THE BLESSING OF PICKPOCKETING

THE BLESSING OF PICKPOCKETING
STRATEGI TERAKHIR



Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, YANKTIE mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA




Makan malam sebelum membahas strategi untuk pertemuan lusa sedang berlangsung. “Sudah lama banget Om enggak ketemu kalian ya,” ucap Juned pada Farouq dan Ilham.”



“Masa sih Om? Bukannya bulan lalu kita ketemu ya? Pas pertemuan dengan keluarga Jhon,” sahut Ilham.



“Enggak Bang. Pertemuan itu bener-bener hanya keluarga inti koq,” jawab Farah mengingatkan Ilham.



“Ayo cukup ngobrolnya. Kita langsung pindah ke ruang tengah saja,” Farhat membawa semua tamunya menuju ruang tengah. 



Saat itu mereka hampir berjumlah dua puluh orang. Karena team pengacara dan polisi saja berjumlah dua belas orang. Besok di kantor jumlah polisi yang bertugas akan ditambah beberapa personal.



Bu Basalamah segera memerintahkan para asisten rumah tangga membuat teh dan kopi bagi para tamu. Dia juga menyiapkan aneka snack padahal mereka baru selesai makan malam.



Farah menyiapkan laptopnya berjaga-jaga bila keterangannya membutuhkan penampilan rekaman CCTV yang ada di laptopnya.



“Kita langsung mulai saja ya,” Farhat memberitahu kalau meeting malam ini akan segera dimulai.



“Ya, kita langsung mulai saja,” Reggas dari team Assegaff dan Juned dari kepolisian setuju pembicaraan segera dimulai.



“Silakan team pengacara menjabarkan langkah awal, lalu team kepolisian langsung masuk saja langkah seharusnya bagaimana,” Farhat mempersilakan pengaturan skenario pertemuan lusa. 



“Kami pertama-tama akan …,” Aris dari team Assegaff memberitahu langkah yang akan dia lakukan. Lalu Dwipa dari kepolisian memberi masukan, dilanjut dengan inerupsi Juned dan seterusnya. Semua menyumbang saran agar kegiatan mereka besok berhasil dengan baik. 



Farah pun tak lupa memberitahu saran Jhon kalau semua anggota keluarganya jangan ada yang duduk dekat dengan Indra untuk mencegah hal yang tak diinginkan. Dan semua setuju dengan saran dari Jhon itu. 



Farah membuka file rekaman CCTV yang sudah dia gabung dengan rekaman dari Indra agar bisa di compare secara langsung. Jadi dalam satu layar terlihat rekaman Indra dan kejadian sesungguhnya dari CCTV. 



Saat Farah membuka ini, kalian harus siap,” Juned mengingatkan anak buahnya. 



“Siap!”



“Siapa yang bertugas memberitahu kami kalau timing sudah masuk ke pertempuran?" tanya seorang dari team polisi. Karena sebelum ada tanda, posisi mereka ada diluar ruang kerja Farhat. 



“Aku aja,” Ilham memutuskan dia yang akan memberi kode. Lalu mereka pun saling bertukar nomor ponsel 


\*\*\*



“Sen, nanti siang kamu atur ruanganku untuk besok menerima banyak tamu ya. Kita akan meeting intern jadi kamu tambahkan sofa atau kursi untuk sementara. Formasinya dibuat mengelilingi meja kerja saya. Jadi mejanya kamu buat berada ditengah,” Farhat memulai pagi ini dengan memberi tugas untuk Husain. 



“Trus kamu pesankan snack aja, jumlah minimal dua puluh lima kotak. Makan siang kita nanti semua bareng makan diluar,” lanjut Farhat. 




“Baik Pak,” sahut Husain. 



“Semua kursi berupa kursi kerja ya, jangan sofa. Jadi sofa saya dipinggirkan saja. Jangan lupa siapkan layar untuk OHP ya,” tak lupa Farhat meminta Husain menyiapkan alat untuk meeting besok.



“Ndra, nanti habis makan siang bantu saya ya,” Husain meminta Indra membantunya.



“Bantuan apa Pak?” tanya Indra cepat.



“Ini big boss minta ruangannya di setting untuk meeting besok. Kalau soal angkat-angkat saya bisa minta bantuan OB dan satpam. Tapi buat mindahin sofa atu kursi dari ruang lain ‘kan harus izin dulu. Enggak bisa sembarangan angkat. Kalau berdua kamu kan pada percaya,” Husain menjelaskan maksudnya butuh bantuan Indra.



“Siyaaaaap Pak. Habis makan siang ‘kan?” Indra menyanggupi permintaan Husain dengan senang hati.



Indra senang. Sebentar lagi impiannya akan terwujud. Dia ingin membuktikan pada orang yang mencibirnya kalau pernikahannya dengan Dira ( indira ) membawa sial karena mereka masih sepupu. Dia akan memperlihatkan bahwa dia bisa membawa Dira hidup berkecukupan.



Sejak kecil, cintanya memang hanya untuk Dira. Dan saat Dira masuk SMA, gadis manis itu membalas cintanya. Cinta anak muda yang menggebu itu menghantar mereka menjadi mama papa dadakan. Akhirnya karna kehamilan Indira, mereka menikah siri hanya diketahui oleh kedua orang tua mereka.



Sayang bayi dalam rahimnya tak bertahan lama, karena Dira terpeleset saat kehujanan ketika pulang sekolah. Yang tidak tahu mengira Dira sengaja menggugurkan kandungannya karena masih sekolah. Padahal tak ada niat indra dan indira menggugurkana kandungannya



Sejak saat itu Dira melakukan pencegahan kehamilan dengan suntik KB bulanan.



“Besok jadwal meeting tidak berubah Pak?” tanya Indira saat dia mendengar Husain sedang memesan snack untuk jam sembilan pagi.



“Enggak. Tetap pukul 09.30 tepat,” sahut Husain selesai dia memesan kue.



“Mengapa hanya memesan kue? Bukan makan siang seperti biasa?” tanya Indra bingung. Karena biasanya Farhat akan memesan box makan siang.



“Bos bilang besok dia akan mengajak tamunya makan siang diluar saja. Dia bilang kesempatan langka bisa kumpul dengan semua anaknya,” sahut Husain. Kemarin dia juga bertanya mengapa hanya snack.



‘*Mungkin dia malu kalau harus pamit diam-diam. Jadi sehabis serah terima dia mau langsung pergi dari kantor* dengan alasan makan siang,’ Indra mencoba membangun opini untuk dirinya sendiri.


\*\*\* 



***Ditunggu komen manisnya ya***.


***Jangan lupa juga kasih LIKE, hadiah secangkir kopi atau setangkai mawar dan setiap hari Senin gunakan VOTE yang kalian dapat gratis dari noveltoon/mangatoon untuk diberikan ke novel ini ya***.


***Salam manis dari Sedayu ~ Yogyakarta***.



Sambil nunggu yanktie update cerita ini, kita mampir ke cerita karya yanktie yang lain dengan judul BETWEEN QATAR AND JOGJA ya.



![](contribute/fiction/6174183/markdown/10636434/1674666803006.jpg)



Dan sekali lagi yanktie ingetin jangan lupa subscribe cerita dengan judul BETWEEN QATAR AND JOGJA itu ya.