
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
“Besok Abi akan bertemu dengan team notaris jam sepuluh,” pak Farhat memberitahu Jhon dan Farah yang baru masuk ke ruang tamu setelah keduanya membersihkan diri.
“Apa notaris sudah tahu tujuan pembicaraan?” tanya Jhon.
“Belum. Abi sengaja tidak memberitahu. Agar prosesnya semakin lama. Kalau sudah diberitahu by phone tentu mereka sudah bersiap,” jawab pak Farhat.
“Indra sudah meninggalkan pesan pada orang di front office, agar memberitahu dia kalau ada orang notaris yang ingin bertemu Abi,” jawab Jhon.
Farah langsung ke belakang untuk membuatkan Jhon teh jahe. Mereka tadi sudah makan malam di luar rumah sebelum pulang.
“Kalian lihat di rekaman CCTV?” tanya Farhat pada menantunya.
“Iya Bi. Kan sekarang di ruang Indra juga sudah dipasang. Jadi kita bisa melihat apa yang mereka kerjakan,” jawab Jhon sambil mengambil martabak telur yang dia beli sebelum sampai rumah.
“Abi masih penasaran ada hubungan apa Indra dan Indira?” Farhat menceritakan keingin tahuannya.
“Nanti aku cari Bi,” jawab Jhon. Dia yakin bisa mencari tahu dengan mudah asalkan melihat bio data Indira. Pp
“Besok datanya aku kasih ke kamu Kak,” Farah yang baru duduk sambil membawa teh jahe untuk Jhon berjanji mengambil data Indra dan Indira untuk Jhon selidiki.
\*\*\*
Seperti rencana kemarin, pagi ini Jhon berangkat paling pagi mengendarai motor milik istrinya. Dia tak ingin pembicaraan penting untuk bisnisnya tertunda karena dia terlambat hadir. Semua harus berjalan dengan perhitungan cermat.
“Maaf pak Jhon, saya meminta pertemuan kita diajukan dua jam. Karena saya tiba-tiba harus berangkat ke Bontang,” pukul 07.45 Jhon malah sudah dipersilakan masuk karena datang sejak 07.30. Pak Gumilar senang karena Jhon datang sebelum pukul 08.00.
“Berkas anda sudah lengkap. Tak ada alasan saya untuk menolak izin yang anda ajukan. Saya rasa hanya itu saja poin pertemuan kita.” Pak Gumilar memberikan berkas yang sudah dia tanda tangani.
“Semoga usaha anda lancar,” pak Gumilar langsung berdiri dan memberi salam.
Rupanya masih ada beberapa orang yang harus pal Gumilar temui sehingga dia benar-benar memanfaatkan waktu.
“Baik Pak. Terima kasih banyak,” Jhon langsung pamit. Dia tidak pulang melainkan langsung menuju kantor istrinya untuk memberitahu khabar gembira itu.
\*\*\*
‘*Aku di lobby kantormu*,’ Jhon langsung mengirim chat pada Farah.
Tak perlu susah-susah mencarinya di ruangan. Dia mendengar bunyi notifikasi istimewa dari ponselnya yang berbeda dengan notif lainnya.
‘*Aku segera turun Babe*,’ Farah langsung keluar ruangannya dan menguncinya. Lalu masuk ke lift untuk menemui Jhon yang sedang menunggu.O
“Koq cepet banget Kak?” tanya Farah sehabis mereka bersalaman layaknya tamu formal.
“Aku dipanggil sebelum jam delapan. Dan jam delapan malah sudah keluar dari kantor pak Gumilar,” jawab Jhon.
“Hasilnya gimana Kak?” Farah curiga. Pertemuan yang ditunggu-tunggu Jhon hanya membutuhkan waktu teramat singkat. Dia tak ingin Jhon menghadapi kesulitan.
“Ini.” Jhon memberikan amplop dengan logo pertamina dicovernya.
“Wow,” Farah membekap mulutnya dengan tangannya sendiri. Kalau bukan dikantor tentu dia akan memeluk suaminya karena bahagia.
“Selamat ya Kak. Semoga usahanya sukses!” hanya itu yang dia bisa ucapkan. Ada tetes air mata bahagia di sudut matanya.
“Kita mulai bersama ya *Honey*. Sebelum usaha kita berjalan, Aku akan tetap dimaskapai. Kamu harus sabar dengan jam kerjaku,” bisik Jhon.
Farah hanya mengangguk setuju. Saat ini Jhon pasti sedang mengeluarkan banyak dana untuk membangun usahanya. Kalau dia berhenti kerja sekarang, tentu keuangannya akan sedikit terguncang. Jhon tak mau modal usahanya dibantu pihak lain terutama ayah mertuanya.
“Iya Kak. Aku ikut semua maunya Kakak aja. Pokoknya kita upayakan semaksimal mungkin,” jawab Farah pada imam rumah tangganya itu.
“Kalau begitu sekarang aku pulang ya, enggak enak ganggu waktu kerjamu. Makan siang juga aku enggak datang. Aku ke rumah ibu aja beberes disana,” Jhon bingung bila seharian dirumah Farah.
“Iya Kak. Tapi jangan telat makan ya,” Farah kembali menyalami Jhon sebagai tanda perpisahan mereka kali ini. Dia tahu sedang dalam pantauan seseorang. Maka tingkah lakunya harus selalu
***Ditunggu komen manisnya ya***.
***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.
***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul CINTA KECILNYA MAZ ya.

Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul CINTA KECILNYA MAZ itu ya.