Arshaka Aruna

Arshaka Aruna
Malam pertama



Warning : episode ini dan selanjutnya masih nyambung ke season sebelumnya!


...


Acara pernikahan kali ini berjalan dengan lancar tanpa kendala, kegiatan kali ini cukup melelahkan bagi Runa dan Shaka.


Karena setelah akad selesai, mereka menyiapkan diri untuk melanjutkan acara selanjutnya. Yaitu, resepsi yang diadakan di salah satu hotel milik keluarga Shaka.


Malam tiba, semuanya memutuskan untuk menginap di hotel. Sebagian juga ada yang memutuskan untuk pulang ke rumah mereka.


Runa sendiri sedang menata beberapa pakaian ke dalam koper, akibat tadi sedikit terburu-buru ia tak sempat menata kembali.


Menoleh ke belakang saat mendengar suara pintu terbuka. Tersenyum kala melihat siapa sosok yang baru saja masuk.


Shaka, cowok dengan kaos hitam dan celana pendeknya berjalan mengarah nya dan mengambil alih pakaian yang ada di tangan Runa. "Dilanjutkan besok aja, sekarang kita istirahat. Udah malam,"


"Tapi kan---"


"Gak ada kata tapi!" potong Shaka dengan cepat. "Kamu belum makan kan? Kita makan dulu gimana terus istirahat," tawar Shaka menjulurkan tangannya pada Runa.


Dengan senang hati Runa menerima uluran tangan Shaka. "Boleh, tapi boleh gak makan diluar aja? Lagi pingin,"


Melihat ekspresi Runa yang menggemaskan membuat Shaka tertawa kecil, memeluk pundak Runa dan mengajaknya keluar kamar. "Boleh, mau makan apa?" tanya Shaka sambil menggenggam lembut tangan istri kecilnya.


"Mie ayam pake sambel enak juga," jawab Runa membuat Shaka mengangguk kecil.


"Boleh cuma jangan banyak-banyak ya!" Shaka mencoba untuk tak melarang Runa untuk melakukan apa yang gadis itu mau, tetapi dengan satu syarat yaitu dengan melakukannya tanpa berlebihan.


Tak berapa lama, mobil yang mereka tumpangi berhenti di depan sebuah resto mie ayam. Usai memarkirkan mobil dengan aman, mereka pun melangkah masuk.


"Mbak!" Ia mengangkat sebelah tangannya untuk memanggil salah satu pelayan.


Pelayan tersebut memberikan buku menu pada Shaka. "Mie ayam spesial 2, bakso satu sama jus jeruk 2." ujar Shaka pada pelayan.


"Ada lagi gak?" tanya Shaka.


Runa menggeleng. "Udah itu aja,"


Shaka mengangguk. Lantas mengembalikan buku menu itu pada sang pelayan dan kembali mengobrol berdua bersama Runa.


Untung saja resto tak ramai akan pengunjung. Sehingga pesanan mereka tak harus ditunggu lama-lama. "Selamat menikmati," ujar sang pelayan dengan ramah.


Makan malam telah selesai, dan makan malam kali ini cukup membuat Runa senang karena Shaka tak lagi melarangnya untuk memakan makanan yang dirinya mau.


Selesai membayar seluruh makanan, kedua pasangan suami istri itu akhirnya pulang dalam keadaan kenyang. Sampai di hotel Shaka dan Runa langsung masuk ke dalam kamar untuk beristirahat.


Dan saat Runa ingin menganti pakaian, seseorang memeluknya dari belakang. Membuat Runa menoleh ke samping, dan tersenyum manis.


"Boleh?" bisik Shaka dengan nada basah.


Mengangguk ragu, Runa mulai berbalik dan menghadap ke arah Shaka yang menatapnya dengan senyuman. "Boleh," balas Runa singkat.


Shaka tersenyum tipis, tak kala Runa memberikannya izin. Menatap satu sama lain, keduanya saling menyelami satu sama lain.


Hingga mata Shaka beralih turun dan berhenti pada satu titik, menatap bibir pink Runa sekilas. Sedikit memiringkan kepala, Shaka mendekati Runa.


Shaka menyesap nya perlahan, pelan dan lembut. Di sana, mereka saling menyalurkan rasa yang telah lama mereka pendam.


Disini, di tempat ini. Menjadi malam panjang yang mereka dua nantikan bersama. Menjadi momen dimana keduanya berdoa, agar nantinya ada satu keajaiban tiba di dalam sana.


...


Keesokan harinya, pagi hari menyapa dengan indahnya. Tanpa permisi berhasil masuk melewati celah-celah tirai dan berhasil menimpa wajah cantiknya.


Runa menautkan alisnya, perlahan mulai membuka mata. Berbalik menatap ke samping, senyum indah ia layangkan pada sosok yang ada di sampingnya.


Tangannya terulur untuk mengusap lembut surai Shaka yang berantakan, namun karena hal itulah yang membuat Shaka terlihat semakin tampan.


Sedikit mendekat, Runa berbisik pelan. "Bangun yuk, udah pagi."


Shaka mengerang pelan, lalu menarik Runa ke dalam dekapannya. "Nanti aja, masih ngantuk!" ungkap Shaka.


Maklum saja, setelah mereka melakukan malam yang amat panjang. Keduanya berhasil beristirahat beberapa jam yang lalu.


"Lanjut nanti, udah jam enam tuh." Runa melirik sekilas jam yang terpasang manis di dinding kamar. "Gak enak tau. Ditunggu sama yang lain di bawah,"


Berdeham singkat, Shaka menguraikan pelukan dan menatap Runa dalam. "Kamu mandi aja dulu, nanti kalau udah selesai bangunin aku." Shaka berucap sambil mengecup sekilas bibir Runa, dan kembali tidur.


Menatap hal itu membuat Runa geleng-geleng kepala, tak dipungkiri gadis itu perlahan mulai meninggalkan kasur dan melangkah ke kamar mandi.


Tak perlu membutuhkan waktu lama, Runa telah menyelesaikan ritual mandinya, dengan kaos panjang dan celana training Runa mendekati Shaka, mencoba membangunkannya.


"Bangun yuk udah pagi," dengan lembut Runa membangunkan Shaka.


Mendengarkan bisikan lembut itu membuat Shaka membuka kedua matanya perlahan, tersenyum manis saat pandangan yang dia temukan adalah Runa.


"Pagi," ujar Shaka dengan nada khas bangun tidur.


"Pagi, ayo bangun! Yang lainnya udah pada nunggu di bawah," menarik Shaka perlahan.


Dengan langkah gontai nya, Shaka memasuki kamar mandi. Sedangkan Runa menggelengkan kepala sabar, sambil menunggu Shaka menyelesaikan ritual mandinya. Runa memutuskan untuk membereskan kamar yang nampak berantakan.


Melihat bercak darah yang ada di atas kasur, membuat Runa tersenyum malu. Ia dapat merasakan jika kini pipinya merah.


"Aishh.." desis Runa pelan.


Menoleh ke belakang, kala mendengar pintu kamar mandi yang terbuka. Tersenyum saat melihat Shaka yang kini terlihat lebih segar.


"Turun!" Shaka menarik Runa keluar dari kamar tak lupa menggandeng nya lembut.


...


Pendek ya? Emang sih wkwkwk


Maaf guys, updatenya lebih cepat dari perkiraan Nana. Tangannya udah gatel buat nulis :(


JEJAKNYA YUK BISA 😌