THE BLESSING OF PICKPOCKETING

THE BLESSING OF PICKPOCKETING
RENCANA RESIGN



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




"Kalau aku resign gimana?" tanya John.  Besok dia akan terbang ke India.



"Kenapa tanya?" Balas Farah sambil memeluk erat tubuh suaminya. Dia suka dengan aroma khas tubuh suaminya.



"Biar enak aja mutusinnya," jawab Jhon. Dia pun menciumi puncak kepala istrinya.



"Aku sih nggak problem," kata Farah.



"Kan dari awal aku bilang kalau kamu nggak kerja pun, ayo kita cari kerja bersama.  Terlebih Hubby sudah punya   dua pompa bensin yang sudah jalan dan satu yang sedang on progress. Apa yang ditakutkan?" 



"Kamu jadi tukang ojek pun asal halal aku nggak keberatan kok," kata Farah lagi.



"Jangan pandang pekerjaan itu sebelah mata yang penting halal." kata Farah.



"Income seberapa besarnya tidak akan pernah cukup buat orang tamak. Kita bisa seperti Indra."



"Tapi banyak kuli diluar sana yang ridho dengan semua yang dia terima. Hidup mereka tenang aja," kata Farah.



'*Dia memang perempuan istimewa. Tak memandang kebahagian dari harta*,' batin Jhon.



"Aku makin mantab resign setelah bicara denganmu." Bisik Jhon.



"Aku malah senang karena jadi punya suami yang waktu kerjanya lebih fleksibel. Dan kamu juga kasih kesempatan buat orang yang butuh posisimu itu," Farah malah senang.



"Aku akan ajukan saat ambil cuti resepsi aja sekalian resign. Yang penting aku sudah minta izin darimu."



"Harusnya sih nggak perlu izin. Enggak perlu khawatir juga. Hubby kan udah punya usaha dua pompa bensin." Jelas Farah lagi.



"Ingat itu bukan usahaku, tapi usaha kita," kata Jhon.



"Terserahlah." Farah menarik selimut dan berupaya tidur. Dia terlalu lelah. Pesawat Jhon sudah landing sua kali untuk malam ini.


\*\*\*



Putri sudah mengambil banyak brosur perumahan dari banyak developer. 




"Kamu mau cari yang berapa kamar?" kata Putro



"Mau yang tipe bagaimana?" Putro sih tinggal bayar aja. Semua terserah keinginan istrinya saja



"Aku sih pengen tiga kamar Mas satu kamar utama dua kamar nanti buat anak-anak. Dan enggak pengen yang tingkat dan nggak usah besar cukup hangat buat kita aja. Aku eggak kepengen rumah besar kayak punya mama dan papa," kata Putri.



"Nah kalau udah ada rincian seperti itu kan gampang nyarinya," Putra mengumpulkan brosur itu dan memilah sesuai yang Putri inginkan.



Lalu dari banyak brosur itu mereka bandingkan lagi. Mereka pikir speck bangunan serta jarak dengan tempat kerja mereka dan hal lainnya juga sehingga sekarang tinggal mengerucut menjadi tiga pilihan saja.



"Sekarang lumayan ini ada tiga pilihan tinggal kamu cari yang mana yang sesuai seleramu," kata Putro.



"Kalau gitu tiga ini nanti kita datangin pas kita off  kerja ya Mas," pinta Putri.



"Taruh dulu brosur itu. Yang penting sekarang perutku minta diisi," protes Putro.



"Astagfirullah. Aku lupa sekarang jam makan siang. Ayok makan dulu," Putri allu mengambil ponsel dan dompetnya untuk makan siang bersama suaminya.


\*\*\*



Tanpa diduga sepulang kerja Putro membawa Putri pada tiga developer yang tadi siang sudah mereka prioritaskan 



"Sore ini kita lihat dulu lokasinya ya. Nanti kalau siang baru kita lihat-lihat dalamnya," kata Putro.



"Eh Mas, itu kantor pemasarannya buka lho," Putri menunjuk sebuah rumah yang bertuliskan kantor pemasaran. Tana diminta dua kali, daripada direngeki Putro memutar arah kemudi dan menuju kantor pemasaran itu. Putri tentu senang.



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul BETWEEN QATAR AND JOGJA ya.



![](contribute/fiction/6174183/markdown/10636434/1675795781901.jpg)



Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul BETWEEN QATAR AND JOGJA itu ya.