
DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
\~\~\~\~\~
Rombongan keluarga Jhon berangkat setelah mereka salat Maghrib. Mereka berangkat dengan mobil masing-masing dan satu motor. Jhon sengaja pisah mobil dengan kedua orang tuanya karena takutnya dia harus pulang belakangan diluar ibu dan ayahnya.
Sedang Ragil memilih menggunakan motornya karena dia ingin segera mendatangi kegiatan groupnya setelah acara selesai. Tadi pak Siswojo mengajak Putut naik ke mobilnya, tapi bude bilang biar Putut menggunakan mobilnya sendiri saja.
Sesuai kesepakatan, di rumah keluarga Farhat Basalamah pun tak ada keluarga lain yang hadir. Hanya ada keluarga inti. Semua berkenalan. Karena memang inti pertemuan ini adalah perkenalan antar dua keluarga calon pasangan. Farah dan Jhon bahagia mereka sudah sampai ke titik ini.
Tanpa perlu banyak basa basi mereka langsung digiring tuan rumah untuk langsung menuju ruang makan. Mereka makan dengan santai dan dalam suasana hangat. “Jadi Farah anak bungsu?” tanya bu Diah. Dia senang akan tambah anak perempuan. Walau statusnya nanti menantu, tetap saja baginya itu adalah anak perempuannya.
“Iya, dia bungsu kami,” balas bu Basalamah menanggapi pertanyaan calon besannya.
Sehabis makan semua kembali ke ruang keluarga. “Maksud kami datang adalah menyambung tali silaturahmi sambil memenuhi undangan dari Pak Farhat. Walau tidak resmi, saya menghaturkan kalau anak saya Pujono serius akan berhubungan dengan putri Bapak,” pak Siswojo mulai dengan percakapan mengenai tujuan mereka sebagai pihak lelaki.
“Saya berterima kasih atas kedatangan Bapak dan keluarga memenuhi undangan kami. Sebelumnya Jhon sudah menyampaikan dia ingin serius dengan AYA. Tapi belum bisa mengikatnya dalam waktu dekat karena Bapak baru selesai menikahkan putra sulung Bapak dan tak lama lagi akan mengadakan resepsi putri Bapak. Tapi maaf saya dan keluarga tidak akan membiarkan putri kami pacaran!” kata-kata pak Farhat sengaja dia jeda sampai sini. Dia ingin melihat reaksi semua yang hadir terutama Farah dan Jhon.
Tentu semua kaget akan penolakan tuan rumah. Farah pias, bu Siswojo terluka dan hanya menunduk. Putut membelai lembut lengan Amie karena merasakan istrinya langsung menggenggam jemarinya dengan kuat karena ketakutan.
”Saya juga tak ingin Farah menjadi pacar saya,” balas Jhon pasti dengan wajah datar tak kecewa. Sebaliknya Farah terus menunduk dengan wajah pias. Satu kali dia menghapus titik air di sudut matanya. Sang ibu menggenggam tangan putrinya untuk memberi dukungan.
“Bapak bisa menikahkan kami saat ini juga!” lanjut Jhon membuat semua yang hadir terpana.
“Kamu memang seperti dugaan saya! Saya bangga, kamu menangkap semua perkataan dan maksdu tindakan saya dengan benar,” Farhat tersenyum lebar mendengar kata-kata Jhon.
“Jadi pak Siswojo saya minta maaf. Dalam keluarga kami tidak ada istilah pacaran atau tunangan. Sebenarnya ini juga berlaku untuk anak-anak lelaki saya. Tapi sekarang sulit menerapkan hal itu. Setidaknya saya menjaga anak perempuan saya dulu. Karena saya melihat anak-anak kita saling mencintai, maka saya dan istri memutuskan mereka kami ikat dalam ikatan suci secara agama dulu saja,” jelas pak Farhat yang membuat semua yang hadir diruangan itu terpaku.
Termasuk Jhon dan Farah.
“Bagaimana AYA? Jhon?” tanya pak Farhat pada kedua calon mempelai dadakan itu.
“Saya tidak membawa apa pun untuk mahar. Dan saya tak ingin mahar saya pinjam atau hutang. Tapi untuk menikahi Farah saya setuju. Saya lebih senang kami berhubungan dalam status resmi suami istri,” jawab Jhon pasti. Dia memang belum pernah jatuh cinta apalagi pacaran. Tapi seperti Putro, dia juga langsung ingin serius dengan perempuan yang tepat dan dia sukai itu.
“Kalian nanti tetap akan akad nikah resmi dan resepsi sesuai jadwal yang nanti kita tetapkan. Sekarang kamu bisa berikan apa yang ada di dompetmu atau yang kamu bawa saja.” Farhat memberi tahu kalau mahar kali ini tak apa walau hanya uang seratus ribu. Karena nanti akan ada akad resmi setelah lamaran.
Jhon langsung pamit untuk mengambil sesuatu di mobilnya.
Ditunggu komen manisnya ya.
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya.
Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta
Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul CINTA KECILNYA MAZ ya.
Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul CINTA KECILNYA MAZ itu ya.