Arshaka Aruna

Arshaka Aruna
Masa lalu Shaka



Duduk di bawah pohon sambil menatap ke arah depan dengan tatapan kosong, Runa tersenyum sesekali ketika seseorang menyapanya.


"Shut, diem aja neng. Mau di temenin gak?" goda seseorang yang berhasil membuat Runa terlonjak kaget.


"Galang!" pekiknya dengan kesal, sedangkan Galang hanya tertawa geli.


"Gimana mau gue temenin gak?" tawar Galang sekali lagi, lalu Galang mendudukkan dirinya di samping Runa, menatap ke arah depan sama seperti gadis di sampingnya.


"Gak capek lihatin dari jauh?" tanya Galang sambil melirik sekilas. "Oh iya, lo mau gue ceritain kan gimana masa lalu Shaka? Tapi kemarin ada kendala karena lo harus pulang, dan akhirnya gak jadi buat cerita." ujar Galang mengingat-ingat.


"Mau gue ceritain gak?" tak ada balasan sama sekali dari Runa, gadis itu hanya melamun sambil menatap ke pada dua orang yang ada di depannya.


"Boleh," jawab Runa singkat.


"Jadi begini ceritanya..." Galang memulai menceritakan semuanya.


Namanya Aqilla Salsabila, terlihat dari namanya sudah terbayang gimana cantiknya gadis itu. Namun sayang beribu sayang, dibalik nama yang indah itu, tersirat akan kebencian di sana.


Aqilla memang cantik, baik dan tentunya memiliki sopan santun, tapi sayangnya, dia harus lahir dari cara yang salah. Ya! Qilla terlahir dari hasil di luar nikah, dimana sang Mama harus hamil terlebih dahulu, sebelum pernikahan terjadi.


Bertahun-tahun lamanya, Qilla menjalani hidup dengan cacian, makian, dan Kata-kata yang tak pantas di dengar pada bocah berumur 7 tahun. Sampai akhirnya, Qilla menemukan teman perdana.


Mereka adalah Shaka dan Galang, kedua cowok dengan sifat yang sangat sangat bertolak belakang. Yang satu terkenal nakalnya yang satu lagi terlihat seperti anak yang sombong.


6 tahun ketiga bocah itu lewatkan dengan suka dan duka, banyak sekali kisah yang mereka lukis di bangku Sekolah Dasar. Sampai mereka dipertemukan kembali pada jenjang SMP, di sana semuanya perlahan mulai berubah.


Masa-masa remaja mulai terbuka. Pasti kalau ada sahabatan antara cewek dan cowok akan ada yang merasakan cinta dalam diam bukan? Dan itulah yang terjadi pada Galang, Shaka dan Qilla. Namanya juga bocah SMP pasti bakal merasakan yang namanya jatuh cinta, apalagi mereka memasuki usia remaja.


Galang dan Shaka harus merelakan salah satu dari dua pilihan, antara merelakan atau kehancuran. Merelakan dalam arti merelakan cinta mereka, dan kehancuran dalam arti persahabatan mereka bertiga akan hancur.


Shaka awalnya memilih untuk merelakan. Merelakan Galang dan Qilla jadian, menurutnya lebih baik dia diam daripada persahabatan yang mereka bangun selama ini hancur sia-sia.


Namun pada akhirnya Qilla memilih Shaka, dan hal itu terjadi karena Shaka selalu ada dan selalu dekat dengan Qilla. Di saat Qilla membutuhkan Galang yang ada hanya Shaka, Shaka dan Shaka.


Memang ini kesalahan Galang sih, dia sibuk dengan dunia nya sendiri sampai melupakan bahwa ada Qilla. Hal itu lah menjadi awal dari kehancuran persahabatan mereka.


"Kalau emang lo suka sama Qilla kenapa gak dari awal lo bilang ke gue Sa?" tanya Galang menatap bergantian Qilla dan Shaka.


"Gue cuma gak mau, persahabatan kita hancur."


"Terus sekarang? Lo pikir persahabatan kita gak hancur? Oke! Karena Qilla sekarang mau sama lo, gue putuskan buat keluar dari Alastair!" final Galang, membuat semua nya saling pandang.


Di situlah semua berubah, pertengkaran antar dua sahabat selalu terjadi, salah paham, adu domba serta masalah lainnya yang tak bisa dihitung oleh jari.


Suatu ketika Galang mengajak Qilla pergi, cowok itu hanya ingin menghibur gadis itu dan Tuhan berkehendak lain, di malam itu juga Qilla hilang nyawa, dan semua terjadi karena Galang.


"Brengsek lo! Kalau lo gak ajak Qilla pergi, Qilla gak bakal mati!" Shaka, untuk pertama kalinya harus kehilangan cinta pertama dari Qilla.


Qilla yang selalu menjadi penyemangat, Qilla yang selalu menjadi pemisah antara Galang dan Shaka yang selalu ribut, Qilla yang selalu menjadi bahan guyonan mereka kini hilang.


Semua hanya menyisakan kenangan, kenangan yang sampai kapan pun tak akan pernah terlupakan.


"Jadi gitu ceritanya, makanya kenapa sekarang gue sama Shaka jadi musuh. Kita pernah jatuh hati sama sosok yang sama, kita pernah melewati hari dimana paling berat sama sosok orang yang sama."


Runa mendengar kan semuanya secara rinci, tak ingin ada kesalahan pahaman di antara dirinya dan Galang. "Jadi, Qilla cinta pertama dari kak Shaka?"


"Hem, Qilla cinta pertama bagi Shaka, dan Qilla adalah sosok yang membuat Shaka menjadi kayak gini." jawab Galang.


Sekarang Runa paham, tentang apa yang terjadi pada masa lalu Shaka. Runa juga paham, gimana susahnya melupakan seseorang yang menjadi cinta pertama, tentu itu semua tak mudah. Dan sekarang Runa sadar, seberapa sayang dan cintanya Shaka pada Qilla.


"Terus kamu nya gimana?" Runa bertanya sekali lagi.


Ruan mendengar jawaban Galang reflek menutup mulutnya tak percaya. "P-penjara?" lalu menatap Galang tak yakin.


Galang tersenyum geli, cowok itu mengangguk sambil menatap Runa dengan ekspresi menggemaskannya. "Iya gue, mantan, napi!"


"Yakin?" Runa masih tak percaya dengan pernyataan yang dibuat oleh Galang, dilihat-lihat nih dari wajah Galang gak meyakinkan.


"Kenapa? Muka gue sebegitu meyakinkan ya?"


Runa menggeleng cepat. "Gak, bukan gitu. Cuma agak aneh aja, kayak gak mungkin gitu kalau kamu mantan napi." kata Runa dengan akhir kalimat yang pelan.


"Emangnya Shaka sama sekali belum cerita hal ini ke lo?" Jangankan cerita, bagi waktu berdua aja susahnya kayak minta surat pindahan kok.


"Bagi waktu berdua aja susah, gimana mau cerita? Lagian, kak Shaka kan sibuk." balas Runa menekankan kata akhiran.


"Ya, sibuk! sesibuk nya cowok, kalau dia masih sayang sama ceweknya gak bakal biarkan si cewek buat pergi dan jalan sendiri."


"Nyindir nih?"


"Gak ada sih, cuma memperjelas aja, dan mau kasih tau ke cewek gimana rahasia cowok. Dengerin gue ya Na, kalau dia udah gak peduli, gini deh jangankan peduli, buat chat aja susah gimana nanti? Na, di hubungan pacaran yang paling utama itu kejujuran dan kepercayaan. Yakin deh sama gue, kalau di hubungan lo sama Shaka udah ada ini dua, percaya hubungan kalian bakal langgeng."


Hanya bisa menatap Galang dengan tatapan sendu, Runa lantas mengangguk pelan. "Gitu ya," hanya perkataan itu yang keluar dari mulut mungilnya.


"Gak usah lo pikirkan," Galang menjentikkan jarinya. "Sekarang gini deh, gimana kalau kita buat permainan?" tawar Galang.


Ia mengangkat sebelah alisnya. Lantas bertanya. "Permainan apa?"


"Jadi gini, permainan nya itu kita saling gak kenal antara satu sama lain. Bayangkan kita gak pernah ketemu dan gak pernah saling sapa." Galang menjelaskan dengan rinci setiap permainan. "Mau gak?"


Kening Runa berkerut, gadis itu sedang berpikir sebentar. "Ya elah, jangan mikir gue yang aneh-aneh dong, lo masih mikir gue jahat? Wah kebangetan sih lo, kalaupun gue jahat, napa kagak dari kemarin aja." Galang merajuk, dengan kedua tangan yang dia lipat di depan dada.


Runa tertawa kecil menatap ekspresi Galang yang menurutnya sangat mengemaskan. "Oke, kita mulai permainan nya." Runa dan Galang saling bersalaman.


"Ya udah, gue mau ke sana dulu. Bayangkan kalau kita baru kenal ye! Tunggu sini jangan ke mana-mana." Galang berlari cukup lumayan jauh, Runa yang melihat itu tertawa kecil, seketika masalah yang dihadapi nya perlahan menghilang sekejap.


"Misi neng, punten, mau tanya. Ada lowongan buat cari temen gak?" tanya Galang, sambil melipat tangannya di atas perut. "Gak usah basa-basi, gue males SKSD." sambung Galang.


"Aduh.. Gimana ya kak, maaf nih Masalahnya--"


"Kebangetan sih lo kalau gak terima gue jadi temen, mana gue udah lari sampai pojokan lagi." Protes Galang sambil menunjuk ke tempat sampah yang ada di ujung.


Runa tertawa seraya memegangi perutnya. "Aduh.. maksa banget kak, iya-iya, saya terima jadi temen." deal Runa.


"Nah gitu kek, bentar anjir gue mau duduk capek lari dari sana." mendudukkan dirinya ke atas kursi, Galang mengatur napasnya berkali-kali.


Dengan cekatan Runa merogoh tote bag yang dia bawa, mengambil sebotol air mineral serta sapu tangan, lalu menyerahkan nya pada Galang. "Minum dulu nih,"


"Makasih," Galang meneguk hingga tandas.


...


Kalian tim siapa nih?


A. Shaka Runa?


B. Shaka Kania?


C. Galang Runa?