
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
“Mau jajan?” tanya Putut saat mereka keluar ruang praktek dokter kandungan.
“Enggak Mas. Kita daftar kontrolnya Mas dulu aja ya,” ajak Amie.
“Tapi Mas lapar Yank. Kepengen ngemil snack,” jawab Putut.
“Mau apa? Biar aku yang belikan aja ya? Kita daftar dulu, sebelahnya ‘kan kantin. Sambil nunggu giliran bisa beli snack,” sahut Amie.
Putut pun menyetujui saran istrinya. Mereka menuju tempat Putut harus kontrol dan segera mendaftar disana. “Mas tunggu sini ya. Aku belikan snacknya. Ada yang kepengen banget?” tanya Amie.
“Aku pengen bacang ayam, kue lumpur risol isi rogout dan pastel isi komplit. Kalau ada lumpia semarang isi rebung udang juga mau,” jawab Putut.
“Kamu kayak orang ngidam wae Mas,” goda Amie.
“Mau minum apa?”
“Yakult dan sussu coklat bendera,” jawab Putut. Entah mengapa dia sejak tadi ingin minum sussu coklat dingin.
Amie pun menuju kantin dan membeli semua pesanan Putut yang ada. Hanya bacang yang habis. Lumpia Semarang bahkan dia tambah dengan yang isi rebung ayam.
“Nih, dihabiskan ya,” Amie menyodorkan satu kotak snack yang dia beli.
Putut memakan dua lumpia Semarang dan minum yakult. Sesudah itu dia menutup sementara kotak yang Amie berikan.
Sebentar lagi namanya akan dipanggil. Barusan dua nomor sebelumnya sudah selesai diperiksa. Dan saat ini yang didalam ruang periksa adalah pasien satu nomor sebelumnya. Itu sebabnya dia berhenti makan. Kalau belum akan masuk ruang periksa tentu dia masih makan kue.
“Pak Putut,” suster memanggil namanya.
“Silakan langsung berbaring saja ya Pak,” suster langsung membantunya naik ke bed pemeriksaan. Dokter membidainya, dan mengamati perkembangan tulang Putut.
“Sudah makin baik ya pak Putut. Saran saya masih sama, jangan digunakan untuk berjalan dulu agar retaknya tidak semakin lama sembuhnya. Apa masih ada rasa nyeri?” tanya dokter muda itu. Muda dan cantik.
“Enggak sih Dok. Tidak pernah ada rasa nyeri,” sahut Putut.
“Oke, saya beri vitamin tulang lagi saja,” sahut sang dokter sambil menulis resep dan menulis rekam medis Putut.
Amie memapah Putut dan mereka keluar setelah menerima resep yang dokter berikan. Sekarang mereka menuju apotik. Biar sekalian menebus obat kandungan Amie tadi.
“Yank, aku mau kuenya lagi, pinta Putut ketika mereka baru sampai di apotek.
“Mas duduk sini ya, aku taruh resepnya dulu. Ini kue dan minumnya,” Amie menyerahkan kotak kue dan kotak berisi beberapa botol susuu bendera coklat dan yakult.
“Jangan seperti itu, aku ‘kan juga enggak rewel dan enggak cape. Semoga aja baby ngertiin kondisi Ayah dan Bundanya. Semoga dia enggak rewel minta ini itu dan juga enggak bikin Bunda mual-mual,” sahut Amie dengan menyebut AYAH BUNDA sebagai kata ganti untuk mereka berdua.
“Aaamiiiin,” jawab Putut sambil mencium pipi istrinya sekilas. Sekarang Putut memakan risol isi rogout yang dia minta tadi. Entah mengapa sejak dua hari lalu dia suka ngemil.
“Yank, ini enak lho,” Putut menyodorkan risol yang sudah dia gigit. Amie tanpa segan menggigit risol itu.
“Aku bilang agak kurang gurih mas. Besok aku bikinkan yang banyak ya. Saat kamu kepengen tinggal goreng aja. Aku juga akan bikin yang isi mayonaise,” Amie berjanji pada suaminya membuat risol sebagai cemilan Putut.
Cukup lama mereka menunggu obat. Sesudah itu mereka langsung meninggalkan rumah sakit.
Amie minta mampir ke toko bahan kue. Dia butuh tepung panir juga mayonaise serta daging asap dan bahan kue lainnya. Dia bertekad membuatkan makanan bagi suaminya.
“Kita mampir ke rumah makan padang di depan itu Pak,” Putut meminta mereka berhenti makan siang terlebih dahulu.
Mereka makan siang dan langsung meminum obat yang untuk siang ini. “Mas aku lupa, habis makan boleh mampir ke super market tidak?” tanya Amie.
“Kenapa? Pasti boleh lah,” jawab Putut.
“Aku ingin beli susuu ibu hamil. Juga aneka snack dan tissue basah,” jawab Amie.
“Beli pengharum ruangan, karbol dan cairan untuk ngepel lantai sepertinya habis Yank,” Putut mengingatkan juga apa yang habis dirumah.
Amie senang sekarang sudah mengelola kebutuhan rumah tangga sendiri. Ibaratnya untuk membeli satu bungkus garam saja dia sekarang harus menghitung sendiri. Biasanya apa pun semua urusan ibu mertuanya. Dia lebih suka terpisah seperti sekarang.
“Ya kalau Mas enggak cape, mas ikut turun belanja aja ya?” pinta Amie.
“Baiklah. Kita belanja bersama aja,” sahut Putut.
“Tapi kaki Mas enggak capek? Pakai kursi roda aja ya? Sejak tadi Mas pakai kruk lho,” Amie meminta Putut menggunakan kursi roda saat turun berbelanja nanti.
”Iya, Ayah akan pakai kursi roda biar Bundanya baby senang,” jawab Putut sambil tersenyum.
“Pinter. Itu baru Ayahnya baby,” sahut Amie senang.
\*\*\*
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul WANT TO MARRY YOU ya.

Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul WANT TO MARRY YOU itu ya.