Arshaka Aruna

Arshaka Aruna
Menentukan tanggal pernikahan



Acara lamaran kemarin cukup berkesan di hati Runa. Runa saja sampai hari ini masih belum menyangka, bahwa Shaka akan melamarnya dengan seperti itu.


Siang ini, Runa sedang bersiap-siap untuk membantu membereskan rumah. Hari ini Shaka dan keluarga akan datang untuk bersilahturahmi serta yang paling penting adalah menentukan tanggal pernikahan.


Tak percaya memang, tetapi inilah takdir nya. Runa kira dulu dirinya dan Shaka tak akan pernah bersatu kembali.


Tapi nyatanya, semuanya akan indah pada waktunya.


Dengan daster ungu nya, Runa melangkah turun ke bawah. Dengan tersenyum manis, ia menghampiri sang Bunda yang asik memasak.


"Siang Bunda," sapa nya riang.


Menatap kehadirannya membuang sang Bunda tersenyum. "Siang sayang! Bantu kak Jihan tuh di ruang tamu,"


Mengacungkan jempolnya, Runa meninggalkan sang Bunda sebelumnya mengecup singkat pipi Yuna. "Siang kak, Runa bantu ya!" mengambil alih sapu, Runa dan Jihan membagi tugas.


Tak memerlukan waktu lama, semuanya telah beres. Merasakan ponselnya berbunyi membuat Runa segera membukanya.


Ternyata Shaka memberitahu jika dirinya dan keluarga akan segera sampai di rumah Runa.


Kak Shaka


|Aku sama yang lain udah mau sampai


Dengan tersenyum manis, Runa memberitahu pada yang lain untuk bersiap-siap dan kembali naik ke atas untuk berganti baju.


"Kak Shaka sama keluarga nya mau sampai," ujarnya pada semua.


Kaki jenjangnya melangkah memasuki lemari baju. Hoodie abu-abu dan celana coklat menjadi pilihan Runa sekarang.


Selesai memakai pakaiannya, Runa melangkah ke meja rias untuk mengoleskan sedikit make-up di wajahnya.


Tak butuh lama-lama untuk Runa bersiap, setelah memastikan semuanya sesuai. Runa melangkah keluar kamar dan tak lupa untuk menutup kembali pintu kamar.


Bersamaan dengan Runa turun, suara mobil tiba terdengar. Membuat semuanya berjalan keluar rumah dan menyambut kedatangan mereka.


"Assalamu'alaikum,"


"Waalaikumsalam, silakan masuk!" sambut Bunda Yuna dengan senyum manisnya.


"Makasih, gak perlu repot repot sebenarnya." Lea dan Yuna berpelukan singkat.


"Gak papa, ayo duduk-duduk!" Bima mempersilahkan mereka semua untuk duduk.


Al selaku kepala rumah tangga berdehem singkat. "Pertama saya ucapkan terimakasih untuk pak Bima, maaf kalo merepotkan kalian semua. Kedatangan kita kesini ingin sedikit bersilahturahmi serta membahas pernikahan dari anak-anak kita," tutur Al membuka suara.


Suasana hening dan damai terjadi, perkumpulan antara dua keluarga terbentuk. Bima, Al, Lea dan Yuna tengah mengobrol bersama.


Runa sendirilah yang memilih untuk tak melakukan lamaran kedua, karena baginya itu semua akan sama saja. Dan malah akan membuang-buang uang.


Tak ingat saja, jika Shaka kaya nya seberapa. Palingan minta rumah dengan mata tertutup sudah ada.


"Jadi gimana Sa?" tanya Al pada Shaka.


Shaka yang tadinya mengobrol bersama dengan Runa menoleh, dan berkata. "Shaka ikut Runa aja Pa, dia mau kapan. Shaka siap," balas cowok itu.


"Dih, sok kaya lu!" cibir Ale berucap pelan. Tapi masih terdengar oleh telinganya.


Mengambil beberapa lembaran tisu, Shaka meremas nya hingga menjadi bulat sempurna. Lalu melemparkan nya pada Ale.


"Anjir!" desis Ale pelan, melayangkan tatapan peperangan pada Shaka.


Kini Runa tau, mengapa kedua kakak beradik itu tak bosannya untuk ribut. Karena ya begitu, yang satu diam yang satu cari masalah, begitu pun sebaliknya.


"Kenapa gak bulan depan aja?" sahut Lea.


"Bunda setuju, lebih cepat lebih baik bukan!" cetus Bunda Yuna, menyetujui.


"Dek," panggil Jihan. "Ikut kakak buat siapin makanan," ajak Jihan sedikit berbisik.


Jihan perlahan meninggalkan ruang tamu. Disusul Runa dibelakangnya. "Bentar ya,"


Shaka mengangguk sebagai balasan. Melihat Ale yang memainkan hapenya membuat ide jail keluar di dalam diri Shaka meronta-ronta.


Tapi belum memulai aksinya, Arfan terlebih dulu mencegahnya dan mengajak Shaka untuk berbicara berdua.


"Ikut gua," Arfan bangkit lebih dulu, meninggalkan ruang tamu.


Kini kedua lelaki itu berada di taman belakang, merasakan Shaka mendekat tanpa basa-basi Arfan berucap.


"Gue izinin lo buat bawa Runa setelah ini. Gue percaya kalo lo bisa jaga Runa dan bisa buat dia bahagia," Arfan berucap tegas.


"Tapi satu hal yang paling penting. Sampai gue denger lo sakiti Runa lagi, jangan harap kesempatan ketiga datang ke lo!" pesan Arfan membuat Shaka mengangguk mengerti.


"Siap Bang, lo tenang aja. Gue bakal berusaha buat bikin Runa bahagia," tekad Shaka.


"Gue pegang omongan lo!" menepuk-nepuk pundak Shaka singkat, Arfan tersenyum dan meninggalkan Shaka di taman belakang, bertepatan dengan datangnya Runa.


"Kalian berdua ngapain?" tanya Runa pada Shaka, menatap kepergian Arfan yang perlahan tak terlihat.


"Biasa, Bang Arfan cuma mau nantinya aku bisa jaga kamu dan bisa buat kamu bahagia." Shaka menjawab apa adanya.


"Oh gitu, yaudah yuk masuk! Makanannya udah siap di dalam," ajak Runa.


Shaka dan Runa berjalan masuk kembali ke dalam, dan segera bergabung dengan yang lainnya untuk makan siang bersama.


Suasana hening tercipta, dengan sedikit candaan makan siang kali ini berjalan begitu lancar.


"Sesuai kesepakatan bersama, acara pernikahan akan dilangsungkan bulan depan!" final Al.


"Dan kami mengucapkan Terima kasih banyak buat pak Bima sekeluarga yang sudah repot-repot menyiapkan semuanya. Kami ucapkan Terima kasih," Lea menyahut.


"Kalau begitu kita undur diri, sekali lagi makasih yaa.." sambung Lea.


"Sama-sama gak perlu sungkan," semuanya berjalan keluar rumah untuk menghantarkan Shaka dan keluarganya pulang.


"Aku balik duluan ya," pamit Shaka pada Runa.


Runa mengangguk dan tersenyum kecil. "Iya, Hati-hati di jalan. Jangan ngebut-ngebut!" tegur Runa memperingatkan.


"Tante, Om kita pamit dulu!" tak lupa untuk menyalami tangan mereka.


Setelah menatap kepergian keluarga Aldebaran, mereka memutuskan kembali masuk ke dalam usai mobil mereka tak terlihat lagi.


...


UDAH SIAP SAMA EPISODE AKHIR DARI CERITA INI? SEMOGA ENDINGNYA MEMUASKAN KALIAN SEMUA YA ❤


KALAU EPISODE INI RAMAI, NANA UPDATE GIMANA? PLEASE JANGAN JADI SILENT READER 😭