
Hanya butuh jalan kaki 15 menit dari kosanku ke rumah sakit dan selama itu Bisma terus merecoki ku dengan pertanyaan tentang mereka.
"Saingan gw kenapa banyak sekali dokter Rio aja gw belum yakin bisa ini muncul lagi 2 lelaki bersragam " ucap Bisma.
"Lebih baik Lo pulang dari tadi Lo ngoceh ga jelas"kesalku. "Aku kan udah janji mengantarmu pulang malam ini"ucapnya .
"Sekarang Lo pulang terimakasih sudah mengantarkan ku."
"Kenapa sih Lo selalu mengagap aku sebagai anak kecil?" ucap Bisma."Umurku lebih tua dari kamu, apa kamu lupa "ucapku.
"Beda usia kita tidak sampai 2 tahun ya"ucapnya." Dasar anak kecil 23 bulan ya "kesalku berjalan masuk meninggalkannya.
Tadi siang ketemu di mall,sore ketemu di rumah sakit tempat kerja dan malam bersikap sok kenal dasar pria arogan.
"Mbak Dira, tadi di anter siapa?"tanya Lilis, yang kamarnya berada di sampingku.
"Kepo "Ucapku sambil meninggalkan masuk kamar.
Setelah pertemuanku hari itu yang seperti orang minum obat 3 kali dalam sehari,aku tidak bertemu lagi dengannya.
"Makan dulu yuk sebelum pulang,laki gw gak lembur soalnya "ucap Desty. "Mau makan di mana ?"tanyaku.
"Gw mau makan steak "ucap Desti, dengan mengendarai mobil Desty kita menuju salah satu restoran langganan Desty.
Tapi dasar apes baru juga steak nya datang tinggal makan, suami Desti mengirim pesan tidak jadi lembur suruh jemput mobilnya mogok.
"Sorry banget gw harus pulang duluan sebagai permintaan maaf gw akan bayarin makanan ini "ucap Desty tak enak hati.
"Ya udah santai aja,pergi aja ga papa gw anggap ini rejeki gw dapet 2 porsi steak gratis "ucapku meskipun aku kesal,aku juga tau semua ini bukan kemauannya.
Setelah kepergian Desty aku keluarkan salah satu buku, untuk menemani ku makan ditengah restauran mewah ini.
Hingga suara kerumunan orang-orang membuatku melihatnya keluar, karena rasa penasaran aku rapikan bukuku dan berjalan keluar.
"Ada apa Bu itu ko ramai sekali?" tanyaku pada ibu-ibu yang juga ikut melihat ." Ada pasukan Paspampres lagi mengamankan jalan orang no 1 mau kesini"ucapnya.
"Dalam rangka apa?"tanyaku."Biasa sidak kali, blusukan istilahnya"ucap ibu itu aku hanya mengangguk tanda aku mengerti.
"Hai ketemu lagi, sombong amat sih sekarang"ucap seseorang yang sudah berjalan di sampingku.
"Lo gak kangen gw, setelah 3 tahun tidak ketemu"ucapnya yang hanya ku lirik tanpa ku jawab.
"Lo di sini mau ketemu Kana ya"ucapnya, membuatku menghentikan langkahku dan berkacak pinggang melihat kearahnya "Gw disini karena kebetulan,gw gak tahu apa-apa tentang sepupu Lo, jadi jangan pernah hubung-hubungkan gw dengannya ngerti "ucapku membuatnya tertawa.
"Gw sapa baik-baik gak di respon giliran bahas Kana langsung Lo bereaksi,sebegitu hebatnya Kana mempengaruhi hidup lo"ucapnya.
"Apa sih sebenarnya mau Lo ?" tanyaku melihat kearahnya.
"Sekarang Lo lihat kebawah,!" ucapnya yang membuatku bingung tapi aku turuti."Lo kenalkan orang yang berjalan di belakang presiden dengan kemeja batik itu?" tanyanya membuatku memperhatikan kebawah dan mataku membulat saat melihat diantaranya ada Kana.
"Bisa tidak Lo memaafkannya, sejak kejadian hari itu dia selalu diliputi rasa bersalah terhadap mu,"ucap Arya .
"Gw sudah memaafkan tapi maaf seperti kataku dulu aku tidak mau lagi berurusan dengan kalian " ucapku berjalan meninggalkannya.
"Tunggu dulu "ucap Arya mencegahku yang sudah 2 langkah berjalan."Gw baru disuruh Tante ambil undangan di percetakan,ini gw kasih Lo 1 " ucap Arya sambil menyerahkan undangan yang lucu padaku."Undangan apa?"tanyaku.
"Ulang tahun Jelita, akan diadakan disini seminggu lagi,pasti Nadira senang melihat Lo datang karena dia sering menanyakan keadaan Lo" ucapnya.
"Gw kira undangan pernikahan lo" ucapku." Kalau Lo mau nikah sama gw tidak masalah "ucapnya.
"Datang saja belum tentu Kana datang, dia kan sibuk jadi pengawal kalau pun libur dia paling juga habiskan waktu seharian di rumah saja. Sebulan lalu waktu kita ketemu di mall itu aja hasil dari kebohongan ku" ucap Arya sambil tertawa. "Gw usahakan tetepi aku tidak janji"ucapku meninggalkannya.
Aku perhatikan undangan ulang tahun itu, tempat perayaan ulang tahun di rumah keluarga Arya apa keluarga itu sudah menerima Jelita dan Nadira?
✉️
Nad ini aku Adira, gimana kabarnya.📷(foto undangan)
Pesanku masuk tapi belum terbaca,berati nomornya sudah aktif kembali.
Suara Adzan subuh membangun kan aku, setelah sholat subuh aku baru cek ponsel ku.
☎️ 5 panggilan tidak terjawab
✉️ Nadira
Pasti Lo tidur kebiasaan tidur kebo
temui gw di rumah mertua gw kalau gak gw samperin Lo ke tempat kerja
^^^me^^^
^^^Temui gw di tempat kerja^^^
Lebih baik Lo samperin gw di rumah sakit ,dari pada gw ke rumah mertua Lo potensi ketemu keluarga yang lebih besar ucapku dalam hati.
Seperti biasa pukul 06.00 pagi aku sudah tiba di rumah sakit menyiapkan laporan pagi sebelum kunjungan pasien bersama dokter konsultan, Kegiatan berlanjut ke praktik latihan.
"Hari ini saya menangani pasien pemasangan ring dok !"ucap dokter Bisma.
"Dokter Dira selanjutnya "ucap dokter Rio , saat kami sedang berkumpul di ruang dokter Rio untuk melaporkan pekerjaan kami dan konsul jika ada masalah yang kami hadapi.
"Hari ini saya akan melakukan operasi Coronary Artery Bypass Graft (CABG) ,dok" ucapku.
"Kalau yang lain ada masalah yang serius tidak?"tanya dokter Rio.
"Tidak dok"jawab kami semua.
"Bagus saya harap kalia tidak berhenti hanya di Program Dokter Spesialis saja, tetapi bisa lanjut ke jenjang yang lebih tinggi"ucapnya sebelum kami meninggalkan ruangannya.
Jenjang yang lebih tinggi dari spesialis disebut sub-spesialis (Sp2) atau yang biasa kita kenal dengan Konsultan (K). Gelar Konsultan (K) ini ditambahkan di belakang gelar Spesialis (Sp).Pendidikan untuk meraih gelar Konsultan (K) ini ditempuh selama 4 sampai 6 semester.
Bedah pintas arteri koroner atau dalam bahasa Inggris disebut coronary artery bypass graft (CABG) merupakan sebuah prosedur bedah untuk mengembalikan aliran darah normal pada arteri koroner yang mengalami obstruksi. Arteri koroner yang normal akan mengalirkan darah ke otot jantung dengan sendirinya, tanpa melalui sistem sirkulasi utama.
"Bagus ,kerja bagus "ucap dokter Rio padaku saat kami keluar bersama dari ruang operasi.
"Terima kasih atas bimbingannya dan ilmunya pada saya dok" ucapku tulus, sebelum aku kembali keruang ku.
"Bagaimana rasanya di awasi sama dokter Rio?"tanya Aji."Ya gitu deh berdebar takut buat kesalahan,"ucapku.
"Dokter Dira di lobby ada yang mencari nama Nadira sudah menugu sekitar 2 jam"ucap seorang perawat yang menghampiriku.
"Terima kasih sus"ucapku.
"Sorry gw lama "ucapku menghampiri Nandira yang sedang bermain ponsel.
"Sebenarnya kalau tidak lagi ada perlu di rumah sakit ini juga gw gak mau nunggu lo"ucap Nadira."Emang ada saudara yang sakit ?"tanyaku.
"Kakek mas Aryo operasi jantung komplikasi maklum umurnya juga sudah tua hampir 80 tahun kali"ucapnya.
"Terus anakmu mana?"tanyaku. "Sama om nya dia bosen nugu Lo jadi diajak Om nya jalan"ucapnya.
"Arya ga kerja ?" tanyaku,"lagi pada ngumpul di sini, kecuali Kana yang masih dinas, mungkin malam atau besok baru kesini. Sekarang kita bahas kamu jangan Keluarga mas Aryo "ucapnya. Baru ngobrol 15 menit Arya datang menyerahkan Jelita karena kakek memintak anak dan cucunya ngumpul dan aku harus ke UGD.