
Niat awal ingin tidur siang, akibat hari ini libur malah membuat gadis itu melakukan pekerjaan rumah.
Sebenarnya ini salahnya, karena seminggu kemarin Runa malas membereskan kamar membuat Runa harus bekerja sekarang.
Ditambah lagi dengan tumpukan baju yang mulai menggunung, menatap keranjang itu dengan kesal. Runa mengangkatnya dan membawanya turun ke bawah.
Berjalan menuju mesin cuci, Runa menghentikan langkahnya sejenak, saat bel pintu rumah terketuk. Membuat Runa mengurungkan niatnya ke mesin cuci yang tak jauh dari dapur.
Membuka pintu, Runa mendapatkan sebuah paket. Bukan paket, melainkan sebuah amplop putih yang tergeletak di halaman rumah.
Membungkukkan tubuhnya sedikit, Runa mengambil amplop putih itu. Menatap nama yang tertulis di sana. Keningnya berkerut, tak kala namanya tertulis disitu.
Terheran-heran, Runa kembali masuk ke dalam. Tak lupa menutup kembali pintu. Duduk di ujung kursi, Runa membolak-balikan kertas itu berulang kali.
"Dari siapa ya? Perasaan bulan ini aku sama sekali gak pesen apa-apa deh. Kok ada namanya," heran Runa.
Memilih tak peduli, Runa menaruh amplop putih itu di atas meja. Melanjutkan pekerjaan nya yang tertunda. Sambil menunggu cucian, Runa melangkah naik ke atas dan membereskan kamar.
Berkacak pinggang, Runa tersenyum bangga melihat kamarnya kini berubah menjadi baru. Sempat kesal akibat cukup lama dirinya membersihkan kamar ini, tapi lihatlah. Kini malah terlihat bersih dan rapi.
"Bener sih kata orang, lebih baik mulai aja dulu dibandingkan overthinking gak jelas!" komen Runa.
...
Tanpa terasa, Runa baru saja menyelesaikan seluruh tugas rumah. Memilih untuk masuk ke kamar mandi dan membersihkan diri.
Tak lama kemudian Runa menyelesaikan ritual mandinya, dan melangkah turun ke bawah saat perutnya berbunyi.
"Laper banget, masak aja deh." putus Runa melangkah ke dapur, dan hanya mendapatkan makanan instan.
Tanpa pikir panjang, Runa mengambil sebungkus mie instan tak lupa dengan sebutir telur. Setelah menaruh panci berisikan air.
Runa memilih untuk membuka bungkus mie dan menangkan nya pada piring. Sembari menunggu air mendidih.
Runa terdiam, sambil memikirkan suatu hal. "Sebentar deh! Kok ada yang lupa," gumamnya.
Berbalik arah, Runa menatap penjuru rumah sampai terhenti pada tuang tamu. Memukul jidatnya singkat, Runa lupa kalau tadi siang mendapatkan amplop. Karena penasaran, Runa melangkah ke ruang tamu.
"Nah ini," katanya saat menemukan amplop itu. Untung saja tak hilang. Kembali ke dapur, Runa memilih untuk menyiapkan makan malamnya terlebih dahulu.
"Ini apa ya?" tanya Runa bingung.
Pelan-pelan, dia membuka amplop itu, melihat secarik kertas yang berisikan tulisan.
Untuk Runa, maaf banget kalo aku harus nulis kayak gini. Sebenarnya aku mau kirim pesan ke chat langsung, cuma itu percuma karena kamu juga gak akan balas pesan itu.
Disini aku aku cuma mau kamu untuk datang ke kafe besok sehabis pulang kantor. Ada satu hal yang harus aku ceritain ke kamu, ini tentang alasan mengapa aku gak datang 3 tahun yang lalu.
Selesai membaca surat itu, kini Runa merenung sejenak. Masih bingung, apakah akan datang atau tidak. Tetapi Runa penasaran dengan alasan mengapa Shaka tak datang 3 tahun kemarin.
"Datang gak ya? Cuma aku penasaran. Kenapa kak Shaka gak datang?" batin Runa.
"Datang aja deh lagian kan cuma cerita hal ini doang." Runa berkata dan melanjutkan memakan mie instan yang baru saja dia buat.
...
Sesuai janji kemarin, Runa memutuskan untuk bertemu langsung sama Shaka. Sungguh Runa dibuat penasaran dengan alasan Shaka.
Jam pulang kantor tiba, Runa segera bersiap-siap untuk pulang. Dirasa tak ada yang tertinggal, Runa memasuki lift dan turun ke bawah. Sampai luar, Runa langsung menuju ke kafe, dimana tempat Shaka untuk bertemu.
Masuk ke dalam kafe, ternyata di sana sudah ada Shaka yang masih sibuk memainkan ponsel. Dan tak sadar jika Runa telah hadir.
Berdehem cukup keras, berhasil membuat Shaka kaget. Cowok itu segera menegakkan tubuhnya dan menatap Runa.
"Jelasin," ujar Runa to the point.
"Jadi gini ceritanya," Shaka perlahan mulai menceritakan apa yang terjadi sebenarnya.
Saat ini Shaka tengah bersiap-siap untuk berangkat keluar kota. 2 tahun usahanya untuk mencari seseorang kini telah berhasil, 2 tahun sudah Shaka habiskan untuk mencari keberadaan Runa sampai akhirnya cowok itu menemukan dimana Runa berada.
Setelah mempersiapkan diri, Shaka langsung turun ke bawah dan berpamitan pada yang lainnya. Lea dan Al yang mendapatkan kabar gembira tersebut ikutan senang. Perjuangan Shaka akhirnya terbalaskan.
Kalian benar, Shaka akhirnya bisa menemukan keberadaan Runa setelah perjuangan panjang yang cowok itu lakukan.
"Tunggu aku Na," batin Shaka tersenyum.
Hingga mobil Shaka memasuki kawasan Jogja, akibat Malam telah tiba. Shaka memutuskan untuk menginap di salah satu hotel.
Tak lupa cowok itu memberikan kabar pada Runa bahwa dirinya telah sampai dan akan menemui gadis itu esok hari.
Mendapat hotel terdekat, Shaka memesan satu kamar lalu masuk ke dalam dam mulai mengistirahatkan diri. Tubuhnya sudah lelah.
Keesokan paginya, Shaka terbangun. Mengubah posisi tidurnya menjadi duduk, menatap jam yang terpasang di dinding. Ternyata sudah jam 11 siang.
"3 jam lagi," gumam Shaka tak sabar.
Memilih untuk membersihkan diri, tak lupa juga untuk mengisi perutnya yang sudah berbunyi. Akibat masih ada waktu, Shaka memilih untuk mengerjakan tugas kuliah yang belum dirinya selesaikan.
Tepat jam 13.00 Shaka memutuskan untuk berangkat menghampiri Runa, dan menemui gadis itu di sebuah taman. Dirasa semuanya sudah siap, Shaka masuk ke dalam mobil kemudian menjalankannya dengan kecepatan sedang.
Dengan perasaan gugup, Shaka mencoba untuk memenangkan diri. Menunggu lampu merah, tepat ponselnya berdering. Shaka pun mengangkatnya.
"Halo?"
Rahang Shaka mengeras, mendapatkan kabar buruk. Jika Kania kabur dari penjara. Dan saat ini perempuan itu sedang dalam pengejaran polisi.
Setelah kebenaran waktu itu terbongkar, Shaka memenjarakan kania dengan beberapa kasus seperti pembunuhan dan penipuan. Dan kini perempuan itu sudah menjalani hukuman sekitar 2 tahun kurang.
Tanpa berpikir panjang lebar, Shaka memutuskan untuk memutar arah dan balik ke hotel, untuk bersiap diri kembali ke Jakarta.
Akibat memikirkan hal itu, Shaka sampai lupa dengan janjinya untuk menemui Runa. Untuk kedua kalinya Shaka kembali mengulangi kesalahan yang sama.
Untuk kasus kedua ini, Shaka mendapatkan kabar bahwa Kania telah tertangkap. Namun sayangnya perempuan itu memilih untuk bunuh diri dan ditemukan dalam keadaan tewas.
Hal itulah yang membuat masalah semakin rumit. Shaka dilaporkan polisi dengan kasus pembunuhan yang Kania alami.
Maka mengapa untuk kedua kalinya Shaka tak datang, karena Shaka harus mengurus itu semua.
Menatap Shaka tak percaya, Runa menutup mulutnya kaget. "Jadi--- kamu gak datang karena kamu urus masalah ini?"
Shaka hanya mengangguk kecil. "Iya, makanya aku gak datang."
"Terus- terus kenapa kamu gak bilang ke aku. Kenapa kamu gak jelasin semuanya ke aku?" tanya Runa pada Shaka.
"Awalnya aku mau jelasin ke kamu, cuma tiba-tiba nomor kamu ilang. Terus waktu acara reuni ternyata kamu udah sama Rama," tutur cowok berjas hitam.
"Dan waktu aku ajak kamu ngobrol berdua. Kamu selalu menghindar dan menghindar," sambung Shaka kembali.
Mendengar penjelasan Shaka, membuat gadis itu menundukkan kepala. Menyesal, Runa menyesal baru tau sekarang.
"Maaf,"
Melihat pundak Runa yang bergetar, berhasil membuat Shaka tak tega. Dengan cepat cowok itu menarik Runa ke dalam pelukannya.
"Udah dimaafin," bisik Shaka.
Sedikit menguraikan pelukan, Shaka menatap Runa dalam. "Mulai sekarang, kita sama-sama belajar. Belajar buat mendewasakan diri, dan belajar untuk memahami," tegas Shaka.
"Dari semuanya kejadian, banyak hal yang dapat kita ambil. Dan banyak hal yang dapat kita pelajari ulang," lanjut Shaka kemudian.
...
Mungkin emang belibet ya diawal, cuma semoga aja di episode kali ini bisa jelasin semuanya..
Sedikit info, cewek yang kemarin sama Rama, yang nyulik Runa itu adalah... Tania Anastasia -adik dari Kania. Dan hubungan mereka adalah adik kakak.
Jadi Kania, Tania dan Rama adalah adik kakak. Cukup mebangongkan cuma seru wkwkw, semoga ngerti yaaa....
Jangan lupa jejaknya guys, bentar lagi tamat ðŸ˜