
DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE MENGUCAPKAN SELAMAT MEMBACA CERITA SEDERHANA INI.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA
\~\~\~\~\~
Akhirnya sampai acara selesai, Amie sudah tak mendapat gangguan berarti lagi. Dia terlihat sudah mulai normal kembali. Pukul 16.00 semua tamu undangan sudah pulang.
Saat ini yang tersisa di gedung adalah panitia dan keluarga dekat saja. Saat acara, tentu panitia dan keluarga belum bisa makan dengan benar. Mereka makan hanya sekedarnya saja. Maka sekarang, petugas catering merapikan makanan dan mengeluarkan makanan baru yang memang dipersiapkan untuk panitia dan keluarga.
“Ayo Mbak, kita makan,” Farah mengajak Amie mengambil makanan. Putut membebaskan istrinya tanpa pengawasan karena dia berpikir saat ini sudah aman. Amie berada dalam lingkungan yang mengerti kondisinya.
“Ayo,” Amie pun menyambut ajakan Farah dan mereka menuju meja makanan dengan jalan bersisian.
“Mau ke mana Dek?” tanya Jhon.
“Ambil maem yok Mas,” Amie menarik tangan Jhon untuk makan bersama dia dan Farah. Mau tak mau Jhon ikut dengan dua perempuan cantik itu.
“Ke mana Putut? Kenapa kamu pisah dengan dia?” tanya Jhon.
“Mas Putut sedang bicara dengan pakde,” jawab Amie santai.
“Mbak, kamu mau makan apa?” tanya Farah. Yang masih memanggil Amie dengan sebutan Mbak, padahal usianya lebih tua dari Amie.
“Aku mau ambil sate kambing atau hidangan gule kambing dengan lontong,” jawab Amie.
“Mbak Farah ingin apa?”
“Sama …,” Farah pun mengarahkan langkah kakinya ke saung kambing yang dia inginkan. Amie dan Jhon mengekor dari belakang.
“Kakak mau?” tanya Farah pada Jhon.
“Aku lebih kepengen nasi goreng kambing,” jawab Jhon sambil mengambil piring. Setelah mereka mengambil makanan masing-masing, mereka berkumpul lagi. Mereka asyik makan sambil bercengkerama.
“Gini nih kelakuan istriku kalau ketemu sate kambing,” Putut datang menggoda Amie yang seakan melupakannya karena sedang makan sate kambing kegemarannya. Amie hanya tersenyum manis dan berdiri.
“Mas mau makan apa? Biar aku tambah dipiringku aja. Kita makan berdua ya?” dengan lembut Amie menawarkan makan pada Putut.
“Apa aja yang kamu ambilkan, Mas akan makan,” jawab Putut santai. Amie langsung mengambil gule tapi dengan lontong dari meja sate, bukan dengan nasi. Lalu mereka berdua duduk dekat Farah dan Jhon.
“Kalian sebaiknya pindah jauh-jauh. Jangan bikin Mas marah,” ancam Jhon.
“Kenapa Kak?” Farah kaget Jhon marah pada Putut dan Amie.
“Kamu bisa melakukannya dengan Farah, enggak usah ngiri,” Putut langsung menjawab. Dia tahu Jhon menggoda dirinya dan Amie. Karena Amie begitu telaten menyuapi Putut dan sesekali Putut membersihkan bibir Amie dengan tissue.
“Ha ha ha, biar mas Jhon ada lawannya Mbak,” jawab Amie menggoda kakaknya.
“Kowe ki saiki wis wani yo Dek,” geram Jhon menjawab Amie. Dia bilang, kamu itu sekarang sudah berani ya!
“Wani lah Mas, aku nduwe bolo. Aku ‘kan ono bojoku!” jawab Amie dengan bahagia. Amie bilang dia berani, karena sekarang ada yang membelanya. Dia sudah ada suami yang membela!
“Nah, bukan aku yang ngajarin lho,” Putut makin memanasi Jhon. Sementara Farah jadi serba salah. Walau sejujurnya dia sangat suka.
“Aku mau ambil puding. Kakak mau?” tanya Farah, dia ingin menghindar sesaat menepis rasa malu tapi mau yang saat ini dia rasakan.
“Boleh, tapi ekstra fla ya,” balas Jhon.
“Siyaaaaap,” balas Farah.
“Cie … cie …,” goda Amie pada Jhon.
“Kowe tenan wis mari. Usilmu wis balek,” Jhon memberi reaksi godaan Amie dengan bersungut. Dia bilang Amie benar-benar telah sembuh, karena sudah kembali usil.
Sementara Putut hanya senyum-senyum bahagia.
“Segini cukup?” tanya Farah memperlihatkan puding plus ekstra fla pada Jhon.
“Iya, makasih ya,” mereka lalu duduk berdua karena Putut dan Amie pergi untuk mencicipi makanan berikutnya.
“Kamu pulang kapan dari rumah Putri?” tanya Jhon.
“Aku agak kagok dengar nama Putri. Aku biasa Wiwied he he, pengennya malam ini Kak. Tapi entahlah. Maksimal besok pagi lalu aku langsung ke kantor,” jawab Farah.
“Oh iya ya, besok sudah hari kerja kantoran,” Jhon baru menyadari besok adalah hari Senin.
“Iya Kak,” Farah menjawab sambil menyuap puding lumut miliknya.
\===========================================
Hallo semua. Semoga selalu sehat yaaaa
YANKTIE mengucapkan terima kasih kalian sudah mampir ke cerita sederhana ini. Ditunggu komen manisnya ya.
Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya
Salam manis dari Sedayu~Yogyakarta