
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
Tak terasa waktu sepuluh hari sudah terlewati. Hari ini Farouq dan Ilham akan datang dari Singapore agar lusa bisa hadir dipembacaan serah terima saham dari Farhat ke Indra. Malam nanti team pengacara dan teamnya Juned akan berkumpul dirumah Farhat.
Siang ini Farah mulai mempersiapkan materi untuk pertemuan nanti malam dirumahnya. Karena lusa, eksekutornya adalah dirinya. "Sebenarnya aku takut By. Tapi karena ada abang Farouq dan abang Ilham aku agak sedikit tenang,” begitu yang Farah ucapkan ketika barusan suaminya mengucapkan selamat malam dan minta izin untuk tidur.
Jhon tahu Farah membutuhkan dukungan moril dari dirinya. Saat ini waktu tidur malam dirinya.
Jhon segera menghubungi Farah agar perempuan itu sedikit tenang. “Enggak akan ada apa-apa. Yang penting kamu, abi serta kedua abang jangan duduk disebelah Indra."
"Karena bila kepepet dia akan menggunakan orang disebelahnya untuk menjadi tameng atau sanderanya agar dia bisa segera lolos dari ruangan itu.”
“Baik Kak, nanti malam akan aku beritahu abang dan abi agar tidak duduk bersebelahan dengan Indra,” sahut Farah.
“Apa mereka sudah datang?” tanya Jhon lagi.
“Sudah landing. Barusan Abang Farouq kasih khabar ke aku,” sahut Farah.
“Kalau bisa pulang, mending kamu pulang. Kerjakan tugasmu dirumah agar lebih santai. Dan lagi bisa bertemu abang-abangmu,” Jhon menyarankan Farah pulang. Dia melihat istrinya sangat pucat.
“Baik Kak. *I love you*,” Farah pun bersiap pulang dari kantor sesuai saran suaminya.
\*\*\*
Farah, Ilham dan Farouq sedang ngobrol ditaman belakang rumah mereka. Tak lupa sang bunda menyediakan snack buatannya. Entah mengapa Farah malah asyik makan manisan pala kering berlapis gula pasir.
“Kamu hamil?” tanya Farouq melihat adiknya asyik makan manisan itu.
“Alhamdulillah belum Bang,” jawab Farah.
“Belum, koq Alhamdulillah?” tanya Ilham penasaran.
“Artinya aku enggak jadi omongan orang dan bikin malu abi. Kalau aku hamil ‘kan dikira aku MBA ( *married by accident* )."
"Kasihan abi dan umi kalau anak perempuan satu-satunya jadi omongan orang. Walau kita ngebantah seperti apa pun, tapi mulut pedas orang ‘kan enggak bisa kita suruh diam,” jelas Farah.
“Baguslah kalau kamu mikir seperti itu,” Farouq pun tenang. Dia yakin adik bungsunya pasti melakukan pencegahan kehamilan. Tapi dia malu untuk bertanya hal itu.
“*By the way*, Indra gila juga ya. Kalau dia sudah nikah dengan Indira dan mereka sudah tinggal bersama sejak lama. Kenapa dia masih inginkan kamu?” Ilham tak habis pikir ketika tahu data Indra terbaru.
“Kenapa sekarang kamu enggak coba pancing Indra? Nyerempet-nyerempet buat dia ‘berpaling’?” usul Farouq.
“Kalau sekarang sudah percuma. Karena dia tahu selangkah lagi dia dapat 90% saham milik abi. Buat apa dia mengejar Farah yang hanya punya 5% saham?” balas Ilham.
“Suamimu kapan pulang?” tanya Ilham.
“Sabtu subuh Bang,” jawab Farah.
“Bagaimana kalau hari Sabtu malam kamu dan suamimu ikut kami ke Singapore?” usul Farouq.
“Wah mau bangeeeeeeeeeet, nanti aku tanya kak Jhon dia bisa enggak,” Farah tentu suka liburan bersama suami dan abang-abangnya.
“Kapan-kapan Abang harus ikut kami nginap didesa asal ayah mertuaku. Minggu kemarin kami menginap disana, bebakaran di tambak ikan milik adiknya kak Jhon. Lalu lihat sunrise. Pokoknya pemandangannya asri banget Bang,” Farah antusias menceritakan pengalamannya liburan di desa Cangkringan-Jogja.
“Wah kamu nginap didesa?” Farouq penasaran mendengar cerita Farah.
“Iya, dan bulan depan kak Jhon akan atur waktu agar abi, om Lesmana dan ayah mertuaku bisa nginap bareng disana,” sahut Farah. Dia menceritakan rencana suami dan kakak serta adik iparnya.
“Kasih tahu tanggal berapa. Biar aku ikut. Dari Singapore nanti aku langsung ke Jogja saja,” Ilham langsung menyatakan ingin ikut kumpul keluarga bulan depan.
“Baik, kemarin aku lupa tanya kak Jhon tanggal berapa dia libur dihari Sabtu dan Minggu. Karena jadwal libur mas Putro dan mbak Putri ‘kan hanya hari itu,” Farah memberitahu soal kesulitan libur kedua iparnya itu.
“Abang masih asing mendengar nama Putri. Karena sejak kalian SMP, Abang tahunya dia Wiwied,” Farouq berkomentar tentang perubahan panggilan nama sahabat Farah.
“Aku membiasakan diri dalam keluarga kak Jhon. Karena disana semua manggil dia Putri,” jelas Farah.
\*\*\*
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul TELL LAURA I LOVE HER ya.

Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul TELL LAURA I LOVE HER itu ya.