelah memperdengarkan adzan dan Iqamah, padahal hanya melalui ponsel.
"Maaf batre mu jadi habis," ucapku tidak enak pada Yusuf.
"Tidak apa-apa Kapten tinggal mengisi daya."
"Ya udah saya pergi dulu, makasih Letnan."
Sejak hari putra ku lahir, hampir setiap hari jika ada kesempatan aku gunakan untuk menghubungi Hana. Meskipun hanya melihat Hana dan putra ku sudah membuat sangat bahagia. Membuatku ingin segera pulang dan menemui mereka.
Hari ini Hana pulang dari rumah sakit setelah 2 hari sempat istirahat di rumah sakit.
"Assalamualaikum."
"Walaikumsalam,mana Hana ko kamu yang angkat telpon Hana Ran?"
"Hana lagi di tenangkan mami," ucap Randi.
"Kenapa istri ku Ran?"
"Kata mami Hana di serang sindrom baby blues. Sejak pulang dari rumah sakit tadi pagi,Hana mudah Marah dan Tersinggung.Mood Swings dan Tidak Sabaran, tadi pagi anaknya
Menangis Tanpa Alasan yang jelas."
"Anak siapa ini? Putraku ?"
"Hana tadi waktu mau pulang masih di rumah sakit nangis, katanya takut gak bisa ngurus anaknya sendirian di asrama. Terus pengaruh air susunya yang belum keluar juga."
Andai aku di situ pasti bisa mendampingi mu sayang aku jauh. Harusnya aku yang menemani mu dan putra kita disaat begini. Ternyata benar jika sudah punya keluarga rasanya bedah, saat kita satgas dengan status Single.
"Ya udah aku akan menghubunginya nanti."
"Oya mas anakmu mau dikasih nama siapa. Kalau belum punya nama biar aku yang memberikan nama buat ponakan ku."
"Satria Elang Maulana."
"Keren,"ucap Randi.
"Udah Ran nanti aku telpon lagi assalamualaikum."
"Walaikumsalam,"ucapnya.
Satria Elang Maulana semoga menjadi lelaki pemimpin yang tangguh setangguh burung elang yang .
Dor dor dor
"Pos di serang !!"
"Siapkan perlawanan untuk bertahan!"
"Baik kapten !"
"Kapten Letnan Yusuf di Sandra,"lapor Serda Danu.
"Kamu ikut saya kita kejar mereka ke hutan!"
"Siap!"
Aku melihat Yusuf yang di seret dengan paksa oleh 2 orang sambil berlari dan di kelilingi 4 orang bersenjata. Membuat aku harus berhati-hati dalam menebak.